Anda di halaman 1dari 14

DRAFT UJIAN UPP

BAB I TINJAUAN FARMAKOLOGI


1.1. Golongan obat berdasarkan farmakologi terapi
Senyawa aktif obatnya apa (Kalo herbal, komponen utama yang berkhasiat
dalam tumbuhan/hewannya apa), berkhasiat untuk apa, maka dr itu dapat
digolongkan sebagai obat apa? Contoh : Gandronema lucidum merupakan tanaman obat yang
memiliki berbagai khasiat. Salah satu komponen utama dalam tanaman tersebut yaitu triterpenoid dan
polisakarida yang mampu menurunkan proliferasi sel kanker. Oleh karena itu, Gandronema lucidum dapat di
kelompokkan sebai obat antikanker (Kao, et al., 2013).

1.2.

Indikasi
Indikasi obat nya untuk pengobatan apa ? trus sebutin juga indikasi lain.

Contoh:

1) Metformin digunakan untuk indikasi diabetes melitus (pada dosis brp).


Tetapi bisa juga digunakan untuk terapi obesitas (pada dosis brp).

2) Indikasi ekstrak Ganoderma lucidum yaitu sebagai obat antikanker. Adapun indikasi
lain yaitu untuk mengobati asma, aterosklerosis, alergi, anoreksia, antibakteri,
antinflamasi, kemoterapi, kejang, batuk, dispepsia, wasir, hepatosis, tekanan darah
tinggi, kolesterol tinggi, hiperglikemia, penekanan kekebalan, peradangan,
insomnia, tekanan darah rendah, vertigo, antivirus (Duke, et al. 1929).
1.3.

Mekanisme kerja

Mekanisme senyawa aktif dalam mengobati penyakit utama (indikasi yang


dipilih misal buat sediaannya untuk obat kanker, ya berarti cantumin
mekanisme untuk kankernya aja) itu gimana, misal memblok.....,
menghambat pembentukan......dsb. Contoh:
Kandungan utama berkhasiat antikanker pada jamur lingzhi yaitu polisakarida
dan triterpen.
1) Mekanisme triterpen sebagai antikanker yaitu menghambat ploriferasi
sel.......

a. Penghambatan G1
Mekanisme penghambatan siklus sel di fase G1 diduga melalui mekanisme downregulation Cyclin D1 melalui modulasi jalur -catenin. Cyclin D1 adalah pengatur
cyclin Dependent Kinase (CDK) yang sangat penting untuk transisi G1/S dalam
siklus sel. Promotor/activator Cyclin D1 faktor transkripsi (TCF) / ikatan Lef yang
dapat diaktifkan dengan -catenin / Lef-1 / TCF. Sel-sel karsinoma memiliki
kelebihan ekpresi cyclin D1 sebagai akibat -catenin yang tidak normal.
Ganodermanontriol (subtype triterpenoid) menghambat proliferasi sel kanker
dengan menghambat ekspresi -catenin.

b. Penghambatan G2
Triterpenoid dapat menekan aktivitas protein kinase C (PKC). PKC adalah kelas
protein serin-treonin kinase yang selektif diaktifkan selama fase G2 dari siklus sel.
2) Mekanisme polisakarida sebagai antikanker yaitu melalui peningkatan imun
tubuh.

a. Mempengaruhi respon imun


Polisakarida dalam Gandronema lucidum mempengaruhi respon imun mealui
modulasi produksi sitokin, stimulasi produksi IL-1, TNF- dan interferon- pada
makrofag dan T-limfosit.
b. Menghambat angiogenesis
Angiogenesis adalah proses fisiologis yang melibatkan perkembangan pembuluh
darah baru dari pembuluh yang sudah ada. Sel tumor dikenal dapat menginduksi
angiogenesis dengan mengeluarkan berbagai faktor pertumbuhan seperti VEGF
yang mendorong pertumbuhan kapiler ke dalam tumor, memasok nutrisi yang
diperlukan dan memungkinkan untuk ekspansi tumor dan metastasis.
1.4. Farmakokinetik
Profil ADME (ABSORPSI, DISTRIBUSI, METABOLISME, EKSKRESI) dari senyawa
aktif. Misal:
1) Uraian singkat mengenai profil farmakokinetik itu apa.
2) Waktu absorpsi Tmax
3) T1/2
4) Waktu eliminasi
5) Bioavaililitas (persentase)
6) Senyawa aktif dimetabolisme dimana, yang aktif itu senyawa awalnya
atau hasil metabolismenya, kalo hasil metabolismenya sebutin apa
senyawa hasil metabolismenya.
7) Senyawa aktif diekskresikan lewat apa. Contoh:

Profil farmakokinetik menjelaskan proses absorpsi, distribusi, metabolism dan


ekskresi zat aktif dalam sediaan. Profil ini memberikan gambaran mengenai
pengaturan dosis dan menggambarkan kemungkinan efek samping yang dapat
ditimbulkan oleh zat aktif. Namun, profil farmakokinetik senyawa bahan alam masih
belum banyak diteliti, mungkin dikarenakan sediaan bahan alam telah teruji
digunakan secara empiric (turun temurun) sehingga sudah dianggap memiliki profil
farmakikonetik yang baik.
Proses absorpsi zat aktif Ganoderma lucidum dipengaruhi oleh makanan. Adanya
makanan dalam lambung dapat menurunkan proses absorpsi. Pengujian profil
farmakokinetik pada subjek yang sedang berpuasa menunjukkan bahwa waktu
absorpsinya lebih cepat dengan waktu maksimum (T max) selama 30 menit dan waktu

paruh kurang dari 40 menit. Makanan secara signifikan menurunkan C max dan Tmax
dengan kadar dibawah batas terbawah deteksi alat (LOQ) sehingga tidak dapat
ditentukan, namun tidak mempengaruhi nilai AUC. (Teekachunhatean, et al., 2012).
Senyawa triterpen dalam Ganoderma lucidum memiliki waktu eliminasi yang
sangat cepat dengan waktu paruh eliminasi (t1/2 eliminasi) sekitar 35 menit 143 menit.
Selain itu senyawa dengan pemberin oral, senyawa triterpen juga memiliki nilai
biovailabiltas yang rendah berkisar 10%. Rendahnya nilai biolavailabilitas ini
disebabkan karena senyawa triterpen mengalami metabolisme secara intensif di hati
melalui proses fist past effect. Dugaan lainnya yaitu adanya metabolisme metabolite
triterpen oleh bakteri di usus (Teekachunhatean, et al., 2012).
1.5. Dosis dan cara pemberian
Dosis umum pengobatan. Dosis umum pengobatan untuk indikasi utama
(misal untuk kankernya dosisnya berapa). Cara pemakaian obatnya gimana,
kalo oral sesudah makan atau belum. Contoh:

Dosis umum pengobatan dengan menggunakan Gandronema lucidum yaitu 3-6 kapsul
(606 mg) perhari atau jamur kering yang dikemas 1.59 gram perhari (Duke, et al. 1929).
Sedangkan penggunaannya untuk mengobati kanker digunakan sediaan dengan dosis 600
1.800 mg ekstrak Gandronema lucidum sehari tiga kali dan di minum setelah makan
(Ulbricth, et al., 2010).
Namun, berdasarkan profil farmakokinetiknya, makanan dalam saluran pencernaan
dapat menurunkan absorpsinya. Sehingga dalam aturan pakai dianjurkan penggunaannya 1
jam setelah makan.
1.6. Kontra indikasi
Obat ini tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi bagaimana, atau
punya penyakit/kondisi patologis yang kayak apa, kalaupun terpaksa harus
dikasih solusinya gimana (fungsi apa yg harus dimonitoring).
1.7. Efek samping dan toksisitas
Ya tau lah yah ini obat tsb efek sampingnya apa n ada efek toksiknya ga, kalo
ada datanya dari jurnal mana.
1.8. Interaksi obat
Obat ini berinteraksi dengan apa (obat, herbal, dan makanan). Kalo ada interaksi
efeknya apa.

BAB II ASPEK KIMIA DAN PREFORMULASI


2.1. Tinjauan umum zat aktif dan aspek kimia
Zat aktifnya apa, karakteristiknya (rumus kimia, rumus bangun, nama lain,
pemerian, kelarutan, biasanya kadar/kemurnian berkisar dari ....% hingga ...%
yang kayak di farmakope nih).

Sifat kimia dan fisikanya gimana, misai fisika (higroskopis apa ngga, punya
polimorf ga), misal kimia (senyawa nya tahan panas atau ngga, mudah
teroksidasi/ terhidrolisis ga, fotosensitif ga, stabil di pH brp, sifatnya asam atau
basa atau apa, senyawa aktifnya berupa golongan apa misal terpen, asam
karboksilat, fenol dll sifatnya gimana).
2.2. Analisis bahan baku
Metode dan prosedur analisis bahan baku nya (bahan aktif dan bahan
pembantu), kualitatif (identifikasi) dan kuantitatif. Kalo bisa minta tolong cariin
yang umum digunain ya, macam spektro uv vis, kolorimetri, kromatografi, aas,
atau konvensional kayak titrasi, gravimetri. JANGAN SUSAH2 kaya NMR.
2.3. Validasi metode analisis bahan baku dan sediaan (jika perlu)
Kalo kalian nemu metode n prosedurnya dari kompendial/prosedurnya udah
standar (kayak dr farmakope apapun) Cuma perlu ditambah verifikasi (penetapan
akurasi + presisi) gak perlu validasi, tapi kalo dapet dr jurnal berarti harus
divalidasi (prosedur netapin akurasi, presisi, LOD, LOQ, spesifitas, linearitas,
range, Ketangguhan (Ruggedness), Kekuatan (Robustness). Yang diajarin bu Jutti
nih. Ada di ICH.
2.4. Metode analisis sediaan
Metode dan prosedur analisis senyawa aktif tapi sampelnya udah dalam bentuk
sediaan. Dipertimbangin aja, senyawa aktifnya bisa dipisah dr sediaannya dgn
mudah apa ngga, kalo ngga mungkin bisa pake std adisi. Atau cari di jurnal gmn
prosedur analisisnya. Kalo dpt dari jurnal jangan lupa prosedur validasinya yah.

BAB III PENGEMBANGAN FORMULA


3.1. Contoh sediaan yang beredar di pasaran
Nama produk (merk)
No.registrasi
Kemasan
Pendaftar

Nama Produk
No. Registrasi
Kemasan
Pendaftar

: Jia Hor Lingzhi


: POM TI. 044 314 531
: Dus, Botol @ 66 kapsul
: PT. SHUANG HOR INDONESIA
Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta

3.2. Praformulasi dan alasan pemilihan eksipien


Pemerian singkat
Kelarutan
Penggunaan (beserta konsentrasinya)
Stabilitas
Contoh:

Praformulasi

Magnesium Stearat
Pemerian: Serbuk halus, putih, licin, dan mudah melekat pada kulit, bau lemah dan spesifik
Kelarutan: Praktis tidak larut dalam air, etanol (95%) P, dan dalam eter P
Penggunaan : Pelincir (lubrikan) pada sediaan tablet dan kapsul (konsentrasi 0,25-5%)

Stabilitas: Stabil dan disimpan di wadah kering


(Hope Edisi VI, 2009).

Laktosa Anhidrat
Pemerian: Serbuk kristalin, putih, tidak berbau, rasa agak manis
Kelarutan: Larut dalam air; Sukar larut dalam etanol (95%)P
Penggunaan: Pengisi tablet dan kapsul
Stabilitas: Pada kondisi lembab (RH>80%) dapat terjadi pertumbuhan kapang. Selama
disimpan, laktosa dapat berubah warna menjadi kecoklatan. Reaksi ini dipercepat oleh panas
dan kondisi lembab. Harus disimpan dalam wadah tertutup baik pada tempat sejuk dan
kering.
(Hope Edisi VI, 2009).

Alasan pemilihan eksipien yaitu:


1. Magnesium stearat: sebagai pelincir/lubrikan karena penggunaan pada konsentrasi kecil
(0,25-5%) dapat mengurangi masalah yang timbul pada saat pengisian massa kapsul ke
dalam cangkang kapsul yaitu dengan cara mengurangi gesekan antara serbuk sediaan
dengan mesin filling.
2. Laktosa: sebagai pengisi untuk massa kapsul.
3.3. Formulasi, metode dan alasan pemilihan bentuk sediaan
Dibuat sediaan apa, berapa banyak, dosis, perhitungan u/produksi dan
perhitungan dosis, Formula nya gimana, cara pembuatannya gimana (metode
dan prosedur), alasan kenapa pilih sediaan tersebut. Contoh:

A. Formulasi
Akan dibuat sediaan kapsul ekstrak jamur Lingzhi dengan kekuatan sediaan zat 600
mg ekstrak dengan bobot 650 mg / kapsul sejumlah 11.000 kapsul. Sediaan tersebut akan
dibuat berdasarkan formula sebagai berikut:
Tabel 3.1 Formula Sediaan Kapsul Ekstrak Jamur Lingzhi

No
Bahan Baku
1
Ekstrak Jamur Lingzhi
2
Laktosa
3
Magenesium Stearat (0,5%)
Total

1 Kapsul
600 mg
46,75 mg
3,25 mg
650 mg

11.000 Kapsul
6600 gr
514,25 gr
35,75 gr
7150 gr

Perhitungan Jumlah Simplisia dan Pelarut:


Berdasarkan penelitian dari Djide et al. pada tahun 2014, sebanyak 20 gr simplisia
jamur Lingzhi diekstraksi menggunakan 400 mL etanol 50%, dan diperoleh
rendemen sebesar 2,8% (ekstrak sebesar 560 mg).
Jumlah simplisia yang dibutuhkan
Rendemen (%) =

Berat Simplisia =
=

= 21428,6 mg = 21,43 gr (untuk 1 kapsul)


Berat simplisia untuk 11.000 kapsul = 21,43 gr X 11.000
= 235730 gr
= 235,73 Kg
Jumlah pelarut yang dibutuhkan (1 gr : 20 mL)
=
=

= 428,6 mL
Jumlah pelarut yang dibutuhkan untuk produksi 11.000 kapsul ekstrak jamur
Lingzhi yaitu: 428,6 mL X 11.000 = 4.714.600 mL
= 4714,6 L
Dosis:
Dosis Jamur Lingzhi: 2-6 gr
Dosis Ekstrak Jamur Lingzhi: 600-1800 mg
(Gao Y et al, 2002)
Perhitungan Mg Stearat 0,5 %:
Mg Stearat = 0,5 % X jumlah bobot kapsul 00
= 0,5 % X 650 mg = 3,25 mg (untuk 1 kapsul).
B. Metode
1. Pembuatan Ekstrak (Ekstraksi)
Tahapan Pengerjaan:

Timbang rajangan simplisia Jamur


Ditambah pelarut etanol 50% (1 : 20)
Lingzhi
Ekstraksi dalam maserator kinetik
selama 4 jam (rpm 200)
Pengujian karakteristik
Maserat jamur Lingzhi
Pengeringan maserat denganekstrak
alat Freeze
cair Dry
2. Pembuatan
sediaan
Ekstrak
Keringkapsul
Jamurekstrak
LingzhiJamur Lingzhi
Penimbangan bahan baku dan tambahan

Pencampuran bahan (laktosa dan ekstrak


kering Jamur Lingzhi) dalam mixer

Diaduk hingga homogen


Campurkan
Mg stearat
kedalam
campuran
Pengayakan
IPC:
pengujian
homogenitas dan kadar air
homogen (Diaduk hingga homogen)
Pengisian Massa Kapsul
IPC: (Filling
laju alir kapsul)
Polishing kapsul dari fine bahan yang
menempel
IPC: keseragaman bobot, disolusi dan

waktu hancur

Pengemasan Primer

Pengemasan Sekunder
Produk jadi
C. Alasan Pemilihan Bentuk Sediaan
Kapsul adalah bentuk sediaan obat yang terbungkus cangkang kapsul keras atau luna
(Farmakope Indonesia Edisi IV, 1995). Kapsul juga dapat didefinisikan sebagai bentuk
sediaan padat, dimana satu macam obat atau lebih dan atau bahan inert lainnya dimasukkan
ke dalam cangkang atau wadah kecil yang umumnya dibuat dari gelatin yang sesuai (Ansel,
1989).
Kapsul memiliki kelebihan, kelebihan seperti keindahan (estetika), kemudahan
pemakaian dan kemudahan dibawa. Kapsul telah menjadi bentuk halus, licin, mudah
ditelan, tidak memiliki rasa, terutama sangat menguntungkan untuk obat-obat yang
memiliki rasa dan bau tidak enak (Lachman et al., 1994).

Jamur Lingzhi sebagai antikanker akan dibuat sediaan dalam bentuk kapsul karena:
Bentuk sediaan kapsul dapat menutupi rasa dan bau yang kurang enak dari
serbuk ekstrak Jamur Lingzhi
Alasan estetika yaitu untuk menutupi warna serbuk ekstrak yang kurang
menarik
Bentuk kapsul lebih mudah dibawa dan cara pemakaian yang lebih praktis
Penyerapan bahan berkhasiat lebih cepat dibandingkan sediaan tablet dan pil
3.4. Pengujian stabilitas
Uraian singkat uji stabilitas. Uji stabilitas jenis apa yg harus digunakan,
prosedurnya gimana. Contoh:

Studi
rentan

stabilitas
terhadap

harus

mencakup

perubahan

pengujian
selama

parameter
penyimpanan

produk
dan

obat

yang

cenderung

mempengaruhi kualitas, keamanan, dan / atau khasiat produk obat (Asean


Guideline, 2013).
Sediaan kapsul gelatin keras dilakukan evaluasi untuk penampilan (termasuk
kerapuhan), warna, dan aroma, assay, produk degradasi, disolusi, kadar air, batas
mikroba (Asean Guideline, 2013).
Pengujian stabilitas produk obat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Pengujian jangka panjang
Kondisi: 30C 2C dan RH 75% 5%
Frekuensi pemeriksaan untuk uji yang dilakukan selama 1 tahun dibagi
dalam, yakni 0, 3, 6, dan 12 bulan dilanjutkan hingga masa edar yang
diharapkan.

Biasanya

dilakukan

uji

selama

tahun,

frekuensi

pemeriksaannya dibagi dalam 6 tahap, yaitu 0, 6, 12, 18, 24, dan 36


bulan.Jumlah

sampel

yang

diperiksa

adalah

sebanyak

batch

(Asean

Guideline, 2013).
2. Pengujian dipercepat
Kondisi : 40C 2C dan RH 75% 5%
Frekuensi

pemeriksaan

untuk

uji

yang

dipercepat

biasanya

selama

bulan, yaitu 0, 1, 2, 3, dan 6 bulan. Jumlah sampel yang diperiksa


adalah sebanyak 2 atau 3 batch (Asean Guideline, 2013).
3.5. up scaling
Uraian singkat Up scaling.
Perhitungan jumlah bahan di skala pilot (brp jumlah sediaaan yg harus dibikin di
skala pilot dan jadi brp penimbangannya).

No.
1
2
3
4
5

Tabel 3.2 Penimbangan Bahan pada Proses Up Scaling


Bahan
Skala Pilot (11.000
Skala Produksi (110.000
Kapsul)
Kapsul)
Simplisia Jamur Lingzhi
235,73 kg
2357,3 kg
Etanol 50%
4714,6 L
47146 L
Ekstrak Jamur Lingzhi
6,6 kg
66 kg
Laktosa
514,25 gram
5,1425 gram
Magnesium Stearat 0,5%
35,75 gram
357,5 gram
Perhitungan up scaling skala pilot ke skala produksi:
1. Simplisia Jamur Lingzhi
Skala produksi
= skala pilot x 10
= 235,73 kg x 10
= 2357,3 kg
2. Etanol 50%
Skala produksi
= skala pilot x 10
= 4714,6 L x 10
= 47146 L

3. Ekstrak Jamur Lingzhi


Skala produksi
= skala pilot x 10
= 6,6 kg x 10
= 66 kg
4. Laktosa
Skala produksi
= skala pilot x 10
= 514,25 gram x 10
= 5142,5 gram
5. Magnesium Stearat (0,5%)
Skala produksi
= skala pilot x 10
= 35,75 gram x 10
= 357,5 gram
Prosedur pembuatan sediaan di skala pilot (kalo skala pilot kan lebih gede dr
skala Lab. Tuh nah pasti ada sedikitnya alat2 yang beda yang digunain.
BAB IV MANUFAKTUR DAN QC
4.1. Aspek-aspek CPOB yang terkait proses produksi

A.
B.
C.
D.

Manajemen Mutu
Personalia
Bangunan, Fasilitas, dan Peralatan
Sanitasi dan Higiene

Aspek-aspek yang diperhatikan yaitu


E. Dokumentasi
Penjelasan dokumen yang diperlukan dalam proses produksi yaitu...
F. Produksi
Bahan awal dan Bahan Pengemas, Pencampuran, Pengisian Kapsul, Penandaan Kapsul,
Bahan Pengemas, Proses Pengemasan, IPC, Pelulusan Akhir.
G. Pengawasan Mutu
Pengambilan Sampel, Spesifikasi dan Pengujian, Dokumentasi
4.2. Desain IPC
Pengujian mutu yang perlu dilakukan apa aja, prosedurnya gimana (Pengujian
mutu produk antara dan Produk Ruahan). Contoh:

Tablet
Pengujian mutu produk antara: Kompresibilitas, sifat alir, LOD (dijabarin prosedurnya
gimana dan persyaratan penerimaannya gimana misal LOD < 2%).
Pengujian mutu produk ruahan: keseragaman bobot, kekerasan tablet, uji waktu hancur, dll.
4.3. Pemilihan mesin produksi

Daftar mesin yang dipilih untuk proses produksi (merk, spesifikasi, fungsi, prinsip kerja,
kelebihan). Contoh:
1
MASERATOR KINETIK [Type MMP-150MXPmodif]

Spesifikasi:
- Kapasitas volume tabung :
140 L
- Penggerak : Dinamo 3 HP
3 phase
- Daya : 2500 watt, (380V)
- Pengatur suhu :
Thermocontrol
- Bahan tabung penampung :
Stain Less Steel 304 (food
grade) (beban isi 50kg
bahan bubuk plus cairan
120 L).
- Transmisi : Pulley-Gear
Box
- Sistem : Double Jacket
Fungsi : Mesin ini digunakan untuk proses maserasi secara kinetik
(merendam dan mengaduk) simplisia jamur lingzhi
Prinsip kerja :
Maserasi merupakan proses ekstraksi simplisia menggunakan pelarut yang
cocok dengan beberapa kali pengadukkan pada temperature ruangan (suhu
kamar). Dalam proses ini, serbuk kasar simplisia ditempatkan dalam wadah,
ditambahkan pelarut, diletakkan pada temperature kamar selama periode
tertentu dengan pengocokan berulang kali. Selanjutnya campuran simplisia
dan pelarut difiltrasi atau didekantasi (Departemen Kesehatan RI, 2000).
Kelebihan :
Alat maserator dilengkapi dengan pengaduk konstan, supaya proses ekstrasi
dilakuakan secara maksimal

4.4. Validasi proses produksi


Uraian singkat pentingnya validasi proses produksi. Validasinya validasi apa
(prospektif, konkuren, retrospektif), jelaskan. Buat protokol validasi proses.
4.5. Pengemasan
Kemasannya mau berbahan dasar apa? Gelas, plastik atau apa? Alasan pemilihan
bahan kemas. Satu kemasan berisi berapa banyak sediaan. Buat contoh gambar
kemasan beserta Label kemasannya. Contoh:

Gambar 4.1 Kemasan Primer Sediaan Farmasi Jamur Lingzhi (Antikanker)

Gambar 4.2 Label pada Kemasan Primer

Gambar 4.3 Kemasan Sekunder Sediaan Farmasi Jamur Lingzhi (Antikanker)


4-6. Penyimpanan
Penyimpanan obat/sediaan yang dibuta harus dalam kondisi dan ruangan seperti
apa.
BAB V REGULASI DAN PERUNDANGAN
5.1. Registrasi
Peraturan perundang-undangan terkait registrasi diuraikan singkat.

Alur registrasi obat, berkas pendaftaran yang harus dilengkapi, persyaratan


teknis pendaftaran obat, dll liat aja di turunan!!! Nomor registrasi.
5.2. Penandaan sesuai undang-undang
Liat di turunan aja..
BAB VI INFORMASI OBAT
6 1. Pelayanan informasi obat
Informasi yang perlu disampaikan.

a. Informasi komposisi sediaan : setiap kapsul sediaan mengandung 600 mg ekstrak


Ganoderma lucidum.
b. Informasi bentuk sediaan : sediaan yang diterima yaitu kapsul jamur Ling Tszi
(Ganoderma lucidum).
c. Informasi jumlah sediaan : sediaan yang diterima sebanyak satu botol yang berisi 50
kapsul.
d. Indikasi : digunakan sebagai obat antikanker. Indikasi lain yaitu untuk mengobati
asma, aterosklerosis, alergi, anoreksia, antibakteri, antinflamasi, kemoterapi, kejang,
batuk, dispepsia, wasir, hepatosis, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi,
hiperglikemia, penekanan kekebalan, peradangan, insomnia, tekanan darah rendah,
vertigo, antivirus.
e. Aturan pakai : obat diminum tiga kali sehari satu kapsul dengan bantuan air putih.
Obat diminum setelah makan.
f. Kontra indikasi : pasien transplantasi dan penderita autoimun, penderita yang memiliki
sensitivitas jamur.
g. Efek samping : jarang terjadi; gangguan pencernaan ringan dan kemerahan di kulit
memicu terjadinya penyakit kardiovaskular.
h. Penyimpanan : setelah penggunaan wadah ditutup rapat dan disimpan di tempat sejuk
dan kering, jauh dari jangkauan anak-anak.
(Badan POM, 2010; Badan POM, 2012).
6.2. Brosur obat

Gambar 6.1 Brosup produk Lingzhi-Canc


DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN LAPORAN AKHIR


BA
B
I
II
III
IV
V
Vi.
VII

PEMBAHASAN
TINJAUAN FARMAKOLOGI
ASPEK KIMIA DAN PREFORMULASI
PENGEMBANGAN FORMULA
MANUFAKTUR DAN QC
REGULASI DAN PERUNDANGAN
INFORMASI OBAT
Daftar pustaka

PEMERIKSA (BIDANG)
Farmakologi
Farmakokimia
Farmasetika
Farmasetika
Farmasetika
Farmakologi