Anda di halaman 1dari 2

Enzim Jantung

Analisis enzim jantung dalam plasma merupakan bagian dari profil


diagnostik yang meliputi riwayat, gejala, dan elektrokardiogram. Analisis
enzim bertujuan untuk mendiagnosis infark miokardium. Enzim dilepaskan
dari sel bila mengalami cidera dan membrannya pecah. Kebanyakan enzim
tidak spesifik dalam hubungannya dengan organ tertentu yang rusak.
Laktat Dehidroginase
Laktat dehidrogenase (LDH) dan isoenzimnya. Ada 5 macamLD isoenzim
(LD1-LD5). Masing-masing isoenzim tersebut mempunyai berat molekul
sekitar 134.000 KDa. Mereka mengandung kombinasi subunit H dan M.
jantung mengandung lebih banyak LD1, sedangkan hati dan otot
mengandung LD5. Pemeriksaan LD isoenzim dilakukan dengan cara
elektroforesis. Pada infark miokardium akut kadar LD1melebihi kadar LD2,
sedangkan pada keadaan normal kadar LD1 lebih rendah dibandingkan LD2.
Kreatin Kinase
Kreatin kinase-CK dan isoenzimnya (CKMB) adalah enzim yang dianalisis
untuk mendiagnosis infark miokardium.10 Enzim CK-MB dalam keadaan
normal ditemukan didalam otot jantung dan dilepaskan didalam darah yang
terjadi kerusakan jantung. Peningkatan kadar enzim ini akan tampak dalam
waktu 6 jamsetelah serangan jantung dan menetap selama 36-48 jam.
Gangguan pada jantung selain infark miokardium akut juga dihubungkan
dengan nilai kadar CK dan CKMB total yang abnormal. Gangguan tersebut
termasuk perikarditis, miokarditis dan trauma. Kadar enzim ini biasanya
diperiksa pada saat penderita masuk rumah sakit dan setiap 6-8 jam selama
24 jam.
Troponin T (cTnT)
Karakteristik yang spesifik untuk jantung seperti cTnT mempunyai
keunggulan dibandingkan dengan karakteristik yang terdapat disemua otot
seperti CK dan mioglobin.10
C-Reaktive Protein
CRP secara normal berada dalam serum manusia dalam jumlah yang kecil.
Kushner dan Feldman menemukankannya dalam hepatosit, 24-38 jam
setelah sel dirangsang oleh senyawa inflamasi. Peningkatan kadar CRP
biasanya non-spesifik tetapi merupakan pertanda respons fase akut yang

sensitif terhadap senyawa infleksius, stimulus imunologik, kerusakan


jaringan, dan inflamasi akut lain. CRP yang menetap terjadi pada inflamasi
kronis meliputi penyakit autoimun dan maglinansi. Inflamasi kronis
merupakan komponen yang penting dalam perkembangan dan progesi
arterioskelrosis.10