Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR I ANNISA NURUL AINI - 1114100094

Rangkaian Kapasitansi dan Induktansi (E5)


Annisa Nurul Aini, Asrofi Khoirul Huda, Endarko
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
e-mail: annisa@tantowi.com
Abstrak Telah dilakukan percobaan Rangkaian
Kapasitansi dan Induktansi yang berprinsip pada
perhitungan rangkaian seri dan paralel. Pada percobaan ini
dibutuhkan beberapa alat, yakni multimeter, Osilator/RLC
meter, kapasitor dengan kapasitansi 4,7 F, 4,7 F, dan 2,2
F, induktor dengan induktansi 1 mH, 1 mH, dan 2 mH dan
project board. Langkah pertama untuk melakukan
percobaan ini adalah, alat-alat yang dibutuhkan disiapkan
terlebih dahulu. Kemudian alat-alat tersebut dirangkai
seperti pada gambar 2.1 dan 2.2. Langkah selanjutnya yaitu
kapasitansi total (Ceq) atau induktansi total (Leq) diukur
dalam rangkaian seri dan paralel menggunakan RLC
meter, kemudian hasilnya dicatat dan dibandingkan dengan
hasil perhitungan secara teori. Percobaan diulang sebanyak
tiga kali dengan kapasitor atau induktor yang memiliki nilai
kapasitansi atau induktansi sama. Dari percobaan ini
didapatkan hasil bahwa nilai error yang diperoleh dari
perbandingan kapasitansi memiliki nilai error kecil,
sedangkan nilai error induktansi memiliki nilai error yang
besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena
kesalahan dalam pembacaan alat. Dari pembahasan ini,
dapat ditarik kesimpulan bahwa antara rangkaian kapasitif
dan induktif, perbedaan terletak pada penggunaan rumus
antara seri dan paralel, dan hasil perbandingan pengukuran
dan perhitungan memiliki nilai error saling keterbalikan.
Kata Kunci Induktansi, Kapasitansi, Rangkaian Paralel,
Rangkaian Seri.

I.
PENDAHULUAN
Komputer merupakan salah satu alat elektronika
yang sangat penting pada abad 21 ini. Multifungsi yang
dimiliki komputer sebagai hiburan, pengolah data, dan
media informasi, menjadikan komputer alat elektronika
yang wajib untuk dimiliki. Dalam komputer itu sendiri,
terdapat beberapa piranti elektronika yang umum dikenal,
yaitu induktor dan kapasitor. Oleh karena itu,
dilakukanlah percobaan rangkaian kapasitansi dan
induktansi ini agar dapat mengetahui perbedaan antara
rangkaian kapasitansi dan induktansi secara seri, paralel,
dan kombinasi, agar kedepannya dapat mengembangkan
teknologi komputer yang bekerja lebih canggih.
Cara paling umum untuk menunjukkan
kebiasaan suatu sirkuit adalah hubungan antara arus (I)
dengan tegangan (V). Hubungan ini merupakan plotting
antara arus yang mengalir pada suatu rangkaian sebagai
fungsi V yang ada pada rangkaian tersebut. Piranti yang
umum, resistor, memiliki hubungan I-V yang linier dan
sederhana. Hubungan yang linier ini dikenal sebagai
Hukum Ohm[1].
Konstanta R pada teori-teori yang pernah
disebutkan, disebut sebagai resistansi sebuah piranti, dan
nilainya sebanding dengan nilai gradien pada grafik I-V.
Satuan resistansi adalah Ohm dan dilambangkan dengan
. Resistor pada sebuah piranti, hanya bergantung pada
kondisi fisik bahan piranti itu sendiri, seperti ukuran dan
komposisi. Resistor ini sendiri berfungsi sebagai
penghambat arus listrik serta pengatur nilai arus. Pada

umumnya, resistor digunakan pada lampu-lampu yang


biasa digunakan di rumah[2].
Ada dua macam rangkaian pada resistor, yakni
rangkaian seri dan paralel. Rangkaian seri merupakan
rangkaian yang antara satu resistor dengan resistor lain
tidak ada percabangan. Rangkaian ini biasa digunakan
pada rangkaian listrik satu komplek perumahan, yang
apabila salah satu dipadamkan, yang lain akan ikut
padam[1].

Gambar 1.1 Resistor Dirangkai Secara Seri.

Pada rangkaian seri, perhitungan resistansi


ekuivalen merupakan penjumlahan dari masing-masing
nilai resistansinya. Sedangkan untuk resistor yang
dirangkai secara paralel, merupakan rangkaiai antara satu
resistor dengan yang lain, terdapat cabang di antaranya
dan rangkaian ini biasa digunakan untuk sirkuit dalam
rumah, yang apabila satu resistor dinonaktifkan, resistor
lain tidak akan mati[1].

Gambar 1.2. Resistor Dirangkai Secara Paralel.

Pada rangkaian paralel, perhitungan resistansi


ekuivalen berbeda dengan perhitungan secara seri. Pada
paralel,
nilai
resistansi
equivalen
merupakan
perbandingan antara perkalian dengan penjumlahan
seluruh resistansi pada resistor yang ada[1].
Piranti lain yang umum digunakan selain resistor
adalah kapasitor. Kapasitor merupakan komponen pasif
listrik yang didesain untuk menyimpan energi. Kapasitor
biasa digunakan untuk bahan dasar alat komunikasi,
komputer, dan sistem power. Secara sederhana, kapasitor
itu sendiri digunakan sebagai radio penerima dan elemen
memori dinamis pada sistem komputer. Secara fisik,
kapasitor terdiri dari dua plat tipis yang dipisahkan oleh
bahan dielektrik. Bahan dielektrik ini boleh berupa udara,
mika, keramik, atau kertas[3].
Saat kapasitor dihubungkan dengan sumber
tegangan, sumber tegangan memberikan muatan positif
pada satu plat, dan memberikan muatan negatif pada plat
yang lain. Muatan yang biasa dilambangkan dengan q ini
disimpan oleh kapasitor[3].

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR I ANNISA NURUL AINI - 1114100094


Meskipun kapasitansi kapasitor merupakan
tegangan, dan hambatan. Selain itu dibutuhkan
perbandingan antara muatan dengan tegangan, nilai
Osilator/RLC meter untuk mengukur besar kapasitansi
kapasitansi kapasitor tidak selalu bergantung dangan nilai
kapasitor. Dibutuhkan juga kapasitor dengan kapasitansi
muatan dan tegangan itu sendiri. Kapasitansi kapasitor
4,7 F, 4,7 F, dan 2,2 F. Dan yang terakhir,
dipengaruhi oleh permitivitas bahan dielektrik antara dua
dibutuhkan project board sebagai papan miniatur untuk
merangkai sirkuit. Setelah alat-alat tersebut disiapkan,
plat pada kapasitor
, luas permukaan plat (A), dan
alat-alat tersebut dirangkai seperti pada gambar di bawah
jarak antara plat (d). Semakin besar nilai permitivitas,
ini.
luas penamang, dan semakin kecil jarak antara dua plat,
nilai kapasitansi kapasitor makin besar. Rangkaian
kapasitor dibedakan menjadi dua macam, yaitu rangkaian
seri dan paralel[3].

(a)

(b)

(b)

Gambar 2.1 Rangkaian Kapasitif Percobaan (a)Seri dan


(b)Paralel
(a)

Langkah selanjutnya yaitu, kapasitansi total


(Ceq) diukur dalam rangkaian seri dan paralel
menggunakan RLC meter, kemudian hasilnya dicatat dan
dibandingkan dengan hasil perhitungan secara teori.
Percobaan diulang sebanyak tiga kali dengan kapasitor
yang memiliki nilai kapasitansi sama. Berikut perumusan
untuk menghitung kapasitansi ekuivalen secara seri dan
secara paralel.
(1)
(b)
Gambar 1.3. Kapasitor Dirangkai Secara (a) Seri dan (b)
Paralel.

Piranti yang lain adalah induktor. Induktor


merupakan piranti pasif yang digunakan untuk
menyimpan energi pada medan magnet. Induktor biasa
digunakan untuk power supply, radio, televisi, radar, dan
motor elektrik[3].
Jika arus dialirkan pada induktor, maka tegangan
yang ada pada induktor tersebut akan sebanding dengan
arus persatuan waktu. Rangkaian induktor dibedakan
menjadi dua macam, yaitu rangkaian seri dan paralel[3].

(2)
Menurut gambar 2.1 di atas, pada perhitungan rangkaian
kapasitor yang disusun secara seri adalah menurut
persamaan (1). Sedangakan untuk perhitungan rangkaian
kapasitor yang disusun secara paralel, adalah menurut
persamaan (2).
Untuk percobaan kedua, dibutuhkan beberapa
alat, yakni multimeter yang berfungsi untuk mengukur
arus, tegangan, dan hambatan. Selain itu dibutuhkan
Osilator/RLC meter untuk mengukur besar kapasitansi
kapasitor. Dibutuhkan juga induktor dengan induktansi 1
mH, 1 mH, dan 2 mH. Dan yang terakhir, dibutuhkan
project board sebagai papan miniatur untuk merangkai
sirkuit. Setelah alat-alat tersebut disiapkan, alat-alat
tersebut dirangkai seperti pada gambar di bawah ini.

(a)

(a)

(b)

Gambar 2.2 Rangkaian Induktif Percobaan (a)Seri dan


(b)Paralel

(b)
Gambar 1.4. Induktor Dirangkai Secara (a)Paralel dan (b)Seri.

II.
METODOLOGI
Percobaan ini dibagi menjadi dua percobaan.
Yang pertama adalah percobaan Rangkaian Kapasitansi
dan yang kedua adalah percobaan Rangkaian Induktansi.
Pada percobaan pertama, dibutuhkan beberapa alat, yakni
multimeter yang berfungsi untuk mengukur arus,

Langkah selanjutnya yaitu induktansi total (Leq)


diukur dalam rangkaian seri dan paralel menggunakan
RLC meter, kemudian hasilnya dicatat dan dibandingkan
dengan hasil perhitungan secara teori. Percobaan diulang
sebanyak tiga kali dengan induktor yang memiliki nilai
induktansi sama. Berikut perumusan untuk menghitung
kapasitansi ekuivalen.
(3)

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR I ANNISA NURUL AINI - 1114100094


Tabel 3.3. Nilai kapasitansi dari masing-masing kapasitor hasil
(4)
pembacaan
Menurut gambar 2.2 di atas, pada perhitungan rangkaian
C1 (F)
C2 (F)
C3 (F)
induktor yang disusun secara paralel adalah menurut
persamaan (4). Sedangakan untuk perhitungan rangkaian
4.7
4.7
2.2
induktor yang disusun secara seri, adalah menurut
persamaan (3).
Tabel 3.4. Nilai kapasitansi dari masing-masing kapasitor hasil
pengukuran menggunakan RLC meter

Start

Pengulangan ke

C1 (F)

C2 (F)

C3 (F)

4.520

4.570

2.120

4.515

4.592

2.155

4.547

4.595

2.158

rata-rata

4.527

4.586

2.144

Alat dan bahan disiapkan.


Rangkaian disusun seperti gambar 2.1
dan 2.2.

Setelah diketahui nilai-nilai kapasitansi dan


induktansi seperti yang disajikan pada tabel di atas,
dilakukanlah perhitungan untuk rangkasian seri dan
paralel pada masing-masing piranti. Berikut contoh
perhitungan untuk masing-masing piranti dan masingmasing rangkaian.

Ceq dan Leq diukur mengggunakan


RLC meter.
Hasil pengukuran dibandingkan
dengan perhitungan secara teori.

1.

Kapasitansi Seri
=

Apakah ada
penggulangan /
variasi?

Ya

+
+

Tidak
2.

Finish
Gambar 2.3 Flowchart Percobaan.

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN


Pada percobaan Rangakaian Kapasitif dan
Induktif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan
antara rangkaian kaasitansi dan induktansi secara seri,
paralel, dan kombinasi, serta membandingkan hasil antara
pengukuran dan perhitungan terhadap nilai induktansi
total dan kapasitansi total ini akan didapatkan data berupa
nilai kapasitansi dan induktansi yang selanjutnya akan
dihitung menggunakan rumus rangkaian seri dan paralel.
Data yang didapatkan selanjutnya dibandingkan antara
perhitungan dan teori. Data-data yang didapat, disajikan
dalam tabel-tabel di bawah ini.

Ceq = 1.0967 F
Kapasitansi Paralel
Ceq = C1 + C2 + C3
= 4.520 + 4.570 +
2.120
Ceq = 11.21 F

III.

3.

4.

Induktansi Seri
Leq =
=
=
Induktansi Paralel
=
=

L2 (mH)

L3 (mH)

Tabel 3.2. Nilai Induktansi dari masing-masing induktor hasil


pengukuran menggunakan RLC meter

Pengulangan ke

L1 (mH)

L2 (mH)

L3 (mH)

4.064

4.405

19.890

3.762

4.416

20.090

5.793

4.409

19.930

rata-rata

4.540

4.410

19.970

+
+

Tabel 3.1. Nilai Induktansi dari masing-masing induktor hasil


pembacaan

L1 (mH)

L1 + L2 + L3
4.064 + 4.405 + 19.890
28.359 mH

Leq
5.

Error
Error

1.912 mH

0%

Berikut hasil perhitungan-perhitungan untuk


masing-masing piranti dan rangkaian setelah dilakukan
perhitungan seperti contoh di atas.

Leq paralel
(%)

62.3
80.35
29.89

99.95
103.09
66.91

Leq seri
(mH)

Leq paralel
(mH)

Ceq paralel
(F)

Leq paralel
(mH)

Ceq paralel
(F)

Leq seri
(%)

Ceq seri
(F)

Leq seri
(mH)

Ceq seri
(F)

pengulangan ke

pengulangan ke

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR I ANNISA NURUL AINI - 1114100094


muatan listrik, terjadi perpindahan muatan dari keping
Tabel 3.5. Perbandingan induktansi total hasil pengukuran dan
yang satu ke keping yang lain. Untuk memindahkan
hasil perhitungan
muatan listrik tersebut diperlukan sejumlah energi yang
Pengukuran
Perhitungan
besarnya bisa dihitung. Energi ini disebut usaha, dan
usaha yang telah dipakai untuk pemberian muatan itu
kemudian akan disimpan oleh kapasitor sebagai energi.
Arus yang melewati sebuah induktor akan
menghasilkan medan magnet yang besarnya berbanding
lurus dengan arus listrik yang mengalir. Tidak seperti
kapasitor yang terjadi perubahan kenaikan tegangan pada
1
46.03 3.823 28.359 1.912
kedua lempeng konduktor ketika sedang diisi muatan
2
50.98 3.747 28.268 1.845
listrik, pada konduktor justru timbul perubahan kenaikkan
3
39.14 3.712 30.132 2.224
arus listrik ketika diberi tegangan listrik, perubahan
kenaikan arus listrik ini menciptakan induksi energi di
dalam medan magnet. Dengan kata lain induktor
Tabel 3.6. Perbandingan kapasitansi total hasil pengukuran dan
hasil perhitungan
mengatur perubahan arus listrik dan dengan tidak
Pengukuran
Perhitungan
mengubah tegangan listrik.
Sebuah kapasitor dan induktor memiliki nilai
yang dilambangakan dengan gelang-gelang warna yang
tersusun di luar piranti. Namu terkadang nilai-nilai yang
terlambang di gelang tidak sesuai nilainya dengan
pengukuran, karena kemungkinan besar voltase baterai
atau listrik pada alat ukur terlalu besar, sehingga
1
1.097 11.16 1.097
11.21
memengaruhi nilai kapasitansi atau induktansi. Untuk
2
1.089 11.16 1.107 11.26
besar nilai kapasitansi dan induktansi menurut warna
3
1.097 11.15
1.11
11.3
gelang, berikut tabel daftar warna yang menentukan besar
nilai kapasitansi dan induktansi.
Tabel 3.7. Nilai Error padaRangkaian Induktor dan Konduktor.
Ceq seri
(%)

Ceq paralel
(%)

0
1.63
1.17

0.45
0.89
1.33

Kapasitor dan Induktor merupakan piranti pasif


yang umum digunakan pada produk-produk elektronika.
Keduanya berfungsi untuk menyimpan energi. Tetapi,
kapasitor menyimpan energi berupa muatan listrik
sedangakan induktor menyimpan energi dalam medan
magnet. Kapasitor biasa digunakan untuk bahan dasar alat
komunikasi, komputer, dan sistem power. Secara
sederhana, kapasitor itu sendiri digunakan sebagai radio
penerima dan elemen memori dinamis pada sistem
komputer. Sedangkan induktor biasa digunakan untuk
power supply, radio, televisi, radar, dan motor elektrik.
Nilai kapasitansi kapasitor dan induktansi
induktor dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kapasitansi
kapasitor dipengaruhi oleh permitivitas bahan dielektrik
antara dua plat pada kapasitor
, luas permukaan plat
(A), dan jarak antara plat (d). Semakin besar nilai
permitivitas, luas penamang, dan semakin kecil jarak
antar dua plat, nilai kapasitansi kapasitor makin besar.
Sedangkan untuk nilai induktansi dipengaruhi oleh
jumlah lilitan (N), luas penampang (A), panjang bahan
(l), dan permeabilitas
. Semakin besar jumlah lilitan,
luas penampang, nilai permeabilitias dan semakin pendek
bahan, nilai induktansi semakin besar.
Jika sebuah kapasitor diberikan muatan listrik,
yang terjadi adalah timbul beda potensial diantara kedua
keping sejajarnya. Beda potensial yang semula nol ketika
belum dialiri muatan listrik kini mejadi tidak nol. V mulamula V = 0 dan V setelah kapasitor dialiri arus listrik
adalah V = . Jika ada dua keping beda potensial rataratanya adalahVr =

. Pada saat kedua keping dialiri

Tabel 3.8. Kode Angka Dan Huruf Pada Kapasitor.

Kode
Angka
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Gelang 1
(Angka
Pertama)
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Gelang 2
(Angka
Kedua)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Gelang 3
(Faktor
Pengali)
1
101
102
103
104
105
106
107
108
109

Kode
Huruf (%
Toleransi)
F= 1
G= 2
H= 3
I= 4
J= 5
K= 10
M= 20

Cincin 3
(Faktor
Pengali)
1
101
102
103
104
10-1
10-2
-

Cincin 4
(%
Toleransi)
20%
1%
2%
3%
4%
5%
10%
20%

Tabel 3.9. Kode Angka Pada Induktor.

Warna

Cincin 1

Cincin 2

Hitam
Cokelat
Merah
Orange
Kuning
Hijau
Biru
Ungu
Abu-abu
Putih
Emas
Perak
Tak
Berwarna

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
-

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
-

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR I ANNISA NURUL AINI - 1114100094


Pada percobaan yang telah dilakukan,
didapatkan masing-masing tiga nilai kapastinsi secara seri
dan paralel, serta nilai induktansi secara seri dan paralel.
Sehingga, didapatkan 12 nilai error. Dari 12 nilai error
yang didapatkan, enam di antaranya bernilai kecil,
bahkan 0%. Enam nilai error ini adalah nilai error pada
nilai konduktansi. Sedangkan enam nilai error induktansi
memiliki nilai error tinggi dan dengan nilai paling kecil
29,89% dan nilai error terbesar hingga 103,09%. Hal ini
membuat percobaan tidak valid. Ketidaksesuaian data ini
kemungkinan besar disebabkan karena kekurangtelitian
dalam membaca alat ukur. Saat pengukuran dilakukan,
RLC meter tidak menampilkan besar pengukuran secara
langsung, melainkan angkanya masih berganti-ganti. Saat
angka yang tertampil di RLC meter masih ada
kemungkinan berganti-ganti, angka tersebut sudah ditulis
dalam laporan sementara. Sehingga yang ditulis dalam
laporan sementara belum tentu nilai yang sebenarnya. Hal
ini menyebabkan nilai pada pengukuran tidak sesuai
dengan perhitungan.
IV.
KESIMPULAN
Dari percobaan Rangkapaian Kapasitif dan Induktif
yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa
antara rangkaian kapasitif dan induktif, perbedaan
terletak pada penggunaan rumus antara seri dan paralel,
dan hasil perbandingan antara pengukuran dan
perhitungan memiliki nilai error saling keterbalikan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih untuk teman-teman kelompok 5
kelas B, Ahmad Rizki, Dian Rosyida, Muhammad Fahmi,
Ahmad Fauzan, Anisah Rahmawati, Alif Haidar, Silvia
Lestari, dan Nindita Kirana, yang telah membantu
berbagai macam hal untuk persiapan tugas pendahuluan
maupun pembuatan laporan. Terima kasih juga kepada
dosen kelas, Endarko, serta asisten laboratorium, Asrofi
Khoirul Huda, yang telah bersedia membagi ilmunya
yang berguna kepada saya dan membimbing saya dan
teman-teman menjadi lebih mengerti tentang mata kuliah
Elektronika Dasar 1.
DAFTAR PUSTAKA
[1]
[2]
[3]

Eggleston, Dennis. 2011. Basic Electronics for Scientist and


Engineers. UK: Cambridge University Press.
Robertson, Christopher. 2008. Fundamental Electrical and
Electronic Principles 3rd edition. Burlington: Elsevier.
Sadiku, Matthew & Alexander, Charles. 2009. Fundamental
of Electric Circuits 4th Edition. New York: Mc Graw Hill.