Anda di halaman 1dari 26

OMFALOKEL DAN

GASTROSKISIS
TIKA E PABIDANG
(10700077)

PENDAHULUAN

Cacat kongenital dinding abdomen pada seluruh


tebalnya memberi ancaman yang mematikan
bagi neonatus sebagai akibat terpaparnya visera
dan kemungkinan kontaminasi bakteri.
Duayang tersering dari cacat tersebut meliputi
gastroskisis dan omfalokel.

Omfalokel

Gastroskisis

GASTROSKISIS

DEFINISI
Gastroskisis adalah defek pada dinding abdomen
yang biasanya tepat disebelah kanan dari
masuknya korda umbilikus ke dalam tubuh. Ada
juga yang terletak di sebelah kiri, namun
kasusnya jarang.
Sejumlah usus dan kadang-kadang bagian dari
organ abdomen lain ikut mengalami herniasi
keluar dinding abdomen dengan tanpa adanya
membran yang menutupi ataupun kantung.

EPIDEMIOLOGI
Insidens gastroskisis berkisar antara 0,4-3 per
10.000 kelahiran dan tampaknya akan
meningkat terus.
Gastroskisis lebih sering terjadi pada laki-laki
daripada perempuan. Frekuensi gastroskisis
dikaitkan dengan ibu usia muda dan jumlah
kehamilan rendah.

ETIOLOGI
Kehamilan berisiko tinggi seperti infeksi, ibu
usia muda, merokok, penyalahgunaan obat, atau
apapun yang memberikan kontribusi terhadap
berat badan lahir rendah dapat meningkatkan
kejadian gastroskisis.
Adanya keterlambatan pertumbuhan intrauterin
yang menyebabkan gangguan pertumbuhan
janin masih belum jelas.

PATOGENESIS
Gastroskisis terjadi akibat dari kelemahan
tertentu di dinding abdomen dengan ruptur
sekunder dan herniasi organ abdomen. Secara
tepat embriologi dari gastroskisis tidak jelas.
Defek hampir selalu terjadi disebelah kanan
umbilikus. Hal ini terjadi akibat dari kegagalan
pembentukan somatopleura lateral kanan secara
sempurna.
Gastroskisis biasanya terisolasi cacat mekanik
dan biasanya tidak berkaitan denga peningkatan
insiden anomaly lainnya.

GAMBARAN KLINIS
Bayi dengan gastroskisis biasanya mengalami
malrotasi dan kira-kira 23% mengalami atresia
usus atau stenosis. Pada saat dilahirkan dengan
gastroskisis akan mengalami masalah yang
sangat serius karena usus yang terpapar. Suhu
yang menurun, kehilangan cairan, dan infeksi
merupakan masalah yang utama yang harus
dihindari.
Pasien gastroskisis lebih cenderung akan lahir
prematur untuk usia kehamilan dibandingkan
bayi dengan omfalokel.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil


pemeriksaan fisik, dimana defek dinding
abdomen terbuka tanpa tertutup peritoneum.

MASALAH SETELAH KELAHIRAN

Usus-usus, visera, dan seluruh permukaan


rongga abdomen yang berhubungan dengan
dunia luar menyebabkan:
a. Penguapan dan pancaran panas dari tubuh
cepat berlangsung, sehingga terjadi dehidrasi
dan hipotermi.
b. Kontaminasi usus dengan kuman cepat
berlangsung, sehingga terjadi sepsis.
c. Aerofagi menyebabkan usus-usus distensi,
sehingga mempersulit koreksi pemasukan usus
ke rongga abdomen waktu pembedahan.

KOMPLIKASI

Distress pernapasan (kesalahan peletakan isi


abdomen akan menyebabkan gangguan
pengembangan paru)
Nekrosis usus
Bentuk pusar mengalami bentuk yang tidak
normal walaupun dengan bekas luka yang tipis
Peritonitis dan paralisis usus
Short bowel syndrome, gangguan pencernaan
dan penyerapan bila kerusakan usus terlalu
banyak

TERAPI

Pemasangan sonde lambung untuk mencegah


distensi usus
Pemberian cairan dan elektrolit atau kalori
intravena
Antibiotik spektrum luas
Pencegahan kontaminasi usus dengan menutup
menggunakan kasa steril lembab dengan cairan
NaCl steril
Pembedahan

PROGNOSIS

Pasien dengan gastroskisis tergantung pada


kondisi usus. Secara keseluruhan, pasien dengan
gastroskisis memiliki prognosis baik. Harapan
hidup sedikitnya 90-95%, dengan kebanyakan
pasien yang meninggal terjadi pada yang
memiliki usus katastropik, sepsis dan komplikasi
jangka panjang sindrom usus pendek.

OMFALOKEL

DEFINISI

Omfalokel (disebut jugaExomfalos) merupakan


defek dindingabdomen pada garis tengah
dengan berbagai derajat ukuran, disertai hernia
visera yang ditutupi oleh membran yang terdiri
atas peritoneum di lapisan dalam dan amnion
dilapisan luar serta Whartons Jelly di antara
lapisan tersebut.

EPIDEMIOLOGI

Insidens omfalokel berkisar antara 1,5-3 per


10.000 kelahiran dan tampaknya stabil.

ETIOLOGI

Faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya


omfalokel:
- infeksi
- penggunaan obat dan rokok pada ibu hamil
- defisiensi asam folat
- hipoksia
- pengunaan salisilat
- kelainan genetik

MANIFESTASI KLINIS
1.
2.
3.

Organ visera / internal abdomen keluar


Penonjolan pada isi usus
Teridentifikasi pada prenatal dengan
ultrasound

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil


pemeriksaan fisik, dimana terdapat defek pada
daerah umbilikus dengan bagian yang tertutup
selaput tipis transparan. Di bagian dalam
selaput dapat terlihat usus.

KLASIFIKASI

Klasifikasi omfalokel menurut Mooreada 3, yaitu:


- Tipe 1 : diameter defek < 2,5 cm
- Tipe 2 : diameter defek 2,5 5 cm
- Tipe 3 : diameter defek > 5 cm

PENCEGAHAN

Terpenuhinya nutrisi selama kehamilan seperti


asam folat, vitamin B komplek dan protein.

KOMPLIKASI
1.

2.

3.
4.
5.

Komplikasi dini adalah infeksi pada kantong


yang mudah terjadi pada permukaan yang
telanjang.
Kekurangan nutrisi dapat terjadi sehingga
perlu balans cairan dan nutrisi yang adekuat
misalnya dengan nutrisi parenteral.
Dapat terjadi sepsis terutama jika nutrisi
kurang dan pemasangan ventilator yang lama.
Nekrosis
Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin
disertai kelainan bawaan lain yang
memperburuk prognosis.

TERAPI

Bayi dipertahankan dalam lingkungan yang


hangat untuk mempertahankan suhu tubuhnya
Pemasangan sonde lambung untuk mencegah
distensi lambung
Pertahankan selaput omfalokel tetap dalam
keadaan basah dan steril
Pemberian antibiotik profilaksis

PROGNOSIS

Bayi dengan omfalokel lebih sulit untuk


digeneralisasikan, tetapi kebanyakan mortalitas
dan morbiditas berhubungan dengan anomaly
daripada defek dinding abdomennya itu sendiri.

TERIMA KASIH