Anda di halaman 1dari 4

Dinamika Taman Rekreasi Selecta di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Tahun 1930-2012

Oleh: Rosa Novia Reviadillah

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang berdirinya
Taman Rekreasi Selecta Batu, (2) Mengetahui dinamika Taman Rekreasi
Selecta di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu tahun 1930-2012.
Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang mencakup pemilihan
topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Berdasarkan metode yang ditempuh, diperoleh beberapa hasil yaitu: Latar
belakang berdirinya Taman Rekreasi Selecta tahun 1930 didasari keinginan
warga Belanda De Ruyter de Wildt untuk mencari tempat rekreasi yang
kondisinya mirip dengan hawa Eropa. Dinamika Taman Rekreasi Selecta
tahun 1930 sampai 2014 dapat terlihat dari yang awalnya didirikan untuk
memenuhi wisata warga Belanda saja berkembang menjadi perusahaan
umum dan bermanfaat dalam segi ekonomi.
Kata kunci: dinamika, Taman Rekreasi Selecta, Desa Tulungrejo

Pariwisata merupakan salah satu industri di Indonesia yang prospeknya cerah dan
mempunyai potensi serta peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Peluang tersebut
didukung oleh kondisi-kondisi alamiah seperti: letak dan keadaan geografis (lautan dan
daratan sekitar khatulistiwa), lapisan tanah yang subur dan panorama (akibat ekologi
geologis), serta berbagai flora dan fauna yang memperkaya isi daratan dan lautannya.
Institute Of Tourism In Britain (sekarang Tourism Society in Britain) (1976 ) dalam Pendit
(1999:34) merumuskan: Pariwisata adalah kepergian orang-orang sementara dalam jangka
waktu pendek ke tempat-tempat tujuan di luar tempat tinggal dan bekerja sehari harinya serta
kegiatan-kegiatan mereka selama berada di tempat-tempat tujuan tersebut; ini mencakup
kepergian untuk berbagai maksud, termasuk kunjungan seharian atau darmawisata/ ekskursi.
Sejak abad ke-19 Batu dan sekitarnya mempunyai daya tarik yang sangat diminati oleh
orang-orang Belanda, sehingga orang-orang Belanda membangun tempat-tempat
peristirahatan (villa) bahkan bermukim di Batu. Situs dan bangunan-bangunan peninggalan
Belanda atau semasa Pemerintahan Hindia Belanda itu masih berbekas bahkan menjadi aset
wisata Kota Batu hingga saat ini. Begitu kagumnya bangsa Belanda atas keindahan dan
keelokan Batu, sehingga bangsa Belanda menyejajarkan wilayah Batu dengan sebuah negara
di Eropa yaitu Switzerland dan memberikan predikat sebagai De Klein Switzerland atau
Swiss kecil di Pulau Jawa (Ananda,1954:7). Warga Belanda juga mendirikan tempat wisata
yang nantinya menjadi cikal bakal wisata di Kota Batu, tempat wisata itu adalah Selecta.
Penelitian ini mencoba mencari tahu dinamika taman rekreasi Selecta. Pengertian dinamika
sosial menurut Selo Soemardjan (1974) dalam Soekanto (1982:307) adalah segala perubahan

pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, termasuk di dalamnya nilai-nilai,


sikap-sikap, dan pola-pola perikelakuan di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Dinamika pariwisata merupakan perubahan perubahan yang terjadi mulai dari tumbuh,
berkembang dalam dunia pariwisata.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode
penelitian sejarah. Penelitian sejarah pada umumnya dapat dibagi menjadi lima tahap, seperti
apa yang diungkapkan oleh Kuntowijoyo (2001:91), yaitu: pemilihan topik, pengumpulan
sumber (heuristik), verifikasi (kritik sejarah/keabsahan sumber), interpretasi (analisis dan
sintesis), dan historiografi (penulisan). Topik sebaiknya dipilih berdasarkan kedekatan
emosional dan kedekatan intelektual karena dua syarat itu (subjektif dan objektif) akan
menyebabkan sejarawan dapat bekerja dengan baik. Dalam pengumpulan sumber, dapat
dibedakan menjadi 2 yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Adapun yang tergolong
dalam sumber primer dalam penelitian ini adalah informasi yang diberikan oleh pegawai
Taman Rekreasi Selecta yang hidup antara tahun 1930-2012 dan masyarakat sekitar yang
berada di Desa Tulungrejo. Sementara itu sumber sekunder yang digunakan adalah buku hasil
penelitian Cahyono (2011) berjudul Sejarah Daerah Batu, Rekonstruksi Sosial Budaya
Lintas Masa. Sementara itu kritik ekstern maupun intern dilihat dari zahir dan substansi
sebuah sumber kemudian di kritik berdasarkan kaidah yang berlaku. Setelah itu proses
analisa atau interpretasi yang akan menghubungkan data yang telah didapat sehingga menjadi
suatu kesatuan yang kronologis. Tahap terakhir adalah penulisan atau historiografi. Penulisan
disesuaikan dengan dengan kaida penulisan yang berlaku.
Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah, sejak abad ke-19, Batu dan sekitarnya
mempunyai daya tarik yang sangat diminati oleh orang-orang Belanda, sehingga orang-orang
Belanda membangun tempat-tempat peristirahatan (villa) bahkan bermukim di Batu. Warga
Belanda juga mendirikan tempat wisata yang nantinya menjadi cikal bakal wisata di Kota
Batu, tempat wisata itu adalah Taman Rekreasi Selecta. Dalam penulisan skripsi Dinamika
Taman Rekreasi Selecta di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu tahun 1930-2012
dapat disimpulkan bahwa Latar belakang berdirinya Taman Rekreasi Selecta tahun 1930
didasari keinginan warga Belanda De Ruyter de Wildt untuk mencari tempat rekreasi yang
kondisinya mirip dengan hawa Eropa. Hal ini didukung oleh faktor geografis Kota Batu yang
merupakan kota strategis terletak di wilayah pegunungan, serta panorama dan hawa Desa
Tulungrejo yang mirip dengan kondisi di Eropa. Selain faktor geografis, faktor ekonomi juga
turut dalam latar belakang berdirinya Taman Rekreasi Selecta yaitu tumbuhnya perkebunan di
Malang dan Surabaya sehingga menjadikan Taman Rekreasi Selecta sebagai tempat
peristirahatan favorit bagi warga Belanda yang bekerja di perkebunan. Selain faktor geografis
dan faktor ekonomi ada faktor hiburan yang mempengaruhi latar belakang berdirinya Taman
Rekreasi Selecta sebagai sarana rekreasi warga Belanda.
Taman Rekreasi Selecta didirikan pada tahun 1930 dan pada masa itu, Taman Rekreasi
Selecta belum memiliki kaitan dengan masyarakat sekitar dalam hal ekonomi. Selain karena
lokasinya yang cukup jauh dari perkampungan penduduk, Belanda sangat tegas memisahkan
antara aktifitas perusahaan dengan aktifitas penduduk. Pada tahun 1936-1942 Taman
Rekreasi Selecta mengalami masa Keemasan. Sebagian besar warga Belanda yang berada di
pulau Jawa selalu berkunjung dan menginap di Taman Rekreasi Selecta yang kala itu
bernama Bath Hotel Selecta. Bahkan banyak pula wisatawan dari luar pulau Jawa.Bersamaan
dengan masuknya Jepang ke Indonesia antara tahun 1942-1945 saat pecahnya Perang Dunia

II, pemilik Taman Rekreasi Selecta dan manajemennya diusir dan Taman Rekreasi Selecta
dikelola oleh Jenderal Hashiguchi. Pada masa ini untuk pertama kalinya penduduk pribumi
masuk dan bekerja di Taman Rekreasi Selecta. Pada awal kemerdekaan Negara Indonesia
yaitu pada tahun 1945-1947 pengelolaan Taman Rekreasi Selecta diserahkan oleh penduduk
pribumi yang bernama Bapak Supadri yang merupakan warga Desa Tulungrejo. Pada masa
Agresi Militer Kedua tepatnya akhir tahun 1949, Taman Rekreasi Selecta dibumihanguskan
oleh pejuang republik karena merupakan simbol kolonial dan semua aset Belanda dijarah atau
dibakar.
Pada tahun 1950-1954 Taman Rekreasi Selecta dibangun kembali oleh masyarakat
Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pembangunan Taman Rekreasi Selecta
dipelopori oleh Ketua Panitia Pembangunan Kecamatan Batu yaitu Bapak Min Suwarso yang
mengumpulkan penduduk Desa Tulungrejo. Sebagian dari penduduk merupakan bekas
karyawan Taman Rekreasi Selecta pada masa pendudukan Jepang. Pada tanggal 18 Januari
1950 diadakan rapat untuk membangun kembali Taman Rekreasi Selecta. Setelah adanya
rapat tersebut baru pada tanggal 3 April 1951 terbentuklah Akte Pendirian oleh Notaris
Hendrik Ribbers di Malang dengan nama N.V Pemandian dan Hotel Selecta Disingkat
N.V. Selecta dengan usaha pemandian, hotel, dan perkebunan. Taman Rekreasi Selecta
dibangun kembali oleh 47 orang warga dan pemuka desa. Sambil membangun secara fisik,
dibuatlah Akte pendirian di hadapan Notaris Hendrik Ribbers di Malang pada tanggal 10
Maret 1954 nomor 20 dan diubah dengan Akte nomor 37 tertanggal 19 Mei 1954.
Pada tahun 1955 Bung Karno menginap di Taman Rekreasi Selecta yaitu di Villa De
Brandrarice. Bung Karno pada saat kunjungannya ke Taman Rekreasi Selecta juga
menyarankan pengelola untuk mengganti nama Villa De Brandarice menjadi Villa Bima
Sakti. Bung Hatta juga pernah berkunjung ke Taman Rekreasi Selecta, beliau menginap di
Gedung Mimosa pada tahun 1956, pada saat menjelang Konferensi KNIP di Malang. Gedung
Mimosa pada masa kolonial merupakan milik warga Belanda yang bernama J. Provos dan
sekarang dijadikan Kantor Desa Tulungrejo. Dengan diberlakukannya Undang-undang
Nomor 1 tahun 1975 tentang Perseroan Terbatas, dilakukan penyesuaian sehingga bentuk
perusahaan menjadi Perseroan Terbatas Taman Rekreasi & Hotel Selecta disingkat PT
Selecta. Taman Rekreasi Selecta mengalami puncak wisata pada tahun 1980-1990an karena
pada tahun ini Indonesia sedang menggalakkan promosi wisata baik nasional maupun
internasional. Sehingga Taman Rekreasi Selecta menjadi tempat wisata favorit oleh kalangan
wisatawan nusantara maupun wisatawan luar negeri.
Salah satu penarik wisata di kawasan Rekreasi Selecta adalah buah apel karena buah
apel merupakan maskot Kota Batu sejak tahun 1950an. Buah Apel menjadi penarik wisata
selain pemandian dan taman-taman yang ada. Seiring dengan hal itu pedagang juga mulai
muncul, sehingga pengelola menambah fasilitas pasar oleh-oleh di Kawasan Taman Rekreasi
Selecta. Pengelola Taman Rekreasi Selecta pada tahun 1995 memperluas kawasan hingga
beberapa hektar. Dengan memperluas kawasan dimaksudkan agar daya tampung pengunjung
menjadi lebih besar. Pada masa ini kebutuhan wisata masyarakat mulai besar. Jikalau dulu
wisata bersifat ekslusif dimana orang-orang tertentu saja yang datang untuk menikmati alam
Desa Tulungrejo, saat ini semua dapat dan mampu ke sana.
Pada tahun 2005 sampai 2012 Taman Rekreasi Selecta memiliki keunikan
kepemimpinan karena direktur yang menjabat merupakan karyawan yang merintis dari

golongan bawah. Selain itu Taman Rekreasi Selecta mempunyai keterikatan dengan
masyarakat sekitarnya karena itu pengelola Taman Rekreasi Selecta sebagian merupakan
warga Desa Tulungrejo. Seperti halnya direktur utama yang menjabat sekarang beliau
merupakan warga Desa Tulungrejo. Sebelum tahun 2007, dalam kasus perekrutan pegawai di
Taman Rekreasi Selecta, banyak ditemukan kasus dalam satu keluarga ada dua orang atau
lebih yang bekerja di Taman rekreasi Selecta dan tidak melalui proses seleksi terlebih dahulu
layaknya di perusahaan lain. Siapa saja asalkan punya saudara yang bekerja di Taman
Rekreasi Selecta bisa menjadi pegawai di taman rekreasi tersebut. Hal ini menimbulkan
konflik kepentingan di dalam manajemen Taman Rekreasi Selecta. Akhirnya pada tahun 2007
diberlakukan pembatasan jumlah karyawan yang berasal dari masyarakat desa sekitar, setiap
satu keluarga hanya ada satu anggota keluarga yang boleh bekerja di Taman Rekreasi
Selecta. Selain itu Taman Rekreasi Selecta juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar
dalam bentuk konsesi. Pada tahun 2010 Taman Rekreasi Selecta dibangun beberapa fasilitas
dan pada tahun 2012 menjadi tahun kunjungan wisatawan yang tertinggi di Taman Rekreasi
Selecta.
Saran bagi penelitian selanjutnya adalah diharapkan dapat membahas mengenai Taman
Rekreasi Selecta menekankan dari sisi ekonomi dan sisi sosial.

Daftar Rujukan
Ananda. 1954. Pedoman Tamasya Djawa Timur Bali. Jakarta: Kwang Po.
Cahyono, D. 2011. Sejarah Daerah Batu, Rekonstruksi Sosio-Budaya Lintas Masa. Jawa
Timur: Jejak Kata Kita.
Kuntowijoyo. 2001. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Pendit, N. S. 1999. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: PT Pradnya
Paramita.
Soekanto, S. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Radar Jaya Offset.