Anda di halaman 1dari 17

PERFORASI MEMBRAN

TIMPANI
Nabil Bachmid
110 210 0037
PEMBIMBING :
dr. RACHMAWATI DJALAL. Sp.THT-KL

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2016

PENDAHULUAN

Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks (pendengaran
dan keseimbangan). Indera pendengaran berperan penting pada partisipasi seseorang
dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Membran timpani adalah organ pada telinga yang berbentuk seperti diafragma, tembus
pandang dan fleksibel sesuai dengan fungsinya yang menghantarkan energi berupa
suara dan dihantarkan melalui saraf pendengaran berupa getaran dan impuls-impuls ke
otak.

Fungsi membran timpani ini sangat vital dalam proses mendengar. Bila terjadi
kerusakan pada membran ini dapat dipastikan bahwa fungsi pendengaran seseorang
terganggu.

ANATOMI DAN FISIOLOGI

Letak

Membran timpani berbentuk bundar dan cekung bisa dilihat dari arah liang
telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu telinga, kemiringan membran timpani
sebanyak 55 derajat dibandingkan dengan sumbu lantai.
Letak membrane timpani tidak tegak lurus terhadap liang telinga akan tetapi
miring yang arahnya dari belakang luar kemuka dalam dan membuat sudut 45 0
dari dataran sagital dan horizontal. Membran timpani merupakan kerucut,
dimana bagian puncak dari kerucut menonjol kearah kavum timpani, puncak ini
dinamakan umbo.

Lapisan

Secara anatomis membrane timpani dibagi dalam dua bagian.Bagian atas


disebut pars flaksida (membran Shrapnell), sedangkan bagian bawah pars tensa
(membran propria). Pars Flaksida hanya berlapis dua, yaitu bagian luar ialah
lanjutan dari epitel kulit liang telinga dan bagian dalam dilapisi oleh sel kubus
bersilia, seperti epitel mukosa saluran napas. Pars tensa mempunyai satu lapis
lagi di tengah, yaitu lapisan yang terdiri dari serat kolagen dan sedikit serat
elastin yang berjalan secara radier di bagian luar dan sirkuler pada bagian dalam

Pembagian

Membran timpani terbagi dalam empat kuadran, dengan menarik garis


imajiner searah dengan prosesus longus maleus dan garis yang tegak lurus pada
garis itu di umbo, sehingga didapatkan bagian anterosuperior, anteroinferior,
posteroinferior, dan posterosuperior untuk menyatakan letak bila terjadi
perforasi membran timpani.

Fisiologi Pendengaran

Defenisi

Perforasi membran timpani adalah hilangnya sebagian atau seluruh jaringan


dari membran timpani yang menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh fungsi
dari membrane timpani.

Epidemiologi
Membran timpani lebih sering mengalami trauma dibandingkan dengan
telinga tengah atau telinga dalam. Tetapi biasanya dalam derajat keseriusan yang
rendah. Insidensi pertahun dari perforasi traumatik bervariasi antara 1,4-8,6 per
100,0000 populasi. Hal ini timbul pada semua kelopok umur dengan predisposisi
pada anak yang lebih sering dibandingkan dengan kebiasaan memasukkan benda
asing ke dalam kanalis aurikula eksternal.

Etiologi

Infeksi akut pada telinga tengah seringkali menyebabkan terjadinya


kurangnya suplai darah ke membran timpani yang seringkali berjalan dengan
peningkatan tekanan pada telinga dalam, hal ini mengakibatkan robeknya
atau hilangnya jaringan membrane timpani,

Penyebab lain dari perforasi adalah trauma fisik dari telinga, yang tersering
adalah pukulan yang keras kearah telinga dalam. Beberapa trauma yang lain
adalah, perubahan tekanan pada telinga yang berubah secara mendadak,

Letak dan luas perforasi

Perforasi Sentral

perforasi marginal

perforasi atik

Tik point : seperti titik

Kecil : < luas membrane timpani = < 2 mm

Sedang : - 1/2 luas membrane timpani = 2-4 mm

Besar ; > luas membran timpani = > 4 mm

Penutupan perforasi membrane timpani

Pada proses penutupan perforasi membrane timpani pertama kali tertutup


oleh epitel skuamus selanjutnya lamina propria dan lapisan mukosa, tertutup
antara hari kelima sampai hari kesepuluh tergantung ukuran perforasi.
Setelah hari keempat belas, ketiga lapisan tersebut terutama lapisan epitel
skuamus kompleks ketebalannya berkurang, kembali ke bentuk membran
timpani normal.

Pada perforasi yang besar, proses pertumbuhan akan tetap berlangsung hanya
bila pertumbuhan lamina propria mengikuti proliferasi epitel skuamus untuk
membentuk substratum migrasi epitel

penyakit yang menyebabkan perforasi membrane timpani


1.

otitis media

Otitis media sering diawali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang
tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat saluran
Eustachius. Saat bakteri melalui saluran Eustachius, dapat menyebabkan infeksi
di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran,
tersumbatnya saluran menyebabkan transudasi, dan datangnya sel-sel darah
putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan
mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam
telinga tengah. Selain itu pembengkakan jaringan sekitar saluran Eustachius
menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di
belakang gendang telinga.

Cont
Jika lendir dan nanah bertambah banyak, pendengaran dapat terganggu
karena gendang telinga dan tulang-tulang kecil penghubung gendang telinga
dengan organ pendengaran di telinga dalam tidak dapat bergerak bebas.
Kehilangan pendengaran yang dialami umumnya sekitar 24 desibel (bisikan
halus). Namun cairan yang lebih banyak dapat menyebabkan gangguan
pendengaran hingga 45 desibel (kisaran pembicaraan normal). Selain itu telinga
juga akan terasa nyeri. Dan yang paling berat, cairan yang terlalu banyak
tersebut akhirnya dapat menyebabkan perforasi membran timpani karena
tekanannya.

Cont
2. trauma
Trauma dapat menyebabkan perforasi pada membran timpani baik trauma
secara langsung maupun tidak langsung misalnya tertusuk alat pembersih kuping,
suara ledakan yang berada didekat sekali dengan telinga kita, menyelam dengan
kedalaman yang dianggap tidak aman (barotrauma), trauma kepala akibat
kecelakaan kendaraan bermotor.

Diagnosis Banding
Ruptur Membran timpani

Ruptur membran timpani dapat disebabkan oleh kecelakaan, benturan atau


pukulan pada wajah dan trauma iatrogenik pada saat mengeluarkan benda asing.
Ruptur ini mengakibatkan terjadinya tuli konduktif dan dapat menimbulkan infeksi
telinga tengah yang berulang. Selain itu rupture membrane timpani dapat disebabkan
oleh barotrauma, dan tertusuk benda keras di antaranya cutton bud dan faktor
kebisingan.

Pada rupture membran timpani, tidak ada bagian dari membrane timpani yang
hilang sehingga pada umunya lebih cepat sembuh diabanding perforasi pada
membrane timpani.

WASSALAM

Terima Kasih