Anda di halaman 1dari 1

Motor Dahlander

Motor dahlander adalah motor dengan 2 kecepatan putaran. Adanya 2 macam lilitan yang
terpisah menyebabkan motor dahlander dapat berputar dengan 2 macam putaran yang berbeda
dan mempunyai ukuran kecepatan 2 kali lebih besar. Pada motor dahlander kecepatan tinggi
hubungan yang digunakan adalah hubungan bintang (Y). Hubungan ini akan menghasilkan
pembentukan kutub yang lebih sedikit sehingga akan diperoleh putaran motor yang lebih
tinggi. Untuk kecepatan rendah menggunakan hubungan segitiga () yang menghasilkan
pembentukan kutub lebih banyak, yang berarti putarannya akan rendah.
Secara konstruksi mekanik umumnya motor dahlander sama dengan motor rotor lilit.
Perbedaannya terletak pada sisitem belitan stator/jangkarnya, dimana jumlah kutub-kutubnya
dapat diubah melalui terminal-terminalnya, dengan mengubah jumlah kutub p, maka kecepatan
putar motor akan berubah.
Belitan stator yang memiliki empat kutub atau 2 pasang kutub utara selatan (p = 4,
kecepatan 1450 Rpm), belitan stator dihubungkan secara seri. Aliran arus listrik dari L1
menuju terminal 1U memberikan arus pada koil pertama, secara seri masuk ke koil kedua
menghasilkan dua pasang kutub, terminal 1V terhubung dengan L2 dan terminal 1W terhubung
dengan L3.
Pada stator dengan dua kutub atau satu pasang kutub (p = 2, kecepatan 2950 Rpm), belitan
stator disambungkan secara paralel. Aliran arus listrik dari L2 menuju terminal 2V memberikan
arus pada koil pertama, terminal 2U terhubung dengan L1, terminal 2W terhubung dengan L3
dan koil kedua secara paralel menghasilkan satu pasang kutub saja dan terminal 1U, 1V dan
1W saling dihubungkan.