Anda di halaman 1dari 4

PERUBAHAN MATERI GENETIK: PENGERTIAN

MUTASI, SEBAB-SEBAB MUTASI, MACAM-MACAM


MUTASI, DAN MUTASI YANG ACAK
RESUME
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Genetika I
yang Dibina oleh Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd.

Disusun Oleh:
Kelompok 13/Offering A
Eka Imbia Agus Diartika (140341601668)
Fiqih Dewi Maharani

(140341606456)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI

Maret 2016
MACAM-MACAM MUTASI DAN MUTASI YANG ACAK
Ada beberapa tipe mutasi yang dibedakan berdasarkan macam sel yang
mengalami mutasi, lingkup kejadian (gen atau kromosom), penyebabnya jelas
(diketahui) atau tidak jelas (tidak diketahui), sebab mutasi, dan lainnya.
Mutasi Somatik dan Mutasi Germinal
Dibedakan berdasarkan macam sel yang mengalami mutasi. Disebut juga
sebagai mutasi garis benih (germ line mutation), dan mutasi gametik (gametic
mutation). Mutasi somatik terjadi pada sel somatik, dan mutasi gametik terjadi
pada sel germ. Kedua mutasi dapat diwariskan melalui reproduksi seksual dan
aseksual. Contoh: mutasi somatik pada tunas tanaman jeruk dapat diwariskan
secara aseksual kepada generasi berikutnya hingga ke generasi sel germ.
Mutasi germinal yang dominan dapat segera terekspresikan pada turunan,
jika resesif maka efek mutasi tidak terdeteksi karena kondisi heterozigot. Semua
gen mutan yang diwariskan melalui reproduksi seksual (misal pada hewan,
manusia) akan terbentuk mutasi germinal. Contoh mutasi germinal dominan yakni
pada populasi domba di Dover (Massachussets).
Mutasi Kromosom dan Mutasi Gen
Mutasi gen terjadi di lingkup gen, mutasi kromosom terjadi di lingkup
kromosom.. Macam mutasi gen yakni mutasi titik (point mutation) yang hanya
menimpa 1 pasang nukleotida dalam suatu gen. Mutasi gen dapat berupa
perubahan urutan DNA termasuk substitusi pasangan basa (base pair substation
mutation), transisi (transition mutation), transversi (transvertion mutation), mutasi
misense (misense mutation), mutasi nonsens (nonsense mutation), mutasi netral
(neutran mutation), mutasi diam (silent mutation), mutasi pengubahan rangka
(frame shift mutation), mutasi ke depan (forward mutation), mutasi balik (reverse
mutation), dan mutasi penekan (suppresor mutation).
Mutasi substitusi pasangan basa ialah perubahan yang terjadi pada gen
berupa pergantian 1 pasang basa oleh pasangan basa yang lain. Contoh: pasangan
AT digantikan oleh GS. Mutasi transisi terjadi pergantian basa purin dengan basa
purin lain atau pergantian basa pirimidin dengan basa pirimidin lain, atau
pergantian. Contoh: ATGS, GSAT, TASG, SGTA.

Mutasi transversi terjadi pergantian basa purin dengan basa pirimidin, atau
pergantian basa pirimidin dengan basa purin. Contoh: GSSG, ATSG, SGTA.
Mutasi misens terjadi karena perubahan suatu pasangan basa yang mengakibatkan
terjadi perubahan 1 kode genetik, sehingga asam amino berubah. Mutasi nonsense
ialah suatu pergantian pasangan basa yang menyebabkan terjadinya perubahan
kode genetik asam amino menjadi kode genetik terminasi sehingga polipeptida
yang terbentuk tidak sempurna. Contoh: UGGUGA.
Mutasi netral ialah pergantian pasangan basa terkait perubahan suatu kode
genetik, menimbulkan perubahan asam amino, tapi tidak mengakibatkan
perubahan fungsi protein. Mutasi balik dapat memulihkan polipeptida yang
sebelumnya bersifat fungsional sebagian/tidak fungsional menjadi berfungsi
sepenuhnya (true reversion), dan memulihkan sebagian (partial reversion).
Mutasi penekan (suppresor mutation) ialah mutasi yang memunculkan protein
lain yang mengkompensasi fungsi protein mula-mula.
Mutasi kromosom/aberasi kromosom dipilah jadi 2 macam yakni berupa
perubahan struktur dan jumlah kromosom. Perubahan struktur berupa perubahan
jumlah (karena delesi, duplikasi), dan perubahan lokasi gen (karena inversi,
translokasi). Macam mutasi kromosom yang menyebabkan perubahan jumlah
kromosom ialah fusi sentrik (centric fusion) 2 kromosom non homolog
bergabung jadi satu; fisi sentrik (centric fission) satu kromosom terpisah jadi
dua; aneuploidi; monoploidi; dan poliploidi.
Dikenal pula macam mutasi spontan, mutasi terinduksi, mutasi morfologi,
mutasi biokimia, mutasi letal (menyebabkan suatu sel tidak dapat hidup), mutasi
kondisional (efek mutasi yang tidak terdeteksi pada kondisi tertentu, contoh:
mutasi peka suhu/temperature sensitive mutation), mutasi yang mempengaruhi
pola perilaku (contohnya perubahan perilaku kawin suatu hewan), dan
mempengaruhi regulasi gen. Mutasi adalah suatu kejadian yang kebetulan, tidak
terarah, dan acak. Salah satu cara membuktikan mutasi bersifat acak sesuai pada
percobaan replica plating menggunakan kultur bakteri yang diencerkan lalu
disebarkan pada permukaan medium nutrien agar semi solid dalam cawan petri.
Kemudian akan terbentuk koloni yang nampak jelas pada permukaan agar. Lalu
prosedur replica plating tersebut diulang dengan sejumlah besar koloni bakteri,

lalu diinkubai pada cawan selektif (mengandung streptomisin), dan koloni yang
resisten terhadap streptomisin.
Pertanyaan :
1. Bagaimana mekanisme yang terjadi pada intragenic suppresor mutation?
Jawab:
Ada 2 pola mekanisme yang terjadi pada intragenic suppresor mutation. Pada
pola pertama terjadi perubahan basa nukleotida dan dalam triplet yang
mentranskripsi kode genetik yang sama. Pola kedua, terjadi perubahan basa
nukleotida lain dalam triplet yang mentranskripsi kode genetik yang lain.
Contoh: mula-mula terjadi transversi SGAT (pasangan basa pertama dari
triplet), dan kode genetik hasil transkripsi adalah AGU yang mengkode asam
amino serin. Lalu terjadi transversi TAAT (pasangan basa ketiga dari
triplet), dan kode genetik hasil transkripsinya ialah AGU yang mengkode
asam amino arginin. Kondisi tersebut berhasil memulihkan protein secara
sepenuhnya, sekalipun mutasi itu tidak berlangsung pada tapak tempat mutasi
mula-mula
2. Mengapa mutasi disebut sebagai kejadian yang kebetulan, tidak terarah,
dan acak?
Jawab:
Mutasi sendiri merupakan kejadian yang kebetulan karena merupakan
perkecualian yang jarang terhadap keteraturan proses replikasi DNA,
kemudian tidak ada cara untuk mengetahui apakah suatu gen tertentu akan
bermutasi pada suatu sel tertentu atau pada suatu generasi tertentu. Untuk
suatu gen, kita tidak meramalkan individu mana yang akan mengalami mutasi
dan mana yang tidak mengalami mutasi. Mutasi bersifat tidak terarah dan
acak karena tidak diarahkan untuk kepentingan adaptasi. Mutasi terjadi begitu
saja tanpa memperlihatkan apakah mutan yang terbentuk adaptif atau tidak
adaptif terhadap lingkungan sesuai yang ditunjukkan pada percobaan replica
plating.