Anda di halaman 1dari 5

NAMA

: YUNIZAR
ASRIL
NPM : 0227 13 11 003
KELAS
: AKUNTANSI
VI-C
RESUME AKUNTANSI KEPERILAKUAN
ASPEK PERILAKU DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN

AKUNTANSI PERTANGGNGJAWABAN
Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) merupakan istilah yang
digunakan dalam menjelaskan akuntansi perencanaan serta pengukuran dan evaluasi kinerja
organisasi sepanjang garis pertanggungjawaban. Garis pertanggungjawaban ini
meliputi pendapatan, serta biaya-biaya yang diakumulasikan dan dilaporkan oleh pusat
pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban merupakan bagian dalam organisasi
yang diakumulasikan secara menyeluruh untuk kepentingan pencatatan.
Akuntansi pertanggungjawaban adalah jawaban akuntansi manajemen terhadap
pengetahuan umum bahwa masalah-masalah bisnis dapat dikendalikan seefektif
mungkin dengan mengendalikan orang-orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan
operasi tersebut. Salah satu tujuan akuntansi pertanggungjawaban adalah untuk memastikan
bahwa individu-individu pada seluruh tingkatan di perusahaan telah memberikan kontribusi
yang memuaskan terhadap pencapaian tujuan perusahaan secara menyeluruh.
Jadi Akuntansi pertanggungjawaban adalah komponen yang penting dari sistem
pengendalian ke suatu perusahaan. Yang dimana manfaatnya memberikan suatu kerangka kerja
yang berari untuk melakukan perencanaan, agregasi data, dan peaporan hasil kinerja operasi
disepanjang jalur pertanggungjawaban dan pengendalian.
JARINGAN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN
Istilah pusat pertanggungjawaban diguanakan untuk menunjukkan unit organisasi
yang dikelola oleh seorang manajer yang bertanggungjawab (Supriyono,2001). Penentuan
pusatpusat pertanggungjawaban memerlukan desentralisasi.
Desentralisasi berati pendelegasian wewenang pembuatan keputusan pada tingkatan
manajemen yang lebih rendah. Suatu pusat pertanggungjawaban dibentuk untuk mencapai
salah satu atau beberapa tujuan. Tujuan suatu pusat pertanggungjawaban secara individual
diharapkan dapat membantu pencapaian tujuan suatu oraganisasi sebagai suatu keseluruhan.
Dalam prakteknya suatu pusat pertanggungjawaban diserahi tanggungjawab yang spesifik

dan melihat dari luas tanggungjawab yang dipikulnya. Pusat Pertanggungjawaban merupakan
suatu segmen bisnis yang managernya bertanggungjawab terhadap serangkaian kegiatankegiatan tertentu. (Hansen dan Mowem 2009). Pusat pertnggungjawaban adalah organisasi
yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas yang
dilakukan. (Anthony dan Govindarajan 2009).
Pusat pertanggungjawaban dikelompokkan kedalam empat kategori, yang masingmasing mencerminkan rentang dan diskresi atas pendapatan dan/atau biaya serta lingkup
pengendalian dari manajer yang bertanggung jawab. Umumnya pusat pertanggungjawaban
diklasifikasikan ke dalam :
1. Pusat Biaya
Pusat biaya merupakan bidang tanggung jawab yang menghasilkan suatu produk atau
memberikan suatu jasa. Manajer bertanggung jawab atas pusat biaya memiliki diskresi
akan kendali hanya atas penggunaan sumber daya fisik dan manusia yang diperlukan
untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Selama proses perencanaan, para
manajer pusat biaya diberikan kuota produksi dan dapat berpartisipasi dalam
menetapkan tujuan biaya yang realistis dan adil untuk tingkat output yang diantisipasi.
2. Pusat Pendapatan
Manajer di pusat pendapatan hanya memiliki kendali terhadap biaya pemasaran
langsung dan kinerja mereka akan diukur dalam hal kemampuan mereka untuk mencapai
target penjualan yang telah ditentukan sebelumnya dalam batasan tertentu.
3. Pusat Laba
Pusat laba adalah segmen dimana manajer memiliki kendali baik atas pendapatan
maupun biaya. Diskresi yang mereka miliki terhadap biaya meliputi beban produksi dari
produk atau jasa. Kinerja dari manajer pusat laba dievaluasi berdasarkan target laba yang
direncanakan seperti tingkat pengembalian minimum yang diharapkan dan tingkat
halangan untuk laba residual.
4. Pusat Investasi
Manajer pusat investasi bertanggung jawab terhadap investasi dalam aktiva serta
pengendalian atas pendapatan dan biaya. Mereka bertanggung jawab untuk mencapai
margin kontribusi dan target laba tertentu serta efisiensi dalam penggunaan aktiva.
Mereka diharapkan untuk mencapai keseimbangan yang sehat antara laba yang dicapai
dan investasi dalam sumber daya yang digunakan. Kriteria yang digunakan dalam
mengukur kinerja mereka dan menentukan penghargaan mereka meliputi tingkat
pengembalian atas aktiva, rasio perputaran dan laba residual. Karena mereka

bertanggung jawab terhadap setiap aspek dari operasi, manajer pusat investasi ini
dievaluasi dengan cara yang sama seperti eksekutif puncak.
ASUMSI PERILAKU DARI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN

Rencana pertanggungjawaban, akumulasi data, dan sistem pelaporan semuanya


berdasarkan pada asumsi operasi dan perilaku manusia, yaitu sebagai berikut.
1) Management By Exeption / Manajemen Berdasarkan Perkecualian
MBE sangat efektif untuk mengatur dan mengontrol aktivitas organisasi, dimana
manajer harus berkonsentrasi pada penyimapangan anggaran atau tujuan dasar.
Karakteristik laporan periodik dari akuntansi pertanggungjawaban yang ideal adalah
menggambarkan perhatian manajemen pada penyimpangan dari aturan yang telah
ditentukan dan termasuk menentukan tindakan perbaikan untuk penguatan atau
perbaikan perilaku
2) Management By Objective/ Manajemen Berdasarkan Tujuan
Dalam akuntansi pertanggungjawaban, manajemen mengontrol dirinya sendiri. Disini
orang-orang melakukan tugasnya sendiri sebab mereka percaya mereka mampu
mengarahkan sendiri dalam pekerjaan mereka. MBO memberi fasilitas kepada manajer
dan bawahannya

untuk memformulasikan tujuan dan aktivitas untuk pusat

pertanggungjawaban. Akuntansi pertanggungjawaban menyediakan kerangka yang ideal


untuk memformulasikan tujuan secara detail. Sebagai sebuah cara pengendalian
manajemen, MBO memfasilitasi keinginan untuk tidak didominasi dengan memberi
manajer dan bawahannya sebuah kesempatan untuk secara bersama merumuskan
pencapaian dan kegiatan bagi pusat tanggung jawab masing-masing.
3) Coincidence Between Responsibility Network And Organizational Structure /
Kesesuaian Antara Jaringan Pertanggung Jawaban Dan Struktur Organisasi
Akuntansi pertanggungjawaban mengasumsikan pengendalian organisasi ditingkatkan
melalui penciptaan sebuah jaringan pusat tanggungjawab yang selaras dengan struktur
organisasi. Niat manejemen tingkat atas untuk mendelegasikan dijelaskan melalui
hierarki kewenangan atau struktur organisasi. Namun demikian, banyak organisasi yang
dilanda kelemahan yang hebat mengenai delegasi. Hal ini berakibat pada usaha saling
melewati tugas dan tanggung jawab.
4) Acceptance of Responsibility / Penerimaan tanggung jawab
3

Unsur

yang

terpenting

dalam

keberhasilan

penerapan

sistem

akuntansi

pertanggungjawaban adalah bahwa manajer pusat pertanggungjawaban menerima


tanggungjawab dan tugas yang diberikan kepadanya dengan layak dan kesediaan mereka
melaksanakannya.

Para manajer akan merasa bersedia menerima tugas dan

tanggungjawab tersebut dengan baik jika mereka merasa dibutuhkan secara fisik dan
sumber daya. Mereka akan melaksanakannya dengan baik jika budaya organisasi dimana
tempat mereka menjalankan tugas memberikan kebebasan untuk melaksanakan tugas
dengan cara-cara mereka sendiri. Budaya organisasi yang ada juga harus dapat
memberikan toleransi jika mereka mengalami kegagalan. Dan para manajer hendaknya
diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dan pandangan mereka sendiri tanpa
adanya rasa takut.
5) Capability of Inducing Cooperation / Kapasitas Untuk Mendorong Kerja Sama
Akuntansi pertanggungjawaban mampu meningkatkan kerjasama organisasi yang
memperlihatkan para manajer bekerja untuk mencapai tujuan bersama. Akuntansi
pertanggungjawaban juga menunjukan tingkat loyalitas mereka, kemampuan mereka
dalam membuat keputusan mereka sendiri di dalam kerangka tanggungjawab yang
didelegasikan kepada mereka. Akuntansi pertanggung jawaban meningkatkan kerja
sama organisasional dengan menunjukkan kepada manajer bagaimana aktifitas merka
sesuai dengan gambaran keseluruhan dan bahwa setiap orang bekerja untuk tujuan
bersama. Akuntansi pertanggungjawaban memperbaiki kerjasama organisasi dengan
menunjukkan manajer dimana kegiatan mereka dan juga semua bekerja menuju
tujuan bersama.Hal ini juga meningkatkan loyalitas, percaya diri, dan perasaan untuk
merasa penting

REFERENSI :
Fery Kool. 2014. Asumsi Keperilakuan Dari Akuntansi Pertanggungjawaban.
http://fekool.blogspot.co.id/2014/03/asumsi-keperilakuan-dari-akuntansi.html
diakses tanggal 18 maret 2016
Solifah ,Yuniasih . 2014. Aspek Keprilakuan Pada Akuntansi Pertanggungjawaban.
http://ayunieblog.blogspot.co.id/2014/10/aspek-keperilakuan-padaakuntansi.html diakses tanggal 18 maret 2016
Wiermayanti. 2009. Aspek Keprilakuan Dalam Akuntansi Pertanggungjawaban
https://dwiermayanti.wordpress.com/2009/03/14/aspek-keprilakuan-dalamakuntansi-pertanggungjawaban diakses tanggal 18 maret 2016