Anda di halaman 1dari 3

Jl. Jend. Sudirman No.

134 Pekanbaru Riau


Telp. (0761) 3061000-856517 Fax. (0761) 41887
Email. rs-syafira@yahoo.com Website.www.rs-syafira.com

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATALAKSANA KASUS
RS SYAFIRA PEKANBARU
STROKE INFARK
1. Definisi

Stroke adalah defisit neurologis fokal ataupun global yang terjadi


mendadak, disebabkan oleh faktor vaskuler yang tidak disebabkan
infeksi ataupun trauma, maupun tumor.

2. Anamnesis

Keluhan mendadak berupa :


1. Kelumpuhan anggota gerak satu sisi (hemiparese)
2. Gangguan sensorik satu sisi tubuh
3. Hemianopia (buta mendadak)
4. Diplopia
5. Vertigo
6. Afasia
7. Disfagia
8. Disarthria
9. Ataksia
10. Kejang atau penurunan kesadaran
11. Gangguan kognitif atau perilaku

3. Pemeriksaan Fisik

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pemeriksaan tanda vital


Pemeriksaan Jantung Paru
Pemeriksaan bruit karotis
Pemeriksaan abdomen
Pemeriksaan ekstremitas
Pemeriksaan Neurologis
Kesadaran : kualitatif dan kuantitatif (Glasgow Coma
Scale/GCS)
Tanda Rangsang Meningeal : kaku kuduk, lasseque, kerniq,
brudzinsky.
Saraf Kranialis : sering mengenai nervus VII, IX, XII,
walaupun nervus kranialis lain bisa terkena.
Motorik : kekuatan, tonus, refleks fisiologis, reflex patologis.
Sensorik
Pemeriksaan fungsi luhur.
Pada pasien dengan penurunan kesadaran perlu dilakukan
pemeriksaan reflek batang otak :
Refleks kornea.

Refleks pupil terhadap cahaya.


Refleks okulo sefalik.
Keadaan refleks respirasi.
4. Kriteria Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan


fisik.

5. Diagnosis Banding

Membedakan stroke iskemik dan stroke hemoragik sangat penting


untuk penatalaksanaan pasien.

6. Pemeriksaan Penunjang

1. CT Scan Kepala
2. Rontgen Thorak
3. EKG
4. Darah Lengkap, Profil Lipid, Ureum, Kreatinin, dan GDS.

7. Terapi

1. Stabilisasi pasien dengan tindakan ABC.


2. Pertimbangkan intubasi jika GCS < 8 atau gagal nafas.
3. Pasang infus IV line dengan larutan isotonis dengan kecepatan
20 tpm (jangan memakai cairan hipotonis seperti dextrose 5%)
karena dapat memperhebat edema otak.
4. Oksigenasi nasal canul 2-4 lpm.
5. Menurunkan tekanan darah maksimal 30% pada pasien
hipertensi dan target MAP 110-115.
6. Tekanan dalam rongga tengkorak diturunkan dengan cara
meninggikan posisi kepala 15-30% (satu bantal) sejajar dengan
bahu.
7. Larutan manitol diberikan bila tidak ada kontra indikasi.
8. Citicholin 2 x 500mg
9. Piracetam 4 x 3 gr (jika ada afasia).
10. Simvastatin 1 x 20 mg
11. Valsartan 1 x 80 mg
12. Aspilet 1 x 80 mg
1. Edukasi keluarga agar membantu pasien agar membantu pasien
agar tidak terjadi serangan berikutnya.
2. Jika terjadi serangan berikutnya segera mendatangi rumah sakit
terdekat.
3. Mengawasi agar pasien teratur minum obat.
4. Membantu pasien menghindari faktor resiko.
5. Memodifikasi gaya hidup sehat.
6. Mengurangi berat badan pada penderita stroke yang obesitas.
7. Melakukan aktivitas fisik sedang pada pasien stroke iskemik
atau TIA. Intensitas sedang dapat didefinisikan sebagai aktivitas
fisik yang cukup berarti hingga berkeringat atau meningkatkan
denyut jantung 1-3 kali perminggu.
8. Mengontrol faktor resiko :

8. Edukasi

9. Prognosis

10. Kepustakaan

Tekanan darah
Gula darah pada pasien DM
Kolesterol
Trigliserida
Jantung
1. Ad vitam : Dubia (tergantung letak lesi)
2. Ad sanam : Dubia (tergantung letak lesi)
3. Ad fungsionam : Dubia (tergantung letak lesi)
Buku Pedoman SPM dan SPO Neurologi, Perdossi, 2006.
Pedoman Tatalaksana Stroke, Perdossi, 2012