Anda di halaman 1dari 1

Review Teater Guci yang Pecah

Filbert Kurnia Liwang 1506738435 Fakultas Kedokteran

Guci yang Pecah


Teater Guci yang Pecah merupakan pertunjukan yang dilakukan oleh kelas Kajian
Drama dan Teater Program Studi Inggris dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas
Indonesia (FIB UI). Karya tersebut merupakan pementasan dari The Broken Jug, karya
Heinrich von Kleist. Karya tersebut berputar di sekitar guci yang pecah dan melibatkan
martabat perempuan yang telah dirampas serta fitnah terhadap seorang pemuda atas
perbuatan yang tidak dilakukannya. Karya tersebut disutradai oleh Rahadian Adetya, seorang
aktor senior yang juga telah melakoni peran Hakim Adam dalam teater Guci yang Pecah, oleh
karena itu, telah sangat mendalami mengenai peran tersebut.
Keseluruhan dari teater telah dikemas dengan sangat baik. Komedi yang dimainkan
sangat menarik perhatian dan tidak garing. Namun, bagaimana misteri awal cerita yaitu
siapa yang memecahkan guci serta memasuki kamar Eva diungkap dengan sangat menarik.
Bagaimana hakim Adam yang merupakan pelaku dari kejadian tersebut, namun berusaha
ditutup-tutupi dengan dia. Usaha mengalihkan tuduhan dari dirinya kepada Ruprecht, namun
dirinya sendiri tetap membocorkan bahwa dirinya pelakunya yang tidak disadari oleh pemain
lain merupakan lelucon tersendiri bagi penonton.
Teater tersebut telah diperani dengan sangat baik oleh pemain-pemainnya. Terutama
yang perlu diapresiasi adalah akting dari Yeremia Putra sebagai Hakim Adam karena telah
sangat menjiwai peran yang dia miliki. Seluruh akting yang dia lakukan sangat terbayang dan
perlu diapresiasi. Selain itu, gesture yang dia miliki benar-benar menggambarkan mengenai
kondisi yang Hakim Adam sedang alami yaitu luka-luka dan cedera di sekujur tubuh. Selain
itu, peran dari tokoh-tokoh lain juga terlihat telah sangat dijiwai dan dihayati, sehingga dapat
dilakoni dengan baik.
Selain itu, aspek teknis dari teater perlu dikagumi. Bagaimana tata cahaya digunakan
dengan sangat baik dan menonjolkan saat awalan teater. Selain itu background musik yang
digunakan sangat sesuai dengan kondisi teater. Ketika suasana tegang, maka musik yang
digunakan juga disesuaikan dengan tepat.
Moral dari teater ini adalah kesalahan yang dilakukan akan terungkap pada akhirnya.
Walaupun usaha yang dilakukan untuk menyembunyikan kesalahan pada akhirnya akan
tersingkap. Oleh karena itu, bila melakukan kesalahan, sebaiknya secepatnya mengakui
kesalahan tersebut