Anda di halaman 1dari 6

UJI KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR BERDASARKAN

NILAI MOST PROBABLE NUMBER (MPN) COLIFORM


LAPORAN PRAKTIKUM
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Mikrobiologi
yang dibimbing oleh Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M. Pd

Oleh:
Kelompok 4
Pendidikan Biologi/ Offering A
Anggun Risma Atika

140341600442

Dewi Nur Arasy

140341602754

Faiqotul Mala

140341606168

Fandy Tri Fajar Cahyo

140341601660

Fina Mustika Dewi

140341601824

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Maret 2016

A. Topik
Uji kualitas mikrobiologi air berdasarkan nilai Most Probable Number
(MPN) Coliform
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui nilai MPN Coliform sampel air minum
2. Untuk menentukan kualitas mikrobiologi air minum berdasarkan nilai
Most Probable Number (MPN) Coliform
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari, tanggal

: Selasa dan Kamis, 8 dan 10 Maret 2016

Tempat

: Laboratorium Mikrobiologi O5.305 Jurusan


Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang

D. Dasar Teori
Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Tidak satupun mahluk hidup
di dunia ini yang tidak memerlukan dan tidak mengandung air. Sel hidup, baik
tumbuhan maupun hewan, sebagian besar tersusun oleh air, seperti di dalam sel
tumbuhan terkandung lebih dari 75% atau di dalam sel hewan ter- kandung lebih
dari 67%. Dari sejumlah 40 juta mil-kubik air yang berada di permukaan dan di
dalam tanah, ternyata tidak lebih dari 0,5% (0,2 juta mil-kubik) yang secara
langsung dapat digunakan untuk kepentingan manusia. Karena 97% dari sumber
air tersebut terdiri dari air laut, 2,5% berbentuk salju abadi yang baru dalam
kedaan mencair dapat digunakan (Widiyanti et al., 2004).
Air yang digunakan sehari hari harus memenuhi persyaratan kelayakan
konsumsi yang mana juga dipengaruhi oleh sifat tanah. Secara umum kualitas
tanah (soil quality) didefinisikan sebagai kapasitas tanah untuk berfungsi dalam
suatu ekosistem dalam hubungannya dengan daya dukungnya terhadap tanaman
dan hewan, pencegahan erosi dan pengurangan akan terjadinya suatu pengaruh
negatif terhadap sumberdaya air dan udara (Karlen, et al, 1997). Beberapa sifat
tanah dapat berubah dalam jangka waktu harian (ephemeral) atau mudah berubah
dari hari ke hari sebagai hasil dari praktek pengelolaan secara rutin atau adanya
pengaruh cuaca. Sifat tanah lainnya adalah sifat-sifat yang permanen yang
merupakan sifat bawaan (inherent) tanah atau lokasi dan sedikit terpengaruh oleh
pengelolaan. Oleh karena itu sifat tanah juga mempengaruhi kualitas air
didalamnya. Selain sifat tanah, berdasarkan persyaratan mikrobiologi, kualitas air

yang baik tidak boleh mengandung bakteri penyakit (patogen) sama sekali dan
tidak boleh mengandung bakteri golongan Coli melebihi batas-batas yang telah
ditentukan. Bakteri golongan Coli ini berasal dari usus besar (faeces) dan tanah.
Bakteri patogen yang mungkin ada dalam air antara lain adalah :
a. Bakteri penyebab tifus
b. Vibrio colera
c. Bakteri penyebab disentri
d. Shigella sp.
e. Bakteri enteris lainnya (penyebab penyakit pada perut)
Air yang mengandung golongan Coli dianggap telah berkontaminasi
(berhubungan) dengan kotoran manusia. Dengan demikian dalam pemeriksaan
bakteriologik, tidak langsung diperiksa apakah air itu mengandung bakteri
patogen, tetapi diperiksa dengan indikator bakteri golongan Coli (Sutrisno, 2002).
Bakteri Coliform dapat dibedakan menjadi 2 grup yaitu :
(1) koliform fekal misalnya Escherichia coli dan
(2) koliform nonfekal misalnya Enterobacter aerogenes
Escherichia coli merupakan bakteri yang berasal dari kotoran hewan atau
manusia, sedangkan Enterobacter aerogenes biasanya ditemukan pada hewan atau
tanam-tanaman yang telah mati (Fardiaz, 1993). Jadi, adanya Escherichia coli
dalam air minum menunjukkan bahwa air minum itu pernah terkontaminasi feses
manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. Oleh karena itu, standar
air minum mensyaratkan Escherichia coli harus nol dalam 100 ml. Untuk
mengetahui jumlah koliform di dalam contoh digunakan metode Most Probable
Number (MPN). Pemeriksaan kehadiran bakteri coli dari air dilakukan
berdasarkan penggunaan medium kaldu laktosa yang ditempatkan di dalam tabung
reaksi berisi tabung durham (tabung kecil yang letaknya terbalik, digunakan untuk
menangkap gas yang terjadi akibat fermentasi laktosa menjadi asam dan gas).
Tergantung kepada kepentingan, ada yang menggunakan sistem 3-3-3 (3 tabung
untuk 10 ml, 3 tabung untuk 1,0 ml, 3 tabung untuk 0,1 ml) atau 5-5-5 . Kehadiran
bakteri coli besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia, terbukti dengan
kualitas air minum, secara bakteriologis tingkatannya ditentukan oleh kehadiran
bakteri tersebut (tabel 1) (Widiyanti et al., 2004).

No.
1.

Jenis Makanan
Air Mineral

Batas Maksimum per

Jenis Pengujian

g/ml

Angka lempeng total

102

MPN Coliform

>3

E. coli*

Clostridium perfringens

Salmonella

Negatif

*100 ml untuk jenis makanan bentuk cair


Tabel 1. Nilai kualitas air yang baik berdasarkan berbagai jenis pengujian
Sumber : Lampiran Surat keputusan Dirjen POM Nomor : 037267/B/SK/VII/89
Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas
mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok Coliform sebagai
indikator. Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan
pertumbuhan Coliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah Coliform
dalam sampel yang diuji. Jumlah Coliform ini bukan penghitungan yang tepat
namun merupakan angka yang mendekati jumlah yang sebenarnya. Uji ini diawali
dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel kedalam lauryl tryptose broth. Uji
awal ini disebut uji duga (presumptive test). Tabung yang memperlihatkan
pembentukan gas diuji lebih lanjut dengan uji penegasan dan bila diperlukan
dilakukan

uji

Coliform

asal-tinja

(MCA).

Untuk

uji

penegasan

digunakan Brilliant Green Bile Lactose Broth (BGLB) yang diinokulasikan


dengan satu mata ose media yang memperlihatkan hasil positif pada uji duga.
Kaldu BGLB diinkubasikan pada suhu 35o C selama 48 jam. Untuk uji Coliform
asal tinja dilakukan pada media E.C yang diinkubasi pada suhu 44,5 o C selama 24
jam. Pembentukan gas dalam tabung menunjukkan hasil positif. Media dan suhu
inkubasi menyuburkan kuman yang diseleksi, baik dalam uji penegasan maupun
uji Coliform asal-tinja. Uji positif menghasilkan angka indeks, angka ini
disesuaikan dengan tabel MPN untuk menentukan Coliform dalam sampel (Lay,
1994). Nilai MPN Coliform dapat diperoleh sesuai rumus:
Nilai MPN Coliform= nilai MPN tabel x 1/ tingkat pengenceran
tengah

Berikut tabel yang digunakan untuk menganalisis nilai MPN dengan 3 seri
tabung (tabel 2).

Tabel 2. Nilai MPN untuk 3 seri tabung


Sumber: Hastuti, 2015
DAFTAR RUJUKAN
Fardiaz, S. 1993. Mikrobiologi Pangan. Bogor: IPB
Hastuti, Utami S. 2015. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Malang: UMM Press
Karlen, D.L., Mausbach, M.J., Doran, J.W., Cline,R.G., Harris, R.F. and Schuman,
G.E. 1996. In: The Soil Quality Concept (Edited by The Soil Quality
Institute). USDA-Natural Conservation Service.
Lay, W.B.1994. Microbes analysis in laboratory. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sutrisno. 2002. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Jakarta: PT Rineka Cipta
Widiyanti, Ni Luh Putu M., Ristiati, Ni P. 2004. Analisis Kualitatif Bakteri
Koliform Pada Depo Air Minum Isi Ulang di Kota Singaraja Bali. Bali:
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 3 No. 1: 64-73

Anda mungkin juga menyukai