Anda di halaman 1dari 27

Praktikum Pengamatan Kromosom Politen

Drosophila melanogaster

Praktikum Genetika 2016


Departemen Biologi FMIPA UI
11 Maret 2016

Tujuan Praktikum
Mengetahui kromosom
politen
Pengertian kromosom
politen
Fungsi kromosom politen
Proses terbentuknya
kromosom politen
Struktur kromosom politen

Mengamati struktur
kromosom politen pada larva
Drosophila melanogaster
Mengetahui cara isolasi
kelenjar ludah larva
Drosophila melanogaster
Mengamati kromosom
politen Drosophila
melanogaster

Review: Kromosom dan Kromatin


Kromatin
DNA yang terorganisasi
dengan protein histon,
terlihat seperti benangbenang halus (DNA) yang
memiliki manik-manik
(protein histon), padat, dan
terpintal (Robinson 2005:
147)
Kromosom

Kromatin yang mengalami


kondensasi sehingga
bentuknya menjadi pendek
dan tebal (Campbell dkk.
2008: 102)

Struktur Kromosom

Tipe kromatin
Eukromatin
Pita terang pada lengan
kromosom
Mengandung banyak gen
Heterokromatin

Pita gelap pada lengan


kromosom
DNA terkondensasi sangat padat
(lebih padat dibandingkan
dengan eukromatin)
Mengandung sedikit gen (kaya
akan pengulangan sekuen DNA
non-coding)

Modifikasi bentuk kromosom


Kromosom raksasa/politen

Berbentuk seperti kromosom normal,


namun dengan banyak lengan
panjang dan berukuran besar
Kromosom lampbrush
Berbentuk seperti kumparan
kromatin yang bersumbu
Dapat ditemukan di oosit amfibi

Kromosom Politen
Politen Polytene
(yunani): Poly = banyak;
Tene = lengan

Kromosom politen
Beberapa kromosom yang
saling bersinapsis sehingga
menjadi satu kromosom
yang berukuran besar

Kromosom Politen (2)


Pertama kali ditemukan oleh E.G. Balbiani
(1881) yang sedang melakukan penelitian
mengenai daya lumat enzim terhadap
makanan yang berada di dalam kelenjar
ludah larva Chironomous

Penelitian mengenai kromosom raksasa


dilanjutkan tahun 1933 oleh Painter (pada
Drosophila melanogaster)

Koller (1935) memberi istilah Polytene


Chromosome (Kromosom Politen)

Proses Terbentuknya Kromosom Politen


Kromosom politen terbentuk akibat peristiwa
endoreduplikasi (replikasi DNA tanpa diiringi
pembelahan sel)

Siklus sel normal

Endoreduplikasi

Siklus sel normal

Mitosis Normal

Endoreduplikasi

Kromosom
mengalami
duplikasi

Sister chromatid di
tiap kromosom
menyatu

Antar kromosom
menyatu

Fungsi Kromosom Politen


Kromosom politen untuk
proses tumbuh dan
berkembang

Jumlah salinan DNA lebih banyak


produksi protein
meningkat

Building
Block
Enzim
Protein

Protein merupakan elemen


penting untuk proses
pertumbuhan

Transporter
Antibodi

Kromosom Politen pada Beberapa Organisme


Organisme

Organ

Serangga, diptera
- Fase larva

Salivary glands, gut, midgut, hindgut, gastric caeca,


Malpighian tubules, fat bodies, epidermal cells,
hypoderm, ring gland

- Fase pupa

Malpighian tubules, cardiac wall, fat body, rectum,


foot pad cells, bristle-forming cells
Malpighian tubules, hindgut, midgut, fat body,
ovarian nurse cell

Serangga, collembola

Salivary glands

Protozoa, Infusoria

Macronuclear anlage

Mamalia

Trophoblast cells, Tumour cells

Tumbuhan

Antipods, suspensors, endosperm, synergids,


endosperm haustorium, tissue culture, callus
culture

Kromosom Politen Drosophila melanogaster

Kromosom Politen Drosophila melanogaster (2)


Larva instar III
Ukuran tubuh dan organ target
cukup besar mempermudah
proses isolasi
Fase penimbunan energi
untuk masuk ke tahapan pupa
kromosom politen banyak

Kromosom Politen Drosophila melanogaster (3)


Kelenjar ludah
Mengandung 1024 sampai
2048 untai kromatin (Goldstein
1994: 335)
Lebih mudah diisolasi
dibandingkan dengan organ
lain

Kelenjar ludah larva


Drosophila melanogaster

Struktur Kromosom Politen Drosophila melanogaster

Genom Drosophila
melanogaster
Kromosom
autosomal:
kromosom 2, 3,
dan 4

Kromosom seks:
kromosom X
dan Y

Struktur Kromosom Politen Drosophila melanogaster (2)


Kromosom politen
Drosophila
melanogaster

Terdiri dari
gabungan
replikasi
kromosom
autosomal dan
kromosom seks

Bagian-Bagian Kromosom Politen Drosophila melanogaster


Kromosenter

Kromosenter
Tempat
menyatunya
lengan-lengan
kromosom

1.

Bagian-Bagian Kromosom Politen Drosophila melanogaster (2)


Band
Pita gelap banyak DNA
yang terkondensasi
Mengandung 95 % DNA
(200.000 pasang
nukleotida)
Interband
Pita terang banyak
protein
Mengandung 5 % DNA
(3000 pasang nukleotida)

Terdapat 3700 band dan 3700 interband


pada 1 set lengkap kromosom politen
Drosophila melanogaster

Bagian-Bagian Kromosom Politen Drosophila melanogaster (3)

Puff
Penggembungan
(dekondensasi) lengan
kromosom
Terbentuk ketika gen
yang berada di daerah
band/interband ingin
diekspresikan
Puff mengakibatkan
DNA terekspos
proses transkripsi
dapat berjalan

Metode Praktikum

Alat dan Bahan Praktikum


Alat
Mikroskop
stereo
Mikroskop
stereo
Mikroskop
cahaya
Mikroskop
cahaya
Object glass
Object
glass
Cover
glass
Cover
glass
Jarum
sonde
Pinset
Jarum sonde
Pipet
Pinset

Pipet

Bahan
Larutan Ringer Larutan
fisiologis agar larva tidak
mengalami
kekeringan
saat
Larutan
Ringer: Larutan
fisiologis
isolasi
agar proses
larva tidak
mengalami
kekeringan
saat proses
Asetokarmin
isolasi
Larutan
Asetokarmin
pewarna
pewarna: Larutan
kromosom
kromosom
Larva instar III Drosophila
Larva instar III Drosophila
melanogaster
melanogaster
Tisu
Tisu

Cara Kerja

Cara Kerja (2)

Cara Kerja (3)

Terima
Kasih
Terima Kasih
Selamat
Praktikum

Selamat Praktikum!