Anda di halaman 1dari 8

Nama : Wardhatun Nafisah

NIM : 140810301054
Kelas : Akuntansi Keuangan Menengah 1
(B)

BAB 4
LAPORAN POSISI KEUANGAN DAN LAPORAN
ARUS KAS
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Laporan posisi keuangan, atau yang sering disebut neraca, melaporkan
aset, liabilitas, dan modal entitas pada tanggal tertentu. Laporan ini
merupakan sumber informasi utama tentang posisi keuangan entitas
karena merangkum elemen-elemen yang berhubungan langsung dengan
pengukuran posisi keuangan, yaitu aset, liabilitas dan ekuitas.
kegunaan
Tujuan penggunaan laporan posisi keuangan menggunakan laporan ini
adalah sebagai berikut.
1. Mengevaluasi struktur pendanaan
Dalam hal ini yang dilihat adalah informasi tentang perbandingan
sumber pendanaan melalui utang dibandingkan dengan ekuitas
2. Menganalisis likuiditas
Likuiditas adalah seberapa cepat waktu yang diperlukan sampai
suatu aset dapat terealisasi atau dikonversi menjadi kas, atau
samapi liabilitas dapat terbayar
3. Menilai solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan entitas membayar utangnya pada
saat jatuh tempo.
4. Menilai fleksibilitas keuangan

Likuiditas dan solvabilitas akan menentukan fleksibilitas keuangan


entitas, yaitu mengukur kemampuan entitas mengambil tindakan
tertentu sebagai respons terhadap kebutuhan dan peluang yang
ada.
Keterbatasan
1. Plihan pengukuran beberapa aset tertentu berdasarkan biaya
perolehan atau biaya perolehan terdepresiasi, bukan pada nilai
kininya.
2. Tidak diperkenankan mengakui aset takberwujud yang mengandung
nilai manfaat, namun sulit diukur nilainya secara objektif karena
dihasilkan secara internal
3. Rekayasa keuangan yang sering kali memungkinkan dilakukan
untuk menghasilkan pembiayaan off balance sheet
4. Beberapa pengukuran nilai untuk beberapa unsur di laporan
keuangan melibatkan pertimbangan dan estimasi, misalnya
penentuan masa manfaat aset tetap dan estimasi kewajiban
garansi.

Elemen Laporan Posisi Keuangan


1. Aset
Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat
dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa
depan diharapkan akan diperoleh entitas.
2. Liabilitas
Liabilitas merupakan kewajiban entitas masa kini hyang timbul dari
peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan
arus kas keluar sumber daya entitas yang mengandung manfaat
ekonomi.
3. Ekuitas
Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi
semua liabilitas.

Klasifikasi dalam Laporan Keuangan


Laporan posisi keuangan menyajikan ringkasan yang terstruktur
mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas entitas. Menurut PSAK 1 (revisi
2009) penyajian Laporan Keuangan, entitas menyajikan aset sebagai aset
lancar dan tidak lancar serta liabilitas sebagai liabilita jangka pendek dan
jangka panjang sebagai klasifikasi terpisah dalam laporan posisi

keuangan, kecuali penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi


yang lebih relevan dan dapat diandalkan.
Namun untuk beberapa entitas, misalnya entitas di bidang jasa
keuangan, penyajian aset dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas
memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan
dibandingkan dengan penyajian berdasarkan lancar dan tidak lancar atau
jangka pendek dan jangka panjang.

Aset Lancar dan Tidak Lancar


Menurut PSAK 1 (revisi 2009) Penyajian Laporan keuangan, entitas
mengklarifikasi aset sebagai aset lancar, jika:
1. aset diharapkan dapat direalisasi, atau terjual, atau digunakan
dalam siklus operasi normal;
2. aset yang dimiliki dengan tujuan untuk diperdagangkan;
3. aset yang diharapkan akan terealisasi dalam jangka aktu dua belas
bulan setelah periode pelaporan; atau
4. berupa kas atau setara kas kecuali yang dibatasi pertukaran atau
penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang
kuarangnya dua belas bulan setelah pelaporan.
Aset yang tidak termasuk kategori di atas, diklaisifikaikan sebagai
aset tidak lancar. Aset tidak lancar adalah aset yang tidak memenuhi
definisi aset lancar. Aset tidak lancar adalah sebagai berikut.
1. Investasi jangka panjang
Investasi jangka panjang biasanya mencakup beberapa bentuk, baik
yang berbentuk investasi dalam obligasi dan saham, atau investasi
dalam bentuk dana
2. Aset tetap
Ini adalah aset berwujud yang digunakan dalam operasi entitas,
misalnya tanah
3. Aset tak berwujud
Merupakan aset tak berwujud fisik yang bukan berbentuk instrumen
keuangan, misalnya hak paten
4. Aset lain yang bersifat tidak lancar
Contohnya: piutang jangka panjang

Liabilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Entitas mengklasifikasikan liabilitas sebagai liabilitas jangka pendek jika


(PSAK 1 revisi 2009)
1. liabilitas diharapkan akan dielesaikan dalam siklus operasi
normalnya;
2. liabilitas yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan
3. liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka
waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan; atau
4. entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda
penyelesaian liabilitas selama sekurang kurangnya sdua belas bulan
setelah pelaporan
Liabilitas yang tidak termasuk kategori di atas, diklasifikasikan sebagai
liabilitas jangka panjang.
Liabilitas jangka panjang biasanya termasuk:
1. liabilitas yang berasal dari pembiayaan, seperti penerbiatan
obligasi, utang sewa guna usaha, dan utang bank jangka panjang
seperti penerbirtan obligasi
2. liabilitas yang berasal dari kegiatan operasi entitas, seperti
kewajiban pensiun
3. liabilitas yang bergantung pada terjadi atau tidak terjadinya suatu
peristiwa di masa depan, seperti provisi untuk kewajiban garansi.

Informasi Minimum dalam Laporan Posisi Keuangan


Pos yang berbeda dan cukup material harus disajikan terpisah dalam
laporan posisi keuangan, keputusan untuk penyajian terpisah ini
bedasarkan ukuran, fungsi, sifat, dan likuiditas aset atau berdasarkan sifat
atau jangka waktu liabilitas. Informasi minimum yang harus tersaji pada
laporan posisi keuangan adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

aset tetap
properti investasi
aet takberwujud
aset keuangan
investasi dengan menggunakan metode ekuitas
persediaan
piutang dagang dan piutang lainnya
kas dan setara kas
aet yang diklasifikasi yang dimiliki untuk dijual, termasuk kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual
10.
utang dagang dan utang lainnya
11.
provisi
12.
liabilita keuangan

13.
liabilitas dan aset untuk pajak kini
14.
liabilitas dan aset pajak tangguhan
15.
liabilitas yang termasuk ke dalam kelompok lepasan yang
diklasifikasi ebagai dimiliki untuk dijual
16.
kepentingan nonpengendali (sebagai bagian dari ekuitas)
17.
modal saham dan cadangan yang dapat didistibusikan kepada
pemilik entitas induk.

Format Laporan Posisi Keuangan


PSAK tidak mensyaratkan format tertentu untuk menyajikan laporan posisi
keuangan. Secara umum, ada dua bentuk laporan posisi keuangan yang
biasa diikuti oleh entitas, yaitu bentuk akun (account form) dan bentuk
laporan (report form). Bentuk akun menyajikan secara berdampingan
bagian kiri adalah aset dan bagian kanan adalah liabilitas dan ekuitas.
Sementara bentuk laporan, menyajikan secara berurutan ke bawah mulai
dari aset, liabilitas, dan ekuitas.

Pengungkapan Laporan Posisi Keuangan


Entitas mengungkapkan dalam laporan posisi keuangan atau dalam
catatan atas laporan keuangan, subklasifikasi dari pos pos yang disajikan.
Perincian subklasifikasi bergantung pada ketentuan di PSAK, misalnya:
1. piutang, antara piutang usaha pihak ketiga dan piutang usaha
dengan pihak berelasi
2. persediaan, disubklasifikasi antara persediaan bahan baku, barang
dalam proses, dan barang jadi
3. aset tetap, disubklasifikasikan terpisah menurut kelompok aset
tetap, misalnya tanah, bangunan, dan peralatan

LAPORAN ARUS KAS


Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi tentang
arus kas masuk dan arus kas keluar dan setara kas suatu entitas untuk
suatu periode tertentu. Melalui laporan arus kas, pengguna laporan
keuangan ingin mengetahui bagaimana entitas menghasilkan dan
menggunakan kas dan setara kas.

Tujuan dan Kegunaan

Tujuan utama laporan arus kas adalah untuk menyajikan informasi


tentang perubahan arus kas dan setara entitas selama satu periode yang
diklasifikasikan berdasarkan proses operasi, investasi, dan pendanaan.
Informasi ini berguna bagi investor, kreditor dan pengguna lin laporan
keuangan, yang bertujuan sebagai berikut.
1. Mengevaluasi kemampuan entitas
2. Mengevaluasi struktur keuangan entitas
3. Memahami pos yang menjadi selisih antara laba rugi peride berjalan
dan arus ka neto dari kegiatan operasi
4. Membandingkan kinerja operasi antar-entitas yang berbeda
5. Memudahkan pengguna laporan untuk untuk mengembangkan
model untuk menilai dan membandingkan nilai kini arus kas masa
depan antar entitas yang berbeda

Kas dan Setara Kas


Kas terdiri atas saldo kas dan rekening giro. Yang tercakup dalm laporan
arus kas adalah yang termasuk juga setara kas. Setara kas adalah
investasi yang sifatnya sangan likuid, berjangka pendek dan dapat
dijadikan kasdalam jumlah yang dapatditentukan dan memiliki risiko
perubahan nilai yang tidak signifikan.

Klasifikasi Laporan Arus Kas


Menurut PSAK 2 (revisi 2009) Laporan Arus Kas, tiga klasifikasi dalam arus
kas yang sebagai berikut.
1. Aktivitas operasi
Adalah aktivitas penghasil utama pendapatan entitas dan aktivitas
lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan
2. Aktivitas investasi
Adalah aktivitas berupa perolehan dan pelepasan aset jangka
panjang serta invetai lain yang tidak termasuk setara kas.
3. Aktivitas pendanaan
Adalah aktivitas yang menyebabkan perubahan dalamk jumlah serta
kompoisi kontribusi modal dan pinjaman entitas.
Bunga dan deviden
Arus kas bunga dan deviden yang diterima dan dibayarkan masing
masing diungkapkan secara terpisah. Masing masing diklasifikasi secara
konsiten atar periode sebagai aktivitas operasi, investasi, atau
pendanaan.

Pajak
PSAK 2 mengatur bahwa arus kas yang berkaitan dengan pajak
penghasilan diungkapkan secara terpisah dan diklaifikasikan sebagai arus
kas dari aktivitas operasi, kecuali dapat spesifik diidentifikasikan sebagai
investasi.

Penyusunan Laporan Arus Kas


arus kas dari aktifitas operasi dapat disajiakn dengan dua metode, yaitu
sebagai berikut
1. Metode langsung, yang menyajikan kelompok utama penerima kas
bruto dan pembayaran kas bruto
2. Metode tidak langsung, dimulai dengan laba rugi periode berjalan
dan menyesuaikan laba rugi tersebut dengan transaksi non kas,
akrual, sdan tangguhan dari pos penghasilan atau pengeluaran
dalam aktivitas investasi dan pendanaan.
Aktivitas kas dari Aktivitas Investasi
Informasi ini relevan bagi investor karena informasi perubahan aset aset
jangka panjang memberikan informasi tengtang kapasitas operasi dan
potensi laba yang dihasilkan dan arus kas masa depan.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pengguna laporan keuangan memerlukan informasi arus kas daeri
aktivitas pendanaan untuk mengetahui informasi tentang perubahan
struktur modal entitas.
Pos Khusus
Penyajian neto
Arus kas operasi. Investasi dan pendanaan dapat dilaporkan secara neto
hanya berlaku untuk dua kondisi berikut ini.
1. Penerimaan dan pengeluaran kas untuk kepentingan pelanggan. Jika
arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pelanggan dari pada
entita. Contoh: penerimaan dan pembayaran rekening giro
2. Penerimaan dan pengeluaran kas untuk pos pos dengan perputan
cepat, jumlah yang besar, dengan janghka waktu singkat. Contoh:
jumlah pokok transaksi kartu kredit nasabah.

Arus Kas dalam Mata Uang Asing


Entitas mengakui transaksi kas yang berasal dari transaksi mata uang
asing, dibukukan dengan menggunakan kurs mata uang asing pada saat
transaklsi arus kas, ntungan dan kerugian yang belum direalisasikan yang
timbul akibat perubahan nilai tukar mata uang asing bukan merupakan
arus kas.

Pengungkapan Laporan Arus Kas


Menurut PSAK 2 (revisi 2009) Laporan Arus Kas bahwa transaksi investasi
dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas dan setara kas,
tidak termasuk ke dalam laporan arus kas. Transaksi tersebut contohnya
adalah perolehan aset secara kredit atau melalui sewa pembiayaan.
Dalam keadaan tertentu saldo kas dan setara kas yang dimiliki oleh
entitas tidak dapat digunakan. Misalnya, saldo kas dan setara kas milik
entitas anak yang beroperasi di suatu negara yang memberlakukan
peraturan tentang lalu lintas devisa.