Anda di halaman 1dari 19

Manajemen Kapasitas

Jalan

Definisi
Manajemen kapasitas merupakan bagian dari kegiatan
manajemen dan rekayasa dilaksanakan dengan tujuan
untuk mengoptimalkan penggunaan jaringan jalan
guna meningkatkan keselamatan, ketertiban dan
kelancaran lalu lintas di jalan, dengan ruang lingkup
seluruh jaringan jalan nasional, jalan provinsi, jalan
kabupaten/kota dan jalan desa yang terintegrasi,
dengan mengutamakan hirarki jalan yang lebih tinggi
Upaya yang dilakukan untuk membuat penggunaan
kapasitas dan ruas jalan seefektif mungkin, sehingga
pergerakan lalu lintas yang lancar merupakan syarat
utama

Tahapan dalam Melakukan


Manajemen Kapasitas

Inventarisasi tingkat pelayanan ruas jalan


dan/atau persimpangan eksisting

Evaluasi tingkat pelayanan ruas jalan


dan/atau persimpangan

Penetapan tingkat pelayanan yang diinginkan

Penetapan pemecahan permasalahan lalu


lintas

1. Inventarisasi Tingkat Pelayanan


Adalah kegiatan pengumpulan data untuk
mengetahui tingkat pelayanan pada setiap ruas
jalan dan/atau persimpangan
Data yang dikumpulkan berkaitan dengan:
data dimensi dan geometrik jalan meliputi panjang,
lebar lajur, jumlah lajur, lebar bahu, lebar median,
dll
data perlengkapan jalan meliputi jumlah, jenis dan
kondisi perlengkapan jalan terpasang
data lalu lintas meliputi volume lalu lintas, kecepatan
rata-rata, gangguan samping, kejadian kecelakaan,
dll

2. Evaluasi Tingkat
Pelayanan
Evaluasi tingkat pelayanan dilihat
dari beberapa indikator berikut;
Kecapatan rata-rata (km/jam)
Perbandingan volume-kapasitas (VCR
volume capacity ratio)
Kepadatan lalu lintas (smp/jam atau
jumlah kendaraan/per jam atau
kendaraan/km)
Kecelakaan lalu lintas (jumlah dan lokasi
kejadian)

Standar Tingkat Pelayanan Jalan


yang diinginkan
Tingkat pelayanan pada ruas jalan
pada sistem jaringan jalan primer
jalan arteri
primer
tingkat
pelayanan
sekurangkurangny
aB

jalan
kolektor
primer
tingkat
pelayanan
sekurangkurangny
aB

jalan lokal
primer

jalan tol

tingkat
pelayanan
sekurangkurangny
aC

tingkat
pelayanan
sekurangkurangny
aB

Standar Tingkat Pelayanan Jalan


yang diinginkan
Tingkat pelayanan pada ruas jalan
pada sistem jaringan jalan primer
jalan arteri
primer

jalan kolektor
primer

jalan lokal
primer

Awal dari
kondisi arus
stabil
Kecepatan
lalu lintas >
80 km/jam
Volume lalu
lintas dapat
mencapai 45%
dari kapasitas
(yaitu 900
smp perjam, 2
arah)
VCR sekitar

Awal dari
kondisi arus
stabil
Kecepatan
lalu lintas
sekitar 90
km/jam
Volume lalu
lintas tidak
melebihi 50%
kapasitas
(yaitu 1000
smp/jam/lajur)
VCR sekitar

Arus stabil
Kecepatan
lalu lintas >
75 km/jam
Volume lalu
lintas tidak
melebihi 75%
kapasitas
(yaitu 1500
smp/jam/lajur)
VCR sekitar
0,7 - 0,8

jalan tol
Awal dari
kondisi arus
stabil
Kecepatan
lalu lintas >
80 km/jam
Volume lalu
lintas dapat
mencapai 45%
dari kapasitas
(yaitu 900
smp perjam, 2
arah)
VCR sekitar

Standar Tingkat Pelayanan Jalan


yang diinginkan
Tingkat pelayanan pada ruas jalan
pada sistem jaringan jalan sekunder
jalan arteri
sekunder
tingkat
pelayanan
sekurangkurangny
aC

jalan
kolektor
sekunder
tingkat
pelayanan
sekurangkurangny
aC

jalan lokal
sekunder

jalan
lingkungan

tingkat
pelayanan
sekurangkurangny
aD

tingkat
pelayanan
sekurangkurangny
aD

Standar Tingkat Pelayanan Jalan


yang diinginkan
Tingkat pelayanan pada ruas jalan
pada sistem jaringan jalan sekunder
jalan arteri
sekunder
Arus
stabil
Kecepata
n
perjalanan
rata-rata
turun s/d >
30 Km/jam
V/C ratio
< 0,8

jalan kolektor
sekunder
Arus
stabil
Kecepata
n
perjalanan
rata-rata
turun s/d >
30 Km/jam
V/C ratio
< 0,8

jalan lokal
sekunder

jalan
lingkungan

Mendekati
arus tidak
stabil
Kecepata
n
perjalanan
rata-rata
turun s/d >
25 Km/jam
V/C ratio
< 0,9

Mendekati
arus tidak
stabil
Kecepata
n
perjalanan
rata-rata
turun s/d >
25 Km/jam
V/C ratio
< 0,9

3. Teknik Pemecahan Permasalahan


Lalin dalam Manajemen Kapasitas
Perbaikan persimpangan
Manajemen ruas jalan:
Pemisahan tipe kendaraan
Kontrol on-street parking (tempat, waktu)
Pelebaran jalan

Area traffic control:


Batasan tempat membelok
Sistem jalan satu arah
Koordinasi lampu lalu lintas

MANAJEMEN KAPASITAS DALAM


PENGORGANISASIAN RUANG JALAN
Membuat penggunaan kapasitas dan ruas jalan
seefektif mungkin. Syarat: pergerakan lalin yang
lancar.
Arus persimpangan disurvey untuk meyakinkan
penggunaan yang optimum
Right of way (ROW) diorganisasikan sehingga
setiap bagian mempunyai fungsi sendiri,
misalnya parkir, jalur pejalan kaki, kapasitas
jalan.
Penggunaan ruang jalan sepanjang ruas
dikoordinasikan dengan baik.
Melakukan survey untuk menentukan demand
parkir, fasilitas pejalan kaki, dan akses.
Dalam pengorganisasian ruang jalan, teknik
manajemen kapasitas merupakan pilihan paling
efektif.

SKALA WAKTU

Pemilihan strategi dipengaruhi oleh skala waktu


Strategi seketika dilakukan untuk memperbaiki
arus lalu lintas dengan mengontrol gangguan,
yaitu:

Untuk jalan arteri:

Kontrol parkir (pribadi, penumpang, barang)

Memisahkan tipe kendaraan yang berbeda

Mempertahankan kondisi jalan dan tidak ada


objek yang membahayakan di jalan

Penggunaan marka jalan dan rambu secara


benar

Untuk ruas jalan lain perlu parameter untuk


menentukan akses dengan mengontrol ruang
parkir, terutama di daerah CBD untuk angkutan
barang dan kendaraan komersil. Hal ini mengarah
pada pembatasan lalu lintas dan kebijaksanaan
parkir
Untuk persimpangan yang macet, perlu review
teknik kontrol, geometrik, dan pengaturan lampu,
serta peningkatan kapasitas.

MANAJEMEN LALIN JANGKA PENDEK


Jika jalan arteri diputuskan untuk dibangun,
sirkulasi jaringan jalan yang sesuai harus
diputuskan, terutama di daerah CBD. Hal ini bisa
berupa perubahan ke sistem jaringan satu arah,
perubahan kontrol parkir, dan persimpangan.

KONTROL TATA GUNA TANAH JANGKA


PANJANG DAN PENGEMBANGAN
PERKOTAAN
Efek penambahan atau pengurangan bangkitan
lalu lintas dari suatu tata guna tanah tertentu,
seperti pasar, sekolah, perkantoran, terminal, dan
mengevaluasi efeknya pada arus lalu lintas.
Pola pembangunan dan pengembangan
perkotaan akan mempengaruhi pola manajemen
ruas jalan dan/atau persimpangan

PROBLEM
KEMACETAN

SOLUSI

SKALA WAKTU

PENAMBAHAN KAPASITAS DENGAN KONTROL

SEKETIKA

PENAMBAHAN KAPASITAS DENGAN MANAJEMEN


LALIN (JALAN SATU ARAH)

JANGKA
PENDEK

MENGURANGI VOLUME LALIN PADA RUAS JALAN


DAN PERSIMPANGAN TERTENTU

JANGKA
PENDEK

PENINGKATAN KAPASITAS DENGAN PELEBARAN


JALAN

JANGKA
MENENGAH

MENGURANGI VOLUME LALIN PADA LOKASI


TERTENTU DENGAN MENGUBAH LALU LINTAS KE
JALAN BARU ATAU JALAN BEBAS HAMBATAN

JANGKA
MENENGAH

KONTROL PENGEMBANGAN DAN PERENCANAAN


KOTA

JANGKA
PANJANG

SEKIAN DAN TERIMAKASIH