Anda di halaman 1dari 20

STATUS PASIEN

I.

IDENTITAS PASIEN

II.

Nama
Umur
Jenis kelamin
Tanggal lahir
Alamat
Suku
Pekerjaan
Status perkawinan
Agama
Pendidikan
Tanggal masuk RS

: Bpk. B
: 47 tahun
: Laki-laki
: 10 Mei 1967
: Komplek AU Dwikora, Cibinong
: WNI
: Perawat
: Duda tanpa anak
: Islam
: Perawat
: 11 Mei 2014

RIWAYAT PSIKIATRI
Alloanamnesa: 10 Oktober 2014
Autoanamnesa : 9 dan 10 Oktober 2014

a. Keluhan Utama
Pasien dibawa ke Bangsal Amino RSPAD Gatot Subroto karena tidak bisa tidur
dan marah-marah 12 jam SMRS.

b. Keluhan Tambahan
Pasien sering berbicara kacau, mendengar bisikan suara-suara dan melihat orang
yang melayang ingin membunuhnya.

c. Riwayat Gangguan Sekarang


Pasien dibawa ke Bangsal Amino RSPAD Gatot Subroto karena tidak bisa
tidur dan marah-marah 12 jam SMRS. Pasien mengaku marah-marah karena tidak
dibelikan mainan oleh orang tua pasien.

Pada autoanamnesis tanggal 9 Oktober 2014, pasien mengatakan bahwa


pasien bisa membuat makanan dari daun-daun dan plastik yang sudah
1

dikumpulkannya. Pasien akan mewujudkannya dengan cara menggunakan energy


foton. Pasien juga mengatakan bahwa pasien bisa membuat orang awet muda
dengan menggunakan ubi. Pasien meminta dibelikan buku autocad dan buku
visual fox pro untuk dapat membuat robot dan pabrik makanan hanya dengan
menulis kode-kode di kertas. Saat pemeriksa berkata bahwa hal itu tidak mungkin
jika tidak menggunakan bantuan computer, pasien terlihat sedikit tersinggung dan
tetap bertahan bahwa ia dapat melakukannya. Pasien juga mengaku membuat 200
lagu dan ingin di masukan di youtube.
Pada autoanamnesis tanggal 10 oktober 2014, pasien berkata bahwa ada
hipocrates yang menurut pasien adalah adiknya, sedang melayang layang 4 meter
dari posisi pasien duduk dan berkata ingin membunuh pasien jika pasien kembali
kerumah. Pasien bercerita bahwa pasien tidak bisa tidur karena ada suara tetangga
pasien yang menggangu pasien saat lampu dimatikan dan hal itu lah yang
membuat pasien marah dan tidak bisa tidur. Pasien mengaku melihat ular cobra
besar di dalam bangsal amino namun ular tersebut tidak menggangu pasien.

d. Riwayat Gangguan Sebelumnya


i.

Riwayat Gangguan Psikiatri


Pasien menjalani rawat inap pertama kali di paviliun Amino RSPAD Gatot

Soebroto pada tahun 1995. Menurut keluarganya pasien pertama kali dirawat inap di
bangsal jiwa karena suka marah-marah dan pasien merasa ada yang bersekongkol berniat
menjahatinya. Tercatat sejak 1995 pasien sudah 10 kali masuk perawatan di paviliun
amino dari tahun 1995-2014.
Pada tanggal 5 Oktober 2009 pasien mengeluh nafasnya seperti bangkai karena
sinusitisnya. Pada tahun itu pasien kebetulan didiagnosa sinusitis. Pasien mengaku
kakinya sakit seperti ditusuk-tusuk. Pasien mengatakan ia ingin berhenti kerja karena
tidak menyukai profesinya dan ingin menjadi pengusaha. Pada tahun itu juga pasien
mengatakan menciptakan lagu dan ia ingin membuat hak paten agar tidak dicuri orang.
Pasien sering tidak bisa tidur karena suara-suara yang membicarakan dirinya.
Pada tahun 2011 pasien merasa ada yang merasuki dirinya dan ingin memenggal
kepala ayahnya. Hal ini membuat pasien takut karena ia menyayangi ayahnya. Pasien
2

juga sering terpancing emosinya akibat radio dan TV diakibatkan ada bayangan yang
menurut pasien masuk ke badan pasien. Pasien juga merasa bahwa ia punya teknologi
yang dapat menyembuhkan orang sakit dengan sinar pink.
Pada tahun 2012 suara-suara yang didengar pasien masih ada. Ia menyuruh pasien
untuk membakar buku pasien dan mengata-ngatai pasien. Hal ini membuat pasien curiga
dengan orang tua pasien karena mereka suka mengatai pasien. Pasien merasa bahwa ia
harus menjadi kepala RSPAD agar sakit di kaki pasien menghilang. Hal ini diakibatkan
karena ada yang menarik kepala pasien dari 2 arah sehingga sakit.
Pada tanggal 4 Februari 2013 pasien sering bernyanyi-nyanyi di rumah. Ia ingin
membuat robot dengan program autocad agar bisa mengoperasi pasien karena dokter
tidak mau mengoperasi pasien. Hal ini membuat pasien tidak bisa beribadah.
Berdasarkan alloanamnesa dari rekan kerja pasien pada tanggal 10 Oktober 2014,
pasien dikatakan adalah orang yang sangat pandai, pernah mendapat juara perawat
teladan tingkat DKI Jakarta, pasien pernah menjadi perawat di ICU namun sekarang
pasien sudah dipindah tugas di bagian pembantu administrasi. Pekerjaan pasien dikantor
hanya duduk, solat, mengaji, makan dan pulang. Menurut kerabat pasien, pasien sangat
bergantung pada orang tuanya, Orang tua pasien sepertinya menekan pasien karena
semua uang gaji pasien dipegang oleh orangtua pasien termasuk saat pasien masih
mempunyai istri, pasien dan istri tidak boleh meninggalkan rumah orangtua pasien dan
orangtua pasien mengatur keuangan pasien. Menurut rekan kerja pasien hal itu lah yang
menyebabkan istri pasien tidak betah.

ii.

Riwayat Medik Umum


Pasien pernah didiagnosa menderita sinusitis pada tahun 2009, dan sistitis

pada tahun 2012.

iii.

Penggunaan Zat Psikoaktif dan Alkohol


Pasien tidak pernah merokok dan mengkonsumsi alkohol atau narkotika.

e. Riwayat Kehidupan Pribadi


i.

Riwayat Prenatal dan Perinatal


Menurut ibu pasien, selama kehamilan pasien tidak bermasalah, pasien
dilahirkan secara normal pervaginam ditolong oleh bidan.
3

ii.

Riwayat Masa Kanak Awal (0-3 tahun)


Tidak didapatkan data yang cukup karena pasien lupa akan masa-masa ia
berusia 0-3 tahun.

iii.

Riwayat Masa Kanak Pertengahan (3-11 tahun)


Pasien tumbuh seperti anak lainnya, akan tetapi memiliki sedikit teman
karena pasien adalah orang yang pendiam.Pasien bersekolah di sebuah SD
negeri di Cilangkap.Pasien mempunyai prestasi yang baik saat bersekolah
selalu juara 1.Untuk hubungannya dengan teman-teman bermain, pasien biasa
suka mengajari mereka pelajaran sekolah pada saat kelas 3 SD. Kebiasaan ini
berlanjut hingga SMP.

iv.

Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja (12-18 tahun)


Pasien tumbuh seperti anak seumurnya.Pasien bersekolah di SMPN 1
Cibonong dan SMAN 1 Bogor, lalu pindah ke STK RSPAD karena urusan
biaya. Hubungan dengan teman-teman terjalin dengan baik. Pasien memiliki
hobi bermain, belajar dan voli saat di SPK RSPAD.Pasien memiliki cita-cita
sebagai ilmuwan dan ingin ke luar angkasa.

v.

Masa dewasa
1. Riwayat Pendidikan
Pasien bersekolah dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Pasien bersekolah di SDN 1 Cilangkap, lalu pada saat SMP pasien bersekolah
di SMPN 1 Cibinong . Pada saat SMA pasien sempat bersekolah di SMAN 1
Bogor, akan tetapi karena alasan finasial pasien akhirnya pasien disekolahkan
oleh pamannya ke Sekolah Tinggi Keperawatan RSPAD. Prestasi pasien
selama sekolah sangat baik yaitu selalu meraih juara 1 , bahkan pada saat di
Sekolah perawat pernah mendapat gelar perawat terbaik di seluruh Jakarta.

2. Riwayat Pekerjaan
Pasien pernah bekerja sebelumnya sebagai perawat di RSPAD di bagian
IGD sejak tahun 1987. Pada awalnya pasien bekerja di kamar obat, akan tetapi
karena pasien menderita alergi pada akibat bekerja di kamar obat ia

dipindahkan. Pasien juga pernah menjadi perawat ICU dan sekarang pasien
bekerja di bagian keperawatan lantai 5 gedung Satrio.

3. Riwayat Pernikahan
Pasien sudah menikah satu kali pada tahun 2004 dan ditinggal oleh
istrinya pada tahun 2008. Pasien tidak memiliki anak.

4. Riwayat Kehidupan Beragama


Pasien beragama Islam akan tetapi pasien sekarangt sudah tidak pernah
solat, karena pasien sudah lupa bagaimana cara solat.

Riwayat Pelanggaran Hukum


Pasien tidak pernah melakukan tindakan pelanggaran hukum maupun
berurusan dengan pihak berwajib.

5. Riwayat Psikoseksual
Pasien mengaku selama bersekolah baik SMP, maupun SMA tidak
pernah berpacaran hanya suka pada temannya. Pasien pernah mencoba
menyatakan cinta pada temannya akan tetapi ditolak.Pada tahun 1992 pasien
pernah menjalin hubungan dengan rekan seperawat pasien yaitu Nn.T selama
1 tahun. Pada saat itu ayah pasien setuju dan merestui pasien untuk menikah
dengan Nn.T. Akan tetapi ketika pasien ingin melamar Nn.T keluarga Nn.T
menolak pasien dan justru meminta uang sebesar 20 juta rupiah apabila
pasien ingin menikahi Nn.T. Pasien juga sebelumnya pernah dipukul oleh
seseorang di metromini yang mengaku bahwa ia adalah pacar Nn.T.Ayah
pasien kemudian menyuruh pasien untuk memutuskan Nn.T dan hal ini
membuat pasien sangat sedih. Semenjak saat itu, pasien mulai terlihat
merenung, berdiam diri dikamar dan tidak bisa tidur.Pasien juga mulai
terlihat bicara sendiri.Pasien dan istrinya dijodohkan lalu berpacaran saat
sebelum

nikah

selama

bulan.Pasien

memiliki

orientasi

seksual

heteroseksual. Menurut penuturan pasien hubungan dengan istrinya baik-baik


saja dan tidak pernah bertengkar. Pasien ditinggal oleh istrinya pada tahun
2008.

6. Aktivitas sosial
Di lingkungan rumah pasien, pasien mengakui menghabiskan waktu
dengan membaca dan belajar.

f. Riwayat Keluarga
Pasien merupakan anak pertama dari 6 bersaudara. Ayah pasien merupakan
mantan anggota AURI akan tetapi sudah pensiun dan sekarang menganggur. Ibu
pasien merupakan ibu rumah tangga. Pasien merupakan anak pertama dari 6
bersaudara. Pasien memiliki 1 orang adik laki-laki dan 4 orang adik perempuan. Adik
pasien bekerja di perusaahan tekstil. Tidak ada anggota keluarga yang memiliki
riwayat keluhan seperti pasien.

Genogram

g. Situasi kehidupan sekarang


Sekarang pasien tinggal di Komplek AU Dwikora no 47, Cibinong dengan
kedua orang tuanya di rumah pasien, adik-adiknya sudah berkeluarga dan tinggal
terpisah dari orang tuanya.

h. Persepsi
i. Pasien tentang diri dan lingkungan

Pasien menganggap bahwa dirinya adalah ilmuwan yang bisa


menciptakan banyak alat dan makanan dari rumput.
Pasien mengetahui kalau dirinya sedang sakit dan

dirawat di

Paviliun Amino RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapatkan pengobatan


sehingga pasien dapat sehat kembali dan pulang ke rumah. Ketika
ditanyakan penyakitnya pasien menjawab bahwa ia tidak bisa tidur, sakit
sinusitis, sakit gigi dan sakit kaki.

ii.

Persepsi keluarga tentang diri pasien


Tidak dapat diketahui

iii.

Mimpi, fantasi dan nilai-nilai


Pasien pernah bermimpi bahwa tempat tidurnya dan tempat tidur
lainnya di bangsal amino berubah menjadi tempat tidur robat. Harapan
pasien adalah ingin menjadi ilmuan dan ingin menikah lagi agar ada yang
merawat dan menjaga pasien

IV. STATUS MENTAL


Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Oktober 2014

a. Deskripsi Umum
i. Penampilan
Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 47 tahun dengan penampilan
sesuai usia, tinggi 166 cm, kulit berwarna sawo matang, rambut pendek,
dengan perawatan diri kurang, belum mandi. Pada saat diwawancara pada
tanggal 9 dan 10 Oktober 2014, pasien menggunakan baju berlengan penjang
berwarna biru disertai dengan celana panjang dilipat hingga lutut berwarna
hitam. Pasien dapat berjalan dengan keseimbangan baik, cara jalan yang
normal.

ii. Perilaku dan Aktivitas Psikomotorik


Secara umum perilaku pasien aktif suka berbicara akan tetapi hanya pada
topik yang ia anggap menarik. Selama wawancara pasien duduk tenang di kursi
didalam bangsal amino. Kontak mata dengan pemeriksa baik. Pasien cenderung
7

suka asik pada hobi pasien yaitu membaca buku, menulis-nulis dan menyanyi.
Pasien suka berbicara dengan pasien lain. Pasien senang bermain tenis meja
dan cukup handal bermain tenis meja.

iii. Sikap Terhadap Pemeriksa


Selama wawancara pasien duduk tenang di kursi bangsal amino. Pasien
kooperatif saat diajukan pertanyaan. Pasien mau menjawab semua pertanyaan
yang diberikan akan tetapi setelah pasien menjawab ia meyambung dengan
tema lain yang tidak berhubungan dengan sebelumnya.

b. Mood dan Afek


Mood

: Eutim

Afek

: Luas

Keserasian

: Serasi

c. Pembicaraan
Pasien mampu berbicara lancar, volume sedang, artikulasi jelas, dan irama
teratur. Pasien dapat menjawab pertanyaan dan mengerti isinya akan tetapi
setelah menjawab pasien selalu menghubungkan dengan hal yang tidak masuk
akal dan melompat-lompat.

d. Gangguan Persepsi
Gangguan Persepsi

Ada / tidak

Halusinasi Visual

Ada

Halusinasi Auditorik

Ada

Halusinasi

Olfaktorik
Halusinasi

Gustatorik
Halusinasi Taktil
Ilusi

e. Pikiran
8

Pikiran
Isi Pikir

Waham Bizzare
Waham kejar
Waham kebesaran
Dereisme
Asosiasi Longgar

Proses pikir
Bentuk pikir

Waham kebesaran karena pasien yakin bahwa dirinya bisa menciptakan alat-alat

dan makanan dari rumput dan plastik.


waham kejar karena pasien sering diancam oleh adiknya akan dibunuh jika ia

pulang kerumah.
Waham bizzare karena pasien yakin bahwa robot-robot dapat dibuat hanya dengan
menuliskan koding-koding dibuku tulis.

f. Sensorium dan Kognitif


i. Taraf kesadaran dan kesiagaan
a. Kuantitas

: Compos mentis

b. Kualitas

: baik

c. Respon buka mata : spontan membuka mata


d. Respon motorik

: mengikuti perintah

e. Respon verbal

: berorientasi dengan baik

ii. Orientasi

Waktu: Baik, pasien dapat membedakan waktu saat pagi, siang dan
malam, pasien juga dapat mengetahui tanggal, hari, dan jam.

Tempat: Baik, pasien tahu bahwa ia sedang berada di rumah sakit.

Orang: Baik, pasien dapat mengetahui yang nama pemeriksa, perawat,


dan pasien-pasien di bangsal, serta keluarganya.

iii.

Daya ingat

Jangka panjang

: Baik, pasien dapat mengingat tanggal lahir,

dimana pasien bersekolah, nama-nama anggota keluarganya

Jangka sedang

: Baik, pasien dapat mengingat aktivitas yang

dilakukan dalam seminggu terakhir dan mampu mengingat siapa nama


dokter muda yang ngobrol dengan pasien.
9

Jangka pendek

: Baik, pasien dapat mengingat menu makan pagi

sebelum wawancara.

Jangka segera

: Baik, pasien dapat mengulang kata-kata yang

disebutkan pemeriksa dengan baik dan berurutan.


iv.

Konsentrasi dan perhatian


Baik, karena pasien dapat melakukan pengurangan 100 dikurang 7
selama 7 kali hingga selesai.

v.

Kemampuan membaca dan menulis


Baik, pasien dapat menulis nama dan idenditas diri dengan baik
dengan menggunakan bahasa inggris. Pasien dapat membaca tulisan yang
diberikan oleh pemeriksa dengan benar.

10

vi.

Kemampuan visuospasial
Baik, pasien dapat menggambarkan jam dan mempelihatkan arah
jarum panjang dan jarum pendek dengan baik. Selain itu pasien juga
memiliki kemampuan yang baik dalam menggambar.

vii.

Pikiran Abstrak
Baik, pasien dapat menjelaskan arti dari sekali mendayung dua-

tiga pulau terlampaui.


viii.

Intelegensia dan Daya Informasi


Pasien mampu menjawab siapa nama presiden RI dan wakilnya,
serta calon presiden RI yang akan dilantik sebentar lagi.

g. Kemampuan Mengendalikan Impuls


Pengendalian impuls pasien baik, pasien dapat mengendalikan diri dengan
berperilaku baik dan sopan.

h. Daya Nilai dan Tilikan

Daya dan Nilai Sosial


Baik, Pasien bersikap sopan terhadap pemeriksa, dokter, dan perawat di
Paviliun Amino, serta terhadap koass.

Penilaian realita
RTA terganggu.

Tilikan
Pasien memiliki tilikan derajat 3. Pada saat ditanya mengapa pasien
dirawat ia menjawab karena ia dibawa oleh bapaknya akibat tidak bisa
tidur dan marah-marah. Pasien mengetahui dirinya sakit, tetapi pasien
mengaku sakit gigi, sinusitis dan sakit kaki.

11

Taraf Dapat Dipercaya


Secara umum, keterangan yang didapat dari autoanamnesa tidak dapat
dipercaya karena tidak sejalan dengan informasi yang didapat dari rekan
kerja pasien.

V. PEMERIKSAAN FISIK
a. Status Interna
i. Keadaan umum

: Baik

ii. Kesadaran : kompos mentis


iii. Status gizi : kesan baik
1. BB

: 60 kg

2. TB

: 150 cm

3. BMI

: 25

4. Intepretasi : overweight
iv. Tanda-tanda vital

v. Mata

a. Tekanan darah

: 110/70 mmHg

b. Nadi

: 80 x/menit

c. Pernapasan

: 20 x/menit

d. Suhu

: 36 C

: konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, tidak ditemukan kelainan

vi. Hidung

: sekret (-), konka edema -/-

vii. Telinga

: membran timpani intak, serumen +/+

viii. Mulut

:gigi cukup rapi, lengkap, terlihat agak kekuningan, tidak terdapat

karang gigi.
ix. Leher

: tidak terdapat pembesaran KGB dan pembesaran tiroid.

x. Paru

: pasien menolak diperiksa

xi. Jantung

: pasien menolak diperiksa

xii. Abdomen

:pasien menolak diperiksa

xiii. Ekstremitas

: dalam batas normal

xiv. Kulit

: dalam batas normal

b.

Status Neurologis
12

a. GCS

: 15

b. Tanda Rangsang Meningeal

: negatif

c. Tanda-tanda efek ekstrapiramidal

: negatif

d. Motorik

e. Sensorik

: Dalam batas normal

VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Pemeriksaan dilakukan di bangsal amino RSPAD Gatot Subroto pada
tanggal 9 dan 10 Oktober 2014. Pasien marah-marah 12 jam SMRS dan tidak bisa
tidur. Pasien mengatakan bahwa pasien bisa membuat makanan dari daun-daun
dan plastik yang sudah dikumpulkannya. Pasien akan mewujudkannya dengan
cara menggunakan energy foton. Pasien juga mengatakan bahwa pasien bisa
membuat orang awet muda dengan menggunakan ubi. Pasien meminta dibelikan
buku autocad dan buku visual fox pro untuk dapat membuat robot dan pabrik
makanan hanya dengan menulis kode-kode di kertas. Saat pemeriksa berkata
bahwa hal itu tidak mungkin jika tidak menggunakan bantuan computer, pasien
terlihat sedikit tersinggung dan tetap bertahan bahwa ia dapat melakukannya.
pasien berkata bahwa ada hipocrates yang menurut pasien adalah adiknya, sedang
melayang layang 4 meter dari posisi pasien duduk dan berkata ingin membunuh
pasien jika pasien kembali kerumah. Pasien bercerita bahwa pasien tidak bisa
tidur karena ada suara tetangga pasien yang menggangu pasien saat lampu
dimatikan dan hal itu lah yang membuat pasien marah dan tidak bisa tidur. Pasien
mengaku melihat ular cobra. pasien dikatakan adalah orang yang sangat pandai,
pernah mendapat juara perawat teladan tingkat DKI Jakarta. Menurut kerabat
pasien, pasien sangat bergantung pada orang tuanya, Orang tua pasien sepertinya
mengatur pasien karena semua uang gaji pasien dipegang oleh orangtua pasien
termasuk saat pasien masih mempunyai istri.
Riwayat pasien dahulu ditemukan bahwa ia sebelumnya sudah pernah dirawat
sejak tahun 1995 dikarenakan ia suka marah-marah dan sering merasa ada orang
yang ingin menjahatinya. Pada tahun 1992 ia pernah menjalin hubungan cinta
dengan salah seorang rekannya akan tetapi batal menikah karena keluarga
13

pacarnya tidak mau. Semenjak saat itu pasien menjadi sedih, murung di kamarnya
dan suka berbicara sendiri. Tercatat pasien lebih kurang masuk perawatan bangsal
amino 10 kali. Pasien sebelumnya memiliki cita-cita menjadi ilmuwan dan citacita itu tidak terwujud karena masalah biaya. Sejak kecil pasien tidak mempunyai
banyak teman karena ia pendiam akan tetapi prestasi akademis pasien sangat baik.
Pada pemeriksaan tampak pasien berpakaian rapi akan tetapi tidak terawat karena
pasien belum mandi selama 2 hari. Saat diajak berbicara mood pasien tampak
eutim, afek luas dan serasi antara mood dan afek. Pasien kooperatif karena
menjawab semua pertanyaan dengan baik walaupun setelah menjawab pertanyaan
pasien selalu membicarakan hal yang tidak masuk akal dan melompat-lompat.
Tampak pada pemeriksaan didapatkan halusinasi auditorik dan visual. Lalu
didapatkan juga waham bizzare dan waham kejar dengan inkoherensia. Pada
pemeriksaan sensorium dan kognitif didapatkan hasil yang masih baik, akan tetapi
RTA pasien terganggu dan memiliki tilikan derajat 3.

VII. FORMULASI DIAGNOSTIK


Aksis I
Pada pasien ini tidak ditemukan adanya kelainan organik dan riwayat
penggunaan obat-obatan sehingga diagnosa F1 menurut PPDGJ III mengenai gangguan
mental organik dan penggunaan obat-obat disingkirkan. Ditemukan adanya halusinasi
berupa halusinasi auditorik dan visual lalu terdapat juga waham bizzare dan kejar. Selain itu
pasien juga sudah lama tidak bekerja yang menandakan adanya hendaya berat pada
kehidupan pasien. Oleh karena itu menurut PPDGJ III ditegakkan diagnosa F2 sebagai
skizofrenia dengan subtipe skizofrenia paranoid F20.0
Aksis II
Belum dapat didiagnosis, namun berdasarkan alloanamnesa pada rekan kerja pasien, pasien
memiliki cirri kepribadian dependen, karena pasien sangat bergantung pada orangtua pasien
dan pasien sering diatur oleh orangtua pasien.
Aksis III
Belum ada diagnosa untuk aksis III karena tidak ditemukan kelainan organik
yang berhubungan dengan gangguan pasien.

14

Aksis IV
Pada pasien untuk aksis IV ditemukan adanya masalah dengan hubungan antara
keluarga pasien dengan pasien yang kurang baik. Karena bercerainya pasien dengan istri
dan faktor dari orangtua yang mengatur pasien. Selain itu tidak ada juga keluarga yang
menjenguk pasien baik adik, kakak, maupun ayah ibu pasien.
Aksis V
Penilaian kemampuan penyesuaian menggunakan skala Global Assessment Of
Functioning (GAF) menurut PPDGJ III, didapatkan GAF tertinggi dalam satu tahun
terakhir (HLPY) didapatkan jika 70-61 yakni beberapa gejala ringan, menetap, disabilitas
ringan dalam fungsi, secara umum baik. Untuk saat ini 60-51 dengan gejala sedang
(moderete), disabilitas sedang.

VIII. EVALUASI MULTIAKSIAL


o Aksis I

: F20.0 Skizofrenia Paranoid

o Aksis II

: Belum dapat didiagnosis, diduga ciri kepribadian dependen

o Aksis III

: Tidak ada

o Aksis IV

: Masalah hubungan pasien dengan keluarga.

o Aksis V

: GAF saat ini 60-51


HLYP 70-61

IX. DIAGNOSIS
Diagnosis Kerja : F20.0 Skizofrenia Paranoid
Diagnosis Banding : F20.1 Skizofrenia Hebefrenik

X. DAFTAR MASALAH
Organobiologik

: Tidak ada ditemukan permasalahan

Psikologik
o Gangguan persepsi :Halusinasi auditorik dan halusinasi visual
Waham kejar dan bizzare
o Proses Pikir
o Bentuk Pikir

: Dereisme
: Asosiasi Longgar

o Isi pikir

:Waham bizzare dan waham kejar.


15

o Tilikan

: derajat 3

XI. PROGNOSIS
Quo ad vitam

: dubia ad bonam

Quo ad fungtionam

: dubia ad bonam

Quo ad sanationam

: dubia ad malam

XII. RENCANA PENATALAKSANAAN


a. Farmakologis
-

Aripiprazol 1x10 mg

b. Nonfarmakologis
Terhadap pasien:
Psikoterapi suportif:

Memberikan penjelasan mengenai penyakit pasien, gejala, prognosa,


pengobatan serta efek samping

Membantu pasien agar ia bisa berfungsi kembali di masyarakat dan


kembali ke fungsi normal dengan menyuruh pasien melakukan
kegiatan sesuai hobi atau menyuruh pasien memperhatikan kebersihan
diri.

Membantu pasien untuk melawan halusinasi yang timbul.

XIII. DISKUSI
Menurut DSM IV diagnosa klinis pada skizofrenia adalah :
A. Gejala karekteristik : 2 atau lebih dari gejala di bawah ini dimana timbul secara signifikan
selama periode 1 bulan (atau kurang bila berhasil diobati) :
1. Delusi
2. Halusinasi
3. Disorganized speech (contohnya inkoherensia)
4. Perilaku katatonik
16

5. Gejala negatif (contohnya afek datar, alogia, avolisia)


B. Disfungsi sosial/okupasional: Dalam waktu yang cukup lama sejak awitan gangguan, satu
atau lebih area mayor dalam menjalankan fungsi seperti bekerja, relasi interpersonal, atau
perawatan diri di bawah level yang bisa dicapai sebelum sakit.
C. Durasi : Gejala berkelanjutan setidaknya hingga 6 bulan dimana setidaknya dalam
periode 6 bulan ini terdapat satu bulan periode gejala sesuai kriteria A dan bisa termasuk
periode prodormal atau gejala residual.
D. Disingkirkan dari skizoafektif dan gangguan mood.
E. Disingkirkan dari kondisi penyakit umum atau akibat obat-obatan
F. Bila ada riwayat gangguan autistik atau gangguan perkembangan yang lain diagnosis
skizofrenia ditegakkan hanya apabila delusi atau halusinasi muncul setidaknya 1 bulan.
Dari kriteria diagnosa menurut DSM IV di atas maka kita bisa tahu bahwa pada
pasien terdapat halusinasi serta waham dan pekerjaan serta fungsi sosial yang terganggu.
Maka kita bisa tegakkan diagnosa bahwa pasien menderita skizofrenia.Skizofrenia sendiri
menurut PPDGJ IIIdibagi menjadi 5 yaitu katatonik, hebefrenik, residual, paranoid, dan
yang tak terdefinisi. Skizofrenia paranoid sendiri merupakan salah satu sub tipe dari
Skizofrenia. Kriteria diagnosis untuk Skizofrenia paranoid menerut PPDGJ III :
1. memenuhi kriteria umum skizofrenia
2. sebagai tambahan
halusinasi atau waham harus menonjol
a. suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah, atau
halusinasi auditorik tampa bentuk verbal berupa bunyi pluit (whistling),
mendengung (humming), atau bunyi tawa (laughing)
b. halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat sexual atau lain-lain
perasaan tubuh; halusinasi visual mungkin ada tapi jarang menonjol
c. waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham dikendalikan ( delusion
of control), dipengaruhi (delusion of influence), atau passivity, dan keyakinan
dikejar-kejar yang beraneka ragam adalah yang paling khas
gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan, serta gejala
katatonik secara relative tidak nyata/tidak menonjol.
17

Berdasarkan anamnesa tidak ditemukan kelainan organik pada pasien dan riwayat
penggunaan obat-obatan. Lalu pada pemeriksaan umum dan pemeriksaan neurologis tidak
menunjukkan kelainan dan dalam batas normal. Selain itu pada pemeriksaan kognitif dan
memori tidak ditemukan kelainan dan semuanya dalam kondisi baik. Oleh karena itu
diagnosa F0 dan F1 yang menurut PPDGJ adalah gangguan mental organik dan gangguan
mental akibat obat-obatan disingkirkan.
Pasien mengatakan bahwa ia mendengar suara-suara dan melihat hipokrates sedang
melayang-layang dan mengancam ingin membunuh dirinya jika pulang kerumah, ini
menunjukkan terdapat halusinasi visual dan auditori pada pasien. Pasien menganggap
bahwa ia bisa menciptakan alat-alat dan makanan, lalu ketika ditanya bagaimana cara
membuatnya dan bagaimana bisa pasien tetep teguh bahwa ia bisa membuatnya dari ubi
dan rumput. Ini menunjukkan waham pada pasien dan bukan ide psikosis karena tidak bisa
dipatahkan. Secara umum pada pasien ditemukan adanya gangguan isi pikir berupa
waham, gangguan proses pikir berupa dereisme, bentuk pikir berupa asosiasi longgar dan
juga persepsi berupa halusinasi. Lalu terdapat hendaya pada kehidupan pasien sehingga ia
tidak bisa menjalankan fungsi sebagaimana seharusnya. Halusinasi pasien dan waham
merupakan hal yang khas pada pasien ini. Dengan gejala-gejala di atas maka diagnosa
aksis II pada pasien ini adalah F2 yaitu skizofrenia. Akan tetapi meskipun pada pasien ini
terdapat waham dan halusinasi diagnosa F20.1 Skizofrenia hebefrenik tidak ditegakkan
karena usia pasien saat gejala pertama bukan 15-25 tahun, lalu pada pasien tidak
ditemukan mannerism, giggling, afek dangkal, tertawa sendiri. Pasien memang mengalami
gangguan pikiran akan tetapi proses pikir pasien masih termasuk asosiasi longgar dan tidak
sampai inkoheren. Karena halusinasi dan waham pasien yang menonjol berupa waham
bizarre dan kejar dibanding perilaku motorik pasien maka diagnosa F20.0 Skizofrenia
Paranoid ditegakkan.
Untuk pengobatan psikofarmaka, pengobatan yang dipilih pada pasien ini adalah
pemberian
a. Aripiprazole 1 x 10 mg (PO) diberikan 1 kali sehari
Berdasarkan riwayat pasien perawatan pasien tercatat pasien sudah lebih kurang
dirawat di bangsal amino 10 kali dengan gejala yang sama. Selain itu fungsi pasien
sebagaimana seharusnya sudah jauh berkurang sehingga ia tidak bisa lagi bekerja dan
18

fungsi sosial pasien juga terlihat berkurang dari perawatan diri. Oleh karena itu bisa
dibilang bahwa kondisi pasien ini sudah cukup berat. Oleh karena itu diberikan abilify
dengan dosis 1x 15mg sebagai pengobatan karena gejala positif pada pasien ini sangat
menonjol.
Aripiprazole termasuk kedalam obat antipsikotik golongan atipikal. Obat ini merupakan
derivat Benzisoxazole. Mekanisme kerja aripiprazole adalah dengan memblokade
dopamine pada reseptor pasca sinaptik neuron di otak, khusunya di sistem limbik dan
sistem ekstrapiramidal sehingga efektif untuk gejala positif. Obat ini juga efektif untuk
gejala negatif dengan berafinitas juga terhadap reseptor serotonin (5HT2). Efek
sampingnya dapat berupa sedasi, gangguan otonomik (hipotensi, mulut kering),
gangguan ekstrapiramidal (Parkinson-like Syndrome yaitu tremor dan rigiditas). Namun
efek samping antipsikotik atipikal lebih minimal dari antipsikotik tipikal

19

DAFTAR PUSTAKA
1. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Pedaman Penggolongan
dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ III), cetakan pertama, Jakarta; 1993.
2. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia. Konsensus Penatalaksanaan
Gangguan Skizofrenia. 2011
3. Maslim, Rusdi. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. 2007. Bagian Ilmu
Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya: Jakarta. Edisi ketiga.
4. Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan & Sadock Buku Ajar Psikiatri Klinis Edisi 2. Jakarta. EGC,
2013.
5. Agus, Dharmady. Psikopatologi. 2003. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa dan Perilaku Fakultas
Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

20