Anda di halaman 1dari 35

Makalah Alat Industri Kimia

Evaporator

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
JAWA TIMUR
TA 2011/2012

Makalah Alat Industri Kimia


Evaporator

Disusun oleh :
Kelompok 4
1.

Arsat. S
2.

Tika Lorenza

1331010034
1331010046

3.

Reza Asyrul.W

1331010048

4.

Nico Yonathan

1331010049

5.

Naomi Oktarina.H 1331010052

6.

M. Iqbal

1331010053

7.

Yusran Kennedy

1331010060

Kata Pengantar
Segala puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
segala berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah dengan
judul
Evaporator
tanpa
ada
halangan
yang
berarti.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai
pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada pihak pihak yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan
yang
begitu
besar
kepada
kami
selama
ini.
Semoga makalah ini bisa memberikan edukasi kepada pembaca dan menuntun
pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah
ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar
skripsi ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini
bermanfaat
bagi
semua
pembaca.
Terima
kasih.

Surabaya, 21 Maret 2014

Penyusun

Daftar Isi
Kata Pengantar

I. Pengertian evaporator

1-3

II. Komponen dan Cara kerja evaporator

4-7

II.1. Komponen evaporator

II.2 Cara kerja

5-6

II.3. Prinsip Kerja

6-11

III. Jenis - Jenis Evaporator


III.1 Jenis-Jenis Evaporator Berdasarkan Pembakaran

12-24
12

III. 2 Jenis-jenis Evaporator Berdasarkan Efek

12-14

III.3 Jenis-jenis Evaporator Lainnya

14-24

IV. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Evaporator

25-26

V. Aplikasi dalam Industri

27-29

Penutup

30

Daftar Pustaka

31

ii

I. Pengertian Evaporator
Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau
keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap.
Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk
memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Evaporator umumnya terdiri dari
tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian (tempat di mana cairan mendidih lalu
menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke
dalam kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.
Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan
atau larutan berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari
beberapa komponen volatil (mudah menguap).

Evaporator adalah kebalikan dari condenser, kalau condenser berfungsi


sebagai penampung panas dari freon yang dipompa oleh compressor dan
membuang panasnya dengan sebuah fan motor. evaporator berfungsi sebagai
penampung dingin dari freon yang sudah berubah wujud menjadi cair setelah
melewati pipa kapiler. Didalam evaporator yang hampa udara, freon akan
menguap dan mengambil panas pada pipa-pipa yang berada pada evaporator
sehingga pipa-pipa di evaporator menjadi dingin, dan membuang dinginnya
dengan hembusan sebuah fan motor dengan daun kipas yang berbentuk
blower.Kerusakan yang sering terjadi pada evaporator adalah kebocoran, bisa
diperbaiki dengan cara mengelas disemua tekukan u nya atau mengganti u nya
atau juga mengganti evaporatornya dengan yang baru.

Ketika kita melihat air di jalan setelah hujan dan itu akan hilang ketika
matahari bersinar di atasnya, berarti air tersebut telah menguap. Panas
dibutuhkan untuk penguapan suatu zat. Syarat penguapan dan pendidihan
digunakan secara bergantian dalam industri pendinginan.
Semua orang tahu bahwa diperlukan panas untuk mendidihkan air, tetapi semua
orang tidak tahu bahwa air mendidih pada 100 derajat celcius hanya pada satu
kondisi. Yaitu pada satu kondisi ketika permukaan laut tekanan atmosfernya
berada pada kondisi standar. Pernahkah anda mendengar pembicaraan tentang
kondisi cuaca dan tekanan atmosfer?
Standar kondisi atmosfer di permukaan laut adalah, ketika tekanan atmosfer
sebesar 29,92 inci Hg (inci air raksa), Ini adalah sama dengan 14,696 psi (pound
per square inch). Jika anda mengubah tekanan atmosfer, anda mengubah
temperatur di mana air akan mendidih dan hal ini akan menjadi titik yang sangat
penting.
Anda dapat menambahkan lebih banyak panas, tapi air hanya akan
mendidih lebih cepat, tapi anda tidak akan mendapatkan panas yang berlebihan.
Sebagai contoh, anda bisa merebus air pada kompor berapi kecil dan anda bisa
merebus air pada kompor dengan api besar dimana air akan cepat mendidih dan
menguap lebih cepat tapi suhu yang dihasilkan pada air yang mendidih itu tetap
sama.
Jika anda memasak airnya di atas gunung, itu akan mendidih pada suhu
yang lebih rendah. Diatas gunung air dapat mendidih pada 93 derajat C atau
bisa lebih rendah. Rice cooker memasak makanan didalam sebuah tabung yang
sempit dan itu akan menimbulkan lebih banyak panas yang menyebabkan
tekanan udara di tabung itu menjadi naik. Kebanyakan rice cooker tekanan
udaranya sebesar 15 psi di atas tekanan atmosfir.Ini akan menaikkan suhu didih
air sekitar 121 derajat Celcius, yang memungkinkan anda untuk mengurangi
2

waktu memasak. Mengapa kita harus mengetahui ini? Jika anda mengerti,
anda dapat mengontrol suhu didih dengan mengontrol tekanan udara dalam
tabung tersebut. Anda telah menyelesaikan tahap pertama dan salah satu
langkah paling penting dalam memahami bagaimana sebuah evaporator bekerja.
Jika kita menutup air dalam sebuah tabung dan mengurangi tekanan udara pada
tabung tersebut, kita dapat mengurangi suhu didih air. Kita sebenarnya dapat
mengurangi tekanan udara pada tempat dimana air akan mendidih sebesar 4.5
derajat C. Itu adalah angka signifikan karena itu adalah suhu di mana coil
evaporator ac bekerja.
Sebenarnya kita bisa menggunakan air sebagai pendingin, tapi air
memiliki beberapa kualitas yang membuatnya tidak praktis. Air sebenarnya
diklasifikasikan sebagai pendingin, tetapi tidak digunakan dalam aplikasi
umum.
hal penting untuk diingat di sini adalah, bahwa dengan mengendalikan tekanan
udara kita dapat mengontrol suhu, dan ini berlaku untuk semua refrigeran.

Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri


makanan. Pada industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh
(merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam evaporator. Evaporator
mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral di dalam evaporator.
Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan garamnya. Pada
sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh
cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi
panas). Evaporator

juga

digunakan

untuk

memproduksi

air

minum,

memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain.

II.Komponen dan Cara kerja evaporator


II.1. Komponen evaporator

Gambar rangkaian alat evaporator


Pada gambar diatas, akan jelaskan beberapa nama beserta fungsinya :
1. Hot Plate: berfungsi untuk mengatur suhu pada waterbath dengan
temperatur yang diinginkan (tergantung titik didih dari pelarut)
2.
Waterbath : sebagai wadah air yang dipanaskan oleh hot plate untuk
labu alas yang berisi sampel
3.
Ujung rotor sampel : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat
sampel bergantung.
4.
Lubang kondensor : berfungsi pintu masuk bagi air kedalam
kondensor yang airnya disedot oleh pompa vakum.
5.
Kondensor : serfungsi sebagai pendingin yang mempercepat proses
perubahan fasa, dari fasa gas ke fasa cair.
6.
Lubang kondensor : berfungsi pintu keluar bagi air dari dalam
kondensor.
7.
Labu alas bulat penampung : berfungsi sebagai wadah bagi
penampung pelarut.
8.
Ujung rotor penampung : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat
penampung bergantung.
4
.

II.2

Cara kerja

Masukkan aquades ke dalam waterbath


Masukkan larutan sampel yang akan diuapkan ke labu alas bulat
Panaskan waterbath sesuai suhu pelarut yang digunakan
Labu alas bulat yang berisi sampel di pasang pada ujung rotor
Alirkan dengan air pendingin dan vakum dijalankan
Tombol rotor diputar dengan kecepatan tertentu (5-8 putaran)
Perlu diperhatikan, bahwa penguapan dapat terjadi karena adanya
pemanasan menggunakan hot plate yang dibantu dengan penurunan tekanan
pada labu alas bulat sampel yang dipercepat dengan pemutaran pada labu alas
bulat sampel. Dengan bantuan pompa vakum yang mengalirkan air dingin
(es) dari suatu wadah kedalam kondensor dan dikeluarkan lagi oleh kondensor
kepada wadahnya lagi dan dimasukkan lagi dan seterusnya, karena proses ini
berjalan secara kontinyu. sehingga ketika uap dari pelarut mengenai dindingdinding kondensor, maka pelarut ini akan mengalami yang proses yang
dinamakan proses kondensasi, yaitu proses yang mengalami perubahan fasa dari
fasa gas ke fasa cair. Adapun demikian, proses penguapan ini dilakukan hingga
diperoleh pelarut yang sudah tidak menetes lagi pada labu alas bulat penampung
dan juga bisa dilihat dengan semakin kentalnya zat yang ada pada labu alas
bulat sampel dan terbentuk gelembung-gelembung pecah pada permukaan
zatnya.
Untuk cara pengoperasian yang lebih detail, kita lihat tahapan berikut. Mulamula periksa air yang ada dalam styroform, masukkan aerator dan es batu ke
dalamnya, setelah itu isi air dalam water bath. Pasang labu ekstrak dan labu
pelarut dan tekan alat sehingga labu pelarut menyentuh air dalam water bath.
Nyalakan aerator dalam styroform, labu pelarut, water bath dan pompa vacum
5

dengan menancapkan masing-masing kabel ke stop kontak. Setelah semua


kabel terpasang proses ekstraksi dapat berlangsung.
Proses ekstraksi akan selesai jika semua pelarut menguap dan diperoleh
ekstrak murni dalam labu ekstrak. Kemudian matikan tombol speed, dan cabut
kabel aerator, labu pelarut, water bath, dan pompa vacum yang berhubungan
dengan evaporator. Setelah itu, ekstrak yang terdapat di dalam labu diambil
dengan cara dikerik dan hasilnya dimasukkan ke dalam botol ekstrak. Untuk
selanjutnya labu ekstrak yang telah digunakan tersebut dibersihkan dengan
dicuci sampai bersih dan disimpan di tempat yang aman untuk menhindari
kerusakan alat. Untuk pemeliharaannya, setelah mengekstrak suatu bahan maka
alat

dibersihkan

dengan

cara

mengevaporasi

akuades

agar

kondisievaporator bersih kembali. Dan lebih jelasnya akan dijelaskan di


halaman selanjutnya.

II.3 Prinsip Kerja


Evaporator merupakan alat yang berfungsi untuk mengekstrak suatu bahan
dengan pelarut polar maupun non polar sehingga dihasilkan ekstrak murni dari
bahan tersebut. Prinsip alat ini yaitu menguapkan pelarut polar atau non polar
yang diletakkan dalam labu sehingga menyisakan ekstrak. Evaporator terdiri
dari rangkaian alat-alat yaitu :
1. Labu ekstrak

tempat untuk hasil ekstraksi

2. Labu Pelarut

tempat untuk pelarut

3. Pompa Vacum :

untuk menarik udara

4. Water Bath

untuk memanaskan air

5. Kondensor

untuk mendinginkan uap pelarut

6
II.4.Perpindahan Kalor Didalam Evaporator
a. Koefisien Perpindahan Kalor
Faktor yang mempengaruhi koefisien perpindahan kalor adalah kecepatan aliran
fluida atau benda yang akan didinginkan, disamping itu makin besar luas bidang
benda yang hendak diinginkan atau dekat dengan bidang pendingin juga
mempengaruhi koefisien perpindahan kalor. Untuk temperatur penguapan
refrigeran, temperatur benda atau fluida yang akan didinginkan akan
dipengaruhi oleh kecepatan aliran dari zat yang hendak didinginkan. Di dalam
evaporator, banyaknya perpindahan kalor dihitung berdasarkan perbedaan ratarata temperatur, makin besar perbedaan temperatur, makin kecil ukuran penukar
kalor (luas bidang perpindahan kalor) yang bersangkutan, namun dalam hal
tersebut diatas, temperatur penguapannya menjadi rendah.
b. Kapasitas (Q) Pendingin di dalam Evaporator
Kapasitas suatu mesin pendingin ialah kemampuan mesin tersebut untuk
menyerap panas dari benda yang didinginkan, umumnya dinyatakan dalam
Kkal/jam atau Btu/jam. Satuan lain yang sering dipakai ialah Ton Of
Refrigeration (TR) atau Refrigeration Ton (RT). Satuan ini dihitung berdasarkan
panaspencairan 1 ton es selama 24 jam. Kapasitas mesin pendingin pada
umumnya ditentukan tiga hal, yaitu; jumlah refrigeran yang diuapkan tiap jam,
temperatur penguapan refrigeran didalam evaporator, jenis refrigeran yang
digunakan.

7
Contoh Mesin Evaporator
Contoh mesin evaporator adalah mesin evaporator vakum (vacum
evaporator) adalah mesin yang biasa dipakai oleh untuk mengurangi kadar air
suatu bahan berbentuk cair. Prinsip kerja dari mesin ini adalah tanpa pemanasan
langsung, suhu bisa diatur sesuai dengan keinginan. Penggunaan suhu rendah
disertai dengan vakum, akan menjaga nutrisi / gizi produk tidak hilang atau
rusak.Mesin evaporator ini menggunakan tabung double jacket, sehingga panas
tidak berhubungan langsung dengan produk, melainkan melalui perantara
(medium) air.Mesin evaporator vakum bisa digunakan untuk produk : minyak
(VCO), susu, madu, dan produk cair lain yang ingin dikurangi kadar airnya.

8
Hal yang harus terjadi di semua evaporator untuk mencapai tujuan yaitu :
1. Tekanan harus dijaga pada tingkat yang benar untuk memberikan suhu
kumparan evaporator yang benar.
2. semua cairan refrigeran harus dididihkan menjadi uap sebelum meninggalkan
kumparan evaporator karena komponen berikutnya adalah kompresor.
Kompresor hanya dapat bekerja dengan refrigeran uap; refrigeran cair akan
membuat rusak kompresor.
3. Setelah refrigeran cair dididihkan menjadi uap, panas yang cukup harus
ditambahkan ke uap untuk memastikan bahwa tidak ada entrained cairan di
dalamnya. Produk meninggalkan kumparan evaporator harus uap murni.

1. Mempertahankan Tekanan dengan Benar


Ini bagian dari proses yang dikendalikan oleh para insinyur desain.
Mereka memilih area kumparan yang benar untuk mempertahankan tekanan
yang benar dan suhu di bawah kondisi desain. Jarang terjadi kasus pemilihan
peralatan yang tidak benar dan sistem tidak dingin atau tidak cukup
menghilangkan kelembaban. Semua sistem yang dibuat dapat melakukan semua
itu.
Jika sistem mendinginkan struktur pada hari terpanas, peralatan ini
berukuran dengan benar kecuali sebuah beban tambahan telah dikenakan pada
struktur. Pemilihan koil evaporator dan kompresor harus benar dalam batasbatas sistem. Bagian dari proses ini tidak berada dalam kontrol teknisi, tetapi
teknisi dapat seringkali perlu menentukan bahwa sistem ini bermasalah terhadap
kapasitas dan tidak akan memikul beban.

9
Memastikan semua refrigeran cair dididihkan menjadi gas
Teknisi memiliki beberapa kontrol atas bagian dari proses ini. Hal ini
mirip dengan air mendidih di atas kompor, panas harus dapat pindah ke
evaporator untuk mendidih cairan refrigerant. Filter udara harus bersih, kipas
blower harus bergerak mengeluarkan udara, koil evaporator harus bersih, dan
pada sistem ada kontrol refrigeran yang harus diatur, maka harus diterapkan
dengan benar, diinstal dan disesuaikan. Termostat ruangan harus diatur ke dalam
kisaran suhu yang tepat.
Kontrol refrigeran memiliki bagian atau peranan, bahwa itu terus
menambahkan pendingin untuk dididihkan pada tingkat yang benar. Ini akan
menjadi seperti air mendidih dalam sebuah panci. Seperti air yang direbus, itu
akan mendidih kering kecuali Anda terus menambahkan air. Jika Anda
menambahkannya terlalu cepat, air dalam panci akan meluber keluar. Suhu air
dalam panci juga dapat jatuh di bawah suhu didih jika air ditambahkan terlalu
cepat.
Menambahkan Panas Untuk Uap air Untuk Memastikan tidak ada cairan
entrained
Panas yang ditambahkan setelah semua cairan dalam kumparan
evaporator mendidih menjadi uap disebut superheat. Seperti disebutkan
sebelumnya, Anda dapat menambahkan panas lebih banyak pada cairan seperti
yang Anda inginkan dan selama tekanan tetap sama, cairan hanya akan
mendidih lebih cepat.
Ketika semua cairan telah direbus pergi, uap akan naik dari cairan dan itu
disebut uap jenuh. Uap jenuh ini dengan panas ke titik yang didinginkan,
maka akan mengembun kembali menjadi cairan dan jatuh kembali menjadi

cairan. Jika panas ditambahkan ke dalamnya, temperatur akan naik ke suhu


yang lebih tinggi dari suhu cair mendidih.
10
Uap jenuh tidak dapat dipanaskan sampai suhu yang lebih tinggi daripada
cairan mendidih kecuali dipindahkan ke tempat lain dan kemudian
menambahkan panas. Lihatlah kembali pada Gambar 2 dan perhatikan bahwa
ketika cairan semua direbus pergi masih ada uap 4.5 derajat celcius bergerak
dalam kumparan evaporator terhadap outlet koil evaporator. Uap 4.5 derajat
celcius masih dapat menyerap panas dari udara yang bersuhu 24 derajat celcius
ketika melewati kumparan.
Uap jenuh pada suhu 4.5 derajat celcius mulai mengambil panas sampai
akhir kumparan evaporator, di mana ia meninggalkan kumparan di suhu 10
derajat celcius. Ia memiliki 5.5 derajat celcius superheat (10 4.5 = 5.5). 5.5
derajat celcius superheat adalah sebuah jaminan bahwa tidak ada cairan
meninggalkan kumparan, hanya uap saja.

11

IIIJenis -jenis Evaporator


III.1 Jenis-Jenis Evaporator berdasarkan pembakaran
Evaporator dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan pembakarannya, yaitu :
1. Submerged combustion evaporator adalah evaporator yang dipanaskan oleh
api yang menyala dibawah permukaan cairan, dimana gas yang panas
bergelembung melewati cairan.
2. Direct fired evaporator adalah evaporator degan pengapian langsung dimana
api dan pembakaran gas dipisahkan dari cairan mendidih lewat dinding besi
atau permukaan untuk memanaskan.
3. Steam heated evaporator adalah evaporator dengan pemanasan stero
dimanauap atau uap lain yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana
uap terkondesasi di satu sisi dari permukaan pemanas dan panas ditransmisi
lewat dinding ke cairan mendidih.
III. 2 Jenis-jenis Evaporator Berdasarkan Efek
1. Evaporator efek tunggal (single effect)
Yang dimaksud dengan efek tunggal adalah bahwa produk hanya melalui satu
buah ruang penguapan dan panas diberikan oleh satu lias pemukaan pindah
panas.
2. Evaporator efek ganda
Di dalam proses penguapan bahan dapat digunakan dua, tiga, empat, atau
lebih dalam sekali proses, inilah yang disebut dengan evaporator efek majemuk.

12
Penggunaan evaporator efek majemuk berprinsip pada penggunaan uap yang
dihasilkan dari evaporator sebelumnya.
Tujuan penggunaan evaporator efek majemuk adalah untuk menghemat panas
secara keseluruhan, hingga akhirnya dapat mengurangi ongkos produksi.
Keuntungan evaporator efek majemuk adalah merupakan penghematan yaitu
dengan menggunakan uap yang dihasilkan dari alat penguapan untuk
memberikan panas pada alat penguapan lain dan dengan memadatkan kembali
uap tersebut. Apabila dibandingkan dengan antara alat penguapan n-efek ,
kebutuhan uap diperkirakan 1/n kali, dan permukaan pindah panas berukuran nkali dari pada yang dibutuhkan untuk alat penguapan berefek tunggal, untuk
pekerjaan yang sama.
Pada evaporator efek majemuk ada 3 macam penguapan, yaitu :
1. Evaporator Pengumpan Muka
2. Evaprator Pengumpan Belakang
3. Evaporator Pengumpan Sejajar
Macam-macam peralatan penguapan/evaporator : evaporator kancah terbuka,
evaporator dengan tabung pendek yang melintang, evaporator dengan tabung
pendek yang tegak, evaporator yang mempunyai sirkulasi alamiah dengan
kalanria bagian luar, evaporator dengan sirkulasi yang dipaksa, evaporator
bertabung panjang, evaporator piring, evaporator sentrifugal dan evaporator
pengaruh berganda.

Pada banyak system pendinginan, refriregant akan menguap di evaporator dan


mendinginkan fluida yang melalui evaporator. Evaporator ini disebut
sebagai direct-expansion evaporator. Berdasarkan zat yang didinginkan,
13
evaporatordibedakan menjadi evaporator pendingin udara dan pendingin cairan.
Berdasarkan konstruksinya, evaporator pendingin udara dibedakan menjadi plat,
bare tube, dan finned evaporator. Evaporator plat biasa digunakan pada kulkas
rumah. Evaporator pendingin udara ini umumnya digunakan untuk system
pengkondisian udara (AC).
Evaporator pendingin cairan umumnya digunakan untuk mendinginkan air,
susu,jus, dan kegunaan industry lainnya. Jenis evaporator yang sering
digunakan adalah evaporator bare-tube karena proses pengambilan panas terjadi
langsung dari bahan ke refrigerant. Terdapat beberapa tipe evaporator yang
sering digunakan, seperti : pipa ganda, Baudelot cooler, tipe tank, shell and coil
cooler dan shell and tube cooler.

III.3 Jenis-jenis evaporator lainnya


Tipe-tipe evaporator lainnya, antara lain :
1. Evaporator sirkulasi alami/paksa
Evaporator sirkulasi alami bekerja dengan menambahkan sirkulasi yang terjadi
akibat perbedaan densitas yang terjadi akibat pemanasan. Pada evaporator
tabung, saat air mulai mendidih, maka buih air akan naik ke permukaan dan
memulai sirkulasi yang mengakibtakan permisahan liquid dan uap air di bagian
atas dari tabung pemanas. Jumlah evaporasi bergantng dari perbedaan
temperature uap dengan larutan. Seringkali pendididhan mengakibatkan system

kering.untuk menghindari hal ini dapat digunakan sirkulasi pkasa, yaitu dengan
menambahkan pompa untuk meningkatkan tekana dan sirkulasi sehingga
pendidihan tidak terjadi.
14
2. Falling film evaporator
Evaporator ini berbentuk tabung panjang (4-8 meter) yang dilapisi denan jaket
uap. Distribusi larutan yang sergaam sangat penting. Larutann masuk dan
memperoleh gaya gerak karena arah larutan yang menurun. Kecepatan gerakan
larutan akan mempengaruhi karakteristik medium pemanas yang juga mengalir
turun. Tipe ini cocok untuk menangani larutan kental sehingga sering digunakan
untuk industri kimia, makanan dan fermentasi.
3. Rising film (Long tube vertical) evaporator
Pada evaporator tipe ini, pendidihan berlangsung di dalam tabung dengan
sumber panas berasal dari luar tabung (biasanya uap). Buih air akan timbul dan
menimbulkan sirkulasi
4. Plate evaporator
Mempunyai luas permuakan yang besar, plate biasanya tidak rata dan ditopang
oleh bingkai (frame. Uap mengalir melalui ruang-ruang diantara plate. Uap
mengalir secara co-current dan counter current terhadap larutan. Larutan dan
uap masuk ke separasi yang nantinya uap akan disalurkan ke condenser.
Evaporator jenis ini sering dipakai pada industry susu dan fermentasi karena
flesibilitas ruangan.
5. Multi effect evaporator

Menggunaan uap pada tahap untuk dipakai pada tahap berikutnya. Semakin
banyak tahp, semakin rendah konsumsi energinya Biasanya maksimal teridri
dari tujuh tahap, bila lebih seringkali ditemui biaya pembuatan melebihi biaya
penghematan energi. Ada 2 tipe aliran, aliran maju dimana larutan masuk dari
15
tahap paling panas ke yang lebih rendah, dan aliran mundur kebalikan dari
aliran maju. Cocok untuk menangani produk yang sensitive terhadap panas
seperti enzim dan protein.Ada beberapa macam evaporator, sesuai dengan
tujuan penggunannya bentuknya pun dapat berbeda-beda. Hal tersebut
disebabkan karena media yang hendak didinginkan berupa gas, cairan dan zat
padat. Maka evaporator dapat dibagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan
keadaan refrigerant yang ada didalamnya, yaitu: jenis exspansi kering, setengah
basah, basah, dan sistem pompa cairan.
A. Jenis Expansi Kering:
Dalam jenis expansi kering, cairan refrigerant diexpansikan melalui katup
expansi, pada waktu masuk kedalam evaporator sudah dalam keadaan
campuran cair dan uap, sehingga keluar dari evaporator dalam keadaan
uap kering. Oleh sebagian besar dari evaporator terisi oleh uap
refrigerant, maka perpindahan kalor yang terjadi tidak begitu besar, jika
dibandingkan dengan keadaan dimana evaporator terisi oleh refrigerant
cair akan tetapi, evaporator jenis expansi kering tidak memerlukan
refrigerant dalam jumlah yang besar, disamping itu jumlah minyak
pelumas yang tertinggal di dalam evaporator sangat kecil. Jumlah
refrigerant yang masuk ke dalam evaporator dapat diatur oleh katup
expansi demikian rupa sehingga semua refrigerant meninggalkan
evaporator dalam bentuk uap jenuh, dan bahkan dalam keadaan super
panas.

B. Jenis setengah basah:


Evaporator jenis basah adalah evaporator dengan kondisi refrigerant
diantara evaporator jenis expansi kering dan evaporator jenis basah.
Dalam evaporator jenis ini, selalu terdapat refrigerant cair dalam pipa
16
penguapannya. Oleh karena itu laju perpindahan kalor dalam evaporator
jenis setengah basah lebih tinggi dari pada yang dapat diperoleh pada
jenis expansi kering teteapi lebih rendah daripada uap yang diperoleh
pada jenis basah. Pada jenis basah expansi kering,refrigerant masuk dari
bagian atas koil,sedangkan pada evaporator jenis setengah basah,
refregerant dimasukkan dari bagian bawah koil evaporator.
C. Evaporator Jenis basah
Dalam evaporator jenis basah, sehingga dari jenis evaporator terisi oleh
cairan refrigerant. Proses penguapannya terjadi pada ketel uap.
Gelembung refrigerant yang terjadi karena pemanasan akan naik,
pecapada permukaan cair atau terlepas permukaannya. Sebagian
refrigerant kemudian masuk kedalam akumulator yang memisahkan uap
dari cairan maka refrigerant yang ada dalam bentuk uap sajalah yang
masuk kedalam kompresor. Bagian refrigerant cair sma dengan
refrigerant (cair) yang berasal dari kondensor.
Jadi tabung evaporator terisi oleh cairan refrigerant. Cairan
refrigerant menyerap kalor dari fluida yang hendak digunakan (air,larutan
garam,dsb), yang mengalir di dalam pipa uap refrigerant yang terjadi
dikumpulkan di bagian atas dari evaporator sebelum masuk ke dalam
kompresor.
Tinggi permukaan cairan refrigerant yang ada di dalam evaporator
di atur oleh katup pelampung biasanya lebih dari setengah tinggi tabung.
Jumlah refrigerant yang dimasukkan ke dalam tabungn evaporator
disesuaikan dengan beban pendinginan yang harus dilayani.

17
Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim
dipakai adalah:
1. Evaporator tabung horizontal
2. Evaporator.vertikal tabung panjang
a. Aliran ke atas (film-panjat)
b. Aliran ke bawah (film-jatuh)
c. Sirkulasi paksa
3. Evaporator film aduk

Evaporator tabung horizontal

Gambar 1.1 Evaporator Tabung Horizontal


Dapat dilihat contoh evaporator tabung horizontal diatas. Evaporator ini
memiliki tabung yang tidak terlalu tinggi, tetapi berbentuk horizontal sehingga

18
mempunyai ukuran yang lebih lebar dibandingkan dengan evaporator jenis
lainnya.Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang
kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak
berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator.

Evaporator vertikal tabung panjang


Evaporator jenis ini memiliki tabung yang panjang dan tidak terlalu lebar.
Tabung dari evaporator sendiri mempunyai panjang sekitar 12 sampai 20 feet
dengan diameter 1 sampai 2 inci. Zat cair dan uap mengalir ke atas di
dalamtabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali
ke dasar tabung dengan gravitasi.

Gambar 1.2 Evaporator Vertikal Tabung Panjang


Pada halaman ini akan dibahas lebih spesifik mengenai Evaporator Sirkulasi
Paksa dan Evaporator Film Turbulen:

19
Evaporasi sirkulasi paksa adalah evaporator sirkulasi paksa dengan
elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung.
Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung
Merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun
horizontaldan terletak terpisah dengan tabung. Pada evaporator sirkulasi paksa,
cairan yang akandievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat
exchanger) dimana media pemanasmengelilingi pipa-pipa yang membawa
cairan yangakan dievaporasikan. Gabungan penurunantekanan dan head
hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah
larutanmendidih di dalam pipa penukar panas, sehingga uap yang dihasilkan
akan tersembur keluar,pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam
tabung.
Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal
Karena kecepatan semburan adalah tinggi, di dalam ruang kosong
diletakkan sekat yang bergunauntuk memisahkan uap dari larutan yang masih
ada.Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan
gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegahperubahan arah
dari aliran cairan. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya dilengkapi
dengan pemanas yang terletak diluar tabung, dari pada evaporator dengan
permukaanperpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung.
Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih
sering digunakankarena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipapipa yang mengalami korosi lebihmudah dilakukan. Evaporator sirkulasi paksa
20

dengan elemen pemanas terpisah juga merupakanevaporator yang


berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi
atapyang rendah.Dalam mengevaporasikan cairan umpan, adalah merupakan hal
yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas,
untuk

mengurangi

terbentuknyaendapan-endapan

padatan

di

dalam

pemanas. Pada evaporator dengan pemanasan di luar , pendidihan dapat dengan


mudah dicegah dengancara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah
dibandingkan letak ruang pelepasan. Halini tidak dapat dilakukan dengan
mudah jika permukaanpenukar panas berada di dalam badan evaporator.
Pada evaporator sirkulasi paksa, koefisien perpindahan panas akan
bergantung kepada kecepatansirkulasi, titik didih, dan sifat-sifat sistem. Pada
tingkat sirkulasi yang rendah, pendidihan akanterjadi disepanjang pipa-pipa
pemanas. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan danmenjadikan
koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan
tanpapendidihan. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan
menjadi kecil, sehinggakecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa
adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan.
Evaporator film turbulen
Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan
untuk menangani bahanyang viskos, peka, dan korosif.Evaporator film-turbulen
sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 3 merupakan evaporator yang banyak
digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menanganibaik bahan yang
viskos, berlumpur bahkan kering.
Pada evaporator ini, tahanan pokok terhadap perpindahan panas
menyeluruh dari uap kepada zatcair yang mendidih di dalam evaporator terletak
21

pada sisi-sisi zat cair. Oleh karena itu, setiap carayang dapat mengurangi
tahanan

itu

akan

memberikan

perbaikan

yang

berarti

terhadap

koefisienperpindahan panas menyeluruh. Dalam evaporator tabung panjang,


lebih-lebih yangmenggunakan sirkulasi paksa, kecepatan zat cair di dalam
tabung itu tinggi.Zat cair itu sangat turbulen, dan laju perpindahan kalornya
besar. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ahdengan pengadukan
mekanik terhadap film zat cair itu. Evaporator itu merupakan modifikasi dari
evaporator film jatuh yang mempunyaitabung tunggal bermantel, di mana di
dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk.Umpan masuk dari puncak bagian
bermantel dan disebarkan menjadi

film tipis

yang sangat

turbulen

denganbantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu.Konsentrat keluar


dari bawah bagianbermantel, uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam
bagian tak bermantel yang diametemyaagak lebih besar dari tabung evaporasi.
Di dalam separator, zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar
oleh daun-daun agitator,sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner.
Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi)pada plat ini dan kembali ke bagian
evaporasi. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubangke luar pada bagian
atas unit itu.
Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya
menghasilkan lajuperpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos.Produk
evaporasi bisa mencapai viskositassampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi.
Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain,koefisien menye1uruh turun
dengan cepat bila viskositas naik, tetapi dalarn rancang inipenurunan itu cukup
1ambat.

22

Dengan bahan-bahan yang sangat viskos, koefisien itu nyata lebih besar
dari yang didapatkan pada evaporator sirkulasi paksa, dan jauh lebih besar
daripada unit sirkulasi alamiah. Evaporatorfi1m aduk sangat efektif dengan
produk viskos yang peka panas, seperti gelatin, lateks karet,antibiotika dan sari
buah. Kelemahannyaialah biayanya yang tinggi, adanya bagian-bagian
dalamyang bergerak, yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan
dan kapasitas setiapunitnya kecil, jauh di bawah kapasitas evaporator bertabung
banyak.

Evaporator dalam sistem refrigerasi adalah alat penukar kalor yang memegang
peranan penting di dalam siklus refrigerasi, yaitu mendinginkan media
sekitarnya Tujuan sistem refrigerasi adalah untuk membebaskan panas dari
fluida seperti udara, air atau beberapa benda yang lain. Evaporator diletakkan
dibagian unit pendingin dari lemari pendingin dan akan bersentuhan langsung
dengan media yang akan didinginkan, yaitu air. Cairan metanol akan menguap

23

pada saat temperatur adsorben naik atau pada saat pemanasan adsorben.
Metanol akan mencair dikondensor dan cairannya akan terkumpul kembali di
evaporator, dan malam hari temperatur adsorben akan turun perlahan lahan
dan akan menyerap metanol. Akibatnya metanol akan menguap dan menyerap
kalor dari sekitarnya sehingga temperatur akan turun.
Pertimbangan Pemilihan Evaporator
1. Kontak panas harus tetap menjaga produk yang harus diuapkan
2. Pemeriksaan permukaan cukup mudah dengan membukan rak
evaporator
3. Ekonomis dibuat bertingkat atau rekompressi termal/mekanis
4. Ukuran disesuaikan dengan kapsitas produksinya
5. Mudah pembersihan dan perawatannya
6. Mudah dioperasikan, suara tidak gaduh
7. Bahan pembuatannya cukup baik

24

IV. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Evaporator


1. Konsentrasi dalam cairan
Untuk liquida masuk evaporator dalam keadaan encer, juga semakin
pekat larutan, semakin tinggi pula titik didih larutan dan untuk ini harus
diperhatikan adanya kenaikan titik didih (KTD).
2. Kelarutan solute dalam larutan
a. Kepekatan larutan
Dengan demikian pekatnya larutan, maka konsentrasi solute makin tinggi
pula, sehingga btas hasil kali kelarutan dapat terlampaui yang akibatnya
terbentuk Kristal solute. Jika dengan adanya hal ini, dalam evaporasi harus
diperhatikan batas konsentrasi solute yang maksimal yang dapat dihasilkan oleh
proses evaporasi.
b. Suhu drainage
Pada umumnya, kelarutan suatu granul/solid makin besar dengan makin
tingginya suhu, sehingga pada waktu drainage dalam keadaan dingin dapat
terbentuk Kristal yang dalam hal ini dapat merusak evaporator. Jadi harus
diperhatikan suhu drainage.
c. Sensitifitas materi terhadap suhu dan lama pemanasan
Beberapa zat materi yang dipanaskan dalam evaporasi tidak tahan
terhadap suhu tinggi. Misalnya bahan-bahan biologis seperti susu, jus, bahanbahan farmasi dan sebagainya. Jadi untuk zat-zat semacam ini diperlukan suatu
cara tertentu untuk mengurangi waktu pemanasan dan suhu operasi.
25

d. Pembuataan buih dan percikan


Kadang-kadang beberapa zat, seperti larutan NaOH, skim milk dan
beberapa asam lemak akan menimbulkan buih, busa yang cukup banyak selama
penguapan disertai dengan percikan-percikan liquida yang tinggi. Buih/percikan
ini dapat terbawa oleh uap yang keluar dari evaporator dan akibatnya
terjadi kehilangan.Jadi harus diusahakan pencegahannya.
e. Pembentukan kerak
Banyak larutan yang sifatnya mudah membentuk kerak/endapan. Dengan
terbentuknya kerak ini akan mengurangi overall heat transfer coefficient, jadi
diusahakan konsentrasi/teknikevaporator yang tepat karena biaya pembersihan
kerak atau memakan waktu atau biaya.

26

Aplikasi dalam Industri


Evaporator merupakan salah satu alat yang biasa digunakan dalam industri
industri di berbagai sektor. Salah satu industri yang menggunakan evaporator
dalam prosesnya adalah dalam industri gula. Dalam pembuatan gula putih,
terjadi beberapa tahapan pengolahan, yaitu pemerahan nira, pemurnian,
penguapan, kristalisasi, pemisahan kristal, dan pengeringan. Evaporator sendiri
berguna dalam tahap penguapan.
Untuk menghilangkan kadar uap air yang terdapat di dalam nira dilakukanlah
proses penguapan atau evaporasi. Di pabrik gula, penguapan dilakukan dengan
menggunakan beberapa evaporator dengan sistem multiple effect yang disusun
secara dapat ditukar agar dapat dibersihkan bergantian.
Digunakan evaporator efek-ganda agar proses evaporasi berjalan lebih efektif
dan efisien. Evaporasi dimulai dengan memasukkan nira yang akan di evaporasi
ke dalam evaporator pertama. Nira ini akan dievaporasi sehingga terbentuk nira
yang lebih pekat, serta uap dan kondensat. Uap hasil penguapan tadi digunakan
lagi dalam evaporator kedua, dan umpan yang dimasukkan adalah nira yang
lebih pekat tadi. Dan berlanjut terus untuk evaporator ketiga dan seterusnya,
hingga didapat nira kental yang berwarna gelap dengan kepekatan kurang lebih
60 brik. Sedangkan uap yang dihasilkan dibuang ke kondensor sentral dengan
perantara pompa vakum.Gambar dibawah merupakan salah satu evaporator
dalam pembuatan nira, tetapi dalam pembuatannya digunakan beberapa
evaporator jenis ini yang disusun sedemikian rupa hingga bekerja dengan baik.

27

Kapasitas Alat
Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap, maka performa
evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. Kapasitas
didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan per jam. Agar dapat
memindahkan energi panas sesuai dengan keinginan, maka permukaan
perpindahan panas evaporator harus mempunyai kapasitas perpindahan panas
yang cukup, agar semua refrigeran yang akan diuapkan di dalam evaporator
dapat berlangsung dengan optimal dan menghasilkan pendinginan yang
maksimum pula. Pemindahan panas yang berlangsung di evaporator daoat
terjadi dalam du cara yaitu konveksi dan konduksi. Besarnya kapasitas
perpindahan panas pada evaporator tergantung pada lima variabel, yaitu luas
area permukaan, beda suhu, faktor konduktivitas panas, ketebalan material yang
digunakan, serta waktu.
Contohnya evaporator vakum. Evaporator jenis ini biasanya terbuat dari bahan
stainles stell 312 dan 308.dengan kapasitas dari 20 liter sampai dengan 120 liter.

28

Kelebihan dan Kekurangan


Segalanya yang terdapat di dunia ini mempunyai kelebihan dan
kekurangannya masing masing. Begitu pula dengan alat alat yang sering
digunakan dalam perindustrian. Terdapat beberapa kelebihan serta kekurangan
dari evaporator yang sering digunakan. Contohnya dalam evaporator tabunghorizontal sirkulasi alam, kelebihannya evaporator jenis ini terus beroperasi,
relatif lebih murah, dan baik untuk cairan non-viskos yang mentransfer panas
tinggi. Kekurangannya evaporator jenis ini tidak cocok untuk cairan viskos atau
kental karena akan memperburuk sirkulasi cairan.

29

Penutup
Kesimpulan
1. Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau
keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi
uap
2. Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas,
bagian, dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan
ke dalam kondenser atau ke peralatan lainnya. Hasil dari evaporator dapat
berupa padatan atau larutan berkonsentrasi.
3. Bagian bagian evaporator secara umum

terdiri

dari

Hot

Plate,Waterbath,ujung rotor sampel, lubang kondensor, kondensor, labu


alas bulat penampung, dan ujung rotor penampung.
4. Cara kerja evaporator yaitu: masukkan aquades ke dalam waterbath, lalu
larutan sampel

dimasukkan dan

akan diuapkan ke

labu

alas

bulat .Panaskan waterbath sesuai suhu pelarut yang digunakan. Labu alas
bulat yang berisi sampel di pasang pada ujung rotor. Alirkan dengan air
pendingin dan vakum dijalankan. Terakhir, tombol rotor diputar dengan
kecepatan tertentu (5-8 putaran).
5. Jenis-Jenis Evaporator dapat dibagi berdasarkan pembakaran, efek, dan
tipe tipe lainnya seperti Falling film evaporator, Evaporator sirkulasi
alami/paksa, Plate evaporator, dan lainnya.
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi evaporator adalah konsentrasi dalam
cairan dan kelarutan solute dalam larutan
7. Evaporator merupakan salah satu alat

yang

biasa

digunakan

dalam industri industri di berbagai sektor


30

Daftar Pustaka

Ridwan.

2012.

Makalah

Evaporasi

ridwanwibowo.wordpress.com/2012/06/06/makalah-evaporasi-kita/. 21 Maret
2014. 12.30 WIB
Chaudary, Naval. 2014. http://www.scribd.com/doc/15812827/Evaporators. 21
Maret 2014. 12.30 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Evaporator
http://hudzaifah34.blogspot.com/2012/01/evaporator.html
http://greatminds2.wordpress.com/2012/11/03/tipe-tipe-evaporator/
http://ridwanwibowo.wordpress.com/2012/06/06/makalah-evaporasi-kita/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/33678/4/Chapter%20II.pdf
http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/5FIKESD3FISIOTERAPI/203412015/BAB
%20III.pdf
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-8885-2306100604Chapter1.pdf
http://dwisutari.blogspot.com/
http://akbarcules46.blogspot.com/2012/06/instrumen-evaporator.html
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/teknologiproses/pelaksanaan-proses-evaporasi/
http://www.miningstone.com/pabrik-produksi-yang-menggunakanevaporator.html
http://kusumaworld25.blogspot.com/2012/09/evaporator.html

31

Anda mungkin juga menyukai