Anda di halaman 1dari 2

PENGARUH STRES TERHADAP MENSTRUASI

PADA REMAJA DI SMP.N 02 PEKANBARU

1. Latar belakang
Setiap orang akan mengalami stres, menut zainal Hasan, psikister dan stap
pengajar pada fakultas kedokteran UNPAD, stres sudah menjadi bagian dari
kehidupan kita. Setiap manusia tidak luput dari kekurangan dan kesulitan hidup
sehingga tidak ada seorang pun yang bebas dari persoalan hidup dan selalu hidup
tenang selamanya, Tak seorangpun yang bebas dari stres , (nugrahati, 2007)
Dampak stress dapat terjadi pada wanita dan laki laki. Pada wanita stres
berdampak kelelahan rambut ontok, kulit kusam, insomta (gangguan tidur) dan
gangguan siklus menstruasi, sudah banyak dapat mengakibatkan resiko terhadap
masalah yang lebih serius sepeti gangguan tekanan darah
Secara biologis zainal hasan melanjutkan perempuan kerap kali dihadapkan
pada stres yang tidak dialami oleh laki-lakiwalaupun tidak setiap perempuan
mengalami masalah, namun hal pada umumnya ditemui selama reproduksi hingga
monopause adalah siklus haid (nugrahati, 2007 ).
Keadaan ini berkaitan dengan proses fisiologi dan faktor hormonal yang hanya
terjadi pada wanita pada peristiwa peristiwa biologis tersebut tingkat hormon wanita
berflukturasi terusmenerus dan hal ini dapat menyebabkan stres, selain faktor biologis
dan hormon , faktor lain seperti perubahan fisik dan

esmosi,

penyakit,

dan

lingkungan juga mempengaruhi stres yang dialami wanita khususnya pada remaja
(sulaimah, 2007).
Banyak remaja putri mendapatkan siklus menstruasi antara usia 10-16tahun,
beberapa remaja memiliki siklus menstuasi yang teratur pada umumnya terjadi selama
awal haid (18 sampai bulan pertama) setelah mengalami menstruasi pertama hal ini

dipengaruhi oleh faktor stres dan aktifitas sehari-hari sehingga mempengaruhi siklus
menstruasi (ochan, 2007).
Seiring haid yang datang remaja akan mengalami nyeri pada daerah perut atau
pinggang , penyebab ini dikarenakan oleh stres, rasa nyeri saat haid atau atau dalam
istilah medisnya dimenorea , banyak di alami wanita di amerika serikat diperkirakan
hampir 90%

wanita yang mengalami dismanorea dari 1,0-15% diantaranya

mengalami dismenorea berat yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan


aktifitas ( ochan ,2007)tapi resiko untuk mengalami dismenorea dapat meningkat
hingga 10 kali lipat pada wanita yang mempunyai riwayat dismenorea dan stres tinggi
sebelumnya, dibandingkan dengan wanita yang tidak mempunyai stres sebelumnya.
Jadi bagi wanita yang mempunyai riwayat nyeri haid, tidak ada salahnya mencoba
mengatasi masalah tersebut dengan menekan stres yang ada (Ochan 2007).
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk meneliti
pengaruh stres terhadap menstruasi pada remaja yang sekarang ini menjadi
masalahdalam kehidupan remaja.