Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN

PRAKTIK CARPENTRY

DISUSUN OLEH:
NAMA : AJENG LISA LALONANG
NIM
: 14012018
KELAS : 2B KBG

POLITEKNIK NEGERI MANADO


JURUSAN TEKNIK SIPIL
2015

Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa
karena atas berkat tuntunannya sehingga saya bisa
menyelesaikan laporan hasil praktek pengerjaan Kayu
(carpentry)
Laporan hasil praktek carpentry ini berisi tentang
pengenalan alat-alat dalam pekerjaan konstruksi, dan juga
langkah kerja dari paraktek pengerjaan Kayu yang diberikan
Dosen.
Adapun tujuannya agar kita bisa tau bagaimana cara
mengetam dan menggergaji, membuat sambungan bibir miring
berkait dan cara membuat palu kayu (MALLET).
Dalam penyusunan tugas ini, kami menyampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu yaitu dosen
dan penanggung jawab yang sudah membimbing kami dalam
praktek ini.
Kiranya laporan ini bisa berguna bagi yang akan
membaca. Jikalau ada kesalahan dalam pengucapan, mohon
dimaafkan.

Manado,29 April 2015


Penulis

Ajeng Lisa Lalonsang

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI .....ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Pendahuluan ....1
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Prinsip kerja kayu yang baik....1
2.2 Perkakas dan peralatan kerja kayu.......2
BAB III JOB JOB PEKERJAAN
Job I Latihan dasar mengetam dan menggergaji....5
Job II Sambungan bibir miring berkait....8
Job III Palu kayu......12
BAB IV PENUTUP
3.1Masalah Serta Kendala....13
3.2 Saran.......13
3.3 Penutup......13
DAFTAR PUSTAKA14

BAB I
PENDAHULUAN
7.2 Pendahuluan
Praktek kerja kayu I merupakan praktek dari keseluruhan praktek kerja kayu yang didapat
pada masa perkuliahan di Jurusan Teknik sipil. Pada praktek kerja kayu I lebih menekankan alat alat
kerja manual. Pembuatan benda kerjanya pun miniatur ( skala kecil ). Selama praktek akan
diperkenalkan berbagai macam alat pertukangan manual, cara pemakaian yang benar ( sesuai dengan
fungsi masing masing alat ), cara penyetelan alat serta cara penajaman ( pengasahan ) alat sehingga
dapat dipergunakan dengan baik dan dapat menghasilkan benda kerja yang diharapkan.
Pada praktek kerja kayu I disamping pengenalan alat alat pertukangan manual, juga akan
diperkenankan cara menggergaji kayu yang baik arah melintang serat kayu maupun arah sejajar serat
kayu, potongan mambentuk sudut arak melintang serat kayu, cara mengetam kayu dengan hasil rata,
datar, lurus dan siku. Praktek lainnya adalah cara membuat lubang pada kayu dengan menggunakan
pahat dan bor, serta penyetelan benda kerja yang akan dibuat.
Disamping hal tersebu diatas, pada praktek kerja kayu I juga diperkenalkan macam macam
sambungan yang sering digunakan pada pekerjaan kayu baik untuk sambungan balok atau sambungan
untuk papan kearah melebar. Kemudian jenis jenis sambungan tersebut akan dipraktekkan cara
pembuatannya untuk balok dan papan.
Secara garis besar praktek kerja kayu I bertujuan untuk memberikan dasar dasar
pengguanaan alat / perkakas pertukangan manual dan dilanjutkan dengan pembuatan benda kerja akan
menjadi dasar atau acuan untuk diterapkan pada praktek kerja kayu II pada semester berikutnya.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Prinsip kerja kayu yang baik


Sebelum melakukan pekerjaan kayu, maka sebagai orang yang melakukan pekerjaan tersebut
haruslah mengetahui prinsip-prinsip kerja kayu sehingga selama melakukan pekerjaan dapat menggunakan
peralatan yang benar serta dengan hasil yang baik sesuai dengan keinginan.
Adapun prinsip-prinsip kerja kayu yang baik adalah:

Menjaga keselamatan diri sendiri atau orang lain yang berada pada areal atau dimana kita sedang
bekerja.

Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsi dari masing-masing peralatan

Pekerjaan yang dihasilkan dapat memberikan hasil yang siku,lurus,datar dan halus untuk setiap
permukaan

Penggunaan dan penempatan berbagai jenis sambungan pada konstruksi harus benar, sehingga dapat
memberikan kekuatan dari konstruksi tersebut

Pembuatan sambungan pada kayu harus benar-benar rapat antar satu kayu dengan kayu yang lainnya

2.2 Perkakas dan peralatan kerja kayu


Ada banyak jenis peralatan kerja kayu yang dapat dipakai. Peralatan dan perkakas kerja kayu dapat
dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu:
1.

Bangku Kerja adalah tempat untuk melakukan aktivitas pekerjaan kerja kayu.

2.

Mundam adalah bagian dari bangku kerja yang kedudukannya lebih rendah dari meja kerja dan
letaknya disisi samping dari meja kerja.

3.

Meja Kerja adalah tempat atau areal pada bangku kerja dimana nantinya kita akan melakukan
pekerjaan.

4.

Klem atau Penjepit adalah suatu alat yang digunakan untuk menjepit kayu atau benda kerja.

5.

Alat pengukur dan pemberi tanda adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur dan menandai
benda kerja sesuai dengan ukuran yang diingikan.

6.

Pensil adalah alat pemberi tanda yang akan meninggalkan bekas pada benda kerja.

7.

Siku dan siku putar adalah alat yang terbuat dari bilah baja yang kegunaannya untuk mengukur sudut
siku (90 derajat)dan sudut (45 derajat)dimana pada bilahannya terdapat ukuran dengan satuan (cm
dan inchi). Sedangkan untuk mengukur sudut 0-180 derajat mengunakan siku putar.

8.

Mistar, Rol meter dan meteran kayu adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda kerja, dimana
ukuran yang tertera pada bilahnya dalam satuan (cm dan inchi).

9. Gergaji potong adalah alat yang digunakan untuk menggergaji kayu dengan kedudukan tegak lurus
terhadat serat kayu.
10. Gergaji belah adalah alat yang digunakan untuk menggergaji kayu yang arah potongannya sejajar
dengan arah serat kayu.
11. Gergaji punggung dan gergaji bajang , gergaji punggung dipergunakan untuk penggergajian dengan
ketelitian kesemua arah tanpa memperhatikan arah serat dari kayu. Sedangkan gergaji bajang
dipergunakan untuk pekerjaan yang sangat halus dan dengan ketelitian yang tinnggi.
12. Gergaji pelobang adalah gergaji yang digunakan untuk membuat lubang dengan diameter yang besar.
13. Alat pelobang/Pahat adalah alat yang terbuat dari baja lunak yang pada bagian ujungnya diberi lapisan
baja setebal 1 mm.
14. Ketam adalah sebuah perkakas yang digunakan untuk menghaluskan dan meratakan permukaan kayu.
Jenis jenis ketam yaitu:

Ketam kayu

Ketam Besi/Baja

Ketam Sponeng

Ketam KUpu-kupu dan ketam Blok

Table Jenis Kayu

Bobot kayu

Kayu Glugu

Keterangan
Cocok untuk pintu dan jendela, konstruksi berat
terutama yang tidak terlindung.
Jenisnya : kamper, kruing, bangkirai, segala
macam konstruksi terutama kalua kayunya sudah
tua
Banyak dipakai untuk membuat kuda-kuda
rumah terutama pohonnya sudah tua.

Kayu nangka, sawo, mahoni, rasamala

Banyak digunakan pada rumah-rumah di desa.

Kayu jati
Kayu Kalimantan

Sambungan kayu
Sambungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang saling disambungkan antara satu
sama lain,sehingga menjadi satu batang kayu yang panjang.
- Sambungan kayu mendatar dengan gaya tarik/tekan mendatar yang berada pada satu
bidang/bidang dua dimensi.
- Sambungan kayu tegak dengan gaya tekan sejajar serat pada satu bidang /dua dimensi.
P1=gaya tekan sejajar serat
P2=gaya tarik sejajar serat
S1=S2=sambungan kayu 1&2
Sambungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang saling dihubungkan satu sama
lain pada satu titik tertentu.
-

Hubungan kayu dengan gaya-gaya bekerja padanya yang berada dalam satu bidang.

H1=hubungan balok kayu dalam satu bidang

P1=gaya tekan,P2=gaya tarik.

- hubungan balok-balok kayu dengan gaya-gaya yang bekerja padanya yang berada dalam
ruang /tiga dimensi,digambar dalam bentuk proyeksi miring.
- H2-hubungan balok kayu dalam ruang
- P1=gaya tekan,P2=gaya tarik
Syarat syarat hubungan kayu
1.Diusahakan hubungan dibuat sesederhana mungkin tapi kokoh.
2.Hindari menggunakan kayu yang betul-betul cacat agar tidak rusak untuk hasil
finishing.
3.Perhatikan sifat-sifat kayu.
4.Hindari menarik kayu terlalu dalam.
5.Bentuk sambungan dari hubungan harus tahan gaya-gaya yang bekeja padanya .
6.Perhatikan rencana penempatan sambungan supaya menjadi kuat.
7.Sebelum hubungan dari kedua kayu itu saling disatukan (dipaku/diberi baut
mor),lebih baik diulas dahulu dengan lood menie(cat dasar) agar hubungan tahan
lembab dan awet.

BAB IV
PENUTUP
MASALAH, KESIMPULAN DAN SARAN
MASALAH dan KENDALA
Masalah serta kendala yang ditemui dalam pekerjaan kayu yaitu peralatan yang kurang
memadai sehingga memperhambat pekerjaan atau job yang sedang dilakukan serta memakan waktu
karena peralatan yang digunakan bergantian oleh mahasiswa yang menggunakannya.

KESIMPULAN
Dalam praktek pengerjaan Kayu ini banyak manfaat yang dapat kita ambil.
Praktek Pengerjaan kayu merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan
konstruksi Kayu, dimana merupakan salah satu hal pokok dalam pembangunan
jalan,gedung, jembatan, rumah dan lain-lain.
Dalam praktek pengerjaan kayu ini mahasiswa dituntut agar dapat mengenal
dan mengerti hal-hal yang dapat berkaitan dengan konstruksi kayu. Selain itu
mahasiswa diharapkan dapat mengenal alat-alat dan mengerti fungsinya dalam
setiap pelaksanaan job.
Praktek pengerjaan kayu banyak memberikan manfaat bagi para mahasiswa,
dimana dasar-dasar yang diperoleh dari job-job ditambah dengan teori dapat kita
aplikasikan dalam lingkungan masyarakat dan lingkungan kampus.

SARAN
1.
2.
3.
4.
5.

Dalam bekerja harus mengutamakan keselamatan kerja.


Dalam bekerja hendaknya mengikuti petunjuk yang telah diberikan Instruktur.
Bekerjalah dengan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.
Pergunakan alat-alat sesuai dengan fungsinya.
Hasil pekerjaan harus 2apid an teliti.

BAB III
JOB-JOB PEKERJAAN

JOB I :Latihan Dasar Mengetam Dan Menggergaji


Teori Dasar
Dalam pengenalan kerja kayu, langkah pertama harus terlebih dahulu mengenal jenis-jenis alat
yang dipakai dalam kerja kayu serta fungsi alat tersebut. Latihan dasar mengetam dan menggergaji
ialah sebagai dasar untuk praktek kerja kayu. Akan tetapi sebelum melaksanakan pekerjaan perlu
dipahami teknik untuk mengasah/menajamkan mata pisau peralatan tersebut, karena kunci
keberhasilan dalam suatu pekerjaan kayu adalah mata pisau peralatan tersebut harus benar-benar
tajam. Akan tetapi apabila mata peralatan tersebut tidak tajam akan menghasilkan pekerjaan yang
jelek, juga akan membutuhkan tenaga yang sangat besar dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.
Teknik penyetelan alat juga harus dipahami dengan baik dan benar agar dalam mengoperasikan
peralatan tersebut tidak membahayakan operatornya juga benda kekerja akan rusak.
Dasar mengetam:
1. Agar dapat menggunakan alat ketam dengan baik dan benar, dilakukan cara penyetelan.
2. Tujuannya ialah untuk membuat permukaan kayu halus,rata dan siku sesuai dengan
ukuran yang ditentukan
3. Menggunakan cara menggetam yang benar.
Dasar menggergaji:
Agar dapat mempergunakan alat dengan benar. Karena gergaji itu banyak macamnya dan
berlainan fungsinya:
- Gergaji potong adalah untuk memotong kayu dengan arah melintan/memotong serat kayu.
- Gergaji belah adalah untuk mengiris kayu yaitu dengan arah sejalan dengan serat kayu.
- Gergaji punggung adalah untuk memotong dan membelah. Alat itu biasanya digunakan
untuk memotong atau mengiris bagian yang akan disambung dan sebagainya.
Bagian ketam baja
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Tombol(pegangan bagian depan)


Ganjal penguat
Pegangan(pembagian bagian belakang)
Mur stel
Pisau ketam
Ganjal ketam
Topi umpit
Tangkat umpit
Alat ketam

Pelaksanaan Praktek
A. Tujuan :
1. Mahasiswa mampu mengetam kayu rata, lurus dan siku sesuai dengan ukuran

2. Mahasiswa mampumenggambar/melukis dengan menentukan ketepatan ukuran pada


benda kerja
3. Mahasiswa mampu memotong lurus, memotong miring, membela kayu arah vertical dan
horizontal sesuai dengan ukuran yang ditentukan dengan menggunakan peralatanperalatan manual
B. Keselamatan Kerja
1. Gunakan pakaian praktek,sepatu diwaktu bekerja
2. Periksalah dengan teliti peralatan sebelum digunakan apakah berfungsi dengan baik atau
tidak
3. Pelajarilah gambar kerja serta laksanakan dengan langkah-langkah yang teratur
4. Pusatkan perhatian pada pekerjaan
5. Ikuti petunjuk dosen
C. Alat dan Bahan
1. Ketam
2. Gergaji belah
3. Gergaji potong
4. Gergaji punggung
5. Siku
6. Meter
7. Pensi
8. Perusut
9. Batu asah
10. Kayu 5/7
D. Langkah Kerja
1. Siapkan peralatan manual dan bahan balok 5/7
2. Potonglah balok 5/7 dengan panjang kotor(panjang dilebihkan dari panjang yang
sebenarnya)
3. Mulailah mengetam kayu dengan mengambil salah satu sisi tinggi (sisi 1 yang lebar
dari penampang balok) dari kayu tersebut. Pengetamannya harus benar-benar rata dan
lurus dengan pengecekan menggunakan siku/mistar atau membidik dengan mata
sepanjang balok tersebut
4. Pengetaman selanjutnya memilih sisi yang kedua yaitu sisi lebar (sisi II yang lebih
pendek)sari penampang balok kayu tersebut, dengan berpatokan siku pada sisi yang I
yang diketam. Pengecekannya menggunakan peralatan siku
5. Selanjutnya menggunakan peralatan perusut untuk menggariskan batasan ukuran
sesuai gambar kerja. Ini dilakukan pada kedua sisi balok yang belum diketam
6. Pengetaman selanjutnya memilih salah satu sisi dari kedua sisi yang belum di ketam
apakah sisi terpendek atau terpanjang tergantung dari pekerjaannya. Pengetamannya
berpatokan pada garis perusut dengan pengecekanya menggunakan peralatan siku
dengan landasan sisi yang sudah diketam
7. Pengetaman sisi terakhir dilakukan seperti langkah no.6 setelah seluruh pengetaman
selesai maka akan terlihat dari penampang balok kayu tersebut benar-benar siku
8. Pekerjaan selanjutnya adalah melukis pada benda kerja sesuai dengan gambar kerja
dan ketepatan ukuran, menggunaka peralatan siku
9. Setelah selesai melukis mulailah menggergaji arah melintang(vertical,serong,miring)
dan menggergaji arah memanjang (vertical,horizontal) dengan berpatokan pada garis
yang sudah dilukis
10. Pekerjaan selesai,bersihkan peralatan dan lokasi kerja setelah itu peralatan
dikembalikan
JOB II:SAMBUNGAN BIBIR MIRING BERKAIT
Teori Dasar

Pada suatu konstruksi dengan menggunakan kayu,bila kayu yang digunakan panjangnya tidak
mencukupi kebutuhan, maka konstruksi itu perlu dilakukan penyambungan. Dan penyambungan
konstruksi itu sesuai dengan fungsi,keadaan konstruksi serta pengaruhnya.
Dalam konstruksi bangunan sambungan balok itu ada bermacam-macam antara lain bibir lurus,bibir
berkait,bibir miring,bibir miring berkait dan sebagainya.
Tapi hal ini yang dipraktekan adalah sambungan bibir miring berkait. Sambungan bibir miring berkait
digunakan konstruksinya bekerja momen lentur dan sambungan tersebut dapat diletakn 1/6L dari tumpuan,
karena pada jarak tersebut bekerja momen lentur=0,untuk beban merata. Pada sambungan bibir miring
berkait harus dikerjakan dengan baik dan panjang sambungan serta diletakan harus sesuai dengan
ketentuan yang diperbolehkan pada sambungan tersebut diperkuat dengan 2 buah bout tapi dalam praktek
diperkuat dengan dua buah skrup. Dan fungsi skrup untuk memperkuat ikatan sambungan.
Pelaksanaan Praktek
A. Tujuan :
1. Mahasiswa mampu mengetam kayu rata, lurus dan siku sesuai dengan ukuran.
2. Mahasiswa mampu menggambarkan/melukis sambungan kayu sesuai dengan ukuran yang
ditentukan.
3. Mahasiswa mampu memotong lurus,memotong miring,memahat,menggikir kayu serta mampu
merangkai sambungan bibir miring berkait sesuai dengan ketepatan ukuran garis dengan
menggunakan peralata-peralatan manual.
B. Keselamatan Kerja
1. Gunakan pakaian praktek,sepatu diwaktu bekerja
2. Periksalah dengan teliti peralatan sebelum digunakan apakah berfungsi dengan baik atau
tidak.
3. Pelajari gambar kerja serta laksanakan dengan langkah-langkah yang benar.
4. Pusatkan perhatian pada pekerjaan
5. Ikuti petunjuk dosen atau instruktur
C. Alat dan Bahan
1. Ketam
2. Gergaji potong
3. Pahat
4. Kikir
5. Siku
6. Meter
7. Pensil
8. Perusut
9. Batu asah
10. Balok 5/7
D. Langkah Kerja
1. Siapkan peralatan manual dan bahan balok 5/7
2. Potonglah balok 5/7 dengan panjang koto(panjangnya dilebihkan dari panjang yang
sebenarnya)
3. Mulailah mengetam kayu dengan mengambil salah satu sisi tinggi(sisi yang terpanjang dari
penampang balok)dari kayu tersebut. Pengetamannya lurus benar-benar datar dan lurus
demgam pengecekan menggunakan siku,mistar atau membidik dengan mata sepanjang balok
tersebut.
4. Pengetaman selanjutnya memilih sisi yang kedua yaitu sisi lebar(sisi yang terpendek)dari
penampang balok kayu tersebut,dengan berpatokan siku pada sisi yang pertama yang sudah
diketam. Penecekannya menggunakan peralatan siku
5. Selanjutnya menggunakan peralatan perusut untuk menggaris batasan ukuran sesuai gambar
kerja ini dilakukan pada kedua sisi balok yang belum diketam

6. Pengetaman selanjutnya memilih salah satu sisi dari kedua sisi yang belum diketam apakah
sisi terpendek atau sisi terpanjang tergantung pada pekerjaannya.penggetamannya berpatokan
pada garis perusut dengan penggecekannya menggunakan peralatan siku dengan landasan sisi
yang sudah diketam
7. Pengetaman sisi yang terakhir dilakukan seperti langkah no5 dan no6. Setelah seluruh
pengetaman selesai maka akan terlihat dari penampang balok kayu tersebut benar-benar siku
8. Pekerjaan selanjutnya memotong balok kayu tersebut menjadi dua bagian kemudian mulai
melukis sambungan bibir miring berkait pada kedua benda kerja tersebut sesuai ketepatan
ukuran dengan berpatokan pada gambar kerja
9. Pekerjaan pembuatan sambungan pada kedua bagian balok tersebut pertama-tama memotong
beberapa bagian tegak lurus dari bagian yang akan dikeluarkan, pemotongannya berpatokan
sampai pada kedua garis miring sambungan. Kemudian mulailah memahat bagian-bagian
yang telah dipotong tersebut,pemahatannya harus diatas garis miring agar supaya garisnya
masih kelihatan. Kemudian memotong atau memahat garis kait sambungan tersebut dengan
berpatokan siku pada garis miring sambungan. Pekerjaan selanjutnya tinggal memahat bagian
yang tipis diatas garis miring sambungan
10. Pekerjaan selanjutnya tinggal mencocokan kedua bagian balok kayu tersebut dimana akan
terlihat bagian-bagian yang masih terbuka . bagian-bagian yang masih menonjol mengganjal
sambungan tersebut menggunakan alat kikir kayu sampai terlihat sambungan yang rapat dan
membentuk kedua balok tersebut menjadi satu bagian yang lurus
11. Perkuatan sambungan bibir miring berkait menggunakan dua buah skrup dimana dipasang
pada bagian depan kedua balok tersebut masing-masing satubuah skrup
12. Pekerjaan selesai,bersihkan peralatan dan lokasi kerja setelah itu peralatan dikembalikan.

JOB. III

PALU KAYU (MALLET)

Teori Dasar
Palu kayu adalah jenis alat yang cukup penting dalam praktek konstruksi kayu, karena palu kayu sebagai
alat pemukul dalam membuat lubang pada kayu dengan pahat. Karena bila pemukulnya memakai palu
kayu, tangkai pahat tidak mudah rusak. Atau sebagai pemukul bila memasukan sambungan purus dan
lubang pada konstruksi kayu. Palu kayu sulit didapatkan karena sudah tidak lagi dipasarkan karena palu

kayu mudah dibuat para tukang kayu ataupun para pekerja lainnya, bahannya mudah didapat dari sisa-sisa
balok kayu yang tidak digunakan lagi, kebutuhan bahannya hanya sedikit penggunaannya.
Pelaksanaan Praktek
A Tujuan
Pada akhir pekerjaan mahasiswa akan dapat:
1 Trampil menggunakan perkakas yang digunakan dengan teknik dan cara yang benar.
2 Dapat bekerja dalam membuat serta langkah-langkah kerja yang efektif dan efisien.
B Alat dan Bahan
1 Gergaji potong
2 Gergaji belah
3 Ketam biasa dan ketam tongkat
4 Pahat lubang 1/2 dan 1
5 Palu kayu
6 Meteran
7 Siku baja/siku biasa
8 Perusut
9 Pensil
10 Ketam kupu-kupu
11 Klam
12 Balok kayu 8/12 panjang 13cm, kayu sebagai tangkai kayu 4,5 x 2cm dengan panjang 30cm.
C Langkah Kerja
1 Siapkan alat serta bahan kayu yang diperlukan.
2 Ketam bahan tersebut hingga lurus dan siku.
3 Ketam bahan untuk tangkai dengan ukuran sesuai dengan gambar kerja.
4 Mukis benda kerja
- Tentukan ukuran kepalh palu kayu dan tangkainya sesuai dengan gambar
- Tentukan lebar dan panjang lubang atas dan bawah
- Lukis benda kerja yang akan dibuat lubang
- Memberi tanda bagian kayu yang akan dibuat lubang
5 Lubangi pada bagian kepala palu kayu yang sudah ditentukan dengan tembus, rata, rapih
sesuai dengan ketentuan
6 Bila permukaan lubang masih kasar, dapat dihaluskan dengan kikir kayu
7 Bentuklah kepalah palu kayu dan tangkainya sesuai dengan gambar
8 Pasanglah kepalah palu kayu dan tangkainya hingga rapat dan sesuai ketentuan pada gambar
kerja dalam perakitan
9 Bila terjadi kurang sempurna dalam pemasangan atau masi sesak, koreksilah kembali
kemudian pasang kembali benda kerja sampai benar sesuai yang diinginkan.
10 Pekerjaan selesai, bersihkan peralatan dan lokasi kerja setelah itu peralatan dikembalikan

Daftar pustaka
https://kerja _kayu_carpentry.htmll/
Materi dari dosen pengajar kerja kayu
(Carpentry)