Anda di halaman 1dari 10

K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)

DI TAMBANG EMAS NEWMONT NUSA TENGGARA

TUGAS KEBIJAKAN TAMBANG


Dibuat sebagai Syarat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kebijakan Tambang
Pada Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya

Oleh
Rand Sausan Muthia Sari
Wiranto Prabandanu

(03021181320023)
(03021181320025)

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
2015

ASPEK K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)


DI TAMBANG EMAS NEWMONT NUSA TENGGARA
Program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dijalankan suatu perusahaan
haruslah seimbang.Terkadang tanpa disadari tenaga kerja sendiri, paparan dengan zat-zat
kimia dalam jangka lama dapat memengaruhi kesehatan mereka kedepannya. Untuk
meminimalisir risiko yang cukup tinggi maka terbitlah Keputusan Menteri (Kepmen)
Pertambangan dan Energi Nomor 555.K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Pertambangan Umum. Hal ini bukti bahwa pemerintah benar-benar memerhatikan
risiko dari pekerja tambang. Pihak perusahaan, rata-rata juga telah memiliki standar K3.
Namun ketika akhirnya kecelakaan terjadi juga, perusahaan diharapkan tidak hanya
menyalahkan faktor human error namun lebih kepada meninjau lagi standar K3 yang mereka
terapkan. Guna menghindari atau meminimalisir risiko kecelakaan kerja, beberapa
perusahaan multinasional di Indonesia bahkan menerapkan standar K3 berkelas internasional.
Satu di antara perusahaan tersebut adalah PT NNT (Newmont Nusa Tenggara). Sejak turun
dari pelabuhan saja sudah adanya pemeriksaan id card yang telah menggunakan sistem
komputerisasi. Setelah itu pengunjung akan ditraining dan digambarkan mengenai
keselamatan dan keamanan di areal pertambangan bahkan sanksi ketika melanggar peraturan
pun disebutkan. Ketika memasuki lebih dalam ke areal pertambangan, kita akan semakin tahu
tentang peraturan keselamatan kerja yang begitu ketat. Dalam areal produksi begitu juga
halnya, terdapat berbagai macam plang dan tulisan yang selalu mengingatkan pekerja untuk
memakai perlengkapan keamanan. Newmont berkeyakinan bahwa manajemen kesehatan dan
keselamatan kerja yang bertanggung jawab dan kinerja kesehatan dan keselamatan kerja
terdepan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu perusahaan yang efisien dan
sukses. Faktor keselamatan kerja sangat penting karena sangat terkait dengan kinerja
karyawan dan mempengaruhi kinerja perusahaan nantinya. Keselamatan dan kesehatan kerja
masuk kedalam nilai-nilai perusahaan yakni mewujudkan kepemimpinan di bidang
keselamatan kerja, perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Sehingga dari nilai
ini PT Newmont telah menyusun berbagai komitmen dan program K3. Ada 13 butir
komitmen yang diterapkan Newmont Asia Pasific (APAC) dan 8 program K3. Satu di antara
delapan program tersebut adalah kesehatan kerja dan higine (Occupational Health and
Hygiene). Dari kesungguhan penerapan K3 ini PT Newmont pada tahun 2009 menerima

penghargaan ISO14001 & OHSAS18001, penghargaan utama di bidang Pengelolaan


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
Keamanan bagi pekerja tambang sangat penting artinya. Sebab dengan penerapan yang sesuai
standar operasional, keselamatan pekerja jadi lebih terjamin. Hal ini juga akan berpengaruh
pada kelangsungan operasi pertambangan itu sendiri.
Sesuai dengan visi korporasi PT. Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT), maka untuk
mencapai visi tersebut salah satu nilai utama dari PT. NNT adalah mewujudkan
kepemimpinan di bidang kesehatan dan keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta
tanggung jawab sosial. Kebijakan regional tersebut telah diselaraskan dengan kebijakan
kesehatan, keselamatan, dan kendali rugi korporasi PT. NNT. PT NNT berkeyakinan bahwa
manajemen kesehatan dan keselamatan kerja terddepan merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari suatu perusahaan yang efisien dan sukses. Selain itu peraturan yang
dikeluarkan pemerintah mengenai kesehatan dan keselamatan kerja untuk industri tambang
juga telah diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 555.K/26/M.PE/1995 mengenai
Garis Besar Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penambangan Umum. Oleh karena itu,
sebagai suatu perusahaan tambang maka PT. NNT berkewajiban untuk mematuhi peraturan
yang telah dikeluarkan tersebut. Guna mencapai tujuan kesehatan dan keselamatan kerja
maka PT. NNT berkomitmen untuk :
1. Mematuhi semua ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku yang menjadi
kewajiban kita sebagai standar minimum.
2. Menerapkan dan menjalankan Sistem Manajemen Terpadu (IMS) APAC dan Standar
Teknis untuk mengurangi resiko bahaya terhadap personal atau kerusakan property.
3. Mengidentifikasi bahaya terhadap kesehatan dna keselamatan kerja, resiko serta
peluang untuk peningkatan guna menetapkan standar yang dapat dicapai sesuai
dengan nilai dan harapan karyawan serta masyarakat luas.
4. Mematuhi prinsip keselamatan kerja Newmont yang mencakup kepemimpinan di
bidang kesehatan dan keselamatan kerja bagi seluruh karyawan.
5. Memadukan keselamatan kerja ke dalam semua aspek kegiatan perusahaan termasuk
eksplorasi, pengembangan proyek, operasi tambang, perluasan tambang, akuisisi,
divestasi, dan penutupan.
6. Menyampaikan tujuan dan sasaran yang dapat diukur yang akan mendorong
peningkatan berkelanjutan guna menciptakan tempat kerja yang bebas penyakit dan
cedera.
7. Mendorong perilaku yang aman dan menekankan tanggung jawab karyawan terhadap
perilaku yang beresiko.

8. Melakukan inspeksi berkala, program audit penilaian dan menindaklanjuti


rekomendasi untuk peningkatan dengan segera mengambil keputusan dan langkah
tindak lanjut.
9. Menunjukkan komitmen terhadap perilaku positif guna mencapai kinerja K3 yang
terbaik.
Sebagai perusahaan Indonesia yang merupakan afilasi dari Newmont Mining
Corporation, PT. Newmont Nusa Tenggara berpegang pada seluruh peraturan dan perundangundangan Negara Republik Indonesia yang berlaku, serta semua korporasi PT. Newmont
Nusa Tenggara mengenai lingkungan. Salah satu kutipan kebijakan korporasi tersebut adalah:
PT. Newmont Nusa Tenggara akan menerapkan standar terbaik di segala bidang
lingkungan.
Kebijakan berikut menunjang pernyataan tugas tersebut sepenuhnya :
1. PT. Newmont Nusa Tenggara menyadari bahwa manajemen dan prosedur lingkungan
yang terbaik adalah esensial bagi keberadaan usahanya.
2. Setiap karyawan bertanggung jawab untuk mematuhi peraturan lingkungan, sesuai
lingkup kerjanya.
3. Setiap supervisor bertanggung jawab untuk memastikan karyawan, peralatan, fasilitas,
dan property di dalam wilayah tanggung jawabnya, dikelola dengan baik
meminimalkan resiko lingkungan.
4. Semua peraturan dan perundang-undangan tentan lingkungan harus dipatuhi.
5. Setiap karyawan akan menerima pelatihan agar dapat melaksanakan pekerjaannya
dengan baik sesuai dengan dan praktek lingkungan.
6. Perusahaan akan memastikan agar factor dan fitur lingkungan dimasukkan ke dalam
semua fasilitas baru dan yang baru dimodifikasikan, serta ke dalam pembelian
fasilitas dan material.
PT. Newmont Nusa Tenggara bertekad untuk tidak hanya mematuhi standar minimum
lingkungan, namun juga mencari jalan untuk meningkatkan kinerja lingkungan.

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA KARYAWAN


Dalam usaha menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, perusahaan dalam hal ini, PT.
Newmont Nusa Tenggara memiliki beberapa kewajiban terhadap karyawannya dengan
melaksanakan pembinaan, pelatihan atau pendidikan dan melaukan control terhadap

pelaksanaan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.
Hal yang dilakukan adalah dengan membuat aturan-aturan dan penggunaan alat-alat
perlindungan diri (APD), agar terhindar dari kecelakaan yang sering terjadi pada saat kerja.
1. Menyediakan pelatihan para pekerja tambang.
2. Pelatihan harus mencakup sejumlah topik yang dibutuhkan
3. PT. Newmont Nusa Tenggara harus menyediakan klinik perawatan kesehatan dan
P3K yang lengkap di dekat kantor tambang
4. PT. Newmont Nusa Tenggara harus menyediakan kendaraan khusus atau ambulans
untuk keadaan darurat
5. Petugas P3K harus selalu siap setiap saat. Petugas pengganti yang sama
kemampuannya harus siap bertugas bila diperlukan
6. Stasiun P3K harus dipimpin oleh seorang perawat, ahli kesehatan, atau sekurangkurangnya memiliki sertifikasi P3K
7. Untuk pekerjaan khusus, atas dasar pertimbangan kesehatan, karyawan untuk
mengganti pakaian dan membersihkan tubuhnya sebelum meninggalkan tempat kerja.
Fasilitas disini harus memiliki ruang ganti dan ruang mandi serta selalu dijaga
kebersihannya
8. PT. Newmont Nusa Tenggara harus menjamin agar tersedia suplai air bersih untuk
minum dan mencuci, dan air limbah dibuang dengan benar sesuai peraturan
9. Toilet yang sesuai dengan ketentuan kesehatan tersedia di lokasi tambang.
Untuk mencegah timbulnya bahaya terhadap manusia, property, proses kerja, dan
lingkungan, sebagai akibat dari sutau kecelakaan. Setiap karyawan harus bertanggung jawab
atas keselamatnnya sendiri dan mampu mengenali potensi bahaya, serta tidak bekerja di
tempat yang kondisinya tidak aman (substandard) atau di daerah yang menurut peraturan
termasuk daerah dengan kondisi tidak aman.
Tindakan dan kondisi substandard pada umumnya, penyebab dasar timbulnya
kecelakaan, sering teridentifikasi pada beberapa hal tersebut :

TINDAKAN
Mengoperasikan peralatan
Peralatan yang tidak diamankan
Mengemudi dengan kecepatan tinggi
Pemindahan alat keselamatan kerja /
lingkungan
Loading (pemuatan)
Penempatan
Posisi untuk tugas
Pemakaian APD
Tidak mengikuti prosedur dengan benar
Alat yang diservis masih dioperasikan

KONDISI
Pengaman / pagar tidak memadai
APD tidak memadai
Perkakas, peralatan, material rusak
Area yang padat / terbatas
Sistem alarm peringatan / pemonitoran
Sistem pemadaman api dan ledakan
Kebersihan dan kerapihan tempat kerja
Kondisi lingkungan seperti debu, asap, gas,

uap, dll
Bunyi bising

Senda

gurau

yang

berlebihan

membahayakan
Di bawah pengaruh obat terlarang

dan

Radiasi
Temperatur tinggi / wilayah
Ventilasi
Operasi bersamaan waktunya
Bahan kimia yang tidak kompatibel

Tabel 1 Tindakan dan Kondisi di lapangan


Adapun peralatan yang merupakan perlindungan diri (APD) itu antara lain :
a) Kepala dan wajah
Karyawan diwajibkan mengenakan helm pengamaan di seluruh area kecuali tempattempat yang ditentukan oleh Departemen Safety dan pencegahan kerugian. Pelindung
wajah dikenakan di tempat yang berpotensi mencederai wajah, seperti kegiatan kerja
dengan menggunakan grinder.
b) Pelindung mata
Kaca mata pengaman atau google harus dikenakan di seluruh area kecuali tempattempat yang ditentukan oleh Departement Safety dan pencegah kerugian. Pada setiap
lokasi yang memiliki potensi yang dapat mengakibatkan cedera pada mata seperti pada
saat pengelasan pipa, pekerjaan dengan bahaya debu, dan kegiatan yang
memungkinkan terjadinya serpihan atau hamburan partikel biasanya merupakan
daerah yang memiliki tekanan yang tinggi, alat pelindung mata harus selalu digunakan.
c) Pelindung pendengaran
Pada suatu daerah yang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi contohnya seperti
pada genset, diperlukan suatu alat untuk melindungi pendengaran (earplugs/earmuff).
Pelindung pendengaran harus dikenakn di tempat yang ditunjuk.
d) Pelindung kaki
Menggunakan sepatu berpengaman baja di bagian jari kaki wajib dikenakan di seluruh
area kecuali tempat-tempat yang ditentukan oleh Departement Safety dan pencegahan
kerugian. Alasnya terbuat dari karet, untuk menghindari terjadinya bahaya teraliri
listrik dan untuk meredam rambatan getaran yang berasal dari lantai di sekitar mesin
dengan getaran yang besar
e) Pernafasan
Jika karyawan bekerja pada suatu daerah yang memiliki udara tercemar oleh debu
yang mudah terhirup ke paru-paru ketika bernafas maupun di tempat-tempat yang
udaranya mengandung bahan yang berbahaya maka bagi mereka diwajibkan untuk
memakai alat pelindung pernafasan berupa resfirator atau dustmask
f) Tangan

Sarung tangan harus dikenakan di tempat kerja yang berpotensi mencederai tangan
apabila tanpa sarung tangan. Setiap departemen, bersama dengan departemen Safety
dan pencegahan kerugian akan menetapkan persyaratan khusus
g) Sabuk pengaman
Seorang karyawan yang ingin bekerja di tempat yang tinggi, maka mereka diwajibkan
mengenakan sabuk pengaman. Salah satu syarat memakai sabuk pengaman adalah
harus pas dan nyaman, tanpa ada tali yang kendur. Mereka juga diwajibkan untuk
memeriksa pengaman tersebut secara berkala
h) Pelindung tubuh
Pakaian khusus pelindung pribadi harus dikenakan di tempat yang berpotensi
menimbulkan bahaya yang mencederai tubuh, namun tidak terbatas pada bahan kimia,
cairan logam pada pengelasan, bahan korosif dan panas tinggi. Departemen K3 dan
pencegahan kerugian akan menetapkan persyaratan pakaian pelindung khusus
i) Pelampung
Alat pelampung pribadi yang diizinkan harus dikenakan bila bekerja di perairan yang
berpotensi menimbulkan kecelakaan tenggelam
j) Tempat sampah
Tempat sampahnya dibedakan sesuai jenisnya, berwarna biru untuk sampah anorganik
(kering), kuning untuk sampah organic (basah) dan merah untuk sampah B3.
Sedangkan untuk punting rokok juga tersedia tempat khusus untuk membuangnya
guna menghindari terjadinya kebakaran
k) Rambu-rambu jalan
Pada tiap-tiap persimpangan jalan dan belokan dipasang rambu-rambu, sehingga
mengurangi resiko kecelakaan
KESEJAHTERAAN KARYAWAN
Pihak perusahaan harus memperhatikan kesejahteraan karyawan dan dibutuhkan rasa
saling pengertian antara pengusaha dan karyawan. Sehingga diharapkan karyawan bias
bekerja dengan tenang dan mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan dna
mempunyai kemauan untuk terus maju. Beberapa hal yang telah dilakukan oleh perusahaan
untuk mensejahterakan karyawan adalah sebagai berikut :
a. Adanya jaminan kecelakaan kerja
Perusahaan mempertanggungjawabkan pekerja kepada PT. Jamsostek dengan
mengikuti program jaminan kecelakaan kerja. Iuran pembayarannya ditanggung
sepenuhnya oleh perusahaan. Di dalamnya meliputi jaminan kecelakaan kerja,

jaminan kematian, biaya pengobatan, bantuan biaya pemakaman, dan jaminan hari
tua.
b. Rekreasi dan ramah tamah
Setiap tahun diadakan rekreasi bersama ke tempat wisata. Pelaksanaannya bergiliran
dan telah diatur. Dengan menggunakan bus yang telah disediakan oleh perusahan.
c. Transportasi
Bagi karyawan telah disediakan bus antar jemput. Hal ini tentu dangat meringankan
beban bagi karyawan
d. Ruang makan
Makan-makan di kantin, menunya bervariasi dan cukup gizi. Hal ini sangat
meringankan beban bagi karyawan, khususnya yang tinggal di Townsite.

CONTOH KASUS DI LAPANGAN


Pada tahun 1996, PT. Newmont Minahasa Raya mulai beroperasi dan membuang
limbah tailingnya ke laut. Operasi tambang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2004, dengan
meninggalkan limbah tailing 4 juta ton lebih di dasar Teluk Buyat, dengan sekitar 70 KK
nelayan kehilangan mata pencaharian, 80% lebih warga mengalami gangguan kesehatan
serius, anak putus sekolah serta konflik horizontal yang berkepanjangan.
Setelah adanya kasus ini, pemerintah akhirnya turun tangan. Pada bulan Juni 2004,
dari hasil rapat kerja cabinet bidang kesejahteraan rakyat, pemerintah memutuskan
pembentukan Tim Terpadu yang terdiri dari berbagai instansi pemerintah, akademisi, PT
Newmont Nusa Tenggara, organisasi profesi, dan Ornop yang ditugaskan mengetahui :
1. Kebenaran dugaan pencemaran di Teluk Buyat?
2. Identifikasi pihak-pihak yang diduga kuat melakukan pencemaran?
3. Mengapa warga menderita sakit?
Akhirnya pada tanggal 15 November 2004, pemeerintah secara resmi mengumumkan
Teluk Buyat tercemar oleh tailing PT. Newmont Minahasa Raya yang dibuang ke dasar Teluk
Buyat.
Fakta yang diperoleh dari penelitian tim di lapangan sangat mengejutkan. Disebutkan
bahwa :
1. Pada tahun 1996, PT. NNT melakukan perbuatan illegal dalam melakukan kegiatan
pengolahan dan pembuangan limbah B3 di Teluk Buyat, dikarenakan belum
mengantongi izin pengoperasian alat pengolahan dan penyimpanan limbah B3
2. Tidak ditemukan lapisan thermoklin di kedalaman kurang dari 82 meter (lokasi pipa
tailing) sebagaimana diklaim oleh PT Newmont Nusa Tenggara dalam AMDAL

(1994). Lapisan ini diasumsikan oleh PT NMR akan berfungsi sebagai pelindung
tailing agar tidak menyebar ke permukaan.
3. Pengambilan sampel berupa sedimen di lokasi mulut pipa tailing Teluk Buyat
menyimpulkan bahwa konsentrasi Arsen dan Merkuri pada total sedimen laut sekitar
lokasi pipa pembuangan tailing pada kisaran 2,3-666 ppm, lebih tinggi dengan hasil
analisis kondisi awal (AMDAL, November 1993). Hal ini juga didukung oleh Asean
Marine Water Quality Criteria (2004), yang menyatakan bahwa sedimen tercemar itu
pada kisaran antara 50-300 ppm.
4. Indeks menunjukkan dampak kontaminasi logam berat secara terus-menerus yang
dialami orgasme laut. Dari indeks diversitas untuk plankton (indeks Simpson) di
Teluk Buyat yang rendah diketahui terdapat gangguan (perturbasi). Indeks diversitas
pada benthos (hewan dasar laut di antaranya jenis kepiting dan udang) di Teluk Buyat
sangat rendah dan dikategorikan mengalami pencemarn berat menurut indeks.
5. Hasil analisis air sumur dusun Buyat menunjukkan tingginya kadar Arsen dengan
kisaran 0,0263 mg/L baku mutu 0,01 mg/L, 2,1267 mg/L, dua puluh kali lebih tinggi
dari baku mutu 0,1 mg/L. Sedangkan berdasarkan data AMDAL November, 1993
(sebagai Rona Awal Lingkungan) menunjukkan sumur-sumur penduduk di desa
Buyat tidak ditemukan adanya Arsen (tidak terdeteksi).
6. Air pasokan di Dusun Buyat Pante sejak Januari 2004 dinyatakan mengandung
Mangan melampaui baku mutu PERMENKES.
7. Organisasi kesehatan MER-C didampingi yayasan Suara Nurani dan kelompok
kesehatan masyarakat, pada bulan Februari 2005 melakukan pemeriksaan kesehatan
warga dusun Buyat dan menemukan berbagai jenis penyakit, diantaranya : tumor (58
kasus), kelainan kulit (72 kasus), kelainan neurologi (96 kasus), infeksi saluran
pernafasan (44 kasus), pencernaan (13 kasus), infeksi saluran kencing (8 kasus),
pendarahan (4 kasus). Total pasen 139 orang dengan jumlah total kasus 295 kasus,
dimana setiap pasien, bias memiliki lebih dari satu kasus, misalkan tumor dan
masalah pencernaan dan pendarahan secara bersamaan. Ini bertambah kali lipat
jumlah pasien dan kasus pada bulan Juli 2005, dimana penyakit yang tertinggi adalah
kelainan neurologi (135 kasus) dan kelainan kulit (115 kasus).
Selain masalah kesehatan yang terjadi, masalah ekosistem yang berada di Teluk Buyat
juga jelas-jelas mengalami gangguan mulai beroperasinya penambangan emas PT. NMR. Ini
dibuktikan dengan matinya puluhan sampai ratusan ekor ikan berbagai jenis sepanjang tahun
1996-1997 terjadi 13 kasus, diantaranya (4 kasus besar) :

1. 29 Juli 1996, puluhan ekor jenis ikan ; kerapu, tato, kuli paser dan nener mati
2. 16 Agustus 1996, puluhan ekor jenis burung ; kakatua dan kuli paser mati
3. 3 Juli 1997, jutaan ekor hewan laut dengan jenis berbeda ; uhi, bobara, wora,
talahuro, tikus-tikus, bte, bekokong.
4. 9 Agustus 1997, tercium bau yang menusuk hidung dari laut. Jenis ikan mati : uhi,
bobara, wora, talahuro, tikus-tikus, bte, bekokong dan nener.