Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN


Persiapan Lahan Padi

Disusun oleh:
Intan Talitha Sakti

(145040200111140)

Achmad Nur Kahfi

(145040201111027)

Eka Zainul Hasan

(145040201111143)

Shofa Haditsa Milladina

(145040201111215)

Kelas U

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur hanya kehadirat Allah SWT semesta alam atas segala
nikmat-Nya yang tiada terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Teknologi
Produksi Tanaman dengan judul Persiapan Lahan Padi.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada :
1. Orang tua yang telah membantu moral dan biaya.
2. Asisten praktikum Teknologi Produksi Tanaman yang telah membimbing penulis dalam
pembuatan makalah ini.
3. Serta pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam pembuatan makalah ini yang tidak
dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat dan memperluas wawasan bagi penulis
khususnya dan segenap pembaca umumnya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat penulis
harapkan untuk menuju kesempurnaan makalah ini.

Malang, 5 Desember 2015


Penulis
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Padi merupakan tanaman yang paling penting di negeri kita Indonesia ini. Betapa
tidak karena makanan pokok di Indonesia adalah nasi dari beras yang tentunya dihasilkan
oleh tanaman padi. Selain di Indonesia padi juga menjadi makanan pokok negara-negara
di benua Asia lainnya seperti China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain.
Cara menanam padi yang baik akan menentukan keberhasilan dalam budidaya padi.
Sekalipun cara menanam padi sawah dianggap budidaya mudah akan tetapi kegagalan
panen masih sering terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia, apalagi ketika

budidaya tanaman padi terserang hama tikus, sudah bisa dipastikan hasil panen menurun
sangat signifikan. Sekalipun mudah, jika kita menguasai cara menanam padi yang baik
niscaya akan meningkatkan produktivitas pertanaman.
Dalam budidaya padi, perlu diperhatikan faktor-faktor penentu keberhasilan,
diantaranya syarat tumbuh, pH tanah, bibit tanaman, serta cara mengendalikan hama
penyakit tanaman padi. Pemahaman mengenai hal-hal tersebut membantu para petani
dalam melakukan proses budidaya padi sawah.
Tanah sawah adalah tanah yang di gunakan untuk budidaya padi. Baik terus menerus
ataupun diselingi dengan tanaman palawija. Segala jenis tanah dapat dijadikan sebagai
areal persawahan asalkan kondisi air mencukupi. Tanah sawah dapat berasal dari tanah
kering yang diairi kemudian disawahkan, atau dari tanah rawa rawa yang dikeringkan
dengan membuat saluran saluran drainase.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana persiapan lahan pada budidaya komoditas padi?
1.3 Tujuan
Untuk memahami dan mengerti mengenai persiapaan lahan komoditas padi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Tanaman Padi
Tanaman padi adalah sejenis tumbuhan yang sangat mudah di temukan,
apalagi kita yang tinggal di daerah pedesaan. Hamparan persawahan dipenuhi dengan
padi. Sebagian besar menjadikan padi sumber bahan makanan pokok. Padi merupakan
tanaman yang termasuk genus Orzya L. yang meliputi kurang lebih 25 spesies,
tersebar di daerah tropis dan daerah subtropics seprti asia, Afrika, Amerika dan
Australia. Padi yang ada sekarang merupakan persilangan antara Oriza officianalis
dan Oryza sativa F . Spontone (Ina, 2007).

2.2

Lahan

Lahan adalah bagian dari bentang alam yang mencakup pengertian lingkungan
fisik termasuk iklim, tropografi, tanah, hidrologi dan bahkan keadaan vegetasi alami
(FAO 1976 dalam Niin 2010). Vink dalam Gandassamita (2001) mengemukakan
bahwasannya lahan adalah suatu konsep yang dinamis. Lahan bukan hanya tempat
bagi ekosistem tetapi lahan bagian dari ekosistem- ekosistem tersebut.
2.3

Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah adalah suatu usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan
produktivitas tanah dengan memecah partikel menjadi lebih kecil sehingga
memudahkakan akar tanaman mendapatkan makanan. Pengolahan tanah di bagi
menjadi tiga tahapan. Pertama adlah pengolahan tanah primer, disebut juga bajak,
pengolah tanah ini berguna untuk memotong, memecah, dan membalik tanah. Kedua
adlah pengolahan tanah sekunder, dilakukan setelah pembajakan, menjadikan tanah
gembur dan rata, tata air di perbaiki, tanaman pengganggu di hancurkan dan di
campur dengan lapisan tanah atas, dan diberikan kepadatan tertentu pada permukaan
tanah (Daywin 1991).

2.4

Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan (land use) adalah setiap bentuk campur tangan (intervensi)
manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya baik material
maupun spiritual (Vink, 1975). Menurut Barlowe (1986) faktor-faktor yang
mempengaruhi penggunaan lahan adlah factor fisik dan biologis, faktor pertimbangan
ekonomi dan factor institusi (kelembagaan).
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Kondisi Lahan yang Ideal


Dalam hal persiapan lahan tanaman padi, pertama-tama diperlukan kondisi lahan
yang ideal yaitu:
Tanah gembur, subur, tidak mudah tergenang air / drainase yang baik.
Memiliki cukup bahan organik.
pH netral sampai agak asam (5,5 7).
Kemiringan tanah tidak lebih dari 8%.
Ketinggian 0 700 meter dpl.\
Jenis tanah liat berlempung, tanah lempung atau tanah lempung berpasir.

Areal yang memiliki persediaan air (sumber air) yang cukup


Sinar Matahari penuh (tidak ternaungi pohon atau bangunan yang tinggi)
Lakukan pengolahan lahan dengan baik, agar tanah menjadi gembur dan tanaman
bisa tumbuh dengan baik.
(Las, 2003)

3.2 Pengolahan Lahan


Pengolahan bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula
keras menjadi datar dan melumpur. Dengan begitu gulma akan mati dan membusuk
menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanah menjadi jenuh air
sehingga dapat menghemat air. Pada pengolahan tanah sawah ini, dilakukan juga
perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Pematang (galengan) sawah
diupayakan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irigasi sehingga tidak boros
air dan mempermudah perawatan tanaman (Sembiring, 2008).
Tahapan pengolahan tanah sawah pada prinsipnya mencakup kegiatankegiatan
sebagai berikut:
a. Pembersihan
Pematang sawah dibersihkan dari rerumputan, diperbaiki, dan dibuat agak tinggi.
Fungsi utama Pematangdisaat awal untuk menahan air selama pengolahan tanah agar
tidak mengalir keluar petakan. Fungsi selanjutnya berkaitan erat dengan pengaturan
kebutuhan air selama ada tanaman padi.
Saluran atau parit diperbaiki dan dibersihkan dari rerumputan. Kegiatan tersebut
bertujuan agar dapat memperlancar arus air serta menekan jumlah biji gulma yang
terbawa masuk ke dalam petakan. Sisa jerami dan sisa tanaman pada bidang olah
dibersihkan sebelum tanah diolah.
b. Pencangkulan
Setelah dilakukan perbaikan Pematangdan saluran, tahap berikutnya adalah
pencangkulan. Sudutsudut petakan dicangkul untuk memperlancar pekerjaan bajak atau
traktor. Pekerjaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan saat pengolahan tanah.
c. Pembajakan
Pembajakan dan penggaruan merupakan kegiatan yang berkaitan. Kedua kegiatan
tersebut bertujuan agar tanah sawah melumpur dan siap ditanami padi. Pengolahan tanah
dilakukan dengan dengan menggunakan mesin traktor. Sebelum dibajak, tanah sawah
digenangi air agar gembur. Lama penggenangan sawah dipengaruhi oleh kondisi tanah
dan persiapan tanam. Pembajakan biasanya dilakukan dua kali. Dengan pembajakan ini
diharapkan gumpalangumpalan tanah terpecah menjadi kecilkecil. Gumpalan tanah
tersebut kemudian dihancurkan dengan garu sehingga menjadi lumpur halus yang rata.
Keuntungan tanah yang telah diolah tersebut yaitu air irigasi dapat merata. Pada petakan
sawah yang lebar, perlu dibuatkan bedenganbedengan. Antara bedengan satu dengan

bedenglainnya berupa saluran kecil. Ujung saluran bertemu dengan parit kecil di tepi
galengan yang berguna untuk memperlancar air irigasi.
Secara Umum Pengolahan tanah meliputi 3 fase:
1. Penggenangan tanah sawah sampai tanah jenuh air.
2. Membajak sebagai awal pemecahan bongkah dan membalik tanah.
3. Menggaru untuk menghancurkan dan melumpurkan tanah.
Untuk 3 fase pengolahan tanah tersebut menggunakan 1/3 kebutuhan air dari total

1.
2.
3.
4.
5.

kebutuhan air selama pertumbuhan tanaman


Pengolahan tanah dengan cara basah yaitu tanah sawah dibajak dalam keadaan basah
dan digaru memanjang dan menyilang sampai tanah melumpur dengan baik.
Pengolahan tanah paling lambat 15 hari sebelum pemindahan bibit
Ciri-ciri tanah yang telah selesai olah dan siap untuk ditanami:
Tanah terolah sampai berlumpur
Air tidak lagi banyak merembes ke dalam tanah
Permukaan tanah rata
Pupuk tercampur rata
Bersih dari sisa gulma dan tanaman
(Syamsiah, 2004)
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Pengolahan tanah merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap hasil padi

selain faktor-faktor lainnya seperti pemupukan, pengairan, pengendalian hama penyakit


dll

Pengolahan tanah dapat dilakukan secara kering atau basah. Tetapi yang biasanya

dilakukan pada umumnya adalah secara basah

Cara pengolahan tanah dapat menggunakan tenaga manusia, hewan atau alat-alat

mesin pertanian.
4.2 Saran
Dalam budidaya tanaman padi, persiapan lahan yang baik sangat menentukan
optimalisasi hasil produksi yang dapat dicapai, jadi sebelum memulai budidaya padi
pastikan terlebih dulu lahan yang akan digunakan memenuhi syarat tumbuh padi dan
lahan yang ideal.

DAFTAR PUSTAKA
Barlowe, R. 1986. Land Resource Economics. The Economics of Real Economics
Daywin, F. J. 1991. Motor Bakar Internal dan Tenaga Dibidang Pertanian. Bogor : IPB
press.
Gandasasmita, K. 2001. Analisis Penggunaan Lahan Sawah dan Tegalan di Daerah Aliran
Sungai Cimanuk Hulu Jawa Barat. Bogor : Disertasi Sekolah Pasca Sarjana, Institut
Pertanian Bogor.
Ina Hasanah. 2007. Bercocok Tanam Padi. Jakarta : Azka Mulia Media
Las, I., A.K. Makarim., A. Gani., H. Pane., dan S. Abdulrahman. 2003. Pandum teknis
pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu padi sawah irigasi. Departemen
Pertanian
Niin. 2010.Dinamika Spasial Penggunaan Lahan Di Kabupaten Katingan Dan Kota
Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Bogor : Program Pascasarjana Institut
Pertanian Bogor
Sembiring, H., dan A. Abdulrahman. 2008. Potensi penerapan dan pengembangan PTT dalam
Upaya peningkatan produksi padi. IPTEK Tanaman Pangan. Bogor : Puslitbangtan.
3(2) : 145-155
Syamsiah, I., Syahrial. A., Amril.B., Nasrul.H., dan Azwir. 2004. Pengelolaan usahatani padi
sawah secara terpadu di Pakandangan, Sumatera Barat. Buku Tiga. Kebijakan
Perbesaran dan Inovasi Teknologi Padi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman
Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Vink, 1975 Vink, A. P. A. 1975. Land Use in Advancing Agriculture. Springer Verlaag, New
York, 394 p