Anda di halaman 1dari 30

Penyakit Batu di Saluran

Kemih dan
Penatalaksanaanya
C2
Risa Sucitra Munthe 102010293
Ida Ayu Dyah Wahyu Suhari 102012467
Yono Suhendro 102013002
Yudanti Abigail Tranggono 102013116
Grevonds Austen 102013223
Stella 102013239
Wiranti Fani Putri 102013391
Fahala Lamboy Sihaloho 102013424
Nurul Amira Binti Rostathi 102013512

Skenario 10
Seorang pria 60 tahun datang ke poliklinik

dengan keluhan sakit pada pinggang kanan


yang menjalar hingga ke kantong kemaluan
sejak 1 minggu yang lalu. Sakit dirasakan
mendadak dan dapat hilang sendiri.

Rumusan Masalah
Laki-laki 60 tahun dengan keluhan sakit
pinggang kanan yang menjalar hingga ke
kantung kemaluan. Sakit hilang timbul.

Hipotesis
Laki-laki 60 tahun menderita batu ureter

karena gangguan dari

Analisis Masalah
Komplikasi

Prognosis

Etiologi

Penatalaksanaan
- Medika mentosa
-- Non medika
mentosa

Pencegahan

Laki-laki 60 tahun
dengan keluhan sakit
pinggang kanan yang
menjalar hingga ke
kantung kemaluan.
Sakit hilang timbul.

Epidemiologi
dan faktor resiko

Anamnesa
Pemeriksaan :
- Fisik
- Penunjang
Diagnosa :
-Kerja
- Banding
Patofisiologi dan
manifestasi klinis

Anamnesis
Keluhan utama
Sejak kapan mulai sakit?
Adakah ada nyeri atau kesulitan saat berkemih?
Adakah nyeri lokal atau nyeri dari tempat lain, nyeri

ginjal, nyeri kolik?


Apakah berkemih tidak puas dan menetes?
Adakah urin berwarna merah dan adakah ada nyeri
suprapubik?
Adakah disertai gejala penyerta lain seperti demam,
berkeringat, lemas, menggigil?
Berapa kali berkemih dalam sehari?
Apakah harus terbangun pada malam hari dan berapa
kali?

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum, kesadaran & TTV
Ginjal:
Perkusi pada sudut kosto vertebra dengan telapak tangan.
Di bagian depan dilakukan palpasi bimanual dan

balotemen
Sudut kosto vertebra : nyeri tekan , nyeri ketok,
pembesaran ginjal.
Kadang-kadang teraba ginjal yang mengalami
hidronefrosis/obstruktif.
Genitalia eksterna : teraba batu di uretra anterior.
Colok dubur : teraba batu pada buli-buli.
Supra simfisis : nyeri tekan, teraba batu, buli-buli

penuh.

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Urinalisis
Kultur urin
Darah lengkap

Radiologi
Foto polos abdomen (BNO) ada batu opak pada

ureter dextra
USG
CT scan !
MRI
Radio isotop
IVP/IVU

Gambaran USG

Gambaran BNO-IVP

GINJAL
Panjang: 4 5

( 11 cm )
Lebar : 2
( 6 cm )
Tebal
:1
( 4 cm )
Berat : 130 150 g
Terdapat :
- kutub : atas : Th.XII (di bawah iga ke-12)
bawah : 2cm di atas bidang transumbilical
- permukaan
: depan+belakang
- tepi
- hilus

: medial + lateral
: setinggi bidang transpylorik (L 1)

Bagian-Bagian Ginjal
Cortex

renis
Medulla
renis

Ureter
Dua bagian :
pars abdominalis
pars pelvina

Panjang : 25 30 cm
Merupakan lanjutan pelvis renis, menuju

distal & bermuara pada vesica urinaria

Ureter
Tiga tempat penyempitan pada ureter :
1. uretero- pelvic junction
2. tempat penyilangan ureter dg.vasa iliaca
= flexura marginalis (di p.a.p.)
3. muara ureter ke dalam vesica urinaria
Persarafan ureter : plexus
hypogastricus inf. T11- L2 melalui

neuron simpatis.

Laboratorium
a. Urinalisis
Warna urin
PH urin
pH<7: Pembentukan batu Ca, asam
urat dan batu sistin
pH> 7 :Pembentukan batu struvit
Pemeriksaan urin 24 jam :
Ekskresi Ca (hiperkalsiuria)
Ekskresi oksalat (hiperoksaturia)
Ekskresi sitrat (hiposituria )
Kultur urin : infeksi atau tidak
Sedimen urin : kristal +/- ,leukosit

b. Darah
Pemeriksaan darah lengkap (CBC)
Hemoglobin (Hb) : pada anemia
Leukosit : pada infeksi saluran kemih
Pemeriksaan faal ginjal
Ureum kreatinin
Kalsium ( Ca serum)
Fosfor
Asam urat

DIAGNOSIS KERJA
Uretorlithiasis
Suatu keadaan dimana terdapat

batu atau calculi pada saluran


kemih.
Berdasarkan letak :
- Batu ginjal (nephrolithiasis)
- Batu ureter (ureterolithiasis)
- Batu vesika urinaria
(vesikulolithiasis)
- Batu urethra (urethrolithiasis)

DIAGNOSIS BANDING
Gejala Klinis
Batu Ginjal(nefrolitiasis)

a. Rasa nyeri yang berat dan tibatiba di daerah pinggang yang


menjalar sampai pangkal paha.
b. Mual dan muntah.
c. Hematuria
d. Perasaan terbakar di saluran
kemih saat kencing.
e. Rasa sangat ingin kecing.
f. Demam.

Pielonefritis

a. Demam tinggi
b. Menggigil
c. Nyeri didaerah perut dan
pinggang
d. Mual dan muntah

UROLITHIASI
S
Nyeri

Nyeri tiba-tiba
dari pinggang
menjalar ke
anteroinferior,
nyeri ketok CVA
+

Hematuria

Bisa +

Gangguan
miksi

Bisa +

Pemeriksaan
radiologik

SISTITIS

PIELONEFRI
TIS AKUT

Mungkin ada
rasa nyeri di
panggul dan
perut bagian
bawah

Nyeri pinggang
dan nyeri ketok
CVA +

Gambaran batu

DIVERTIKULI
TIS
Nyeri perut
kuadran kiri
bawah

Bisa +

Umumnya +

Penebalan
dinding
kandung kemih

Diferensiasi
korteks medula
suram ,ginjal
membesar

Penebalan
dinding kolon,
tanda abses

Leukositosis

Kultur urin

ETIOLOGI
o
o
o
o
o

Gangguan aliran urine


Gangguan metabolik
Infeksi sal. kemih
Dehidrasi
Di pengaruhi oleh 2 faktor :

Intrinsik :
herediter
umur
jenis kelamin

Ekstrinsik :

geografi,

iklim dan temperatur,

asupan air,
Diet & pekerjaan

PATOFISIOLOGI
Kelainan / obstruksi sistem pelvikalises ginjal
batu sal. kemih
obstruksi saluran kemih
Batu kristal-kristal bahan organik maupun anorganik yang
terlarut dalam urine
Kristal presipitasi inti batu agregasi batu menjadi
lebih besar menempel pada sal. Kemih mengendap
obstruksi sal. kemih

usia
gender

profesi
nutrisi
mentalitas

Kelainan Ggn aliran


morfologi
kemih

ISK

Ekresi bahan pembentuk


batu meningkat

musim
ras

herediter

Kelainan
Faktor genetik
metabolik

Ekresi inhibitor kristal


berkurang

Perubahan fisiko kimiawi supersaturasi


1. Kelainan kristaluria
2. Agregasi kristal
3. Pertumbuhan kristal
Batu saluran kemih

Patofisiologi
Batu-batu yang dapat terbentuk:
Batu kalsium
Batu asam urat
Batu struvit
Batu sistin

Epidemiologi
Penelitian Tarihoran YM pada tahun
2001-2002 di RSUP. H. Adam Malik Medan
terdapat 105 pasien BSK
Kelompok umur terbanyak 30-50 tahun
yaitu sebesar 46,6% dan jenis kelamin pria
lebih banyak daripada wanita dengan
proporsi 64,8%.

Manifestasi Klinik
Nyeri sering bersifat kolik(ritmik), terutama apabila

batu terletak di ureter atau di bawahnya. Nyeri


mungkin hebat. Lokasi nyeri akan bergantung pada
letak batu.
Penurunan pengeluaran urin apabila terjadi obstruksi
aliran terutama pada uretrovesicular junction.
Mual dan muntah sering terjadi.
Hematuria mikroskopik pada 75% pasien dan gross
hematuria pada 20% pasien.
Nyeri pinggang menjalar ke daerah pingggul, bersifat
terus menerus pada daerah pinggang
Rasa nyeri pada daerah pinggang, menjalar ke pe rut
tengah bawah, selanjutnya ke arah penis atau vulva.

Komplikasi
Komplikasi yang bias terjadi pada
pasien batu saluran kemih antara lain
seperti:
Hidronefrosis
Pielonefrosis
Uremia
Gagal ginjal

Penatalaksaan
a. Batu Kalsium Oksalat:
.Suplementasi sitrat
.Kolestiramin untuk

malabsorpsi lemak
.Tiazid(bila disertai
dengan adanya
hiperkalsiuria)
.Allupurinol (bila
disertai dengan adanya
hiperurikosuria)
b.

Batu Kalsium Fosfat:


.Tiazid(bila disertai
adanya hiperkalsuria)

c. Batu Struvit(Mg-Sb
Fosfat)
Mandelamin dan
Vitamin C
Antibiotik
kotrimoksazol
d. Batu Urat: Allupurinol
e. Batu Sistin:
Alkalinisasi urin
Penisilamin

Penatalaksanaan
Selainan pemberian obat-obatan dapat
pula dilakukan dengan tindakan:
ESWL(Extracorporeal Shockwave Litotripsy)
URS
PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy)
Bedah laparoskopi
Pembedahan terbuka

Pencegahan
Pada umumnya pencegahan yang
dapat dilakukan berupa:
Menghindari dehidrasi, minum yang
banyak! (8-10 sehari)
Pola makan seimbang, berolahraga, dan
menjaga berat badan tetap ideal.
Jangan menahan kencing; kencing yang
tertahan dapat menyebabkan urin menjadi
lebih pekat, atau infeksi saluran kemih. Urin
yang pekat dan infeksi saluran kemih
merupakan faktor pendukung terbentuknya
batu.

Prognosis
Makin besar ukuran suatu batu,
makinburuk prognosisnya.
Makin besar kerusakan jaringan dan
adanya infeksi karena faktor obstruksi akan
dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal.

Kesimpulan
Berdasarkan gejala klinis, anamnesis,
pemeriksaan fisik maupun penunjang. Lakilaki 60 tahun, dengan keluhan, dirasakan
tiba-tiba, hilang timbul, menjalar dari
pinggang kanan ke arah kemaluan, sejak 1
minggu yang lalu, menderita urolithiasis.