Anda di halaman 1dari 5

1.

Teori merupakan kristalisasi dari fenomena empiris yang terjadi yang


digambarkan dalam bentuk dalil-dalil yang disimpulkan dari fenomenafenomena dan disajikan dalam bentuk kalimat-kalimat pendek yang berlaku
secara umum.
Te o r i a k u n t a n s i p o s i t i f b e r u p a y a m e n j e l a s k a n s e b u a h p r o s e s ,
y a n g m e n g g u n a k a n kemampuan, pemahaman, dan pengetahuan
akuntansi serta penggunaan kebijakan akuntansi yang paling sesuai
untuk menghadapi kondisi tertentu dimasa mendatang. Teori akuntansi
positif pada prinsipnya beranggapan bah&a tujuan dari teori akuntansi
adalah untuk menjelaskan danmemprediksi praktik"praktik akuntansi.
Teori normatif dianggap merupakan pendapat pribadi yang subjektif,
sehingga tidak dapatditerima begitu saja dan harus dapat diuji secara
empiris agar memiliki dasar teori yang kuat.
https://www.academia.edu/10401941/Teori_Akuntansi_Positif
2. Biasanya proses penentuan standar dilakukan melalui proses terbuka (dueprocees). FASB sebagai contoh dalam proses ini mengikuti prosedur sebagai
berikut:
1) Identifikasi masalah dari masalah yang muncul di catat dalam agendanya.
2) Penunjukkan group yang anggotanya terdiri dari masyarakat akuntansi
dan bisnis.
3) Discussion Memrorandum (DM) di sebarkan kepublik untuk di evaluasi
selama satu periode paling lambat 60 hari.
4) Dengan pendapat dilakukan untuk membahas keunggulan dan kelemahan
berbagai alternatif yang diajukan FASB
5) Atas berbagai komnentar yang diterima, FASB mengeluarkan exposure
draft (ED) mengenai standaar akuntansi yang diajukan. ED menentukan
posisi yang pasti dari FASB tentang masalah yang dibahas.
6) ED disebar luaskan ke masyarakat untuk di evaluasi paling lambat 30 hari
7) Dengan pendapat untuk membahas kelemahan dan kebaikan berbagai
alternatif yang diajukan FASB
8) Atas dasar berbagai komentar yang diterima, maka FASB mengambil
langkah sebagai berikut:
(a) mengadopsi standar tersebut sebagai pernyataan rtesmi
(b) mengajukan revisi terhadap standar yang diusulkan melalui prosedur
due process.

(c) Menunda pengeluaran standar dan menyimpan masalah dalan agenda


(d) Tidak mengeluarkan standar dan menghapus isu dari agenda
http://ahmaderik.blogspot.co.id/2011/04/istilah-standar-akuntansi-danpenentuan.html

3. FASB mengidentifikasikan karakteristik kualitatif informasi akuntansi untuk


membedakan antara informasi yang lebih bermanfaat (more useful) dengan informasi
yang kurang bermanfaat (less useful) untuk pengambilan keputusan. Agar informasi
tersebut berguna untuk pengambilan keputusan, maka harus ada suatu jembatan yang
menghubungkan antara pengguna informasi (user) dengan keputusan yang diambil,yaitu
keterpahamian (understandability) yang merupakan kemampuan informasi untuk dapat
dipahami oleh penggunanya.Karakteristik kualitatif informasi akuntansi sesuai SFAC
No. 2 mempunyai dua tingkatan, yaitu karakteristik kualitatif primer dan sekunder.
a. Karakteristik kualitatif primer terdiri dari: Relevansi (relevance) danreliabilitas
(reliability)
i.
Relevansi ditentukan oleh nilai prediktif, nilai balikan, dan ketersediaan
informasi pada waktunya.
1) Nilai prediktif (predictive value)
2) Nilai balikan (feedback value)
3) Ketepatwaktuan (timeliness)
ii.
Reliabilitas (reliability)
1) Keterujian (verifiability)
2) Kenetralan (neutrality)
3) Ketepatan penyimbolan/penyajian jujur (representational faithfulness)
b. Karakteristik kualitatif sekunder terdiri dari: konsistensi (consistency) dan
keterbandingan (comparability)
http://item2mniez.blogspot.co.id/2010/11/tujuan-laporan-keuanganberdasarkan.html
4. Karakteristik ideal menurut SFAC no. 8
Karakteristik kualitatif yang ideal yaitu dapat dibandingkan (comparability), dapat
diverifikasi (verifiability), ketepatan waktu (timeliness) dan dapat dipahami
(understandbility) sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan informasi dari sisi
relevance dan faithful representation.

Comparability (dibandingkan)
Merupakan karakteristik kualitatif yang memungkinkan pengguna untuk
mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan antara item-item laporan
keuangan. Konsistensi tidak sama dengan komparabilitas karena konsistensi
mengacu pada penggunaan metode yang sama untuk item yang sama sedangkan
komparatif membantu dalam mencapai tujuan tersebut

Verifiability (verifikasi)

Verifikasi berguna membantu pengguna informasi bahwa informasi setia


merupakan fenomena ekonomi yang memiliki tujuan untuk mewakili. Verifikasi
dapat bersifat langsung atau tidak langsung. Verifikasi langsung berarti
memverifikasi jumlah atau representasi lain melalui pengamatan langsung.
Verifikasi tidak langsung berarti memeriksa masukan ke rumus, model atau teknik
lain dan menghitung ulang output dengan menggunakan metologi yang sama

Timelines (Tepat Waktu)


Informasi yang tersedia untuk mengambil keputusan dalam waktu yang mampu
mempengaruhi keputusan pengguna.

Understandability (Dapat dipahami)


Mengklasifikasikan, mengkarakterisasi, dan menyajikan informasi secara jelas dan
ringkas sehingga informasi mudah dipahami oleh pengguna
http://riskymahira.blogspot.co.id/2013/06/statement-of-financial-accounting.html

5. Kerangka konseptual terdiri dari konsep-konsep yang dipakai untuk


mengimplementasikan tujuan dasar dari tingkat pertama. Konsep-konsep ini menjelaskan
apa, kapan, dan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus diakui, diukur,
dan dilaporkan oleh sistem akuntansi.
Asumsi-Asumsi Dasar
Asumsi-asumsi menyediakan satu landasan bagi profesi akuntansi. Jadi, asumsi
dasar akuntansi adalah anggapan-anggapan yang digunakan oleh para akuntan agar
akuntansi dapat dipraktikkan.
a) Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption).
Akuntansi memandang bahwa perusahaan merupakan unit yang berdiri sendiri
dan terpisah dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan (pemilik, kreditor,
karyawan, dan lainnya).
b) Kesinambungan (going concern).
Sebagian besar metode akuntansi di dasarkan pada asumsi kelangsungan hidup
yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur yang panjang.pengalaman
mengindikasikan bahwa, meskipun banyak mengalami kegagalan bisnis, perusahaan
dapat memiliki kelangsungan hidup yang panjang.
c) Asumsi unit moneter ( monetary unit assumption).

Akuntansi menggunakan unit moneter sebagai alat pengukur suatu obyek atau
aktivitas perusahaan dan menganggap nilai uang adalah stabil dari waktu ke waktu.
d) Asumsi periodisitas (periodicity assumption).
Cara yang paling akurat untuk mengukur hasil operasi perusahaan adalah
dengan mengukurnya pada saat perusahaan tersebut di likuidasi. Namun, pengambil
keputusan tidak bisa menunggu selama itu untuk menerima informasi semacam itu.
Asumsi periodisitas (periodicity assumption) atau periode waktu menyiratkan bahwa
aktivitas ekonomi sebuah perusahaan dapat di pisahkan dalam periode waktu artifisial
periode waktu ini bervariasi, tetapi yang paling umum yaitu secara bulanan, kuartalan
http://muntiawardhani29.blogspot.co.id/2013/03/kerangka-konseptual.html
6. kaidah pengakuan (recognition role) merupakan ketentuan pada level
penetap standar agar dapat dilaksanakan dilevel perusahaan, kaidah
tersebut harus dijabarkan dalam bentuk akuntansi manual (accounting
manual) untuk menentukan kegiatan internal yang dapat dijadikan
tanda/pemicu pengakuan pendapatan.
Kriteria pengakuan pokok : Suatu pos dan informasi mengenai pos tersebut
harus memenuhi empat kriteria pengakuan pokok untuk dapat diakui dan
harus diakui ketika kriteria dipenuhi, subyek terhadap kendala biaya-manfaat
dan batas materialitas.
1. Definitions. Pos memenuhi definisi sebuah elemen laporan keuangan. Untuk
diakui dalam laporan keuangan, sumberdaya harus memenuhi definisi aset,
dan keharusan harus memenuhi definisi kewajiban. Perubahan ekuitas harus
memenuhi definisi pendapatan, biaya, laba, atau rugi.
2. Measurability. Pos mempunyai atribut relevan yang dapat diukur dengan
cukup andal. Aset, kewajiban, atau perubahan ekuitas harus mempunyai
atribut relevan yang dapat dikuantifikasi dalam unit moneter dengan cukup
andal. Keterukuran harus dipertimbangkan secara bersamaan dengan
relevansi dan keterandalan. Pos-pos yang sekarang disajikan dalam laporan
keuangan diukur dengan berbagai atribut, tergantung pada sifat suatu pos
dan keandalan atribut yang diukur.
Atribut aset (kewajiban) yang digunakan dalam praktik
Historical cost (historical proceeds)
Current cost

Current market value


Net realizable (settlement) value
Present (or discounted) value of future cash flows
Unit Moneter atau skala ukuran adalah unit nominal uang, tidak disesuaikan
dengan perubahan daya beli uang Ukuran yang ideal adalah ukuran yang
stabil sepanjang waktu. Inflasi yang rendah tidak terlalu mempengaruhi unit
nominal uang.
3. Relevance. Informasi dapat membuat perbedaan keputusan pemakai. Untuk
relevan, informasi mengenai suatu pos harus memiliki feedback value atau
predictive value (atau keduanya ) bagi pemakai dan harus tepat waktu.
Informasi relevan apabila mempunyai kemampuan untuk membuat
perbedaan keputusan. Untuk diakui, informasi yang dimasukkan ke dalam
laporan keuangan harus relevan.
4. Reliability. Informasi tersebut mewakili kenyataan, dapat diverifikasi, dan
netral. Untuk terandalkan, informasi mengenai suatu pos harus mewakili
kenyataan, dapat diverifikasi, dan netral. Keterandalan dapat mempengaruhi
waktu/saat pengakuan
Pendapatan dan laba diakui apabila: Direalisasi atau dapat direaliasi (realized or
realizable) atau Diperoleh (earned). Pendapatan dan laba direalisasi ketika
produk (barang atau jasa) atau aset lainnya ditukarkan dengan kas atau klaim
terhadap kas. Pendapatan dan laba dapat direalisasi (realizable) ketika aset
terkait yang diterima siap ditukarkan dengan kas atau klaim terhadap kas yang
jumlahnya diketahui. Pendapatan sudah diperoleh apabila entitas sudah secara
substansial menyelesaikan apa yang harus dilakukan untuk mendapat manfaat
yang dikandung oleh pendapatan. Dalam pengakuan pendapatan dan laba, dua
kondisi tersebut biasanya dipenuhi pada waktu barang diserahkan atau jasa
diberikan kepada pelanggan.
http://documents.mx/documents/sfac-no-5-56141b050f626.html