Anda di halaman 1dari 2

Besi Cor Kelabu

Besi cor kelabu mempunyai karakteristik tertentu, diantaranya adalah :


Warna patahannya kelabu, hal ini disebabkan oleh adanya karbon (C) bebas
dalam bentuk grafit yang terjadi pada waktu pembekuan di dalam besi cor.
Mempunyai bentuk grafit serpih (lamellar).
Mempunyai berat jenis 7,25 gr/cm3.
Mempunyai titik cair 1150 1250 oC.
Mempunyai temperatur tuang 1350 oC.
Mempunyai kekuatan tarik sebesar 10 35 kgf/mm2. Kekuatan tarik besi cor
kelabu bergantung pada jumlah dan bentuk dari grafitnya.
Penyusutan yang mungkin terjadi sebesar 0,6 1,3 %.
Struktur dasar dari besi cor kelabu adalah terdiri dari grafit, ferit, sementit, dan
perlit. Dalam struktur besi cor biasa 85 % dari kandungan karbon berbentuk sebagai
grafit. Dalam struktur ada berbagai bentuk dan ukuran dari potongan-potongan grafit,
yaitu halus dan besar, serpih, atau asteroid, bergumpal atau bulat. Keadaan potonganpotongan grafit ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sifat-sifat mekanis dari
besi cor.
Struktur-struktur dasar yang dimiliki oleh besi cor kelabu sangat dipengaruhi oleh
kandungan unsur-unsur di dalamnya. Selain mempengaruhi struktur dasar, kandungan
unsur-unsur juga sangat menentukan sifat-sifat material yang akan digunakan.
Berikut tabel contoh rentang komposisi dari besi cor kelabu yang telah
distandarisasikan oleh JIS.

Pengaruh Unsur-unsur terhadap Sifat dari Besi Cor Kelabu


Sifat-sifat dari besi cor kelabu juga tergantung pada unsur-unsur yang terkandung
atau ditambahkan ke dalam besi cor kelabu. Unsur-unsur tersebut adalah :
a. Carbon (C)
Karbon di dalam besi cor terdapat dalam bentuk grafit dan cenderung mendorong
terbentuknya matrik perlit. Selain itu, dengan semakin tingginya kadar karbon maka,
titik liquidus dari besi cor menjadi turun.
b. Belerang (S)
Belerang merupakan salah satu unsur yang dapat merugikan, karena unsur ini akan
membentuk FeS yang memiliki titik cair yang rendah. FeS biasanya terdapat di batas
butir dan membuat cairan logam menjadi kental. Untuk mengurangi kandungan
belerang dalam cairan logam diberikan unsur Mangan (Mn) agar membentuk reaksi

MnS yang akan terkandung di dalam cairan dan mamiliki titik cair yang lebih tinggi
dari pada FeS.
c. Mangan (Mn)
Mangan di dalam besi cor akan mengikat belerang (S), sehingga semakin tinggi
kandungan belerang maka semakin tinggi pula kandungan mangan yang harus
diberikan. Disamping dapat berfungsi sebagai pengikat belerang, mangan juga
mempunyai efek yang dapat merugikan yaitu cenderung akan membentuk sistem
metastabil. Keuntungan dari tingginya kandungan MnS adalah meningkatnya sifat
mampu permesinan, karena geram dari hasil pemotongan mempunyai sifat mudah
patah.
d. Phospor (P)
Phospor di dalam cairan logam dapat membuat cairan logam menjadi lebih encer
sehingga phospor dibutuhkan terutama untuk besi cor kelabu yang tipis. Dengan
bertambahnya phospor di dalam cairan logam cenderung mengakibatkan tuangan
menjadi porous.
e. Silikon (Si)
Silikon cenderung membentuk pembekuan sistem stabil dan cenderung mendorong
pembentukan grafit. Untuk menghindari pembekuan putih pada tuangan tipis adalah
dengan memberikan Si yang tinggi. Silikon larut dalam kristal ferit dan tuangan dapat
menjadi rapuh.