Anda di halaman 1dari 4

David Nugroho/F1314134

SCIENTIFIC INVESTIGATION
Manajer sering menghadapi masalah yang memerlukan pengambilan keputusan secara
kritis. Keputusan manajerial yang didasarkan pada penelitian ilmiah diharapkan lebih efektif.
Penelitian ilmiah berfokus pada pemecahan masalah dan penerapan langkah demi langkah
yang logis, terorganisir, dan metode yang ketat untuk mengidentifikasi permasalahan,
mengumpulkan data, melakukan analisis, dan menggambarkan kesimpulan yang valid.
Penelitian ilmiah tidak berdasarkan firasat, pengalaman, maupun intuisi. Karena langkah
yang ketat ini, penelitian ilmiah memungkinkan semua pihak yang tertarik pada penelitian
dan pengetahuan tentang kasus yang mirip untuk muncul dengan penemuan yang dapat
dibandingkan saat data dianalisa. Penelitian ilmiah juga membantu para peneliti untuk
menyatakan temuan mereka dengan keakurasian dan kepercayaan diri. Hal ini membantu
organisasi lain untuk menerapkan solusi tersebut saat berhadapan dengan masalah yang
mirip.
Keunggulan atau karakteristik utama penelitian ilmiah yakni:
1. Tujuan yang jelas
Manajer memulai penelitian dengan tujuan yang jelas
2. Ketepatan
Sebuah dasar teori yang baik dan rancangan metodologi yang jelas menambahkan
ketepatan pada studi yang memiliki tujuan jelas. Rigor berkonotasi kehati-hatian dan
tingkat kejelian pada sebuah investigasi penelitian.
3. Dapat diuji
Penelitian ilmiah secara logis menguji hipotesis yang telah dikembangkan untuk
melihat apakah data tersebut mendukung hipotesis yang dibuat setelah studi yang
mendalam terhadap situasi masalah. Sehingga keterujian menjadi keunggulan lain dari
penelitian ilmiah.
4. Dapat ditiru
Sejauh tidak terjadi pengulangan atau replikasi hasil, kepercayaan diri dalam sifat
ilmiah penelitian akan didapat. Dengan kata lain, hipotesis yang didapat tidak didapat
secara kebetulan, namun mencerminkan pernyataan keterkaitan populasi secara benar.
Sehingga dapat ditiru adalah keunggulan lain dari penelitian ilmiah.
5. Presisi dan keyakinan
Presisi mencerminkan tingkat akurasi atau ketepatan hasil berdasarkan sampel, pada
apa yang benar-benar terjadi pada dunia.

Keyakinan mengacu pada kemungkinan/probabilitas bahwa perkiraan kita benar. Hal


ini berarti tidak cukup hanya tepat/presisi, namun juga penting bahwa kita bisa
menyatakan secara yakin bahwa 95% hasil kita benar dan hanya ada kemungkinan 5%
salah. Persentase tersebut disebut juga dengan tingkat keyakinan.
6. Obyektivitas
Kesimpulan yang diperoleh dari interpretasi hasil analisis data haruslah obyektif, yang
bermakna didasarkan pada fakta yang diperoleh dari data actual, dan bukan berdasar
kesubyektifan atau emosional semata.
7. Dapat digeneralisasi
Generalisasi mengacu pada lingkup penerapan temuan ilmiah pada satu pengaturan
organisasi ke pengaturan yang lainnya. Makin luas jangkauan penerapannya,
penelitian tersebut makin berguna untuk pengguna.
8. Hemat
Kesederhanaan dalam menjelaskan fenomena atau persoalan yang muncul dan
menghasilkan solusi permasalahan selalu lebih disukai untuk kerangka penelitian
yang kompleks yang meliputi jumlah faktor yang tidak dapat dikendalikan.
Kehematan/kesederhanaan ini dapat dicapai dengan pemahaman yang baik terhadap
masalah dan faktor penting lain yang berpengaruh.
Beberapa Hambatan Penelitian Ilmiah pada Area Manajemen
Investigasi yang 100% ilmiah tidak selalu dapat dilakukan pada area perilaku manajemen.
Hal ini terutama dikarenakan kesulitan pengukuran dan pengumpulan data pada area yang
subyektif seperti emosi, perilaku, dan persepsi.
Metode Hipotetis-Deduktif
Penelitian ilmiah membutuhkan metode yang step by step, logis, dan ketat dalam menemukan
solusi atas suatu permasalahan. Metode hipotetis-deduktif menyediakan pendekatan yang
sangat berguna dan sistematis guna menyelesaikan masalah mendasar dan manajerial.
Langkah-langkah metode hipotetis-deduktif:
1. Identifikasi area permasalahan
Penurunan penjualan, hasil akuntansi yang tidak benar, perpindahan pelanggan
merupakan beberapa contoh yang dapat menarik perhatian manajer untuk melakukan
penelitian.
2. Pernyataan permasalahan
Penelitian ilmiah dimulai dengan tujuan yang jelas. Mengumpulkan informasiinformasi tentang berbagai faktor yang berpengaruh terhadap permasalahan akan

membantu untuk mendekatkan area permasalahan dan menjabarkan pernyataan


permasalahan.
3. Pengembangan hipotesis
Pada langkah ini, variable-variabel akan diuji seberapa besar kontribusi atau
pengaruhnya dalam menjelaskan mengapa masalah terjadi dan bagaimana hal itu akan
diselesaikan.
4. Pengukuran
5. Pengumpulan data
6. Analisis data
Pada tahap ini, data yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara statistik untuk
melihat apakah hipotesis yang telah disusun telah didukung.
7. Interpretasi data
Pada tahap ini akan diputuskan apakah hipotesis didukung atau tidak dengan
mengintepretasikan arti dari hasil analisis data.
Reviu atas Metode Hipotetis-deduktif
Pada deductive reasoning, kita memulai dari teori umum lalu menerapkan teori tersebut pada
kasus yang spesifik. Secara alamiah, pengujian hipotesis adalah deductive karena bertujuan
menguji apakah teori umum mampu menjelaskan masalah tertentu; masalah yang
merangsang proyek penelitian. Adapun Inductive reasoning bekerja sebaliknya, yakni
merupakan proses dimana kita mengamati fenomena tertentu dan akhirnya sampai pada
kesimpulan umum. Pada dasarnya, teori berbasis deduksi maupun induksi membantu kita
untuk memahami, menjelaskan, dan memperkirakan fenomena bisnis.

Tipe Penelitian yang Lain


1.

Studi Kasus
Studi kasus melibatkan analisis yang mendalam dan kontekstual dari situasi yang
mirip pada organisasi lain, dimana sifat dan definisi permasalahan terjadi sama seperti

yang dialami pada situasi tertentu.


2. Action Research
Action research kadang dilakukan oleh konsultan yang ingin menginisiasi proses
perubahan di organisasi. Peneliti memulai dengan masalah yang telah diidentifikasi
dan mengumpulkan data yang relevan untuk mendukung solusi permasalahan

sementara. Solusi ini lalu diimplementasikan. Pengaruh dari solusi sementara tersebut
lalu dievaluasi, ditetapkan, dan didiagnosa, serta penelitian berlanjut selama
pelaksanaan sampai permasalahan dapat diatasi sepenuhnya.