Anda di halaman 1dari 24

Evaluasi dan Revitalisasi Program

Puskesmas dalam Pemberantasan


DBD
Andre C Cundawan
102011110

Epidemiologi
Agent
yang merupakan

virus dengue
genus
Flavivirus,
famili flaviviridae
- mempunyai 4 jenis serotipe yaitu den 1,
den 2, den 3 dan den 4
- Penularan penyakit dilakukan oleh
nyamuk Aedes Aegypti betina dewasa

Epidemiologi
Host
host = manusia
ditularkan kepada manusia melalui
gigitan nyamukaedes aegypti
- menyerang segala usia
tapi anak-anak cenderung lebih rentan
dibandingkan kelompok usia lain, salah
satunya adalah faktor imunitas yang relative
lebih rendah dibandingkan orang dewasa

Epidemiologi
Environment
Lingkungan Fisik

Lingkungan Biologis

Lingkungan sosial

Nyamuk Aedes aegypti


sangat suka tinggal dan
berkembang biak di
genangan air bersih yang
tidak
berkontak
langsung dengan tanah,
air di kaleng bekas atau
ban bekas.

Populasi, kepadatan
penduduk . Semakin
padat semakin besar
peluang nyamuk
mengigit

perilaku
masyarakat
yang
kurang
memperhatikan
kebersihan
lingkungannya, terutama
menguras
bak
atau
tempat penampungan air
dan
sampah-sampah
yang dapat menampung
air

Sering pada musim


hujan.

Nutrisi , berhubungan
dengan peningkatan
antibodi

Penyelidikan
Epidemiologi
Petugas Puskesmas memperkenalkan diri dan
selanjutnya melakukan wawancara dengan
keluarga, untuk mengetahui ada tidaknya
penderita DBD lainnya
Bila ditemukan penderita demam tanpa sebab
yang jelas, dilakukan pemeriksaan kulit
(petekie) melalui uji tourniquet.
Melakukan pemeriksaan jentik pada tempat
penampungan air (TPA) dan tempat-tempat lain
yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan
nyamukAedes aegypti

DHF
penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue
dan ditularkan melalui nyamuk Aedes aegepty
Gejala Klinis DHF:
- Demam
- Manifestasi perdarahan: ptekie, purpura
- Hepatomegali
- Renjatan (shock): lemah , kulit dingin, tidak sadar
gejala klinis yang tidak spesifik seperti: anorexia
lemas, nyeri pada tulang dan sendi, nyeri didaerah
epigastrium.

Diagnosa penyakit DBD


ditegakkan jika
ditemukan:
Demam tinggi
mendadak tanpa sebab
yang jelas, berlangsung
terus-menerus selama 27
Manitestasi Perdarahan
Tombositopenia yaitu
jumlah trombosit
dibawah 150.000/mm3

WHO membagi DBD menjadi 4


derajat:
Derajat 1
terdapat demam dan uji tourniqet
positif.
Derajat 2
demam diiringi dengan perdarahan
spontan.
Derajat 3
kondisi pasien seperti pada DBD
derajat 2 disertai hepatomegali, syok,
tekanan nadi < 20 mmHg, hipotensi,
ekstremitas dingin dan gelisah.
Derajat 4
kondisi paling parah karena terjadi
renjatan hebat yang terlihat dari nadi
yang tak teraba dan tensi yang tak
terukur.

Puskesmas
Puskesmas ialah suatu unit pelaksana fungsional yang
berfungsi:
sebagai pusat pembangunan kesehatan
pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang
kesehatan
pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
menyelenggarakan
kegiatannya
secara
menyeluruh,
terpadu, dan berkesinambungan pada suatu masyarakat
yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu
Upaya kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas:
Upaya Promosi Kesehatan
Upaya Kesehatan Lingkungan
Upaya Kesehatan Ibu & Anak Serta Kb
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Upaya Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit Menular
Upaya Pengobatan

Manejemen program puskesmas


Planning
proses yang dimulai dengan merumuskan tujuan organisasi,
sampai
dengan
menetapkan
alternatif
kegiatan
untuk
mencapainya.
Organizing
Membentuk dan menetapkan program pelatihan untuk petugas
perawatan kesehatan dan pembantunya
Actuating (directing, commanding, motivating, staffing,
coordinating)
proses bimbingan kepada staf agar mereka dapat melaksanakan
tugas-tugas pokoknya sesuai dengan keterampilan yang dimiliki
dan dukungan sumber daya yang tersedia
Controlling/ Monitoring
proses untuk mengamati secara terus-menerus pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan
mengadakan koreksi jika terjadi penyimpangan

Promotif (1)

Penyuluhan dan penggerakan masyarakat untuk PSN


(pemberantasan sarang nyamuk), penyuluhan informasi
tentang
demam
berdarah
dan
pencegahannya
dilakukan melalui jalur informasi yang ada :
Penyuluhan kelompok : organisasi sosial masyarakat,
kelompok agama, guru, murid di sekolah, pengelola
tempat umum/instansi.
Penyuluhan perorangan : kepada ibu-ibu pengunjung
posyandu, kepada penderita/keluarganya di puskesmas
Kunjungan rumah oleh kader/petugas puskesmas.
Penyuluhan melalu media massa : TV, radio, poster dan
lain-lain

Promotif (2)
Advokasi kesehatan
pendekatan kepada para pemimpin atau pengambil
keputusanmemberikan dukungan, kemudahan,
dan semacamnya pada upaya pembangunan
kesehatan
Bina suasana
suasana kondusif masyarakat terdorong untuk
melakukan perilaku hidup bersih dan sehat
Gerakan masyarakat
memandirikan individu, kelompok, dan masyarakat
Media
yang
digunakan
dalam
promosi
kesehatan
mesin-mesinLCDdanOHP, poster

Preventif
cara penyemprotan (pengasapan/
pengabutan =fogging) dengan insektisida
Untuk membatasi penularan virus dengue
penyemprotan dilakukan dua siklus dengan
interval 1 minggu
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
dengan cara 3M

Larvasida
menggunakan bubuk abate (temephos).
Dosis yang digunakan 1 ppm atau 10gram ( 1
sendok makan rata) untuk setiap 100 liter air.
Larvasida dengan temephos ini mempunyai
efek residu 3 bulan.

Tindakan kuratif
Tirah baring
Antipiretik (parasetamol)- untuk menurunkan
demam
cairan kristaloid : larutan ringer laktat ( RL),
larutan ringer asetat (RA)
Pemberian air putih dan cairan elektrolit
Monitor laboratorium
periksa Hb, HT, trombosit

Protektif
memakai obat nyamuk
bakar/elektrik/spray/repellen
memakai kelambu saat tidur siang serta melipat
baju yang bergantungan.

Kriteria Wabah dan KLB (Kejadian Luar


Biasa)
Wabah
suatu peningkatan kejadian kesakitan/kematian
yang telah meluas secara cepat baik jumlah
kasus maupun luas daerah terjangkit
Kejadian Luar Biasa
Timbulnya suatu kejadian kesakitan/kematian
dan atau meningkatnya suatu kejadian
kesakitan/kematian yang bermakna secara
epidemiologis pada suatu kelompok penduduk
dalam kurun waktu tertentu.

Kriteria KLB DBD


Timbulnya penyakit demam berdarah dengue
yang sebelumnya tidak ada di suatu daerah
Adanya peningkatan kejadian kesakitan DBD dua
kali atau lebih dibandingkan jumlah kesakitan
yang biasa terjadi pada kurun waktu yang sama
tahun sebelumnya

Pemberdayaan Masyarakat di Bidang


Kesehatan
Salah satu bentuk langsung peran serta
masyarakat adalah kegiatan Pemantauan Jentik
Berkala (PJB) yang dilakukan oleh masyarakat
melalui Juru Pemantau jentik (Jumantik).
Tujuan Umum Jumantik:
menurunkan kepadatan (populasi) nyamuk penular demam berdarah
dengue (Aedes Aegypti) dan jentiknya
meningkatkan peran serta masyarakat dalam Pemberantasan Sarang
Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD),

Tugas pokok seorang Jumantik:


o melakukan pemantauan jentik
o penyuluhan kesehatan
o menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk secara serentak dan
periodik
o melaporkan hasil kegiatan tersebut kepada Supervisor dan Petugas
Puskesmas

Angka Bebas Jentik


salah satu indicator keberhasilan program
pemberantasan vector penular DBD.
Angka Bebas Jentik sebagai tolak ukur upaya
pemberantasan vector melalui gerakan PSN-3M
Rata-rata ABJ yang dibawah 95% menjelaskan
bahwa partisipaki masyarakat dalam mencegah
DBD di lingkunagnnya masing-masing belum
optimal.

Kesimpulan

Puskesmas memegang peranan penting dalam suksesnya


program pemberantasan penyakit menular (P2M) yang
merupakan salah satu Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas.
Masyarakat harus mempunyai pengetahuan dan sikap yang
baik tentang penyakit DBD dan PSN DBD.
Tujuan dari program penelitian puskesmas ini untuk
mengetahui pelaksanaan PSN DBD sehingga dapat
diketahui permasalahan yang ada untuk dapat
meningkatkan ABJ dan untuk menurunkan angka kesakitan
DBD.