Anda di halaman 1dari 2

TELAGA WARNA LEGENDA RAKYAT JAWA BARAT

Yoga Wahyu Aji 10:09:00 PM 1 Comment CERITA RAKYAT INDONESIA, DONGENG


INDONESIA

Jaman dahulu ada sebuah kerajaan di Jawa Barat yang bernama


Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan adalah sebuah kerajaan yang makmur dan
damai. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja bijaksana bernama prabu
Swartalaya. Meski negeri itu hidup makmur, namun rakyat negeri itu merasa
gelisah. Hal tersebut dikarenakan sang raja belum juga dikaruniai momongan
hingga saat ini. Sehingga masalah tersebut membuat raja dan ratu sangat
sedih, rakyatpun ikut gundah. Mereka khawatir jika kerajaan nantinya tidak
memiliki
penerus.
Akhirnya untuk bisa mendapat keturunan, sang raja menyepi dan bersemedi
di sebuah goa. Setelah beberapa waktu lamanya, ahirnya harapan sang raja
terkabul. Muncul sebuah suara tanpa wujud yang berkata bahwa harapanya
akan segera terwujud. Sang raja merasa sangat senang, lalu dia menyudahi
semedinya dan kembali ke istana.

Selang beberapa minggu kemudian, permaisuri akhirnya mengandung. Lalu


sembilan bulan kemudian lahirlah seorang puteri yang sangat cantik. Puteri
tersebut dinamakan Gilang Rukmini. Kelahiran sang puteri disambut riang
gembira oleh segenap rakyat, terutama sang raja dan ratu yang sudah lama
mengharapkan keturunan. Pesta diadakan cukup meriah di istana.
Beberapa tahun berlalu, puteri Gilang Rukmini tumbuh menjadi puteri yang
sangat cantik. Namun karena sejak kecil sering dimanjakan oleh ayah ibunya,
puteri gilang rukmini memiliki perangai yang cukup buruk. Dia tumbuh menjadi
gadis yang sangat manja. Jika keinginanya tidak dituruti, dia akan cepat
marah
dan
berlaku
cukup
kasar
pada
siapapun.
Namun sang raja dan segenap rakyat tetap menyayanginya. Mereka berharap
perangai sang puteri kelak akan berubah seiring waktu. Hingga pada suatu

ketika, tibalah umur sang puteri genap menginjak 17 tahun. Untuk


merayakanya, suluruh rakyat sepakat untuk memberikan hadiah spesial
sebagai
wujud
rasa
cinta
mereka
pada
sang
puteri.
Akhirnya, rakyat seluruh negeri menyisihkan perhiasan terbaik mereka.
Semua perhiasan itu nantinya akan dilebur untuk membuat kalung yang
cukup cantik. Pandai emas terbaik diseluruh negeri, diserahi tugas untuk
membuat kalung tersebut. Hingga terciptalah sebuah kalung yang sangat
cantik,
bertahtakan
batu
permata
warna-warni
yang
berkilau.
Acara ulang tahun diadakan di istana dengan persiapan yang cukup megah.
Panggung besar dibuat di depan istana dengan dekorasi yang meriah. Rakyat
berbondong-bondong berkumpul untuk mengucapkan selamat pada sang
puteri
yang
mereka
cintai.
Akhirnya, sang raja, ratu, dan puteri datang dan naik ke atas mimbar,
disambut sorak sorai para rakyat yang berbahagia. Hingga tibalah dimana
kalung permata yang dipersembahkan oleh rakyat seluruh negeri diserahkan.
Mereka
berharap
sang
puteri
akan
merasa
senang.
Namun ketika sang raja membuka kotak dan menyerahkan kalung itu, sang
puteri hanya mengerutkan dahi. Tidak sedikitpun tampak raut senang di
wajahnya. Melihat tingkah laku puterinya, sang raja menjadi malu. Lalu raja
berkata..'' Terimalah dan pakailah kalung itu. Itu wujud cinta seluruh rakyat
pada mu. Hargailah jerih payah mereka''. Namun jawaban sang puteri justru
mengejutkan. Dengan terang-terangan dia menolak, bahkan mengejek kalung
itu. ''Ah.. kalung apa itu? Jelek sekali. Warnanya sangat kampungan''.
Melihat tingkah laku puterinya yang sudah di luar batas, sang raja menjadi
sangat sedih dan malu. Ahirnya sang raja mulai menangis. Melihat rajanya
menangis, rakyat yang melihatnya ikut bersedih, dan ahirnya ikut menangis.
Konon katanya, mereka semua menangis terus menerus hingga istana
tergenang oleh air mata mereka. Dan tiba-tiba, dari dalam tanah juga ikut
memancar air yang sangat deras, hingga istana dan seluruh negeri tenggelam
di dasarnya. Dan kini, tempat itu berubah menjadi Telaga Warna. Karena pada
waktu-waktu tertentu, air di telaga itu bisa berubah warnanya. Dan menurut
legenda, itu adalah pancaran warna dari kalung Puteri Gilang Rukmini yang
berada di dasar telaga.

Dikutip dari : http://dongengterbaru.blogspot.co.id/2015/09/telaga-warnalegenda-rakyat-jawa-barat.html