Anda di halaman 1dari 5

Indra Pengecap

Proses Pengecapan
Seperti halnya indera yang lain, pengecapan merupakan hasil stimulasi ujung
saraf tertentu. Dalam hal mampu membedakan kelezatan makanan tersebut
karena ada stimulasi kimiawi. Pada manusia, ujung saraf pengecap berlokasi
di kuncup-kuncup pengecap pada lidah. Kuncup-kuncup pengecap
mempunyai bentuk seperti labu, terletak pada lidah di bagian depan hingga
ke
belakang.
Di dalam satu papila terdapat banyak kuncup pengecap (taste bud) yaitu
suatu bangunan berbentuk bundar yang terdiri dari 2 jenis sel, yaitu sel-sel
penyokong dan sel-sel pengecap sebagai reseptor. Setiap sel pengecap
memiliki tonjolan-tonjolan seperti rambut yang menonjol keluar taste bud
melalui taste pore (lubang). Dengan demikian zat-zat kimia yang terlarut
dalam cairan ludah akan mengadakan kontak dan merangsang sel-sel
kemudian timbul lah impuls yang akan menjalar ke syaraf no VII dan syaraf
IX otak untuk diteruskan ke thalamus dan berakhir di daerah pengecap
primer di lobus parietalis untuk kemudian diinterpretasikan. Makanan yang
dikunyah bersama air liur memasuki kuncup pengecap melalui pori-pori
bagian atas. Di dalam makanan akan merangsang ujung saraf yang
mempunyai rambut (Gustatory hair). Dari ujung tersebut pesan akan dibawa
ke otak, kemudian diinterpretasikan dan sebagai hasilnya kita dapat
mengecap makanan yang masuk ke dalam mulut kita.
makanan dan minuman yang ada di sekitar kita. Rasa makanan dan minuman
itu bermacam-macam, ada yang manis, asin, asam, bahkan ada pula yang
pahit. Kita dapat merasakan rasa manis, asin, asam, dan pahit menggunakan
lidah. Rasa yang dikenal lidah terdiri atas 4 rasa. Berikut merupakan
tinjauan sensasi rasa dilihat dari zat-zat kimia penimbul sensasi rasa.
1. Pahit, ditimbulkan oleh alkaloid tumbuhan. Alkaloid ialah zat-zat organik
yang aktif dalam kegiatan fisiologis yang terdapat dalam tumbuhan.
Contohnya ialah kina, cafein, nikotin, morfin dan lain-lain. Banyak dari zatzat
ini
bersifat
racun.
2. Asin, ditimbulkan oleh kation Na+, K+ dan Ca+
3.Manis, ditimbulkan oleh gugus OH- dalam molekul organik. Gugus ini
terdapat
pada
gula,
keton
dan
asam
amino
tertentu.
4. Asam, ditimbulkan oleh ion H+
Kuncup pengecap untuk masing-masing indra tersebut terletak di daerah
yang berbeda-beda pada lidah kita. Untuk citarasa manis berada di bagian
ujung lidah, juga untuk rasa asin. Kuncup pengecap untuk rasa masam ada di
sisi lidah. Sedangkan kuncup pengecap untuk citarasa pahit berada di bagian

belakang lidah. Inilah sebabnya apabila kamu makan makanan yang


mempunyai rasa manis dan pahit sekaligus, maka yang terasa lebih awal
adalah rasa manis barulah kemudian rasa pahit.
Tujuan :
Menemukan bagian-bagian dari lidah yang dapat mengecap rasa
Alat Kerja :
1. Cutton Bud atau kapas pembersih telinga.
2. Larutan manis, asin, masam, dan pahit.
Cara Kerja :
1. Ambillah satu kapas pembersih telinga, kemudian celupkan ke dalam
salah satu dari empat macam larutan (manis, asam, pahit, asin)!
2. Suruhlah teman kalian menjulurkan lidahnya! Oleskan kapas yang
sudah dicelupkan pada larutan pada salah satu daerah dari lidah (misal
belakang, tengah, tepi, atau depan)!
3. Tanyakanlah kepada teman kalian, rsa apa yang dapat dideteksi!
Kemudian mintalah teman kalian berkumur hingga bersih!
4. Masukkan data yang kalian peroleh ke dalam tabel dengan memberi
tanda silang pada kolom yang tepat!
5. Ulangi kegiatan yang sama pada masing-masing daerah lidah yang
berbeda untuk rasa yang lainnya!
Tabel Hasil Pengamatan
No.
Rasa
1. Depan Tengah
2. Manis
3. Masam
4.
5.

Pahit
Asin

Bagian Lidah
Tepi Belakang
Tepi Lidah Bagian Depan
Lidah Bagian Samping depan (kiri
kanan)
Lidah Bagian Belakang
Lidah Bagian Samping Depan

Pertanyaan :
1. Apakah semua bagian permukaan lidah mengenali rasa manis?
mengapa?
2. Mengapa kegiatan ini paling baik dilakukan secara acak ?
3. Buatlah gambar lidah dan tunjukkan bagian-bagian lidah yang paling
peka terhadap rasa manis, masam, pahit, dan asin !
Jawab :

1. Iya, karena hampir semua rasa bisa di deteksi oleh seluruh bagian
lidah. Lidah berupa sel kemoreseptoryang terdapat dilapisan lendir
indra pengecap. Kuncup pengecap untuk masing-masing indra tersebut
terletak di daerah yang berbeda-beda pada lidah kita. Untuk citarasa
manis berada di bagian ujung lidah, juga untuk rasa asin. Kuncup
pengecap untuk rasa masam ada di sisi lidah. Sedangkan kuncup
pengecap untuk citarasa pahit berada di bagian belakang lidah. Inilah
sebabnya apabila kamu makan makanan yang mempunyai rasa manis
dan pahit sekaligus, maka yang terasa lebih awal adalah rasa manis
barulah kemudian rasa pahit.
2. dalam pelajaran biologi, dengan tegas dibuat pembagian zone-zone
pengecap rasa pada lidah. Namun kini semua teori konvensional
berubah drastis, dengan lebih banyak diketahuinya proses molekuler
pada
indra
pengecap
tsb.
Ternyata lidah juga berfungsi untuk memilah-milah, makanan mana
yang cocok dan benar yang dibutuhkan oleh tubuh. Sinyal perasa pada
lidah terbukti mengirimkan pesan yang memicu produksi hormon
insulin, yang membuat tubuh bersiap menerima bahan makanan.
Selain itu sinyal-sinyal dari sel pengecap juga memicu reaksi fisiologi
lainnya. Misalnya saja jika tubuh kekurangan karbohidrat, lidah kita
merasakan ingin makan yang manis-manis. Atau jika tubuh kekurangan
unsur Natrium, salah satu elemen yang terdapat di dalam garam
dapur, lidah mengirim sinyal memerlukan makanan yang rasanya asin.
Jika tubuh kekurangan gizi, lidah akan mengirim sinyal agar kita
mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral. Bukan itu
saja, sel pengecap pada lidah juga memberi tahu manusia, untuk
menolak makanan beracun atau makanan yang sudah basi. Makanan
yang rasanya amat pahit atau amat asam, biasanya akan ditolak oleh
tubuh. Hal itu merupakan mekanisme untuk menolak makanan
beracun atau makanan basi. Seperti diketahui sejumlah tanaman
membuat racun yang rasanya amat pahit, untuk mencegah
tumbuhannya dimakan hama atau binatang. Sel pengecap pada lidah
manusia juga belajar, bahwa makanan pahit diasosiasikan dengan
racun.
Dengan demikian kebanyakan dari kita dengan cepat akan
memuntahkan kembali makanan yang rasanya pahit. Atau juga
makanan basi yang biasanya rasanya asam. Lidah juga belajar, rasa
asam dihubungkan dengan makanan basi, yang biasanya juga langsung
ditolak olek tubuh. Dari berbagai penelitian terbukti, bahwa lidah
memang belajar membedakan rasa untuk melindungi eksistensi
manusia. Ada semacam saklar pada batang otak yang menyimpan

memorinya. Sehingga anak yang baru dilahirkanpun mampu


membedakan mana makanan yang menyenangkan dan mana yang
tidak. Bayi yang baru dilahirkan, akan menunjukan mimik wajah
senang jika diberi makanan yang rasanya manis. Sebaliknya jika diberi
obat-obatan yang pahit rasanya, mimik wajahnya terlihat tegang. Rasa
dan mimik emosi ternyata memiliki pengaruh amat besar. Tubuh
melalui lidah belajar membentuk emosi, untuk menolak makanan yang
pernah membuat tubuh sakit. Misalnya sekali saja kita mengkonsumis
makanan yang membuat sakit perut, sel-sel perasa pada lidah akan
mengirim sinyal agar otak menyimpan memorinya. Jika dalam jangka
waktu tertentu, kita kembali dihadapkan pada makanan yang
membuat sakit itu, dengan tegas lidah akan dan tubuh akan menolak
untuk memakannya. Kini pertanyaannya, jika teori konvensional
mengenai zone-zone pengecap rasa pada lidah sudah usang,
bagaimana sebenarnya proses pengecapan rasa pada lidah ?. Dulu
dalam pelajaran biologi secara konvensional lidah dibagi dalam empat
zone pengecap rasa. Bagian ujung lidah adalah zone pengecap rasa
manis, di sisi kiri dan kanan pengecap rasa asin, sedikit di belakangnya
pengecap rasa asam dan di pangkal lidah pengecap rasa pahit. Tapi
kini diketahui ada rasa kelima, yang disebut Umami yang
mencerminkan rasa gurih. Nah dimana letaknya zone rasa umami ini ?.
Teori pengecap rasa berubah drastis setelah diketahuinya fungsi sel-sel
perasa pada lidah. Ternyata yang menentukan prosedur mengecap rasa
adalah ion-ion pada makanan, yang merangsang sel-sel perasa
tertentu. Rasa asin misalnya diciptakan oleh ion Natrium, yang
memicu terbukanya kanal sel perasa pada lidah untuk menangkap ion
tsb. Terjadilan reaksi kimia berantai yang amat rumit, yang
mengirimkan pesan ke otak, bahwa lidah mengecap rasa asin. Begitu
pula dengan rasa manis, asam, pahit atau umami, semuanya
dibangkitkan oleh ion-ion yang terkandung dalam makanan
bersangkutan. Memang harus diakui, sejauh ini sedikit sekali informasi
yang diperoleh mengenai sistem pengecap rasa pada lidah. Misalnya
saja bagaimana proses mengecap rasa yang berbeda-beda, namun
perbedaannya tidak terlalu tajam dalam campuran makanan ?.
Bagaimana membedakan kualitas rasa ?. Akan tetapi paling tidak
sudah diperolen gambaran umum kaitan antar prosesnya. Pengetahuan
ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kesehatan dan kualitas
kehidupan. Misalnya saja untuk menemukan pengganti zat rasa, bagi
penderita penyakit atau orang tua, yang tidak lagi mampu mengecap
kelima rasa dasar yang dikenal sel perasa pada lidah

3.

Anda mungkin juga menyukai