Anda di halaman 1dari 3

ARSITEKTUR PELESTARIAN

DESKRIPSI TENTANG PEMAHAMAN MEKANISME RANCANG BANGUN


PELESTARIAN SEBAGAI PEMBELAJARAN PERENCANAAN DAN
PERANCANGAN ARSITEKTUR !
Pada saat perencanaan dan perancangan arsitektur, banyak hal-hal yang
harus diperhatikan dalam membangun suatu bangunan, salah satunya yaitu
keadaan lingkungan sekitar, baik dari aspek fisik dan non-fisiknya. Sangat
penting untuk membuat suatu bangunan yang menyesuaikan keadaan
lingkungan sekitar, karena menurut saya arsitektur yang baik adalah
arsitektur yang dapat berteman dengan sekitarnya sehingga ia dapat
bertahan di lingkungan yang ada. Hal-hal tersebut dapat kita pelajari melalui
Mekanisme Rancang Bangun Pelestarian.
Mekanisme Rancang Bangun Pelestarian merupakan perencanaan dan
perancangan untuk Objek Cagar Budaya dimana OCB tersebut merupakan
identitas dari sebuah daerah, lebih jauh lagi yaitu identitas negara. OCB
menjadi sebuah identitas karena di dalam suatu OCB terdapat cerita-cerita
sejarah suatu daerah sehingga sejarah tersebut harus dipertahankan. Tidak
mudah membuat OCB dapat hidup dan beradaptasi dengan
lingkungan sekarang yang telah berbeda jauh dengan dahulu, sehingga
dibutuhkan perencanaan yang baik.
Pada Mekanisme Rancang Bangun Pelestarian, proses rancang dibagi dalam
3 tahapan yaitu Pre-Act, Field-Act, dan Post-Act. Tahap pertama yaitu Pre-Act
merupakan tahap pengumpulan dan observasi permasalahan serta data
mengenai OCB dan lingkungan sekitarnya baik segi fisik maupun non-fisik. Pada
tahap Field-Act merupakan tahap pen-strategi-an desain OCB yaitu bagaimana
membuat desain yang tetap mempertahankan karakter bangunan serta
yang dapat menjawab tahap Pre-Act. Tahap Post-Act merupakan tahap evaluasi
serta pengamatan terhadap OCB yang telah dikonservasi, bagaimana interaksi
dan ketahanan OCB tersebut dengan lingkungan sekitar.
Mekanisme Rancang Bangun Pelestarian mengajarkan kita bagaimana
merencanakan dan merancang suatu arsitektur yang kontekstual, serta
bersinergi dengan lingkungan sekitar sehingga apa yang akan kita rancang
dan lingkungan sekitarnya mempunyai hubungan yang harmoni.

SEBUTKAN DAN BERIKAN PENJELASAN SECARA PROPORSIONAL


MENGENAI BEBERAPA ESENSI YANG DIDAPAT DARI RANCANG
BANGUN PELESTARIAN !
Setelah mengetahui dan memahami Mekanisme Rancang
Pelestarian, maka dapat diketahui beberapa esensi-nya, yaitu :

Bangun

OCB Merupakan Identitas Suatu Daerah dan Sangat Penting


Hal utama yang harus diingat yaitu OCB dilestarikan karena sejarahsejarah yang dibawa olehnya, OCB menjadi bukti dari identitas suatu
daerah tempatnya berada sehingga sangat penting untuk dipertahankan
dan dilestarikan agar identitas tersebut tidak hilang.

ARSITEKTUR PELESTARIAN

Living Monument
Pelestarian OCB harus dapat membuat OCB tersebut hidup serta dapat
menghidupi lingkungan sekitarnya. Hal tersebut dirancang agar OCB yang
dilestarikan dapat menjadi generator kehidupan lingkungan sekitarnya.
Interaksi saling ketergantungan tersebut diyakini dapat membangun
kontinuitas serta sustanibility.
Kontekstual
Pelestarian OCB juga harus hati-hati agar tidak menghilangkan karakter
dari OCB yang akan dilestarikan, karena apabila hal tersebut terjadi dapat
membuat nilai sejarah serta identitas yang ada hilang juga. Karena itu
desain yang muncul harus bersifat kontekstual.

DESKRIPSI PROPORSIONAL TENTANG PEMAHAMAN FAKTOR


PEMICU MEKANISME RANCANG BANGUN PELESTARIAN SESUAI
BAGAN !

Keadaan Objek Cagar Budaya pada masa sekarang tak terawat dan
kebanyakan sudah tak berfungsi, ditambah dengan perkembangan keadaan
lingkungan sekitar yang tidak diikuti perkembangan OCB yang ada.
Pengembangan komponen-komponen lingkup sekitar OCB seperti pembangunan
permukiman modern, pebrik-pabrik, dan lain sebagainya semakin membuat
OCB tidak menjadi sesuatu yang penting. Hal-hal tersebut menimbulkan
kesenjangan atau kejedaan yang terjadi antara OCB dengan lingkungan
sekitarnya.
Kesenjangan atau kejedaan yang terjadi pun sangat terasa,
memperlihatkan kalau OCB dan lingkungan sekitarnya seperti berjalan
sendiri-sendiri. Disinilah titik permasalahannya. Ada pihak-pihak yang ingin
OCB tersebut dipertahankan dan mencoba menyuarakannya ke publik, tetapi
ada juga pihak-pihak yang tidak peduli akan hal tersebut, bahkan ada yang ingin

ARSITEKTUR PELESTARIAN

mencoba menghilangkan OCB untuk pembangunan yang lain. Perbedaanperbedaan ini pun menimbulkan disharmoni, dan dibutuhkan
penyelesaian yang tepat untuk disharmoni tersebut.
Sebuah upaya untuk memecahkan masalah tersebut adalah
Rancang Bangun OCB berbasis Pelestarian. Rancang Bangun Pelestarian ini
bertujuan menghidupkan kembali OCB yang ada serta mencoba menimbulkan
interaksi yang sinergis dan harmonis antara OCB dengan lingkungan sekitarnya.
Kontekstual. Harmony. Living Monument.

2015 / 2016

FAHRY TRIZA NUGRAHA --- I0213031


UTS M.K. Arsitektur Pelestarian

Program Studi Arsitektur Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret