Anda di halaman 1dari 17

NUR LAILY MARDIANA

08700225

Karsinoma prostat merupakan


keganasan yang terbanyak diantara
keganasan sistem urogenitalia pria.
Menyerang pria umur diatas 50
tahun : 30% menyerang usia 70-80
tahun, 75% menyerang usia lebih
dari 80 tahun.

Meningkatnya umur harapan hidup


Penegakkan diagnosa yang menjadi
lebih baik
Kewaspadaan (awarness) tiap-tiap
individu mengenai adanya keganasan
prostat makin meningkat karena
adanya informasi.

Predisposisi genetik
Pengaruh hormonal
Diet
Diet yang banyak mengandung lemak,
susu yang berasal dari binatang,
daging merah, dan hati diduga
meningkatkan kejadian kanker prostat
Pengaruh lingkungan
Infeksi

Kemungkinan tahapan patogenesis


kanker adalah :
Kelenjar prostat normal PIN (prostate
intraepithelial neoplasia) karsinoma
prostat karsinoma prostat stadium
lanjut karsinoma prostatmetastasis
HRPC ( hormone refractory prostate
cancer). Jenis histopatologis nya adalah
adenokarsinoma prostat. 75% terdapat
di zona perifer prostat dan 15-20%
terdapat di zona sentral dan zona
transisional.

Prostat tumbuh menembus kapsul dan


mengadakan infiltrasi ke organ
sekitarnya. Secar limfogen melalui
kelenjar linfe pada daerah pelvis
menuju kelenjar linfe retroperitoneal
dan penyebaran secara hematogen
melalui vena vertebralis menuju tulangtulang pelvis, femur sebelah proksimal,
vertebra lumbalis, kosta, paru, hepar,
dan otak.
Metastasis ketulang umumnya
merupakan proses osteoblatik.

Manifestasi klinis pada penderita kanker prostat


tidak terlalu jelas khususnya pada stadium awal.
Pada umumnya tidak ada keluhan khas pada
penderita kanker prostat, kecuali sumbatan
saluran kemih bagian bawah (Lower urinary
tract symptoms, LUTS).
Keluhan lain adalah nyeri tulang (umumnya
tulang belakang, panggul, pangkal paha dan
pangkal lengan atas) mengingat lokasi tersering
metastasis adalah ke tulang atau datang
dengan fraktur patologis.
Sebagian kecil penderita datang dengan
gangguan saraf perifer atau gangguan saraf
pusat.

Riwayat dan Pemeriksaan Fisik


Anamnesis perjalanan penyakit
Pemeriksaan colok dubur
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Pemeriksaan darah lengkap
PSA (Prostate Specific Antigen )
Kimia darah
Pencitraan
TRUS (USG transrektal)
Bone scan
Pemeriksaan khusus
Biopsi prostat

kecurigaan keganasan berupa benjolan,


konsistensi keras atau tidak simetris pada saat
pemeriksaan colok dubur.
(Hemoglobin, Hematokrit, Lekosit, Trombosit, Laju
Endap Darah), kimia darah (fungsi hati, fungsi
ginjal) dan Prostate Specific Antigen (PSA).
Bila kadar PSA meningkat, pemeriksaan
dilanjutkan dengan biopsi yang pada umumnya
dilakukan secara transrektal dengan bimbingan
USG, sebagai pemeriksaan utama untuk
menentukan diagnosis pasti karsinoma prostat.
Pemeriksaan USG transrektal ini juga dapat
memberikan tambahan informasi adanya
perluasan lokal tumor.

Deteksi penyakit juga bisa didapatkan


secara kebetulan pada pemeriksaan
histopatologis yang didapat dari
operasi transurethral resection (TUR)
atau operasi prostatektomi terbuka
yang ditujukan untuk menghilangkan
obstruksi saluran kemih.
MRI prostat dilakukan bila ada
keraguan antara stadium T2 atau T3.

Cara terbaik untuk menentukan


ada/tidaknya penyebaran ke kelenjar
getah bening adalah dengan melakukan
diseksi kelenjar getah bening.
Untuk deteksi metastasis jauh ke tulang,
dilakukan pemeriksaan bone scan. Bila
terdapat kecurigaan metastasis ke organ
lain, dapat dilakukan pemeriksaan
tambahan lain (antara lain foto toraks,
USG abdomen, CT scan).

Tumor primer (T)

Tx
Tumor

T0
Tumor

T1
Tumor

T1a
Tumor

T1b
Tumor

T1c
Tumor

T2
T2a
T2b
T2c

Tumor
Tumor
Tumor
Tumor

primer tidak dapat dinilai


primer tak dapat ditemukan
yang tak dapat dipalpasi atau dilihat pada pemeriksaan pencitraan (tidak terdeteksi secara klinis)
ditemukan secara kebetulan (PA), < 5 % dari jaringan yang direseksi
ditemukan secara kebetulan (PA), > 5 % dari jaringan yang direseksi
diidentifikasi dengan pemeriksaan biopsi jarum
terbatas di prostat*
mengenai setengah atau kurang dari satu lobus
mengenai lebih setengah dari satu lobus, tetapi tidak mengenai kedua lobus
mengenai kedua lobus

T3
Tumor menembus kapsul **
T3a
Ekstensi ekstrakapsuler (unilateral atau bilateral)
T3b
Tumor mengenai vesicula seminalis
T4
Tumor terfiksasi atau mengenai struktur yang berdekatan, selain vesicula seminalis, seperti leher kandung
kemih, sfingter eksterna rektum dan atau dinding pelvis.

Kelenjar Gatah Bening (KGB) regional (N)

Nx
KGB regional tak dapat dinilai

N0
Tak ada penyebaran KGB regional

N1
Terdapat penyebaran KGB regional
Metastasis

Mx

M0

M1

M1a

M1b

M1c

Jauh (M)***
Metastasis jauh tak dapat dinilai
Tak ada metastasis jauh
Terdapat Metastasis jauh
Metastasis KGB Non Regional
Metastasis ke tulang
Metastasis ke organ lain

Gleason score merupakan sistem yang


digunakan untuk penentuan derajat
keganasan kanker prostat. Sistem ini
merupakan penjumlahan dari 2 skor
gambaran histopatologik terbanyak
yang ditemukan pada sediaan PA. Skor
ini ditentukan berdasarkan konsensus
International Society of Urological
Pathology (ISUP) 2005.

Stadium I
T1a
N0
Stadium II
T1a
N0
T1b
N0
T1c
N0
T2
N0
Stadium III
T3
N0
Stadium IV
T4
N0
Tiap T N1
Tiap T Tiap N

M0

Gleason score 2 4

M0
M0
M0
M0

Gleason score 5 10
Semua Gleason score
Semua Gleason score
Semua Gleason score

M0

Semua Gleason score

M0
M0
M1

Semua Gleason score


Semua Gleason score
Semua Gleason score

STADIUM

ALTERNATIF TERAPI

T1-T2 (A-B)

Radikal prostatektomi
Observasi (pasien tua)

T3-T4 (C)

Radiasi
Prostatektomi

N atau M (D)

Radiasi
Hormonal