Anda di halaman 1dari 54

CARA KOLEKSI DAN

PENGAMBILAN SPESIMEN
Jiyan Dwi Septia Atikah
6411413101
Saniya Ilma Arifa
6411413105
Eka Putri Indriyani
6411413106
Farissa Ulfa
6411413120
Nimas dwi Ayu Rizqy
6411413126
ROMBEL 2
EPIDEMIOLOGI DAN BIOSTATISTIKA
MATA KULIAH PRAKTIKUM
JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

1. SPUTUM (DAHAK)
Sputum adalah sekret mukus yang dihasilkan dari paruparu, bronkus dan trakea.
Individu yang sehat tidak menghasilkan sputum.

Tujuannya adalah : 1. Kultur (menentukan jenis


mikroorganisme) dan tes sensitivitas terhadap obat
2. Untuk sitologi dalam mengidentifikasi asal, struktur,
fungsi dan patologi sel.
3. Pemeriksaan bakteri tahan asam (ada tidaknya kuman
TB)
4. Menilai keberhasilan terapi.

Persiapan alat pengambilan


spesimen dahak (sputum) :
Untuk pemeriksaan basil tahan
asam (BTA), persiapan alat:
1. Sputum spot (tempat ludah) yang
tertutup.
2. Botol tempat bahan pemeriksaan
3. Formulir pemeriksaan dan kertas
etiket
Cara pengiriman spesimen:
spesimen harus dikirm ke lab secepat mungkin agar tidak mengering dan
tercemar dengan ludah atau mikroorganisme dari udara bebas. Baik spesimen
yang dikirim dalam pot maupun wadah harus disertai dengan
data/keterangan, baik mengenai kriteria spesimen maupun pasien. Ada 2 data
yang harus disertakan, yaitu:
Data 1:
Pot/wadah dilabel dengan menempelkan label pada dinding luar pot. Proses
direct labelling yang berisi data: nama, umur, jenis kelamin, jenis spesimen,
jenis tes yang diminta dan tanggal pengambilan.
Data 2:
Formulir/kertas/buku yang berisi data keterangan klinis: dokter yang mengirim,
riwayat anamnesis, riwayat pemberian antibiotik terakhir(minimal 3 hari harus
dihentikan sebelum pengambilan spesimen), waktu pengambilan spesimen,
dan keterangan lebih lanjut mengenai biodata pasien.

CARA PENGAMBILAN SPUTUM SECARA UMUM

1
2
3
4

Pengambilan sputum sebaiknya dilakukan pada pagi hari,


dimana kemungkinan untuk mendapat sputum bagian
dalam lebih besar. Atau juga bisa diambilsputum sewaktu.
Pengambilan sputum juga harus dilakukan sebelum pasien
menyikat gigi.
Agar sputum mudah dikeluarkan, dianjurkan pasien
mengonsumsi air yang banyak pada malam sebelum
pengambilan sputum
Jelaskan pada pasien apa yang dimaksud dengan sputum
agar yang dibatukkan benar-benar merupakan sputum,
bukan air liur/saliva ataupun campuran antara sputum dan
saliva. Selanjutnya, jelaskan cara mengeluarkan sputum.
Sebelum mengeluarkan sputum, pasien disuruh untuk
berkumur-kumur dengan air dan pasien harus melepas gigi
palsu(bila ada).

5
6
7
8

Sputum diambil dari batukkan pertama(first cough).

Cara membatukkan sputum: Tarik nafas dalam dan


kuat (dengan pernafasan dada) batukkan kuat sputum
dari bronkus trakea mulut wadah penampung. Wadah
penampung berupa pot steril bermulut besar dan
berpenutup (Screw Cap Medium).
Periksa sputum yang dibatukkan, bila ternyata yang
dibatukkan adalah air liur/saliva, maka pasien harus
mengulangi membatukkan sputum.
Sebaiknya, pilih sputum yang mengandung unsur-unsur khusus,
seperti, butir keju, darah dan unsur-unsur lain.
Bila sputum susah keluarlakukan perawatan mulut Perawatan
mulut dilakukan dengan obat glyseril guayakolat(expectorant)
200 mg atau dengan mengonsumsi air teh manis saat malam
sebelum pengambilan sputum.
Bila sputum juga tidak bisa didahakkan, sputum dapat diambil
secara:
Aspirasi transtracheal
Bronchial lavage
Lung biopsy

Macam
Pemeriksaan
Sputum

Makroskopis

Mikroskopis

MAKROSKOPIS
volume
bau
warna
konsistensi
Unsur-unsur
khusus

Pada orang normal biasanya tidak mengeluarkan sputum,


kalaumengeluarkan jumlahnya hanya sedikityaitu kurang dari
25ml/24 jam.
Jika lebih dari 500 ml biasanya ditemukan pada edema pulmonum,
abces paru paru, bronchiectasi, tuberculosis pulmonum.
Normal: Tidak berbau
Harus diuji dalam keadaan segar, karena sputum yang dibiarkan lama
akan berbau busuk.
Normal: Tidak berwarna
Abu abu: Disebabkan oleh pus dan sel epitel
Merah: Disebabkan oleh perdarahan segar
Coklat: Disebkan oleh perdarahan yang sudahlama.

Normal: seperti air atau sedikit kental.

Normal: Tidak ada


Untuk mencari adanya unsur khusus maka sputum dituang pada
cawan petri sehingga menyusun lapisan tipis, lalu periksa dengan
menngunakan loupe dan latar belakang hitam.

Hal hal yang perlu diperhatikan adalah adanya:


Butir keju : Potongan potongan kecil berwarna kuning.
Uliran Cruschmann : Benang kuning berulir yang sering terlihat benang
pusat. Didapat pada asma bronchiale.
Tuangan Bronkhi
Bahan dari tuangan ini adalah fibrin, dan besarnya tergantung dari
besarnya bronchus tempat membentuknya.
Sumbat Dittrich : Benda kuning putih yang dibentuk dalan bronchi atau
bronchiolus. Tidak tersusun dari fibrin tetapi dari sel yang rusak, lemak
dan bakteri. Ditemukan pada
asma bronchiale, bronchitis, dan
bronchietasi.
1. Sel Charcot and Leyden
2. Uliran Cusrchmann
3. Heart Cell Failure
4. Sel Hematoidine

MIKROSKOPIS
1.Sediaan Natif
Pilihlah sebagian dari sputum yang mengandung unsurunsur
Lalu letakkan diatas object glass dan ditutup dengan
deck glass
Lalu periksa di bawah mikroskop dengan objectif 10
dan 40.
Perhatikan adanya :
Leukosit, eritrosit,Heart failure cells, serat elastik,
uliranCurschmann, kristal-kristal, fungi, dan sel epitel.

2. Pengecatan ZN (Ziehl Nelson)


Untuk mengamati adanya bakteri BTA (+) yang biasanya terdapat pada
pasien penderita TBC.
Prinsip:
BTA (+): Bakteri mengikat kuat cat utama (ZN A) tidak luntur oleh cat
peluntur (ZN B) dan tidak mengikat kuat cat lawan (ZN C) sehingga bakteri
berwarna merah.
BTA (-): Bakteri tidak mengikat kuat cat utama (ZN A) luntur oleh cat
peluntur (ZN B) dan mengikat kuat cat lawan (ZN C) sehingga bakteri
berwarna biru.
Cara Kerja:
Genangi preparat yang sudah difixatie dengan ZN A
Panasi preparat yang digenangi ZN A tadi sampai menguap 3 kali.
Tunggu selama 5 10 menit.
Buang sisa cat dan cuci pada air mengalir.
Decolorisasi dengan ZN B sampai luntur.
Cuci pada air mangalir.
Genangi dengan ZN C selama 2 5 menit, cuci pada air mengalir.
Keringkan dan periksa di bawah miroskop dengan Obyektif 100 dengan
minyak emersi.

2. SALIVA
Saliva merupakan gabungan dari berbagai cairan dan
komponen yang diekskresikan ke dalam rongga mulut.
Saliva dihasilkan oleh tiga pasang kelenjar saliva
mayor (parotid, submandibular, dan sublingual) serta
sejumlah kelenjar saliva minor, dan cairan dari
eksudat ginggiva.
Kelebihan pemeriksaan menggunakan saliva :
a. Bersifat non-invasive
b. Komponen saliva tidak berubah pada suhu
ruangan
c. Dapat menghindari dari resiko penyakit yang
menular seperti HIV dan hepatitis antara pasien
dan dokter
11

PENGAMBILAN SALIVA UNTUK DEWASA


Alat dan Bahan :
1. Cryovial
2. Saliva Colection Aid
3. Label Bar Kode
4. Kotak penyimpanan cryovial

Botol yang digunakan harus menutup erat,


harus mampu menahan suhu turun ke-80
derajat celcius dan dapat menggunakan
Saliva Collection Aid untuk efektif
membimbing air liur langsung ke cryovial
tersebut.

3/20/16

12

PETUNJUK UNTUK MENGUMPULKAN SALIVA


DEWASA :

1
2
3

Lepaskan tutup dari cryovial


Lepaskan SCA dari kemasan dan masukkan ke cryovial
Instruksikan peserta untuk mengumpulkan saliva/air liur di
dalam mulut.

Dengan kepala miring ke depan, peserta masukkan air liur


melalui SCA untuk mengumpulkan air liur di cryovial
tersebut.

Ulangi sampai sampel yang cukup dikumpulkan.


Cadangkan ruang udara dalam cryovial untuk
mengakomodasi perluasan air liur selama pembekuan.

Pasang kembali tutup pada cryovial


13

BAYI DAN ANAK-ANAK


Alat swab yang digunakan sebaiknya terbuat dari nontoksik, polimer lembam yang sama dan dijamin konsisten
di semuanya.
Perangkat swabs berbentuk panjang dan lebar sempit
untuk memungkinkan satu ujung spons yang akan
ditempatkan dalam mulut anak oleh orang tua atau teknisi
sementara.
Alat dan Bahan :
1. Alat Swab untuk anak dan
bayi
2. Tabung penyimpanan swab
3. Label bar kode
4. Kotak penyimpanan

14

CARA PENGUMPULAN SALIVA :


1.
2.
3.
4.

Keluarkan oral swab dari bungkusnya.


Pegang salah satu ujung perangkat dan
coba tempatkan di ujung bawah lidah
bayi.
Letakkan di dalam mulut bayi dengan
jangka waktu sekitar 60-90 detik.
Tempatkan oral swab yang berisi saliva
bayi ke tabung penyimpanan oral swab.

15

3. DARAH

16

PENGAMBILAN SPESIMEN DARAH


Alat Dan Bahan
a)Spuit/disposible syringe
b)Blood lancet
c)Karet pengikat
lengan/torniquet
d) Kapas
e)Alkohol 70%

Wadah Spesimen
a) Untuk darah vena, memerlukan
wadah/botol terbuat kaca, atau
tetap di dalam spuit.
b) Untuk darah kapiler tidak
memerlukan wadah.
c)Wadah dapat berukuran kecil
atau ukuran volume 5 ml.

Bahan Anti Koagulan


1) Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA) dapat
digunakan dalam bentuk padat dengan
perbandingan 1 : 1.
2) Heparin dapat digunakan dalam bentuk cair atau
padat.

TEMPAT PENGAMBILAN DAN


VOLUME SPESIMEN
1) Ujung jari tangan/kaki(Darah Kapiler).Digunakan apabila
mengambil darah dalam jumlah sedikit atau tetesan (dipakai
untuk screning test).
2) Lipatan lengan/siku(Darah Vena).Digunakan apabila mengambil
darah dalam jumlah agak banyak, misalnya : 1 s/d 10 ml

CARA PENGAMBILAN SPESIMEN


a). Darah Kapiler

b) Darah Vena

Ikat lengan atas dengan menggunakan karet


pengikat/torniquet, kemudian tangan dikepalkan

Tentukan vena yang akan ditusuk, kemudian sterilkan


dengan kapas berakohol 70%.

Tusuk jarum spuit/disposable syringe dengan posisi


45odengan lengan.

Setelah darah terlihat masuk dalam spuit, rubah posisi spuit


menjadi 30odengan lengan, kemudian hisap darah perlahanlahan hingga volume yang diinginkan.

Setelah volume cukup, buka karet pengikat lengan kemudian


tempelkan kapas beralkohol pada ujung jarum yang
menempel dikulit kemudian tarik jarum perlahan-lahan

Biarkan kapas beralkohol pada tempat tusukan, kemudian


lengan ditekuk/dilipat dan biarkan hingga darah tidak keluar

Pindahkan darah dari disposibel syringe ke wadah berisi anti


koagulan yang disediakan, kemudian digoyang secara
perlahan agar bercampur.

Jika spesimen ingin tetap dalam spuit, setelah darah dihisap


kemudian dengan spuit yang sama dihisap pengawet/anti
koagulan

IDENTITAS SPESIMEN
Spesimen diberi nomor dan kode,
sedangkan identitas lengkap dapat dilihat
pada buku registrasi yang berisikan nomor,
tanggal, nama responden, umur, jenis
kelamin, jenis pemeriksaan

PENGIRIMAN SPESIMEN DARAH

1. Setelah spesimen terkumpul masing-masing dalam


wadah/botol kecil, kemudian dimasukan dalam wadah/tempat
yang lebih besar dengan diberi es sebagai pengawet
sementara (cool box).
2. Wadah spesimen kecil diatur sedemikian rupa sehingga tidak
mudah terbalik atau tumpah.
3. Wadah diberi label yang berisi tentang identitas yang meliputi
: tanggal pengiriman, jenis dan jumlah sampel, jenis
pemeriksaan yang diminta, jenis pengawet, dan tanda tangan
pengirim.
4. Sampel dikirim ke laboratorium Balai Teknik Kesehatan
Lingkungan, Balai Laboratorium Kesehatan atau laboratorium
lainnya.
5. Transportasi pengiriman harus secepat mungkin sampai ke
laboratorium, pengiriman spesimen maksimum 3 hari.

4. URINE

24

CARA MENDAPATKAN SPESIMEN


Sebaiknya pasien diinstruksikan
membuang beberapa ml urin
yang mula-mula keluar sebelum
mengumpulkan
urin
untuk
diperiksa.

Wanita yang sedang menstruasi


ataupun mengeluarkan banyak
sekret
vagina,
sebaiknya
memasukkan tampon sebelum
mengumpulkan spesimen.

Pasien
sebelumnya
membersihkan mulut uretra
dengan
sabun
kemudian
membilasnya.

Bagian luar wadah wadah urin


harus dibilas dan dikeringkan
setelah spesimen didapat dan
keterangan
tentang
pemeriksaan
harus
jelas
dicantumkan.

Wanita
lebih
dulu
membersihkan lania minora,
lalu merengganggkannya pada
saat kencing.

Urin pagi adalah yang paling


baik.

PENAMPUNGAN SPESIMEN

Spesimen urin apabila ditampung secara benar


mempunyai nilai diagnostik yang besar, namun
apabila tercemar dengan kuman yang berasal
dari uretra atau perineum dapat menyebabkan
salah penafsiran.

Spesimen yang langsung disimpan dalam lemari


pendingin dapat dibiakkan dalam waktu 6 jam,
mungkin lebih; urin yang disimpan dalam suhu
kamar selama lebih dari 1 jam memberi
kesempatan kepada setiap jenis kuman yang ada
di dalamnya untuk berkembang biak secara
berlebihan

MIKROSKOPI
Warna urin disebabkan oleh kondisi patologik dan
non patologik.
Kekeruhan biasanya disebabkan oleh
mengkristalnya atau mengendapnua urat atau
fosfat.
Derajat konsentrasi ditentukan oleh berat jenis
atau osmolalitas
Sediment urin diperhatikan dg mikroskop guna
mencari unsur unsur seperti eritrosit, dll

PEMERIKSAAN
Bertujuan untuk :
menetukan apakah terdapat kelainan urin yang di
urai secara makroskopis ( fisik ), sedimen /
endapan ( makroskopis mikroskopis, unsure
organic non organic ), kimiawi, bakterialogis,
maupun imunologis. tergantung pada sampel
atau jenis urin yang diperiksa.

URIN BERSIH
(CLEAN VOIDED URINE SPECIMEN)
Urin bersih diperlukan untuk pemeriksaan
urinalisa rutin. Untuk pemeriksaan urinalisa rutin
diperlukan:
Urin bersih, biasanya urin pertama pagi hari
karena urin pertama cenderung konsentrasinya
lebih tinggi, jumlah lebih banyak, dan memiliki pH
lebih rendah. Jumlah minimal 10mL
Tidak ada cara pengambilan khusus, klien dapat
melakukannya sendiri, dengan menampung urin
pada wadah yang disediakan, kecuali klien yang
lemah, mungkin memerlukan bantuan.

URIN TENGAH
(CLEAN-CATCH OR MIDSTREAM
URIN SPECIMEN)
Urin tengah merupakan cara pengambilan spesiman untuk
pemeriksaan kultur urin yaitu untuk mengetahui mikroorganisme
yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Sekalipun ada
kemungkinan kontaminasi dari bakteri di permukaan kulit, namun
pengambilan dengan menggunakan kateter lebih berisiko
menyebabkan infeksi.Perlu mekanisme khusus agar spesimen
yang didapat tidak terkontaminasi.
Pengambilan dilakukan dengan cara:
bersihkan area meatus urinarius dengan sabun dan air atau
dengan tisue khusus lalu keringkan biarkan urin yang keluar
pertama dimaksudkan untuk mendorong dan mengeluarkan
bakteri yang ada didistal, beberapa waktu kemudian tampung urin
yang ditengah. Hati-hati memegang wadah penampung agar
wadah tersebut tidak menyentuh permukaan perineum. Jumlah
yang diperlukan 30-60mL.

URIN TAMPUNG
(TIMED URIN SPECIMEN/WAKTU TERTENTU)
Beberapa pemeriksaan urin memerlukan seluruh produksi urin yang
dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu, rentangnya berkisar 1-2 jam
24 jam. Urin tampung ini biasanya disimpan di lemari pendingin atau
diberi preservatif (zat aktif tertentu) yang mencegah pertumbuhan
bakteri atau mencegah perubahan/kerusakan struktur urin.Biasanya
urin ditampung di tempat kecil lalu dipindahkan segera ke
penampungan yang lebih besar.
Adapun tujuan pemeriksaan yang menggunakan urin tampung adalah:
mengkaji kemampuan ginjal mengkonsentrasikan dan mendilusi urin
menentukan penyakit gangguan metabolisme glukosa,fungsi ginjal
menentukan kadar sesuatu dalam urin (misal: albumin, amilase,
kreatinin, hormon tertentu)

URIN ACAK
Spesimen urin rutin yang diambil secara
acak dapat
dikumpulkan dari urin klien saat berkemih secara alami atau
dari kateter foley atau kantong pengumpul urin yang
mengalami diversi urinarius
Spesimen harus bersih digunakan pada pemeriksaan urinalisis
Anjurkan klien untuk minum 30 menit sebelum prosedur
dilakukan,dan hanya 120 mL urin yang dibutuhkan untuk
pemeriksaan yang akurat
Setelah spesimen dikumpilkan ,perawat m,emasang tutup
dengan ketat padsa wadah spesimen,membersihkan setiap
urin yang keluar mengenai bagian wadah,meletakan wadah
pada kantong plastik,dan kirim spesimem yang telah diberi
label ke labor.

SPESIMEN KATETER INDWELLING


Urin steril dapat diperoleh dengan mengambil
urin melalui area kateter yang khusus disiapkan
untuk pengambilan urin dengan jarum
suntik.Klem kateter selama kurang lebih 30 menit
jika tidak diperoleh urin waktu pengambilan.
Untuk kultur urin diperlukan 3 mL, dan 30 mL
untuk urinalisa rutin. Untuk kultur urin, hati-hati
dalam pengambilan agar tidak terkontaminasi.

PENGAMBILAN URIN
1) Wadah Spesimen
a) Wadah spesimen urine harus
bersih dan kering.
b) Dapat terbuat dari plastik atau
botol gelas.
c) Mulut wadah lebar dan dapat
ditutup rapat.
d) Wadah berwarna terang.

2) Bahan Pengawet
a) Formalin 37%.
b) Ethylene Diamine Tetra Acetat
(EDTA).

3) Cara Pengambilan Spesimen


a) Urine ditampung selama 24 jam
b) Urine yang telah ditampung
diambil sebanyak 50 100 ml,
kemudian tambahkan dengan 2
ml formalin 27% atau 100 mg
EDTA, kemudian kocok hingga
homogen.

4) Identitas Spesimen.
diberi
nomor
dan
kode,
sedangkan
identitas
lengkap
dapat dilihat pada buku registrasi
yang berisikan nomor, tanggal,
nama responden, umur, jenis
kelamin, jenis pemeriksaan,

PENGIRIMAN
1) Setelah spesimen urine terkumpul masingmasing dalam wadah/botol kecil, kemudian
dimasukan dalam wadah/tempat yang lebih besar
dengan diberi es sebagai pengawet sementara
(cool box).
2) Wadah spesimen kecil diatur sedemikian rupa
sehingga tidak mudah terbalik atau tumpah.
3) Pengiriman harus secepat mungkin sampai ke
laboratorium (tidak lebih dari 3 hari).

PEMERIKSAAN SPESIMEN
Ada beberapa metoda yang dapat digunakan
untuk memeriksa kadar Timah hitam dalam urine,
antara lain metoda Dithizone dan metoda
Spektrofotometrik Serapan Atom.
Pemilihan metoda pemeriksaan disesuaikan
dengan kemampuan sumber daya yang tersedia,
baik tenaga, bahan pemeriksaan ataupun
peralatan.

5. SWAB

38

PENGERTIAN
Swab test adalah pengujian tentang mikroba atau
organisme yang berukuran mikro (kecil) sehingga
tidak terlihat secara kasat mata. Swab test banyak
jenisnya, beberapa contohnya ialah swab
tenggorokan dan swab vagina.

A. SWAB (APUS) TENGGOROKAN

THROAT SWAB
PURPOSE
1. identify the specific bacterial organisms that are
causing asore throator throat infection
2. correct diagnosis is important to prevent
unnecessary use ofantibioticsforviruses that
do not respond to them.
3. the bacteria identified are used to determine
antibiotic sensitivity, allowing physicians to
select the most appropriate and effective
antibiotic to treat a specific infection.
*It is common for physicians to order culture and
sensitivity tests at the same time. ( c/s test )

THROAT SWAB
COLLECTION
1- With the patients head tilted back and the
throat well illuminated, depress the tongue so
that the back of the throat can be seen.

THROAT SWAB
COLLECTION
2- Rub the swab up and down the back of the
throat and against any white patches in the
tonsillar area. Avoid the tongue and the cheeks.

THROAT SWAB
COLLECTION

3- Replace the swab in the transport tube .


4- Seal tube tightly and label with patients
information, and date .
5- Send the specimen to the laboratory .

B. VAGINA SWAB (V-SWAB)

VAGINAL SWAB PURPOSE


Vaginal swabs are the specimens of choice when
screening for :
1- Trichomonas vaginalis

VAGINAL SWAB PURPOSE


2- candida species

Candida albicans

VAGINAL SWAB PURPOSE


3- Gardnerella vaginalis with anaerobes .

VAGINAL SWAB
COLLECTION
1- Place the patient in dorsal position, supported by
a pillow
2- ask her to bring her heels together,
3- bend her legs and then draw her heels towards
her bottom.
4- Open the swab package

VAGINAL SWAB
COLLECTION
5- Remove the swab; do not touch the soft tip or
lay the swab down.
6- Hold the swab as shown

VAGINAL SWAB
COLLECTION
7- Insert the swab into the lower part of the vagina
(about two inches ).
8- Gently but firmly rotate the swab for 10 to 30
seconds in the vagina.

vagin
a

VAGINAL SWAB
COLLECTION
9- Withdraw the swab without touching the skin.
10- Place the swab into the test tube so that the tip
of the swab is visible below the tube label .
11- Ensure that the swab is labeled accurately and
place, with the completed request form
12- transport bag to the Department of Medical
Microbiology.

SWAB PRESERVATION
4 Celcius (up to 72-96 hours)
-70 Celcius long term storage
-20 not recommended