Anda di halaman 1dari 6

STUDI MORFOLOGI PINJAL Ctenophalides felis PADA

KUCING DENGAN MENGGUNAKAN METODE


WHOLEMOUNT HEWAN
Diah Try Utami Ningsih
Program Studi Pendidikan Biologi
FKIP Universitas Muhammadiyah Malang
E-mail : diah_try_utami@yahoo.com
ABSTRAK

Kucing disebut juga kucing domestik atau kucing rumah (Felis silvestris catus) adalah sejenis
mamalia (hewan menyusui) karnivora dari Famili Felidae. Di alam terdapat kucing yang beragam
jenis dari habitatnya diantaranya spesies dari kelompok Kucing yang garis keturunannya tercatat
secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx.
Tikus digolongkan ke dalam Ordo Rodentia (hewan yang mengerat), Familia Muridae dari
kelompok mamalia (hewan menyusui). Di alam terdapat tikus yang beragam jenis dari habitatnya ,
diantaranya species tersebut adalah: Bandiota indica (tikus wirok), Rattus norvegicus (tikus riul),
Rattus-rattus diardii (tikus rumah), Rattus tiomanicus (tikus pohon), Rattus argentiventer (tikus
sawah), Rattus exulans (tikus ladang), Mus musculus (mencit rumah), dan Mus caroli (mencit
ladang). Pinjal merupakan organisme berukuran kecil berwarna coklat tanpa sayap, 2.0-2.5 mm
dengan badan yang pipih lateral. Pinjal jantan lebih kecil dari pinjal betina. Kepalanya kecil dan
keras mempunyai mata dan sisir; semua mempunyai antena dan bagian mulut untuk menghisap.
Tiap ruas thoraks yang bersegmen mempunyai sepasang kaki kuat yang berakhir dengan dua kuku
lengkung (Brown, 1983). Penelitian ini dilakukan mengidentifikasi morfologi dari pinjal yang
parasit pada kucing dan tikus untuk mengetahui bentuk keseluruhan pinjal. Identifikasi dilakukan
dengan metode wholemount hewan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pinjal yang hidup di
tubuh antara kucing dengan tikus memiliki morfologi yang berbeda.

Kata kunci: Pinjal, Ctenophalides felis, Felis silvestris catus, Wholemount.

ABSTRACT
Cats also known as the domestic cat or house cat (Felis silvestris catus) is a kind of mammals
(mammals) carnivores of Family Felidae. In nature there are cats of different types of habitat of
such species lineage groups of cats were officially recorded as a cat breeds or strains pure (pure
breed), like Persian, Siamese, Manx, sphinx. The mice were classified into the Order Rodentia
(rodent animals), Familia muridae from the group of mammals (mammals). In nature there are
mice that various types of habitat, including species that are: Bandiota indica (lesser bandicoot
rat), Rattus norvegicus (rat riul), Rattus rattus-diardii (house mice), Rattus tiomanicus (tree rat),
Rattus argentiventer (field mouse ), Rattus exulans (field mice), Mus musculus (house mouse), and
Mus Caroli (field mice). Fleas are small organisms without wings brown, 2.0-2.5 mm with lateral
flattened body. Flea males are smaller than females fleas. His head was small and hard to have
eyes and a comb; all have an antenna and mouth parts to suck. Each segmented thoracic vertebra
has a pair of strong legs that ended with two curved nails (Brown, 1983). This study was
conducted to identify the morphology of the fleas are parasites in cats and rats to determine the

overall shape fleas. Identification was conducted by whole mount animals. The identification
results show that fleas that live in the body between a cat with mice have different morphologies.
Keywords : flea , Ctenophalides felis , Felis silvestris catus , wholemount.

1. PENDAHULUAN
Kucing disebut juga kucing domestik atau kucing rumah (Felis silvestris
catus) adalah sejenis mamalia karnivora dari famili Felidae. Di alam terdapat
kucing yang beragam jenis dari habitatnya diantaranya spesies dari kelompok
Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau
galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Tikus digolongkan
ke dalam Ordo Rodentia (hewan yang mengerat), Familia Muridae dari kelompok
mamalia (hewan menyusui), Menurut Priyambodo (1995) Ordo Rodentia
merupakan Ordo dari Classis mamalia yang terbesar karena memiliki jumlah
species (40%) dari 5.000 species untuk seluruh Classis mamalia. Kurang lebih
delapan species dari 2.000 species Rodentia ini, yang paling berperan sebagai
hama tanaman pertanian dan vektor patogen manusia. Kedelapan species tersebut
adalah: Bandiota indica (tikus wirok), Rattus norvegicus (tikus riul), Rattus-rattus
diardii (tikus rumah), Rattus tiomanicus (tikus pohon), Rattus argentiventer (tikus
sawah), Rattus exulans (tikus ladang), Mus musculus (mencit rumah), dan Mus
caroli (mencit ladang).
Pinjal termasuk ordo Siphonaptera yang mulanya
dikenal sebagai ordo Aphniptera. Terdapat sekitar 3000 spesies pinjal yang masuk
ke dalam 200 genus. Sekarang ini baru 200spesies pinjal yang telah diidentifikasi
(Zentko, 1997). Seringkali orang tidak dapat membedakan antara kutu dan pinjal.
Pinjal juga merupakan serangga ektoparasit yang hidup pada permukaan tubuh
inangnya. Inangnya terutama hewan peliharaan seperti kucing, dan anjing, juga
hewan lainnya seperti tikus, unggas bahkan kelelawar dan hewan berkantung
(Soviana dkk, 2003).
Tikus dan pinjal berinteraksi secara ektoparasit obligate
sementara. Dalam interaksi ini pinjal dewasa selalu hidup menempel pada
permukaan tubuh inang, sedangkan stadium pra dewasa tumbuh terlepas dari
inangnya. Interaksi ini lebih bersifat leluasa, tidak seperti kutu (Anoplura) yang
menetap selama hidupnya di tubuh tikus. Xenopsylla cheopis adalah parasit dari
hewan pengerat, terutama dari genus Rattus, dan merupakan dasar vektor untuk
penyakit pes dan murine tifus.
Banyaknya jenis hewan ektoparasit yang ada di
alam , membuat banyak orang kesulitan dalam membedakan antara pinjal, caplak,
Kutu dan tungau. Pinjal yang hidup parasit pada permukaan tubuh tikus
beranekaragam tergantung hari tikus yang hidup di habitat tertentu, diantaranya
Pulex iritans, Xenopsylla cheopis, Echidnopahaga gallinaceaXenopsylla astia
Stivalius cognatusNosopsyllus fasciatus, Ctenocephalides felis felis.
Metode
wholemount adalah salah satu metode dalam mikroteknik yang bertujuan untuk
mengidentifikasi morfologi dari pinjal yang parasit pada kucing dan tikus untuk
mengetahui bentuk keseluruhan dari tubuh hewan atau organisme-organisme kecil

lainnya. Sehingga dapat dibedakan secara morfologi dari organisme satu dengan
yang lainya (Wahyuni, 2010).
2. MATERI DAN METODE
Preparat Wholemount Hewan

Penelitian dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas


Muhammadiyah Malang. Waktu pelaksaan penelitian pada tanggal 25 - 26 April
2015 Objek yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan pinjal dari
kucing kampung sebagai pembanding dari literatur lain menggunakan pinjal dari
tikus putih dengan mengacu pada buku Petunjuk Praktikum Mikrobiologi.
Pengambilan sampel pinjal kucing bertempat di Pet House Sengkaling, Kota
Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Botol flakon, gelas
arloji, kaca benda, kaca penutup, mikroskop. Bahan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kutu kucing, KOH, aquades, alcohol bertingkat
30%,50%,70%,80%,100%, Xylol, Enthelan. Hewan dimasukkan ke dalam botol
flakon dan difiksasi dengan larutan KOH Selama 24 Jam. Bahan dipindahkan ke
gelas arloji, mencuci menggunakan aquades selama 10 menit, menetesi asam
asetat 10% selama 30 menit, mencuci dengan aquades selama 10 menit, dehidrasi
menggunakan alcohol bertingkat masing-masing selama 10 menit, menetesi
dengan minyak cengkeh selama 30 menit, menetesi xylol 1 selama 30 menit dan
mengamati menggunakan mikroskop dan mengenthelan.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


Setelah dilakukan pengamatan menggunakan metode wholemount hewan
didapatkan hasil yang berbeda pada morfologi pinjal pada kucing dan tikus putih
dengan tikus rumah. Pada pinjal kucing didapatkan struktur morfologi ukuran
badan kecil dibandingkan pinjal tikus, jumlah kaki pada pinjal kucing sebanyak
empat pasang, antena dua pasang, terdapat abdomen, kepala, dan mulut
penghisap. Tikus putih didapatkan struktur morfologi ukuran badan lebih kecil
dibandingkan pinjal pada tikus rumah, jumlah kaki sebanyak empat pasang,
antenna satu pasang. Pada pengamatan pinjal tikus rumah didapatkan hasil ukuran
tubuh pinjal lebih panjang dibandingkan dengan pinjal pada tikus putih, tiga
pasang kaki, satu pasang antenna.

Tabel Perbedaan Stuktur Morfologi Pada Pinjal Kucing dan Tikus

No

Preparat

Keterangan
1. Kepala
2. Mulut
Penghisap
3. Antena 2
pasang
4. Kaki 3
pasang
5. Abdomen

(Ctenophalides felis)

Perbesaran 400

1.
1.
1

1. Kaki 4
pasang
2. Antenna 1
pasang
3. Abdomen

2.

(Xenopsilla cheopis)
Perbesaran 400
1. Kaki 4
pasang
2. Antenna 2
pasang
3. Abdomen

3.

(Pinjal Tikus Rumah)


Perbesaran 400
4. SIMPULAN

Penelitian ini dilakukan mengidentifikasi morfologi dari pinjal yang parasit


pada kucing dan tikus untuk mengetahui bentuk keseluruhan pinjal. Identifikasi
dilakukan dengan metode wholemount hewan. Hasil identifikasi menunjukkan
bahwa pinjal yang hidup di tubuh antara kucing dengan tikus memiliki morfologi
yang berbeda. Setelah dilakukan pengamatan menggunakan metode wholemount
hewan didapatkan hasil yang berbeda pada morfologi pinjal pada kucing dan tikus
putih dengan tikus rumah. Pada pinjal kucing didapatkan struktur morfologi
ukuran badan kecil dibandingkan pinjal tikus, jumlah kaki pada pinjal kucing
sebanyak empat pasang, antena dua pasang, terdapat abdomen, kepala, dan mulut
penghisap. Tikus putih didapatkan struktur morfologi ukuran badan lebih kecil
dibandingkan pinjal pada tikus rumah, jumlah kaki sebanyak empat pasang,
antenna satu pasang. Pada pengamatan pinjal tikus rumah didapatkan hasil ukuran
tubuh pinjal lebih panjang dibandingkan dengan pinjal pada tikus putih, tiga
pasang kaki, satu pasang antenna.

Daftar Pustaka

Hemera Zoa. 1997. Kembar Dempet Pada Embryo Ayam. (79) : 93-99.
Laboratorium Embriologi Bagian Anatomi : Fakultas Kedokteran
Hewan IPB.
Laksmita, S.A. 2013. Prediksi Lama Kematian Berdasarkan Keberadaan Serangga
Genus Lucilia (Calliporhidae) Pada Bangkai Mencit (Mus
musculus) di Lokasi Hutan Mangarove. Jurnal Biologi. Jurusan
Biologi FMIPA Universitas Udayana, Bukit Jimbaran : Bali.
Rahayu, S.Y. 2005. Pertumbuhan dan Perkembangan Embryo Tikus Putih (Rattus
novergicus L.) Setelah Perlakuan Kebisingan. Jurnal ISSN 1411321X 7 (1) : 53-59. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sebelas
Maret (UNS) : Surakarta.
Toineno, E.S. 2012. Keragaman Famili Psocoptera Di Nusa Penida Kabupaten
Klungkung Bali. Jurnal Biologi. Jurusan Biologi FMIPA
Universitas Udayana, Bukit Jimbaran : Bali.
Waladhafash, Sriyani.S. 2012. Pembuatan Sediaan Utuh Mikroteknik Biologi.
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) :
Surakarta.