Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

MASALAH PENELITIAN
(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Prodi BK IV - A)

Oleh:
Kelompok 2/ Semester IV
Ade Nazli Putra
Farah Diba Hasibuan
Wanda Hermawan
Ozy Syahputra Tarigan

Dosen: Sobrun Jamil, M.Pd

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


(STKIP) BUDIDAYA BINJAI
BINJAI
2016

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena hanya berkat kemurahanNYA
penyusunan

Makalah masalah penelitian sebagai tugas prodi BK IV - A ini dapat

terselesaikan.
Pada dasarnya penelitian merupakan ikhtiar manusia dalam pemecahan masalah. Oleh
karena itu, keberadaan suatu masalah merupakan syarat yang tidak dapat ditawar-tawar bagi
pelaksanaan penelitian. Tidak jarang kita mendengar keluhan-keluhan dari para mahasiswa
yang mengalami kesulitan dalam menemukan masalah yang mereka teliti sebagai karya tulis
terakhir. Dalam makalah ini penulis membahas bebarapa uraian mengenai masalah penelitian,
bagaimana memilih masalah penelitian, bentuk-bentuk masalah penelitian, dan objek
penelitian. Semoga makalah ini bisa menjadi jawaban dari kegelisahan kita semua sebagai
mahasiswa dan setiap orang yang bersentuhan dengan masalah penelitian.
Dalam penyusunan Makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak
kekurangan.Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar penulis dapat
memperbaiki dan mampu memberikan yang lebih baik lagi untuk karya-karya selanjutnya.

Binjai, 29 Februari 2016


Penulis

Kelompok 2

DAFTAR ISI

Halaman
Kata pengantar ................................................................................................

Daftar Isi ........................................................................................................

ii

Bab I

Pendahuluan

Bab II

Isi

..................................................................................

..................................................................................................

Bab III Pembahasan

....................................................................................

2
3

A. Masalah Penelitian ..........................................................................

B. Memilih Masalah Penelitian .............................................................

C. Bentuk-bentuk Masalah Penelitian ....................................................

11

D. Objek Penelitian .............................................................................

14

Bab IV Penutup

.........................................................................................

16

A. Kesimpulan ...................................................................................

16

B. Saran .............................................................................................

16

Daftar pustaka

...............................................................................................

ii

17

BAB I
PENDAHULUAN

Penelitian jenis apa pun titik tolaknya tidak lain bersumber pada masalah. Tanpa
masalah penelitian itu tidak dapat dilaksanakan. Masalah itu, sewaktu akan mulai
memikirkan suatu penelitian, sudah harus dipikirkan dan dirumuskan secara jelas, sederhana,
dan tuntas. Hal itu disebabkan oleh seluruh unsur penelitian lainya berpangkal pada
perumusan masalah tersebut.
Di pihak lain, kadang-kadang perumusan masalah dianggap sepele atau dipandang
enteng oleh peneliti, calon peneliti, atau mahasiswa yang akan mempersiapkan skripsi, tesis,
atau desertasinya. Hal itu dapat dilihat pada usulan penelitian atau proposal penelitiannya
yang perumusan masalahnya tidak mantap sama sekali. Oleh karena itu, uraian dalam bab
selanjutnya akan memberikan banyak contoh serta ulasan perumusan masalah dengan
maksud agar pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai perumusan
masalah, di sini juga dikemukakan perinsip-perinsip perumusan masalah. Dalam makalah ini
dikemukakan juga tatacara perumusan masalah sehingga atas dasar itu para pembaca
diharapkan kelak secara mantap dapat merumuskan masalah penelitiannya sendiri.
Berkaitan dengan hal di atas, bab selanjutnya mengenai pembahasan akan membahas
secara berturut pembatasan masalah studi melalui focus, model perumusan masalah, diakhiri
dengan cara perumusan masalah penelitian.

BAB II
ISI

Masalah Penelitian
Masalah penelitian adalah fokos penelitian, tepat seperti namanya yaitu suatu masalah
yang ingin diteliti oleh peneliti. Masalah penelitian sering dinyatakan sebagai pertanyaan
penelitian. Di sini kita akan membahas tentang sifat dari pertanyaan penelitian dan
karakteristiknya. Juga beberapa cara untuk menjernihkan hal-hal yang tidak jelas dalam
pertanyaan penelitian. di akhir kita menampilkan beberapa prinsip etik penting sebagai
pertimbangan peneliti.
Apa yang dimaksud dgn masalah penelitian?
Masalah penelitian adalah masalah yang ingin diteliti seseorang, masalahnya bisa apa
saja yang ditemukan tidak memuaskan atau tidak ada penyelesaian, pernyataan perkara yang
harus diubah, apa saja yang tidak berjalan seperti seharusnya, masalah meliputi daerah yang
menjadi perhatian peneliti sebagai pendidik, keadaan yang ingin diperbaiki, kesulitan yang
ingin di atasi, pertanyaan yang membutuhkan jawaban.
Pertanyaan penelitian
Biasanya Masalah penelitian awalnya bersifat pertanyaan penelitian yang disajikan
sebagai fokus penelitian.
Berikut ini adalah contah pertanyaan penelitian dalam penelitian pendidikan:
Apakah terapi yang berpusat pada klien lebih memuaskan dibandingkan terapi tradisional?
Apakah deskripsi orang dalam buku teks penelitian sosial Tidak seimbang?
Apa yang rata2 terjadi di ruang kelas sekolah dasar selama sepekan?
Apakah guru berprilaku berbeda terhadap siswa yang berbeda gender?
Bagaimana kita memprediksi siswa mana yang mungkin memiliki masalah belajar dalam
suatu mata pelajaran?
Apa yang dirasakan orang tua tentang bimbingan konseling sekolah ?

Bagaimana seorang kepala sekolah memperbaiki moral staf pengajar?

Yang menjadi persamaan dari semua pertanyaan diatas adalah kita dapat
mengumpulkan data untuk menjawabnya, itulah yang membuatnya bisa diteliti. contohnya
peneliti dapat mengukur kepuasan klien yang mnerima metode terapi yang berbeda. Atau

peneliti dapat mengamati dan mewawancarai untuk mendeskripsikan fungsi dari ruang kelas
sekolah dasar.
Sekali lagi,yang membuat pertanyaan itu bisa diteliti jika terdapat informasi yang bisa
kita kumpulkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bagaimanapun ada jenis pertanyaan
lain yang informasinya tidak bisa kita kumpulkan contohnya 2 pertanyaan berikut ini :
Haruskah filosofi dimasukan dalam kurikulum sekolah lanjutan?
Apa arti kehidupan ?
Mengapa pertanyaan ini tidak bisa diteliti ? apa yang menghalangi kita sehingga
tidak bisa mengumpulkan informasi untuk menjawabnya? jawabannya sederhana, analisa
akhir dari kedua pertanyaan tersebut adalah tidak bisa diteliti, tidak ada cara untuk
mengumpulkan informasi untuk menjawab kedua duanya.
Petanyaan pertama adalah tentang nilai, itu menyatakan dugaan benar dan salah, patut
dan tidak patut dan tidak mempunyai referensi empiris.
Tidak ada yang setuju dengan kata should bagaimana kita menentukan secara
empiris sesuatu itu seharusnya dilakukan atau tidak ? data apa yang dapat kita kumpulkan?
tidak ada cara untuk melanjutkan penelitian.
Tapi jika pertanyaan diubah menjadi apakah menurut orang-orang filosofi seharusnua
dimasukan dalam kurikulum sekolah lanjutan? pertanyaan ini bisa diteliti. Mengapa? karena
sekarang kita bisa mengumpulkan data untuk menjawabnya.
Karakteristik pertanyaan penelitian yang baik
Setelah pertanyaan penelitian dirumuskan ,peneliti akan mengubahnya kedalam pertanyaan
yang baik, pertanyaan penelitian yang baik memiliki 4 karakteristik penting yaitu :
1. Pertanyaan itu mudah (bisa diteliti tanpa menghabiskan banyak waktu,tenaga dan uang)
2. Pertanyaan itu jelas
3. Pertanyaan itu signifikan (berharga untuk diteliti karena akan memberikan kontribusi
pengetahuan penting tentang kondisi manusia )
4. Pertanyaan itu sopan (tidak mengakibatkan gangguan fisik atau psikologi pada orang atau
lingkungan social dimana dia berada)
Mari kita membahas tiap karakteristik ini satu persatu secara lebih detail.
Pertanyaan penelitian haruslah mudah
Hal penting dalam merancang penelitian adalah kemudahan.sebuah pertanyaan mudah
bisa kita teliti dengan sumber sumber yang tersedia. Beberapa pertanyaan (seperti yang
mengenai pengamatan jarak,contohnya penelitian tentang pengaruh jangka panjang dari

program khusus seperti Head start) membutuhkan waktu dan biaya yang besar
dibandingkan dengan penelitian lainya. Sayangnya lapangan pendidikan tidak seperti
kedokteran,bisnis, hokum,pertanian,farmatologi atau militer yang tidak prnah menetapkan
usaha penelitian yang terikat dengan praktek. Kebanyakan penelitian yang dilakukan
disekolah atau institusi pendidikan sepertinya dilakukan oleh orang luar sering professor
universitas dan siswanya dan biasanya hanya jika didanai oleh bantuan sementara. Jadi tidak
adanya kemudahan sering membatasi usaha penelitian.
Pertanyaan penelitian haruslah jelas
Karena pertanyaan penilitian merupakan focus penyelidikan maka sangatlah penting
jika pertanyaan itu jelas. Apa sebenarnya yang akan diteliti? Mari kita mempertimbangkan
dua contoh pertanyaan penelitian yang kurang jelas berikut ini.
Contoh 1 apakah sebuah kelas yang berorientasi humanistis efektif? meskipun
ungkapan berorientasi humanistis efektif terlihat sangat jelas, banyak orang sesungguhnya
tidak yakin apa artinya. Jika kita bertanya apa itu orientasi humanis efektif? kita mulai
menemukan bahwa tidak semudah yang kita pikirkan untuk mendeskripsikan karakteristik
pentingnya.apakah yang terjadi di sebuah kelas berbeda dengan yang terjadi di kelas kelas
lainnya ?apakah guru guru menggunakan bermacam macam strategi ? apakah mereka
mengajar ? dalam kegiatan kegiatan apa saja siswa berpartisipasi?harus seperti apa ruangan
kelas itu? Bagaimana dengan pengaturan tempat duduk ,contohnya? Materi apa yang
digunakan ? apakah ada banyak variasi yang bisa kita temukan dari kelas ke kelas berupa
strategi yang dibuat guru untuk kegiatan siswa? Apakah materi tersedia dan bervariasi ?
Hal lain dari pertanyaan ini juga ambigu, seperti apa yang dimaksud dengan efektif?
apakah itu berarti hasil dari penimgkatan akademik hasil dari lebih senangnya anak ?
membuatnya lebih mudah bagi guru? atau biayanya murah? mungkin ini semua maksud
dari efektif atau bahkan lebih.
Contoh 2. bagaimana guru merasakan kelas kelas khusus yang secara pendidikan
terhambat? Bagian pertama yang perlu diklarifikasi adalah guru kelompok umur berapakah
yang termasuk? Tingkat pengalaman apa yang dimaksud? (apakah guru yang masih dalam
masa percobaan termasuk ?) apakah semua guru baik dari sekolah umum maupun sekolah
khusus termasuk ? apakah semua guru dalam negeri termasuk atau hanya dalam daerah
tertentu ? apakah ini merujuk pada guru yang tidak mengajar kelas khusus sebaik mereka
yang mengajar kelas khusus?
Ungkapan dirasakan tentang juga ambigu. Apakah itu artinya pendapat? Reaksi
emosional? Apakah suatu saran tindakan? Atau apa? Kata kelas khusus dan secara
pendidikan terhambat juga perlu diperjelas. Contoh definisi sah dari siswa yang secara
pendidikan terhambat adalah : anak denggan kondisi belajar khusus atau penyakit
perilaku,tidak mampu beradaptasi dengan situasi kelas normal,penyakit ini berhubungan
dengan hambatan otak atau gangguan emosional dan mestinya tidak dikarenakan
keterlambatan mental,kerugian cultural dan masalah bahasa asing.

Pertanyaan penelitian harus signifikan


Pertanyaan penelitian haruslah bermanfaat untuk diteliti. Intinya kita harus
mempertimbangkan apakah pertanyaan tersebut cukup bernilai untuk kita habiskan waktu,
tenaga dan biaya untuk mendapatkan jawabannya?
Salah satu tugas penting untuk setiap peneliti adalah memikirkan nilai dari penelitian
yang dimaksud sebelum banyak persiapan selesai. Ada tiga pertanyaan penting tentang
pertanyaan penelitian yaitu :
1. Bagaimana jawaban dari pertanyaan ini bisa memajukan pengetahuan di bidang saya?
2. Bagaimana jawaban dari pertanyaan ini bisa memperbaiki praktek pendidikan?
3. Bagaimana jawaban dari pertanyaan ini bisa memperbaiki kondisi manusia?
Etika dan penelitian
Pernyataan prinsip-prinsip etika
Keputusan untuk menjalankan penelitian bersandar pada pertimbangan keputusan
seorang pendidik tentang cara terbaik untuk memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan
dan kesejahteraan manusia. Setelah membuat keputusan untuk meneliti, peneliti harus
mempertimbangkan petunjuk alternative energy penelitian dan sumber yang akan diteliti.
Dasar penrtimbangan pendidik yaitu meneliti dengan mengharhai dan memperhatikan
martabat dan kesejahteraan org yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut.
Dalam merencanakan penelitian peneliti harus memiliki tanggung jawab untuk
membuat evaluasi sesuai dengan prinsip etika yang bisa diterima, mempertimbangkan
perlindungan subjek yang mungkin beresiko,bertanggung jawab untuk menjamin perlakuan
etik dalam penelitian,membuat persetujuan yang jelas dengan peserta penelitian dan
menghormati semua janji dan komitmen dalam persetujuan, menentukan tidak adanya suatu
yang tersembunyi atau kecurangan,peneliti menghargai kebebesan individu untuk menolak
berpartisipasi dalam penelitian kapan saja,melindungi peserta dari ketidaknyamanan fisik dan
mental/bahaya yang muncul akibat prosedur penelitian,setelah data dikumpulkan,peneliti
menyampaikan informasi tentang penelitian pada peserta untuk menghindari perbedaan
pemahaman yang muncul, ketika menghasilkan konsekuensi yang tidak diharapkan bagi
peserta maka peneliti brtanggung jawab mendeteksi dan mengoreksinya termasuk pengaruh
jangka panjang.
Pernyataan tentang prinsip prinsip etika yang disajikan diatas menawarkan tiga hal
penting yang dialamatkan bagi peneliti
Perlindungan peserta dari bahaya,menjamin kerahasiaan data penelitian, bagaimana
kepentingan subjek yang termasuk dalam data penelitian dilindungi.

BAB III
PEMBAHASAN

Penelitian dilakukan karena ada masalah penelitian. Suatu masalah tidak dapat
dijadikan masalah penelitian kalau masalah tersebut dapat dijawab dengan yah atau
tidak.
Untuk dapat merumuskan masalah penelitian secara tajam peneliti harus:
-

Menguasai teori

Banyak membaca

Memiliki daya observasi yang jeli

Mengetahui pendekatan apa yang digunakan dalam memecahkan masalah

Pendekatan tergantung pada masalah penelitian

Masalah penelitian tidak pernah berdiri sendiri melainkan selalu terkait, terdapat
kontelasi dengan factor-faktor lain. Misalnya, latar belakang politik, historis, ekonomi, social,
dan budaya. Hal-hal inilah yang merupakan latar belakang suatu penelitian. Secara
operasional, suatu gejalah baru dapat dikategorikan sebagai masalah bila gejalah tersebut
berada dalam situasi tertentu. Seorang pejalan kaki yang berjalan di atas trotoar di jalan yang
masih ramai bukan merupakan suatu masalah, namun akan menjadi masalah bila pejalan kaki
ini berjalan di tengah jalan ramai atau di tengah jalan tol. Masalah adalah variabel yang
menjadi tema pokok penelitian atau juga bisa disebut kasus yang menjadi fokus penelitian.
(moleong 2007:92).
Suatu variabel atau kasus menjadi permasalahan penelitian jika
kesenjanganantara kenyataan dan harapan dari variabel atau kasus yang akan diteliti.

terjadi

A. Masalah penelitian
Masalah bisa didefinisikan sebagai kesenjangan antara harapan dan kenyataan, atau
kesenjangan antara teori dan praktik, kesenjangan antara cita dengan realita, atau sesuatu
yang memerlukan jawaban dan penjelasan. Tidak selamanya masalah dapat menggambarkan
kesenjangan, tapi terkadang juga merupakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan
o Kualitas masalah
Setidaknya ada dua kualifikasi masalah yang baik, yakni mempunyai nilai penelitian
dan layak untuk diteliti. Masalah itu harus memiliki nlai penelitian, yakni dapat diuji,
orisinal, dan urgen untuk diteliti, serta dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan
6

ilmu, kebijakan atau sebangsanya. Kemudian masalah juga harus didukung oleh data dan
tidak ada kendala bagi peneliti untuk mengakses data tersebutdari sumber-sumber primernya.
o Macam-macam masalah
Model komparatif dikembangkan jika penelitian dilakukan untuk membandingkan
satu atau lebih variabel dalam dua kelompok sampel. Seperti, Adakah perbedaan produktifitas
pemasaran antara karyawan tetap dengan karyawan kontrak? Dan yang sebangsanya
Model asosiatif dikembangkan untuk penelitian yang bertendensi untuk menjelaskan
pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih. Seperti, Apakah motivasi
berhubungan dengan prestasi menulis puisi? Apakah strategi pembelajaran mempengaruhi
prestasi menulis puisi?
o Kapan terjadi masalah
Masalah terjadi apabilah:
kita
-

Bila ada informasi yang mengakibatkan munculnya kesenjangan dalam pengetahuan


Bila ada hasil-hasil yang bertentangan

Bila ada suatu kenyataan dan kita bermaksud menjelaskan melalui penelitian.
(McGuigan dalam Mahsun 2005:5)
o Dimanakah sumber masalah
Sumber masalah didapat dari:
-

Pengalaman dan pengamatan

Keputaskaan yang relevan dengan studi kita

Mata kuliah yang kita programkan

Jurnal, buku, abstrrak dan majalah

Seminar

Skripsi, tesis dan desertasi

Pakar dan teman sejawat

o Bagaimanakah rumusan yang baik


Fraenkel dan Wallen 1990:22 (dalam Djojosuroto dan Trijanto 2010:90) mengemukakan
bahwa masalah penelitian yang baik adalah:

1. Masalah harus feasible, dalam arti maslah tersebut harus dapat dicarikan dalam arti
masalah tetsebut harus dapat dicarikan jawabannya melalui sumber yang jelas, trdak barnyak
menghabiskan dana, tenaga dan waktu.
2. Masalah harus jelas, yaitu semua orang memberikan persepsi yang sama terhadap rmasalah
tersebut.
3. Masalah harus signifikan, dalam arti jawaban atas masalah itu harus mernberikan
kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah kehidupan manusia.
4. Masalah bersifat etis, yaitu tidak berkenaan dengan hal-hal yang bersifat etika, moral,
nilai-nilai keyakinan, dan agama. Mungkin tidak etis melakukan penelitian yang berkenaan
dengan agama , uku, atau keyakinan adat istiadat dari kelompok masyarakat tertentu.
Tuckman 1988 (dalam Djojosuroto dan Trijanto 2010:9) menambahkan rumusan masalah
yang baik adalah menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih (menurut penulis tidak
harus), dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya,atau alternatif yang secara implisit
mengandung pertanyaan. Misalnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan
apakah ada hubungan antara ... dengan ... yaitu;

Didukung oleh latar belakang masalah dan penjelasan mengenai pentingnya masalah
diteliti.

Memuat variabel-variabel dan kaitan antar variaber yang menjadi perhatian peneliti

Memberikan penjelasan atau definisi setiap variabel (konseptual& operasional)

CONTOH:
1. Apakah ada pengaruh penggunaan media gambar terhadap hasil belajar menulis narasi
sisrwa SD?
2. Apakah ada hubungan positif antara kemampuan kosa kata dan hasil belajar mengarang
deskripsi siswa SMP?
3. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar pemahaman makna puisi antara siswa yang belajar
dengan metode X dan siswa yang belajar dengan rnetode Y ?
Penelitian merupakan bagian dari pemecahan masalah. Lalu apa sebenarnya masalah
penelitian itu? Masalah penelitian sccara umum dapat diartikan sebagi suatu kesenjangan
(Gap) antara yang seharusnya dengan apa yang terjadi tentang sesuatu hal, atau antara
kenyataan yang ada atau tetjadi dengan yang seharusnya ada atau terjadi serta antara harapan
dan kenyataan. Pada hakikatnya masalah penelitian adalah segala bentuk pertanyaan yang
perlu dicari jawabannya, atau segala bentuk rintangan dan hambatan atau kesulitan yang
muncul pada bidang tertentu.
Meskipun masalah penelitian itu selalu ada dan banyak, belum tentu mudah mengangkatnya
sebagai masalah penelitian jika kita tidak memiliki kepekaan terhadap masalah penelitian.

Kepekaan dipengaruhi oleh minat dan pengetahuan atau keahlian. Minat dan pengetahuan
atau keahlian itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain :
1. Ptofesi
Ptofesi atau bidang pekerjaan seseorang dapat menjadi sumber minat untuk melakukan
penelitian. Semakin sering seseorang memaparkan masalah-masalah yang betkaitan dengan
profesinya, akan semakin mendorong orang tersebut berrninat untuk menyelesaikannya.
2. Spesialisasi
keahlian khusus seseorang akan menyebabkan orang tersebut lebih peka tehadap masalah
yang berkaitan dengan keahliannya, Misalnva, seorang guru sastra akan lebih peka terhadap
masalah-masalah pembelajaran sastra di sekolah (murid ogah-ogahan belaiar kesusasteraan)
3. Akademis
Seseorang yang telah mengalami program pendidikan yang tinggi biasanya telah mendalami
tentang salah satu disiplin ilmu pengetahuan. Dengan penguasaan Ilmu ini, orang tersebut
cenderung lebih peka mengenali masalah dalam bidang keahliannya.
4. Kebutuhan dan praktik kehidupan sehari-hari
Seseorang yang cenderung menaruh perhatian akan kebutuhan dan praktik kehidupan seharihari akan lebih peka terhadap masalah yang muncul.
5. Pengalaman Lapangan
Seseorang yang mempunyai banyak pengalaman lapangan akan menambah kepekaannya
terhadap masalah di bidangnya.
6. Bahan Bacaan atau Kepustakaan
Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berpikir seseorang,sehingga
wawasannya akan semakin luas dan semakin mampu menggunakan penalaran dan pola
berpikir keritisnya semakin berkembang. Dengan berpikir keritis ini selanjutnya akan
meningkatkan kepekaan seseorang terhadap masalah.

B. MEMILIH MASALAH PENELITIAN


Banyaknya masalah penelitian yang sering ditemukan, seringkali membuat seorang peneliti
harus memilih masalah penelitian yang paling layak diantara beberapa masalah tersebut. Hal
yang penting dijadikan pegangan dalam memilih masalah penelitian ini adalah bahwa
keputusan dan penentuan terakhir adalah terletak pada peneliti itu sendiri.

10

Sebelum memilih masalah, terlebih dahulu peneliti harus menentukan topik penelitian. Untuk
menentukan topik peneLitian seorang peneliti harus terlebih dahulu rnenanyakan pada diri
sendiri tentang beberapa pertanyaan berikut:
Apakah topik tersebut dapat dijangkau/dikuasai (manageable topic)?"
"Apakah bahan-bahan/data-data tersedia dengan cukup (obtainable data)?
Apakah topik tersebut penting untuk diteliti (significancy of topic)?"
Apakah topik tersebut menarik untuk diteliti dan dikaji (interested topic)?"
Setelah topik ditentukan selanjutnya peneliti harus memilih masalah penelitian yang sesuai
dengan topik tersebut. Pertimbangan dalam memilih masalah penelitian:
1. Masalah masih baru
"Masalah masih baru" yaitu masalah tersebut belum pernah diungkap atau ditehu oleh orang
lain dan topik masih hangat di masyaratakat. Usaha yang dilakukan sebelum menentukan
masalah, peneliti harus banyak membaca dari jurnal-jurnal penelitian maupun media
elektronik tentang penelitian tetkuni.
2. Aktual
Aktual berarti masalah yang diteliti tersebut benar-benar terjadidi masyarakat. Untuk itu
sebelumnya peneliti tersebut l harus melakukan survey dan memang menemukan masalah
tersebut.
3. Praktis
Masalah penelitian yang diteliti harus mempunyai nilai praktis, aranya hasil penelitian harus
bermanfaat terhadap kegiatan praktis, bukan suatu pemborosan atau penghamburan sumber
daya tanpa manfaat ptaktis yang bermakna.
4. Memadai
Masalah penelitian harus dibatasi ruang lingkupnya tidak terlalu luas, tetapi juga tidak terlalu
sempit. Masalah yang terlalu luas akan memberikan hasil yang kurang jelas dan
menghamburkan sumber daya, sebaliknya masalah peneiitian yang tetlalu sempit
akanmemberikan hasil yang kurang berbobot.
5. Sesuai dengan kemampuan peneliti
Seseorang yang akan melakukan penelitian harus mempunyai kemampuan penelitian dan
kemampuan di bidang yang akan diteliti jika tidak, hasil penelitiannya kurang dapat
dipertanggungjawabkan dari segi ilmiah (akademis) maupun praktis.
6. Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah

11

Masalah-masalah yang bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah, undang-undang


ataupun adat istiadat sebaiknya dipertimbangkan karena mungkin akan banyak menemukan
hambatan dalam pelaksanaan penelitian nanti.
7. Ada yang mendukung
Setiap penelitian membutuhkan biaya, sehingga sejak awal sudah dipertimbangkan darimana
asal biaya tersebut akan diperoleh. Tidak jarang masalah-masalah penelitian yang menarik
akan mendapatkan sponsor dari instansi-instansi pendukung, baik pemerintah maupun
swasta.
Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, sebelum melakukan pemilihan masalah
penelitian, maka peneliti harus menjawab beberapa pertanyaan agar masalah yang diteliti
layak dan relevan.
1. Apakah masalah yang akan diteliti merupakan masalah yang sedang hangat di dalam
masyarakat saat ini?
2. Apakah masalah tersebut benar-benar ada di masyarakat?
3. Seberapa jauh masalah tersebut dirasakan? Apakah penduduk atau masyarakat merasakan
masalah tersebut?
4. Apakah masalah tersebut mempengaruhi kelompok tertentu?
5. Apakah masalah tersebut berhubungan dengan masalah humaniora, sosial, kesehatan atau
ekonomi?
6. Apakah masalah tersebut berhubungan dengan akativitas program yang ditekuni?
Dengan beberapa pertimbangan dan petanyaan tersebut, diharapkan akan dapat dirumuskan
masalah penelitian yang layak dan relevan, sehingga masalah penelitian memberikan
manfaat, baik secara teoritis maupult praktis.
C. BENTUK-BENTUK MASALAH PENELITIAN
Bentuk-bentuk masalah penelitian ini dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat
eksplanasi. Hal ini disebabkan oleh karena pada dasamya hasil penelitian nanti digunakan
untuk menjelaskan fenomena berdasarkan data yang terkumpul. Berdasarkan hal tersebut
maka bentuk masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif komparatif,
dan asosiatif.
a. Permasalahan Deskriptif
Permasalahan deskriptif adalab suatu permasalahan yang berkenaan dengan pertanyaan
terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang
berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu
pada sampel yang lain, dan mencari hubungan veriabel itu dengan variabel yang lain.
Penelitian semacam ini untuk selanjuutnya dinamakan penelitian deskriptif.

12

Contoh rumusan masalah deskriptif


1) Seberapa baik kinerja kabinet Gotong Royong?
2) Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap Perguruan tinggi negeri berbadan hukum?
3) Seberapa tinggi efektivitas kebijakan mobil berpenumpang tiga di Jakarta?
4) Seberapa tinggi tingkat kepuasan dan apresiasi masyatakat terhadap pelayanan pemerintah
daerah di bidang kesehatan?
Dari beberapa contoh di atas tetlihat bahwa setiap pertanyaan penelitian berkenaan dengan
satu variabel atau lebih secara mandiri (bandingkan dengan masalah kompatatif dan
asosiatif ).
Penelitian yang bermaksud mengetahui kinerja kabinet Gotong Royong, sikap masyarakat
terhadap perguruan tinggi berbadan hukum, efektivitas kebijakan mobil berpenumpang tiga,
tingkat kepuasan dan apresiasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah dibidang,
kesehatan adalah contoh penelitian deskriptif.
b. Permasalahan Komparatif
Permasalahan komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat
membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang
berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Contoh Rumusan masalahnya adalah sebagai
berikut:
a) Adakah perbedaan produktivitas kerja antara Pegawai Negeri BUMN dan Swasta? ( satu
variabel pada 3 sampel).
b) Adakah kesamaan cara promosi antara perusahaan A dan B?
c) Adakah perbedaan, kemampun dan disiplin kerja antara Pegawai Swasta Nasional, dan
perusahaan asing (dua variabel, pada dua sampel).
d) Adakah perbedaan kenyamanan naik kereta Api dan bus menurut berbagai kelornpok
masyarakat?
e) Adakah perbedaan daya tahan berdiri pelayan toko yang berasal dari kota dan desa, gunung
(satu variabel pada 3 sampel)
f) adakah perbedaan tingkat kepuasan masyarakat kabupaten A dan B dalam hal pelayanan
kesehatan?
g) Adaklah perbedaan kulaitas manajemen antara bank Swasta dan Bank Pemerintah?

c. Permasalahan Asosiatif

13

Permasiilahan asosiatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat hubungan antara
dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu; hubungan simetris, hubungan
kausal, dan interaktif/reciprocal/timbal balik.
a. Hubungan Simetris
Hubungan simetris adalah suatu hubungan anrara dua variabel atau lebih yang kebetulan
munculnya bersama. jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif, contoh rumusan
masalahnya adalah sebagai berkut:
a) Adakah hubungan antara banyaknya bunyi burung prenjak dengan tamu yang datang? Hal
ini bukan berarti yang menyebabkan tamu datang adalah bunyi burung (di pedesaan Jawa
tengah ada kepercayaan kalau di depan rumah ada bunyi burung prenjak, maka diyakini akan
ada tamu, di Jawa Barat, kupu-kupu dan tamu
b) Adakah hubungan antara banyaknya semut di pohon dengan tingkat manisnya buah?
c) Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin?
d) Adakah hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah kejahatan?
e) Adakah hubungan antara banyaknya radio di pedesaan dengan sepatu yang dibeli?

b. Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel
independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi), contoh:
a) Adakah pengaruh sistem penggajian tethadap prestasi kerja?
b) Seberapa besar pengaruh kepemimpinan nasional terhadap perilaku masyarakat?
c) Seberapa besar pengaruh tata ruang kantor terhadap efisiensi kerja karyarwan?
d) Seberapa besar pengaruh kurikulum, media pendidikan, dan kualitas guru terhadap kualitas
SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah?
Contoh judul penelitiannya:
a) Pengaruh insentif terhadap disiplin kerja karyawan di departemen X.
b) Pengaruh gaya kepemimpinan dan tata ruang kantor terhadap efisiensi kerja di Departemen
X.
Contoh pertama dengan satu variabel independen dan contoh kedua dengan dua variabel
independen.
c. Hubungan interaktif / tesiptocal / tirnbal balik

14

Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi, Di sini tidak diketahui
mana variabel independen dan dependen.
Contoh:
a) Hubungan antara motivasi dan prestasi. Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi
ptestasi dan iuga ptestasi mempengaruhi motivasi.
b) Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. kecerdasan dapat menyebabkan kaya,
demikian iuga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.

D.

OBJEK PENELITIAN

Dalam memilih, menetapkan masalah atau objek penelitian, perlu diajukan pertanyaan:
. Apakah masalah ini penting?
. Kalau penting, apakah kepentingannya untuk diri sendiri atau penting bagi masyarakat yang
berkecimpung dalam bahasa dan sastra, atau bagi pengembangan ilmu bahasa dan sastra
mengapa masalah ini saya anggap menarik?
Berapa banyak pengetahuan saya tentang masalah ini?
Apakah saya mampu melaksanakan tentang masaiah ini?
Apakah tersedia bahan penunjang di perpustakaan?
Apakah rnasalah ini sesuai dengan disiplin ilmu yang saya tekuni?
Apakah masalah ini sesuai dengan dana dan waktu yang tersedia?
Masalah:
Rumuskan,masalah secara jelas, singkat, termasuk konsep-konsep yang digunakan.
Masalah dibatasi, bagian mana yang digarap, mengapa bagian itu yang diambil
Gambatkan pentingnya masalah:
o Sumbangannya terhadap petkembangan ilmu
o kegunaan paktis bila ada
o Hubungan dengan penelitian lain
o kegunaan yang lebih umum

15

BAB IV
PENUTUP

A.

Kesimpulan

Penelitian dilakukan karena ada masalah penelitian. Suatu masalah tidak dapat dijadikan
masalah penelitian kalau masalah tersebut dapat dijawab dengan yah atau tidak. Masalah
penelitian tidak pernah berdiri sendiri melainkan selalu terkait, terdapat kontelasi dengan
factor-faktor lain. Misalnya, latar belakang politik, historis, ekonomi, social, dan budaya.
Masalah penelitian sccara umum dapat diartikan sebagi suatu kesenjangan (Gap) antara yang
seharusnya dengan apa yang terjadi tentang sesuatu hal, atau antara kenyataan yang ada atau
tetjadi dengan yang seharusnya ada atau terjadi serta antara harapan dan kenyataan. Pada
hakikatnya masalah penelitian adalah segala bentuk pertanyaan yang perlu dicari
jawabannya, atau segala bentuk rintangan dan hambatan atau kesulitan yang muncul pada
bidang tertentu.
B.

Saran

Dalam menyusun pertanyaan penelitian baiknya memperhatikan beberapa karakter yakni


-

Pertanyaan penelitian haruslah mudah

Pertanyaan penelitian haruslah jelas

Pertanyaan penelitian harus signifikan

Dalam merencanakan penelitian peneliti harus memiliki tanggung jawab untuk membuat
evaluasi sesuai dengan prinsip etika yang bisa diterima, mempertimbangkan perlindungan
subjek yang mungkin beresiko,bertanggung jawab untuk menjamin perlakuan etik dalam
penelitian,membuat persetujuan yang jelas dengan peserta penelitian dan menghormati semua
janji dan komitmen dalam persetujuan, menentukan tidak adanya suatu yang tersembunyi
atau kecurangan,peneliti menghargai kebebesan individu untuk menolak berpartisipasi dalam
penelitian kapan saja,melindungi peserta dari ketidaknyamanan fisik dan mental/bahaya yang
muncul akibat prosedur penelitian,setelah data dikumpulkan,peneliti menyampaikan
informasi tentang penelitian pada peserta untuk menghindari perbedaan pemahaman yang
muncul, ketika menghasilkan konsekuensi yang tidak diharapkan bagi peserta maka peneliti
brtanggung jawab mendeteksi dan mengoreksinya termasuk pengaruh jangka panjang.

DAFTAR PUSTAKA
16

Densin norman dan Lincoln yvonna. 2009. Handbook of qualitative research. Yogyakarta.
Pustaka Pelajar.
Djojosuroto dan Trijnato.2010. metodologi penelitian ilmia. Yogyakarta. Graha Cendekia
Mahsun, M.S. 2005. Metodologi penelitian bahasa. Jakarta. Raja Grafindo Persada.
Moleong lexi.2007. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung. Remaja Rosdakarya.

17