Anda di halaman 1dari 7

MODUL PERKULIAHAN

PSIKOLOGI
SDM
Proses Belajar dan Memori
yang menjadi proses
Psikologis Manusia

Fakultas

Program Studi

Ekonomi &
Bisnis

Manajemen

Tatap Muka

01

Kode MK

Disusun Oleh

M. Soelton Ibrahem, S.Psi, MM

Abstract

Kompetensi

Memahami dalam ruang


lingkup psikologi SDM

Mahasiswa mampu memahami


dalam ruang lingkup psikologi
SDM

Psikologi SDM
M. Soelton ibrahem S.Psi, MM

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Tujuan Matakuliah

Tujuan Instruksional Khusus :


Mahasiswa dapat memahami dalam ruang lingkup psikologi SDM
Materi Bahasan :
1. Pengertian Psikologi dan Sejarah Perkembangannya

Psikologi SDM
M. Soelton ibrahem S.Psi, MM

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Pengertian Psikologi dan Sejarah Perkembangannya


Pengertian dan Sejarah Psikologis
Psikologi berasal dari kata-kata Yunani : psyche yang berarti jiwa dan logos yang
berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa.
Sebelum psikologi berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan pada tahun 1879,
psikologi (lebih tepatnya gejala-gejala kejiwaan) dipelajari oleh filsafat dan Ilmu
Faal. Filsafat sudah mempelajari gejala-gejala kejiwaan sejak 500-600 tahun SM,
yaitu melalui filsuf-filsuf Yunani Kuno.
Diantara para filsuf itu adalah Thales (624-548 SM) yang dianggap sebagai Bapak
Filsafat. Beliau mengartikan jiwa sebagai sesuatu yang supernatural. Jadi jiwa itu
tidak ada, karena menurut beliau yang ada di alam ini hanyalah gejala alam
(natural phenomena) dan semula gejala alam berasal dari air.
Lain halnya dengan Anaximander (611-546 SM) yang berpendapat bahwa segala
sesuatu berasal dari aperion artinya tak berbatas, tak berbentuk, tak bisa mati (the
boundless, formless, immortal matter), yaitu seperti konsep tentang Tuhan di
zaman kita sekarang.
Tokoh-tokoh filsafat Yunani Kuno berikutnya sudah lebih konkret dalam memaknai
jiwa. Empedokles (490-430 SM) menyatakan bahwa ada empat elemen dasar
alam, yaitu bumi atau tanah, udara, api, dan air, sedangkan manusia bisa
dianalogikan sama, yakni tulang/otot/usus (dari bumi/tanah), fungsi hidup (dari
udara), rasio (dari api), dan cairan tubuh (dari air).
Dari sekian banyak tokoh yang kemudian berperan paling penting terhadap
perkembangan psikologi ratusan tahun ke depan adalah tiga serangkai Sokrates
(469-399 SM), Plato (427-347 SM),dan Aristoteles (384-322 SM), yang sering
disebut dengan Trio SPA. Plato adalah murid Sokrates, dan Aristoteles murid
Plato. Sokrates memperkenalkan teknik maeutics, yaitu wawancara untuk
memancing keluar pikiran-pikiran dari seseorang. Ia percaya bahwa pikiran-pikiran
itu mencerminkan keberadaan jiwa di balik tubuh manusia.
Pemikiran para filsuf Yunani Kuno berkembang terus sampai pada zaman
Renaisan, yaitu zaman revolusi ilmu pengetahuan di Eropa. Pada era ini Rene
Descartes (1596-1650), seorang filsuf Prancis, mencetuskan definisi bahwa ilmu
jiwa (psikologi) adalah ilmu tentang kesadaran. Ia mengemukakan mottonya yang
terkenal cogito ergo sum (saya berpikir maka saya ada), karena menurut beliau
segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang dapat dipastikannya, kecuali pikirannya
sendiri. Di era yang sama, walau pada generasi berikutnya, George Berkeley

Psikologi SDM
M. Soelton ibrahem S.Psi, MM

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

(1685-1753) seorang filsuf Inggris, mengemukakan pendapat bahwa yang


terpenting adalah penginderaan, bukan kesadaran atau rasio. Menurutnya segala
sesuatu berawal dari penginderaan, rasio hanya mengikuti apa yang diserap oleh
penginderaan. Oleh karena itu, dalam pandangan Berkeley psikologi adalah ilmu
tentang penginderaan (persepsi)
Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli
Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi,
diantaranya:
1.

Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13


(1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan
binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat
dilihat secara langsung.

2.

Pengertian Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah


laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.

3.

Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu


pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada
manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya
dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat
psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain
sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan,
berperasaan dan lain sebagainya.

4.

Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian


psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia,
baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak
tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.

Dapat diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku.
Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan
dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur
kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek
ilmu psikologi sangat luas. Karena luasnya objek yang dipelajari psikologi, maka
dalam perkembangannya ilmu psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang,
yaitu :

Psikologi SDM
M. Soelton ibrahem S.Psi, MM

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

1.

Psikologi Perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku yang


terdapat pada tiap-tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang
kehidupannya.

2.

Psikologi Pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia


dalam situasi pendidikan.

3.

Psikologi Sosial, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam


berhubungan dengan masyarakat sekitarnya.

4.

Psikologi Industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam
dunia industri dan organisasi.

5.

Psikologi Klinis, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat
dan tidak sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya.

Dalam Psikologi Manusia, semua Psikologi Manusia terjadi karena Sensasi dan
persepsi. Sedangkan sensasi dan persepsi terjadi melalui Panca Indera
(Penginderaan). Dengan kata lain, Proses Penginderaan merupakan dasar Proses
Psikologi Manusia.
Adapun tentang sensasi dan persepsi akan Kita jabarkan sebagai berikut.
Sensasi adalah bagian awal dari suatu penerimaan informasi. Dimana
sensasi seseorang dipengaruhi oleh panca indera orang tersebut. Dalam hidup
manusia pasti ada sensasi dan persepsi. Sensasi adalah suatu proses
pengindraan rangsangan inderawi. Yaitu suatu penerimaan informasi berdasarkan
panca indra yang digunakan. Bagian indera yang merupakan sensasi adalah
visual, penciuman, pendengaran, perasa, dan peraba.
Pada dasarnya indera manusia adalah tahap awal dalam penerimaan
informasi yang di dapat. Apakah informasi ini baik atau tidak menurut seseorang.
Sensasi merupakan wadah dalam mendapatkan informasi yang kemudian di
terima oleh reseptor. Sensasi ditentukan oleh faktor personal dan faktor
situasional. Sensasi berasal dari kata sense yang artinya alat pengindraan, yang
menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Menurut Dennis Coon,
Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan
penguraian verbal. Simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan
dengan kegiatan alat indera.Definisi sensasi, fungsi alat indera dalam menerima
informasi dari lingkungan sangat penting. Sensasi merupakan dasar dari
penerapan pemikiran seseorang. Karena sebelum kita memikirkan sesuatu, pasti
yang pertama masuk adalah dari panca indera kita.

Psikologi SDM
M. Soelton ibrahem S.Psi, MM

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Setelah sensasi kita akan masuk dalam persepsi. Persepsi adalah


interpretasi seseorang dalam memaknai sesuatu. Dalam persepsi yang di
interpretasi adalah sensasi yang di dapat. Jadi persepsi merupakan perwujudan
dari sebuah sensasi yang kita rasakan. Persepsi merupakan bagian dari
identifikasi,recognisi, dan klasifikasi. Persepsi adalah proses internal yang
memungkinkan kita memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan rangsangan
dari lingkungan kita, dan proses tersebut mempengaruhi perilaku kita. Persepsi
ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional. Faktor lain yang sangat
mempengaruhi persepsi adalah perhatian. Persepsi adalah proses yang
menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. Persepsi
merupakan keadaan integrated dari individu terhadap stimulus yang diterimanya.
Apa yang ada dalam diri individu, pikiran, perasaan, pengalaman-pengalaman
individu akan ikut aktif berpengaruh dalam proses persepsi.
Sensasi dan persepsi adalah hal yang selalu kita lakukan dalam
keseharian kita. Contohnya saja sensasi dan persepsi kita tentang penciuman,
dalam penciuman kita telah di ajarkan tentang macam-macam bau, seperti bau
yang sangit kita akan berpersepsi bahwa itu adalah bau gosong. Karena
sebelumnya kita telah di beri sensasi berupa bau yang sangit itu adalah bau yang
ditimbulkan dari dapur karena ada gorengan yang gosong. Sama halnya dengan
bau yang wangi adalah bau yang menyenangkan, seperti bau parfum, berarti
orang dapat menyimpulkan bahwa orang tersebut sudah mandi. Dan masih
banyak hal-hal lain yang bisa kita beri sensasi dan persepsi terkait dengan panca
indera kita.

Psikologi SDM
M. Soelton ibrahem S.Psi, MM

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Daftar Pustaka

1. Azhari, Akyas, Psikologi Umum & Perkembangan, Jakarta: Seri buku


daras, 2004.
2. Sobur, Alex, Psikologi umum, Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.
3. Walgito, Bimo, Psikologi Umum,Yogyakarta:Yayasan penerbitan fakultas
psikologi UGM, 1983.
4. Walgito, Bimo, Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta: Andi Offset,
2003
5. Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old dan Ruth Duskin Feldman. (2008).
Human Development (Psikologi Perkembangan). Edisi Kesembilan.
Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
6. A.M. Heru Basuki. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Gunadarma.
7. Vasta, R; Miller, S. A; Ellis, S. 2004, introduction to Psychology :
Gateways to Mind and Behavior, UK: Willey & Sons
8. Hoyer,

W.J.,

Roodin,

P.A.

2005.

understanding

Psychology.

Massachussets : Mc-Graw Hill


9. Cascio, Wayne F.;Aguinis, Herman, 2005, Applied Psychology in Human
Resource Management, 6 th edition, Prentice Hall
10. Sahlan, Asnawi, 1999, Aplikasi Psikologi dalam Manajemen Sumber
Daya Manusia Perusahaan. Pusgrafin
11. Kartono, Kartini, 2002, Psikologi Sosial & Industri, PT. Rajagrafindo
Persada
12. Ivancevich, John M., Konopaske, Robert and Matteson, Michael, 2008,
Organizational Behavior and Management, 8 th edition, McGraw-hill
13. Miftah, Thoha, 1993, Perilaku Organisasi, Konsep dasar & aplikasi,
Rajagrafindo Persada
14. www.andragogi,com/document/psikologi_pendidikan.html.id.wikipedia.or
g/wiki/psikologi
15. Scribd.com/doc/10858411/psikologi-pendidikan

Psikologi SDM
M. Soelton ibrahem S.Psi, MM

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id