Anda di halaman 1dari 22

BUDIDAYA

TANAMAN
KUNYIT
Lectured by :
CUT IDATUL FITRIAH
1305102010058
EKA MAULIDA1305102010029
EKA YUSTIKA 1305102010009
NURLIANTI 1305102010007
RANA YUSPITA
1305102010044

Apa itu kunyit ?


Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan
bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh
daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar
disekitar hutan/bekas kebun. Diperkirakan berasal
dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl.
Kunyit termasuk salah satu tanaman rempah dan
bahan baku obat alami asli dari wilayah Asia
Tenggara.
Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah
satu tanaman obat potensial, selain sebagai bahan
baku obat juga dipakai sebagai bumbu dapur dan zat
pewarna alami.

Klasifikasi Kunyit

Klasifikasi Divisio : Spermatophyta


Sub-diviso : Angiosperma
Kelas :Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zungiberaceae
Genus : Curcuma
Species : Curcuma domestica Val

Deskripsi Kunyit

kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm.


Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk
rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari
pelepah daun (agak lunak).
Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang
hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan
menyirip dengan warna hijau pucat.
Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk
batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3
cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan.
Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata.
Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah
merah jingga kekuning-kuningan

Manfaat Kunyit
Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai
ramuan jamu.
Sebagai bahan obat tradisional.
Bahan baku industri jamu dan kosmetik.
Bahan bumbu masak.
sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba.
pencegah kanker.
menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol

1. Iklim

Syarat Pertumbuhan
Kunyit

Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas
cahaya penuh atau sedang.
Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 10004000 mm/tahun.
Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan.
Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30 C.

2. Media Tanam
Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur, pada tanah yang dicangkul dengan
baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah.
Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik
tinggi, tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa.
3. Ketinggian Tempat
Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran
tinggi (> 2000 m dpl). Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian
45 m

Lanjutan...
Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus dikeringkan dahulu
selama 42 jam pada suhu udara 35 o C.
Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan
direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.
Pemindahan Bibit Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian,
dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1,5 bulan.
Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di
lahan.
Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati
guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak

Bagaimana cara Budidaya Kunyit ?


1. Pembibitan
Syarat bibit yang baik :

Berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar, sehat, berdaun banyak dan hijau,
kokoh, terhindar dari serangan penyakit; cukup umur/berasal dari rimpang yang telah
berumur > 7-12 bulan; bentuk, ukuran, dan warna seragam; memiliki kadar air cukup.
Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas, dengan berat antara 2030 gram dan panjang 3-7 cm.

Teknik Penyemaian Bibit Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dengan
cara :

Mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1,5 bulan,


dengan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore hari).
Menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28 o C. dan
merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. ZPT yang
sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1,5 liter air) dan larutan G-3 (500-700
ppm).

2. Pengolahan Media Tanam


1) Persiapan Lahan
Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan.
Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum
tanam.
2) Pembukaan Lahan
Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma .Tanah dicangkul pada
kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gasgas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang
ada mati karena terkena sinar matahari.
3) Pembentukan Bedengan
Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm
dengan jarak antar bedengan 30-50 cm.
4) Pemupukan (sebelum tanam)
dilakukan dengan menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam
lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1 minggu. Tiap lubang tanam
membutuhkan pupuk kandang 2,5-3 kg.
5) Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan dan pembumbunan, untuk
menghindari adanya kompetisi perolehan zat hara dengan gulma dan menjaga
kelembaban, suhu dan kegemburan tanah.

3 Teknik Penanaman

Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0,50-0,65 ton. Maka diharapkan


akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha.

Penentuan Pola Tanaman Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian


ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dengan arah mata tunas
menghadap ke atas.

Pembutan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan


dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara
lubang adalah 60 x 60 cm.

Perioda Tanam Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama
seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya.

penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim


kemarau

(7-8

bulan)

atau

penanaman

di

awal

musim

hujan

pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan).

dan

4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penyulaman
2) Penyiangan
Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan
tanah
3) Pembubunan
Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya
dilakukan secara rutin setiap 3 4 bulan sekali.
4) Pemupukan
Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman
kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan).

Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha.


Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20
gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha)
pada tanaman yang berumur 4 bulan.
Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7,5
ton rimpang segar/ha.

Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha),
dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan
pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman
berumur 2 bulan dan 4 bulan.

Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam
bentuk alur dan ditanam di sela-sela tanaman.

Apa saja Hama , Penyakit dan Gulma


yang menyerang pada budidaya
kunyit ?
Hama
Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera.)
Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama
kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk.
Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3.

Penyakit
Busuk bakteri rimpang Penyebab: oleh kurang baik sistem pengairan
(drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alatalat pertanian, sehingga luka rimpang kemasukan cendawan.
Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas,
kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos.
Pengendalian:
a. mencegah terjadi genangan air pada lahan, mencegah
terlukanya rimpang
b. penyemprotanfungisida dithane M-45.

Lanjutan...
2) Karat daun kunyit Penyebab: Taphrina macullans Bult dan
Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut
Panchaetothrips.
Gejala:
Timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun; bila penyakit ini
menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan
mempengaruhi
produksinya
sebaliknya
jika
menyerang
tanaman/daun muda, menyebabkan tanaman tersebut menjadi
mati.
Pengendalian:
a. Dilakukan dengan mengurangi kelembaban
b. Penyemprotan insektisida, seperti dengan agrotion 2 cc/liter
atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama
seminggu sekali

Gulma
Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun
yang umum yaitu alang-alang, rumput teki, rumput lulangan,

Panen Kunyit

Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan, saat panen yang terbaik
adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun
kedua.

Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila
dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8. bulan.

Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan


cangkul/garpu.

Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang
terkandung didalamnya mengumpul.

Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan
proses pengeringannya.

Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai
0,71 kg. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.

Pasca Panen
Penyortiran Basah dan Pencucian Sortasi.
Perajangan.
Pengeringan : Pengeringan dapat dilakukan
dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau
alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan
selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah
8%.
Penyortiran Kering.
Pengemasan

Analisis Ekonomi Budidaya Tanaman Kunyit

Ratio biaya dengan pendapatan atau benefit


cost ratio (B/C)

B/C

merupakan

mengukur

salah

kelayakan

satu
usaha

cara
kunyit.

untuk
B/C

merupakan pembanding antara hasil penjualan


dengan total pengeluaran biaya produksi, B/C
usahatani kunyit = 1,43.
Jadi Net B/C ratio dalam proyek tersebut
adalah 1,43. 1,43 > 1, artinya usaha budidaya
kunyit Layak Dijalankan.

Titik balik modal atau break even point


(BEP)
Titik impas (BEP) produksi diperoleh dari total pengeluaran
dibagi harga per-1 kg kunyit saat itu, berarti pada jumlah
produksi tertentu usahatani kunyit berada pada titik impas.
Sedangkan BEP harga diperoleh dari total pengeluaran dibagi
total produksi rimpang kunyit, berarti pada harga yang
diperoleh usaha tidak merugi dan tidak beruntung.

BEP produksi usahatani kunyit = 12.575 /kg rimpang segar.


BEP harga usahatani kunyit = Rp. 1.397,25/kg rimpang segar

Efisiensi penggunaan modal atau return of


investment (ROI)

Perhitungan nilai keuntungan usahatani


kunyit yang dikaitkan dengan modal yang
telah dikeluarkan. ROI diperoleh dari hasil
bagi

antara

penjualan

dengan

produksi dikalikan 100%.


ROI usahatani kunyit adalah 143,14%.

biaya

GAMBARAN PELUANG AGRIBISNIS


Dewasa ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/
jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1,5-6 ton/bulan.
Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan
persentase peningkatan 10-25% per tahunnya.
Permintaan kebutuhan industri di atas sebagian besar berasal dari pasokan
para petani. Melihat dari kebutuhan rata- rata industri jamu dan kosmetik
yang ada di dalam negeri, suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak
seimbang, apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu
ton/tahun.

Kesimpulan

Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu:


Sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan
bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga
bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker,
anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai
pembersih darah.
Teknik budidaya kunyit terdiri dari pembibitan, pengolahan media tanam, teknik
penanaman, pemeliharaan tanaman, panen, dan pasca panen.
Total produksi diperoleh dari usaha budidaya kunyit adalah Rp. 36.000.000,00dan Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 10.850.000,00 Net B/C ratio dalam proyek ini adalah 1,43. 1,43 > 1, artinya usaha budidaya
kunyit Layak Dijalankan.
Indonesia kini sudah selayaknya membudidayakan tanaman ini, terutama
dengan sistem monokultur/tumpang sari sehingga produksi yang dicapai lebih
cepat dan tinggi, agar kebutuhan minimal dalam negeri terpenuhi secara optimal

Terima
Kasih