Anda di halaman 1dari 6

Bagaimana

komplikasi tonsilitis
akut dan tonsilitis
kronis?

Komplikasi tonsilitis akut

* Meskipun jarang, tonsilitis akut dapat


menimbulkan komplikasi lokal yaitu abses
peritonsil, abses parafaring dan otitis media akut.
* Komplikasi lain yang bersifat sistemik dapat
timbul terutama oleh kuman Streptokokus beta
hemolitikus berupa sepsis dan infeksinya dapat
tersebar ke organ lain seperti bronkus (bronkitis),
ginjal (nefritis akut & glomerulonefritis akut),
jantung (miokarditis & endokarditis), sendi (artritis)
dan vaskuler (plebitis).

Beberapa komplikasi yang timbul


akibat tonsilitis akut, diantaranya:

1. Abses peritonsilar (quinsy) : Biasanya timbul


pada pasien dengan tonsillitis berulang atau
kronis yang tidak mendapat terapi yang adekuat.
2. Abses parafaringeal : Timbul jika infeksi atau
pus (cairan abses) mengalir dari tonsil atau abses
peritonsilar melalui otot konstriktor superior,
sehingga formasi abses terbentuk di antara otot
ini dan fascia servikalis profunda. Komplikasi ini
berbahaya karena terdapat pada area di mana
pembuluh darah besar berada dan menimbulkan
komplikasi serius.

3. Abses retrofaringeal : Keadaan ini


biasanya disertai sesak nafas (dyspnea),
ganggaun menelan, dan benjolan pada
dinding posterior tenggorok, dan bisa
4
menjadi sangat berbahaya bila abses
menyebar ke bawah ke arah mediastinum
dan paru-paru.
4. Adenitis servikalis supuratif
5. Tonsilolith : Tonsilolith adalah kalkulus di
tonsil akibat deposisi kalsium, magnesium
karbonat, fosfat, dan debris pada kripta tonsil
membentuk benjolan keras. Biasanya
menyebabkan ketidaknyamanan, bau mulut,

6. Kista tonsil : Umumnya muncul sebagai


pembengkakan pada tonsil berwarna putih atau
kekuningan sebagai akibat terperangkapnya debris
pada kripta tonsil oleh jaringan fibrosa.

Tonsilitas Kronis
Komplikasi tonsilitis kronis. Gangguan tonsilitis kronis
dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi melalui
perkontinuitatum, hematogen atau limfogen. Penyebaran
perkontinuitatum dapat menimbulkan rinitis kronis,
sinusitis, dan otitis media. Penyebaran hematogen atau
limfogen dapat menyebabkan endokarditis, artritis,
miositis, nefritis, uveitis, iridosiklitis, dermatitis,
urtikaria, furunkulosis, dan pruritus.

Komplikasinya terbagi 2, yaitu komplikasi local dan komkplikasi


sistemik.
-Komplikasi local yaitu, peritonsilitis,abses pertonsiler, abses
parafaringeal, kista tonsil,dan tonsilolith.
-komplikasi sistemik: dermatitis, nefritis, iridosiklitis dan pruritus.
Kemungkinan komplikasi lain dari tonsilitis adalah abses
peritonsillar (quinsy). Ini terjadi ketika sekelompok bakteri yang
terdorong oleh pertumbuhan jaringan baru. Abses ini tidak berada di
amandel lagi tapi di salah satu sisinya. Tidak seperti tonsilitis
sederhana, quinsy cenderung dirasakan pada satu sisi tenggorokan,
dan pasien dengan kondisi ini sering terlihat memiringkan kepala ke
satu sisi untuk mengurangi rasa sakit.
Quinsy terjadi pada sekitar 1 dari 3.000 orang per tahun dan lebih
sering terjadi pada ramaja dengan radang amandel.