Anda di halaman 1dari 39

PERDARAHAN PERANUM

Oleh: Is Sugiarti

HEMOROID
Kata hemorrhoid dari kata
aliran darah (haem=darah,
rhoos=aliran)
sbg
darah
yang
mengalir
keluar.
Hemoroid adalah pelebaran
pleksus
hemorrhoidalis
yang
tidak
merupakan
keadaan patologik. Hanya
jika
hemoroid
ini
menimbulkan
keluhan
sehingga
diperlukan
tindakan.

KLASIFIKASI
HEMOROID INTERNA

HEMOROID EKSTERNA

Pelebaran fleksus vena


hemoroidalis superior
di atas linea
dentata/garis
mukokutan dan
ditutupi oleh mukosa.
Sering terdapat pada 3
posisi primer : kanan
depan (jam 7), kanan
belakang (jam 11), kiri
lateral (jam 3).

Pelebaran dan
penonjolan pleksus
hemoroid inferior
terdapat disebelah
distal linea
dentata/garis
mokokutan di dalam
jaringan dibawah
epitel anus.

DERAJAT HEMOROID INTERNA


1. Timbul perdarahan varises, prolaps/tonjolan mukosa
tidak melalui anus dan hanya dapat ditemukan dengan
proktoskopi.
2. Terdapat trombus didalam varises sehingga varises
selalu keluar pada saat defekasi, setelah defekasi
selesai, tonjolan tsb dapat masuk spontan.
3. Keadaan dimana varises keluar tidak dapat masuk lagi
dengan sendirinya tetapi harus didorong.
4. Suatu saat ada timbul keadaan akut dimana varises
yang keluar pada saat defekasi tidak dapat dimasukkan
lagi. Biasanya pada derajat ini timbul trombus yang
diikuti infeksi dan kadang timbul perlingkaran anus
Hemoroid inkarserata karena seakan-akan ada yang
mempersempit hemoroid yang keluar.

HEMOROID INTERNA
DERAJAT

BERDARAH

MENONJOL

REPOSISI

II

(+)

Spontan

III

(+)

Manual

IV

(+)

Tetap

GEJALA dan KLINIS :


Tanda awal : perdarahan akibat trauma oleh feses
yang keras, darah warna merah segar dan tidak
bercampur feses dan menetes
derajat I
Anemia akibat perdarahan berulang
derajat
II
Benjolan yang keluar didorong oleh jari agar dapat
dimasukkan kembali ke anus
derajat III
Benjolan menetap dan tidak dapat di dorong
masuk kembali
derajat IV

HEMOROID EKSTERNA
Akut : bentuk akut berupa pembengkakan bulat
kebiruan pada pinggir anus.
Tanda dan gejala : rasa nyeri dan sakit , rasa gatal
pada daerah hemoroid.
Kronik : terdiri 1 lipatan atau lebih dari kulit anus
yang berupa jaringan penyambung dan sedikit
pembuluh darah.

DIAGNOSIS
Anamnesis
a. BAB dengan darah segar
b. Rasa tidak enak saat defakasi
c. Tidak puas sesudah defekasi
d. Anemia
e. Adanya prolaps
f. Iritasi kulit
g. Nyeri : hemoroid eksterna dengan trombosis.

Pemeriksaan Fisik
a. Hemoroid Intena :

Hemoroid yang prolaps dapat terlihat sbg benjolan yang


tertutup mukosa
Colok dubur : benjolan tidak teraba, kecuali ada penebalan .

b. Hemoroid Eksterna :
. Benjolan yang ditutupi kulit
. Trombosis : benjolan warna kebiruan, unilokuler/multilokuler,

.
. Pemeriksaan Penunjang :
a. Anoskopi
b. Proktosigmoidoskopi
nyeri tekan

PENATALAKSANAAN
Non Farmakologis :
1. Perbaikan pola hidup, pola makan dan minum dan
cara defekasi
2. Perbaikan defekasi : diet, cairan, serat tambahan,
posisi defekasi jongkok
3. Kebersihan lokal : merendam anus dalam air selama
10-15 menit, 2-4 kali sehari
4. Eksudat/sisa tinjayang lengket dapat dibersihkan
karena menimbulkan iritasi dan rasa gatal.

Farmakologis :
1. Obat yang memperbaiki defekasi
2. Obat simptomatik
3. Obat penghentian perdarahan
. Terapi non Bedah
1. Skleroterapi : penyuntikan lar.kimia yang
merangsang
2. Ligasi dengan karet gelang

Terapi bedah : dipilih pada penderita yang mengalami


keluhan menahun dan penderita hemoroid derajat III
dan IV
1. Hemoroidektomi
2. Bedah staper

POLIP

POLIP
Suatu massa seperti tumor yang menonjol ke
dalam lumen usus
Polip berasal dari epitel mukosa dan submukosa
dan merupakan neoplasma jinak terbanyak di
kolon dan rektum

KLASIFIKASI

Polip Non Neoplastik


1. Hamartoma : ditandai oleh pertumbuhan yang cepat
dari kolon normal.
2. Juvenile polyps : ditemukan diseluruh kolon paling
sering di daerah rektosigmoid, sering terjadi usia < 5
th.
3. Sindrom Peutz-Jeghers : berukuran 1 mm-3cm,
biasanya mutipel dan bertangkai.
4. Polyps inflammatory : terjadi selama fase regenaratif
dan peradangan mukosa pada kolon.

KLASIFIKASI
Polip Non
Neoplastik
1. Hamartoma : ditandai
oleh pertumbuhan
yang cepat dari kolon
normal.
2. Juvenile polyps :
ditemukan diseluruh
kolon paling sering di
daerah rektosigmoid,
sering terjadi usia <
5 th.

3. Sindrom Peutz-Jeghers :
berukuran 1 mm-3cm,
biasanya mutipel dan
bertangkai.
4. Polyps inflammatory :
terjadi selama fase
regenaratif dan
peradangan mukosa pada
kolon.
5. Polyps Hyperplastic :
berukuran 1-3mm berasal
dari epitel mukosa yang
hiperplastik dan
metaplastik

Polip Neoplastik
1. Polip
Adenomatosa :
polip yang
bertangkai dan
jarang ditemukan
di usia dibawah
21 th. Gambaran
klinis belum
diketahui kecuali
perdarahan dari
rectum dan
prolaps anus
disertai anemia.

2. Polip Herediter :
penyakit herediter
yang jarang
ditemukan. Gejala
pertama timbul
pada usia 13-20
th. Polip yang
tersebar diseluruh
kolon dan rectum
ini tidak bergejala,
kadang timbul
diere disertai
perdarahan
rectum.

DIAGNOSIS
Gejala dan Tanda klinis :
Perdarahan spontan, berupa darah segar ataupin
darah yang kehitaman, darah yang keluar bersifat
intermiten.
Polip rectum perdarahan spontan mempunyai
tangkai panjang disertai nyeri dan lendir dan dapat
menonjol keluar dari anus pada saat defekasi.

PEMERIKSAAAN PENUNJANG
Foto kolon dengan kontras bariumyang
dimasukkan melalui anus.
Barium Enema.
Rectosigmoidoskopi adalah pipa kaku ukuran 2530 cm.
Kolonoskopi untuk melihat dinding kolon dari
dalam lumen sampai ileum terminalis.
CT Kolonografi

PENATALAKSANAAN

Polypectomy
Endoscopic Mucosal Resection
Laparoscopic Colectomy
Reseksi kolon

KOLITIS

KOLITIS
Peradangan akut atau kronik yang mengenai
kolon.
INFEKSI

NON INFEKSI

Kolitis amebik

Kolitis ulseratif

Shigelosis

Penyakit Chorns

Kolitis tuberkulosa

Indeterminate colitis

Kolitis Pseudomembran

Kolitis Radiasi

Kolitis karena
virus/bakteri/parasit

Kolitik iskemik

KOLITIS INFEKSI
Kolitis Amebik
Infeksi pada kolon yang disebabkan oleh protozoa
Entamoeba hystolytica
Gejala : 90% asimptomatik

Shigelosis
Infeksi akut pada ileum terminalis dan kolon disebabkan
oleh bakteri genus shigella
Gejala : nyeri pada abdomen bawah, rasa panas pada
rektal, dan diare yang sering disertai lendir serta darah,
kejang

Tatalaksana : rehidrasi dan antibiotik

Kolitis Tuberkulosa
Infeksi kolon oleh kuman Mycobacterium tuberculosa
Gejala : tidak khas (diare ringan bercampur darah,
konstipasi, anokresia, demam ringan, penurunan BB dan
terdapat massa di abdomen kanan bawah)
Tatalaksana : sama dengan TB paru.

Kolitis Pseudomembran
Peradangan kolon akibat toksin yang ditandai dengan
terbentuknya lap.eksudatif yang lekat di permukaan
mukosa dan disebabkan oleh Clostridium difficile
Gejala timbul setelah 3-9 hari penggunaan antibiotik
Tatalaksana : hentikan antibiotik, berikan metronidazole
dan vankomisin

Kolitis akibat Escherichia coli


Gastroenteritis yang disebabkan oeh strain bakteri E.Coli,
yang menginteksi usus besar dan menghasilkan racun
yang secara tiba-tiba.
Gejala : asimtomatik, diare tanpa darah, diare berdarah.

KOLITIS NON INFEKSI


Kolitis ulseratif
Suatu penyakit inflamasi menahun yang mengenai
kolon dan rektum dengan karakteristik eksaserbasi
intermiten dan remisi
Gejala : diare berdarah dan kram perut
Pemeriksaan penunjang : sigmoidoskopi dan
kolonoskopi
Tatalaksana : 5-aminosalicyclic acid, obat
imunosupresif, kortikosteroid

Penyakit Chron
Terdapat 3 gejala khas :
1. Peradangan : nyeri dan yeri tekan di perut kanan
bawah, malabsorpsi, penurunan BB.
2. Fibrostenotik : penyumbatan parsial berupa nyeri
hebat di dinding usus, nausea, muntah, kembung dan
distensi perut
3. Pembentukan saluran abnormal dan kantung infeksi
berisi abses, yang sering menyebabkan diare profus,
demam, adanya massa dalam perut.

Kolitis radiasi
Penyakit peradangan kolon sebagai komplikasi abdominal
dan pelvis akibat terapi radiasi terhadap kanker
ginekologi, kanker urologi serta kanker rectum.
Gejala umum :
o Gejala akut berupa mual, muntah, diare dan tenesmus.
o Gejala kronik : hematoskezia, diare, kolik dan tenesmus
Tatalaksana : pemberian steroid enema,
sulfasalazin/mesalazin

Kolitis Iskemik
Inflamasi kolon yang disebabkan oleh inadekuat suplai
darah ke kolon.
Gejala : Nyeri perut, perdarahan saluran cerna bawah,
diare, demam tinggi
Tatalaksana : Intravenous fluid drift, puasa, antibiotik,
analgesik.

KARSINOM

KEGANASAN
Ca colon dan rectum menyebabkan ulserasi atau
perdarahan menimbulkan obstruksi bila
membesar, atau menembus keseluruh dinding
usus dan kelenjar-kelenjar regional.

KARSINOMA COLON
Sebelah kanan / ascending colon :
Gejala : BB menurun, sakit perut pada bagian
bawah, perdarahan pada anus (jarang), teraba
massa di sisi kanan perut.

Sebelah kiri :
Kemungkinan gangguan pada
kebiasaan BAB
Gejala: perdarahan pada anus, diare
paradoksikal karena tinja yang masih
encer dipaksa melewati daerah
obstruksi partial

KARSINOMA RECTUM
Gangguan defekasi : konstipasi, perdarahan yang
segar dan sering bercampur lendir, BB menurun

Stadium dan Prognosis Ca.


Colorectal

Tumor (T) : mengacu pada tumor primer


Nodes (N) : keterlibatan KGB regional dan
dapat juga peringkat 0-4
Metastasis : diwakili oleh huruf M; 0 jika tidak
terjadi metastasis; 1 jika terjadi metastesis

DIAGNOSIS
Anamnesis

Perubahan pola kebiasaan defekasi


Diare
Perdarahan per anum ( darah segar )
Penurunan BB
Riwayat kanker pada keluarga
Riwayat polip usus, colitis ulserosa
Kebiasaan makan ( rendah serat, banyak lemak ).

Pemeriksaan Fisik
Adanya massa yang teraba pada fossa iliaca dextra dan
secara perlahan makin membesar.
Colok dubur : menentukan keutuhan spinkter ani, ukuran
dan derajat fiksasi tumor pada rectum1/3 tengah dan
distal. Harus dinilai pertama keadaan tumor : ekstensi lesi
pada dinding rectum, kedua mobilitas tumor untuk
mengetahui prospek terapi pembedahan, ketiga ekstensi
penjalaran yang diukur dari ukuran tumor dan
karakteristik pertumbuhan primer, mobilitas

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium : pemeriksaan tinja
serta pemeriksaan CEA
Double contrast barium enema
Flexible sigmoidoscopy
Endoscopy dan biopsi
Colonoscopy

Tatalaksana
Kemoprevensi :
Obat antiinflamatori Nonsteroid

Pembedahan :
Hemikolektomi kanan, kolektomi
tranversal, hemikolektomi kiri dan
reseksi abdominoperineal

Radiasi
Kemoterapi

TERIMA KASIH