Anda di halaman 1dari 167

SKELETON

Fakultas Kedokteran Hewan


Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Pengelompokan kerangka
Kerangka

(skeleton) dapat dibagi


menjadi tiga kelompok yaitu:
Skeleton axialis (kerangka poros)
Skeleton appendicularis (kerangka
anggota badan)
Skeleton visceralis (kerangka
jaringan lunak)

SKELETON AXIALIS

SKELETON APPENDICULARIS / EXTREMITAS

Skeleton Axialis
(kerangka poros)
Skeleton

axialis meliputi tulangtulang pada garis tengah (poros)


tubuh.
Kerangka poros ini terdiri dari

Tengkorak (Cranium),
vertebrae (tulang belakang)
sternum (tulang dada)
costae (tulang rusuk)

COLUMNA VERTEBRATA (tulang belakang)

COSTAE & STERNUM

Tengkorak
Bagian

dari kerangka yang terletak di


dalam kepala adalah tengkorak.
Tengkorak secara umum dibagi menjadi
bagian cranialis (tempurung otak)
bagian facialis (wajah).
Istilah

cranium kadangkala digunakan


untuk seluruh tengkorak, tetapi lebih
umum untuk bagian tempurung tempat
terletaknya otak saja, bukan daerah
wajah.

Fungsi

dari tengkorak antara lain :

Tempat menyimpan dan melindungi otak


Tempat penyimpanan organ-organ sensor khusus
seperti : mata, hidung, telinga, lidah
Tempat penyimpanan dan melekatnya sebagian dari
sistem pencernaan seperti gigi, lidah dan lainnya
Tempat melekatnya apparatus hyoideus (tulang lidah)
dan berbagai macam otot mastikasi dan ekspresi wajah
Menyediakan rongga bertulang di mana udara dapat
memasuki tubuh untuk kemudian menuju ke paru-paru
Untuk berkomunikasi. Banyak dari otot-otot ekspresi
terletak di kepala dan mempunyai arti penting dalam
komnikasi.

Bagian Cranium
Bagian
(Neurocranium)
caudal dari tengkorak adalah bagian
cranialis (cranium) yang terdiri dari tulangtulang yang melindungi otak:
Os frontale (2)
Os temporale (2)
Os parietale (2)
Os interparietale (1)
Os occipitale (1)
Os sphenoidale (1)
Os ethimoidale (1)

Bagian Cranialis
(NEUROCRANIUM)

Penyusun dinding cranium


Dinding

cranium dorsal & caudal :


Os occipitale terdapat foramen magnum, comdilus
occipitalis, processus jugularis
Os parietale
Os interparietale
Os frontale pada sapi, kambing domba terdapat
processus cornualis
Dinding lateral & ventral :
Os temporale terdapat telinga dalam & tengah
(bulla timpanica)
Os sphenoidale menyangga otak & kel.pituitari
Os ethmoidale memisahkan rongga hidung dan
rongga cranium, terdapat lamina cribosa (lubanglubang tempat lewatnya serat-serat syaraf olfaktori
(penciuman) ke bulbus olfaktori

1 Os Incisivus; 2 Os Nasale; 3 Os Lacrimale; 4 Orbital ;5 Os Frontale


6 Os Parietale; 7 Os Occipitale; 8 Condylus Occipitalis
9 Meatus Acoustic Externus; 10 Os Temporale; 11 Sphenoid complex
12 Os Zygomaticum; 13 Os Maxilla

SAPI

KUDA

BABI

ANJING

Bagian Facialis
(Viscerocranium)
Pada

bagian wajah (facialis) tengkorak


terdapat dua rongga yaitu cavum nasal
(rongga hidung) dan cavum oral (rongga
mulut).
Tulang-tulang tengkorak bagian facialis
membentuk dinding dari cavum nasal
(rongga hidung), bagian lantai dari rongga
hidung adalah yang menjadi atap dari
cavum oral (rongga mulut). Os
Mandibulae (tulang rahang) membentuk
dinding lateral dan lantai dari rongga
mulut.

Tulang-tulang

penyusun bagian facialis tengkorak:


Os premaxillae/ incisivum (2)
Os lacrimale (2)
Os maxillae (2)
Os palatine (2)
Os nasale (2)
Os conchae (2)
Os zygomaticum / malar / jugal (2)
Os mandibulae (2)
Os pterygoideum (2)
Os vomer (1)
apparatus hyoideus (1)

Bagian Facialis
(VISCEROCRANIUM)

Bagian

facial tengkorak dapat


dibagi menjadi regio (wilayah) :
orbital
nasal
oral

Regio orbital
Orbit

berarti lingkaran
rongga yang melindungi mata
Terdiri dari :
Os lacrimale
Os zygomaticum bersama
dengan os temporale, os frontale
membentuk arcus zygomaticus
Os frontale (juga bagian dari
bagian cranium)

CRANIUM
KUCING
VENTRAL

Arcus
zygomaticus

Arcus
zygomaticus

Regio nasal
Saluran

udara di rongga hidung


dibatasi :
Dorsal Os nasale
Lateral Os maxillae & os incisivum
Ventral Os palatine, processus
palatinus os maxillae, os incisivum

Saluran

udara dibagi dua oleh os


vomer & septum nasale
Ossis conchae (turbin) muncul dari
sisi rongga hidung bergulung di
saluran udara

Regio oral
Rongga

mulut (oral) :

Atap : os maxilla (processus palatinus


maxillae), os incisivum, os palatine
Lateroventral : os mandibulae
Pada

os maxilla, os incisivum
terdapat gigi rahang atas
Pada os mandibula terdapat gigi
rahang bawah
Apparatus hyoideus perlekatan
lidah dan larinx

Apparatus hyoideus kuda. Tulang-tulang stylohyoideus ber-artikulasi dengan processus


styloid pada tengkorak, dan tulang-tulang thyrohyoideus ber-artikulasi dengan larynx.
Processus lingualis menjulur ke arah dasar lidah dan memberi tempat perlekatan bagi
beberapa otot-otot lidah

14 Os Incisivus
15 Os Maxilla
16 Os Palatine
17 Arcus Zygomaticus
18 Process Jugularis
19 Condyus Occipitalis
20 Foramen magnum
21 Os Occipitale

Os

Mandibulae atau tulang rahang bawah terdiri


dari dua bagian yang bersambungan di dagu
dengan sendi ber-kartilago yang disebut symphysis
mandibulae.
Tiap paruhan tulang rahang terdiri dari
bagian horizontal corpus mandibulae
bagian yang vertikal ramus mandibulae.
Pada corpus mandibulae terdapat rongga alveoli
yang menjadi tempat bagi gigi-gigi rahang bawah.
Ramus mandibulae ber-artikulasi dengan bagian
tengkorak lainnya pada sendi temporomandibular di
mana bagian dari ramus mandibulae yang
berkenaan dengannya adalah tonjolan yang disebut
processus condylaris

Dari

ramus mandibulae juga terdapat tonjolan lain


yang terletak di cranial processus condylaris yaitu
processus coronoideus.
Tonjolan ini menjorok dari ramus mandibulae menuju ke
dalam fossa temporalis tempat di mana otot temporalis
(musculus temporalis) melekat.

Pada bagian lateral ramus mandibulae terdapat


legokan yang disebut fossa masseterica di mana
otot masseter (musculus masseter) melekat
Os Mandibulae menjadi perlekatan dari otot-otot
yang berkenaan dengan fungsi mengunyah dan
menelan.

Os Mandibulae anjing tampak lateral (A) dan medial (B)

SAPI

KUDA

ANJING

BABI

Vertebrae (tulang
belakang)
Columna

vertebralis adalah
susunan tulang-tulang irregular
yang tidak berpasangan yang
disebut sebagai vertebrae.
Tulang-tulang vertebrae yang
membentuk columna vertebralis
ini tersusun berbaris sepanjang
garis tengah tubuh mulai dari
dasar tengkorak hingga ujung ekor.

Vertebrae

dikelompokan dalam kelompokkelompok menurut di bagian tubuh mana


terletaknya, yang antara lain :
C = Vertebrae cervicalis (cervical): daerah leher
T = Vertebrae thoracalis (thoracic): daerah dada
L = Vertebrae lumbalis (lumbar) : daerah
pinggang
S = Vertebrae sacralis (sacrum) : panggul,
vertebrae menyatu
Cd = Vertebrae caudalis (coccygealis): ekor

VERTEBRAL
COLUMN
CERVICAL
VERTEBRAE
(tulangATLAS
belakang)
AXIS

COCCYGEAL

CERVICAL
VERTEBRAE

THORACIC

LUMBAR

SACRAL

VERTEBRAE

VERTEBRAE

VERTEBRAE

5 6

VERTEBRAE

Setiap

spesies mempunyai
jumlah karakteristik dari
vertebrae pada setiap daerah
tubuh yang ditulis dalam rumus
yang disebut rumus vertebral
(vertebral formula). Misalnya
pada anjing dan kucing rumus
vertebral mereka adalah : C7,
T13, L7, S3, Cd20-23.

Spesies

Cervicalis

Thoracalis

Lumbalis

Sacralis

Caudalis

Kuda

18

15-21

Keledai

18

15-17

Sapi

13

18-20

Domba

13

6-7

16-18

Kambing

13

12

Babi

14-15

6-7

20-23

Anjing

13

20-23

Kucing

13

20-23

Ayam

14

14 (lumbosacral)

Manusia

12

6
5

Fungsi-fungsi

dari columna vertebralis

antara lain :
Menegarkan poros tubuh dan membantu
mempertahankan postur.
Menutupi dan melindungi sumsum tulang
belakang atau medula spinalis (spinal cord).
Melindungi dan menjaga struktur-struktur
yang lebih lunak yang ada di leher, thorax
(dada), abdomen (perut) dan pelvis (panggul)

Desain dasar vertebrae


Vertebrae

pada semua daerah tubuh


mempunyai kesamaan mendasar pada
strukturnya meskipun ada sedikit perbedaanperbedaan yang berkaitan dengan fungsinya
masing-masing.
Vertebrae pada umumnya pada bagian ventral
pokok vertebrae disebut corpus
bentuk bersesuaian satu
sama lain, sehingga
vertebrae
akan terbentuk suatu
kurang lebih berbentuk silinder batang yang fleksibel
ujung cranial yang cembung
ujung caudal yang cekung

Bagian

dorsal dari corpus vertebrae ditutupi


oleh bentukan membusur busur vertebral
(arcus vertebrae) membentuk suatu lorong
yang tembus dari cranial ke caudal yang
disebut foramen vertebrae.
Apabila arcus vertebrae tersusun berbaris maka
akan terbentuk suatu lorong panjang yang
disebut canalis vertebralis di mana tersimpan
medula spinalis yang merupakan bagian dari
sistem syaraf pusat yang membujur mulai dari
bagian belakang otak sampai mendekati ekor.

Arcus

vertebrae mempunyai tonjolan di


bagian dorsal yang disebut processus
spinosus
bervariasi tinggi maupun ukurannya dari satu
daerah tubuh ke daerah tubuh lainnya.
menjadi perlekatan penting bagi otot-otot epaxial

Pada

kedua sisi lateralnya arcus vertebrae


mempunyai tonjolan-tonjolan yang disebut
processus transversus.
ukuran dan bentuk yang bervariasi di antara
daerah-daerah tubuh.
membagi otot-otot columna vertebralis dalam
kelompok dorsal (epaxial) dan ventral (hypaxial).

Pada

tepi cranial dan caudal dari arcus vertebrae


terdapat tonjolan processus articularis cranialis
dan processus articularis caudalis.
Tonjolan-tonjolan ini membentuk persendian synovialis
dengan vertebrae yang bersebelahan sehingga akan
tersusun suatu batang yang fleksibel.

Selain

itu terdapat pula tonjolan-tonjolan processus


lainnya yang merupakan tempat melekatnya otototot
Pada pertemuan dua vertebrae yang bersebelahan
terbentuk celah foramen intervertebralis
dari tempat itu keluar syaraf-syaraf tulang belakang
(nervus spinalis) yang mensyarafi struktur-struktur
periferal.

Di

antara corpus vertebral terdapat suatu


piringan yang terbuat dari fibrokartilago
yang disebut diskus intervertebralis.
berfungsi sebagai peredam kejut yang melindungi
medula spinalis dari kerusakan.
tersusun dari jaringan ikat fibrous yang liat di
bagian luarnya, disebut sebagai annulus
fibrosus. Sedangkan bagian dalamnya adalah
materi bersifat gelatin yang disebut nucleus
pulposus.

Vertebrae-vertebrae

dihubungkan dengan

ligamen-ligamen.
Vertebrae-vertebrae ber-artikulasi satu sama
lainnya dengan dua tipe persendian
persendian ber-kartilago (antara corpus vertebral)
persendian synovial (antara processus articularis
cranial dan caudal)

Vertebrae cervicalis
Vertebrae

cervicalis memiliki procesus


artikularis yang berkembang dengan
baik untuk mengakomodasi berbagai
gerakan leher.
Semua mamalia domestik memiliki tujuh
vertebra servikalis.

Os

atlas adalah vertebra yang pertama.

tidak mempunyai corpus dan processus


spinosus
Atlas ber-artikulasi dengan
condilus occipitalis tengkorak di cranial pada fovea
articularis cranialis
dens os axis di caudal pada fovea dentis

pada kedua sisi lateral-nya mempunyai


sepasang massa lateral (massa lateralis)
Pada masing-masing massa lateralis terdapat
processus transversus yang bentuknya seperti sayap
besar yang disebut sayap atlas (alae atlantis)
tempat untuk perlekatan otot-otot dorsal dan ventral di area
leher yang berkaitan dengan fungsi gerak naik dan turun
kepala.
tempat pertautan otot antara tulang belakang dan bagian
tengkuk (nuchal) dari Os Occipitale

Axis

merupakan vertebra servikalis


kedua
prosesus spinosus-nya yang berbentuk
sebuah layar yang memanjang di bagian
dorsal
merupakan tempat melekatnya otot-otot leher
Suatu ligamen yang kuat yang disebut
ligamentum nuchae melekat di processus
spinosus tulang ini

corpus axis mempunyai sebuah tonjolan


yang disebut dens/ processus odontoid (
karena mirip gigi ) yang ber-artikulasi
dengan fovea dentis dari os atlas yang
merupakan sebuah sendi poros

Vertebra

cervicalis selain atlas &

axis
mirip satu sama lain,
prosesus spinosus kecil
prosesus transversus & prosesus
artikularis yang agak besar.
Pada tiap prosesus transverus
vertebrae servikalis (kecuali yang
terakhir [C7]) terdapat foramen
transversarium melalui yang dilewati
arteri vertebralis

Vertebrae thoracalis
Vertebrae

torakalis yang ditandai

dengan
prosesus spinosus yang berkembang dengan
baik & facet artikularis untuk tulang rusuk
fovea costalis pada corpus vertebra torakalis
yang bersebelahan membentuk rongga untuk
artikulasi dengan kepala tulang rusuk
setiap prosesus transversus juga mempunyai
sebuah fovea untuk artikulasi dengan
tuberkulum dari tulang rusuk pada vertebra
nomor yang sama .

Vertebrae

lumbalis

prosesus transversus yang besar, datar


yang menjulur ke samping.
prosesus spinosus mirip dengan
beberapa vertebrae torakalis terakhir.
prosesus artikularis lebih kokoh dari
yang pada vertebrae torakalis tetapi
tidak sebesar prosesus artilularis di
vertebrae cervicalis.
corpus & prosesus artilularis caudal
vertebra lumbalis terakhir berartikulasi dengan sakrum.

Vertebrae

sacralis

menyatu membentuk satu tulang


berbentuk baji yang disebut sakrum
ber-artikulasi dengan
vertebra lumbalis terakhir di cranial,
vertebrae coccigealis yang pertama di
caudal ,
sayap ilia di craniolateral .

foramen intervertebralis sakrum


diwakili dengan deretan dorsal dan
ventral foramen sacralis, seperti
foramen intervertebralis yang lain
dilewati nervus spinalis

Vertebrae

coccigealis

membentuk tulang ekor


tergantung pada panjang ekorjumlah
yang berbeda antara spesies dan
bahkan di dalam satu spesies yang
sama
ke arah caudal ukuran vertebrae
menurun dengan cepat di sebuah
sampai vertebrae coccigealis terakhir
yang hanya beberapa batang tulang
kecil.

Sternum
Sternum

(tulang dada)

menjadi bagian ventral dari sangkar toraks


menjadi perlekatan kartilago costalis dari os
costae (rusuk)
origo untuk otot-otot dada.
ujung cranial sternum adalah manubrium;
bagian tengah adalah corpus sterni;
ujung caudal procesus xiphoideus.
Sternum terdiri dari individu tulang yang disebut
sternebrae yang cenderung menyatu seiring
bertambah usia
Jumlah sternebrae (tidak termasuk manubrium
dan procesus xiphoideus) bervariasi
babi : 4
ruminansia & kuda : 5
anjing : 6

Costae
Os

costae (rusuk)

membentuk dinding lateral sangkar toraks.


biasanya, jumlah pasangan dari tulang
rusuk adalah sama dengan jumlah
vertebrae torakalis.
Jarang sepasang rusuk tambahan
terletak cranial atau caudal vertebrae
torakalis.
Costae secara umum terdiri dari
ekstremitas sternalis :
caput costae bulat artikulasi dengan
collum costae (leher rusuk)[menghubungkan caput
dengan corpus]
tuberculum costae artikulasi dengan prosesus
transversus vertebrae torakalis

corpus costae (badan rusuk)


ekstremitas vertebralis bersambungan
dengan sternum melalui cartilago costalis
(kecuali 2 pasang rusuk terakhir)

Costae sternale bersambungan


langsung ke sternum
Costae asternale tidak
bersambungan secara langsung ke
sternum
Costae fluctuantes rusuk
melayang terakhir (kadang-kadang)

Skeleton Appendicularis
Terdiri

dari :

Ossa Membri Thoracici (Extremitas


Cranialis) kaki depan
Ossa Membri Pelvina (Extremitas
Casudalis) kaki belakang

Ossa Membri Thoracici


(Extremitas Cranialis)

Pembagian regio

Regio cingulum membri thoracici

Regio brachii

Regio antebrachii

Regio manus

EXTREMITAS CRANIALIS (anggota badan depan)

SCAPULA

HUMERUS
ULNA
RADIUS
CARPUS
METACARPUS
PHALANGES

ACCESSORY
CARPAL BONE

Scapula
Scapula

pada semua hewan merupakan tulang berbentuk


segitiga yang relatif datar
permukaan lateral scapula memiliki bubungan :
spina scapula yang membentang dari sudut
ventral (angulus ventralis) ke tepi dorsal (margo
dorsalis)
pada karnivora dan ruminansia, ujung distal spina
scapula mendatar untuk membentuk prosesus
acromion.
spina scapula membagi permukaan lateral scapula
menjadi fossa supraspinosa, di cranial spina, dan
fossa infraspinosa, di caudal dan ventral spina.
permukaan costalis (medial) scapula menjadi
perlekatan beberapa otot-otot yang
menghubungkan anggota tubuh depan

Humerus
Humerus

( tulang lengan ) adalah


tulang panjang yang bervariasi hanya
dalam detail kecil di antara hewan .
Terdiri dari
ekstremitas proximal

mempunyai caput humeri bersama sudut


ventral scapula membentuk sendi
scapulohumeral
juga mempunyai tuberositas & tuberkel (untuk
perlekatan otot-otot)

corpus humeri
ekstremitas distal condylus berbentuk
seperti kumparan yang berartikulasi dengan
ujung proksimal radius dan ulna di siku

Radius & Ulna


Radius

& ulna adalah tulang-tulang


antebrachium (lengan bawah)
Pada mamalia radius lebih besar
Pada unggas ulna lebih besar
Radius masuk ke persendian siku di
proksimal & carpus di distal

Ulna

bervariasi derajat
perkembangannya di antara spesies
Prosesus olecranon (ujung siku) yang
menonjol ada pada semua mamalia
proksimal & caudal dari sendi siku

Membentuk tuas untuk perlekatan otot-otot


ekstensor sendi siku
Pada kuda bagian proksimal ulna
berkembang baik & menyatu dengan ulna,
bagian dista tidak ada
Pada sapi, domba, kambing & babi ulna
lengkap, tetapi hanya sedikit/tidak ada
gerakan antara radius & ulna
Pada kucing & anjing lengkap, lebih banyak
gerakan di antaranya
Pada primata lengkap, paling banyak
gerakan rotasi antara radius & ulna
(pronasi & supinasi)

Carpus
Carpus

pada semua hewan merupakan


daerah kompleks yang terdiri dari dua
deret tulang-tulang kecil
Ossis carpal pada deretan proksimal
disebut (dari arah medial ke lateral) :
radial, intermediate & ulnar
Ossis carpal pada deretan distal diberi
nomor 1 sampai 4 (dari arah medial ke
lateral)
Tambahan carpal accesoris menonjol
ke caudal di sisi lateral carpus

HEWAN

OC-R

OC-I

OC-U OC-A

II

III

IV

Kuda

78

+/0

Sapi/
domba

Babi

Anjing

- bersatu -

- bersatu -

Metacarpus
Metacarpus

terletak tepat di distal carpus


Pola asli rangka metacarpal menunjukkan lima
alur yang terpisah. Biasanya metacarpus terdiri
dari lima tulang panjang, tulang-tulang
metacarpal 1 (McI) sampai 5 (McV) dengan urutan
medial ke lateral. Semua metacarpal mempunya
segmen yang sama:
Ektremitas proksimal (basis) mempunyai
permukaan artikulasi untul deretan distal bagi tulangtulang carpal dan facet tambahan menghadap
sebelahnya.
Corpus (badan) bagian panjang dan spesifik
spesies
Ekstremitas distal (caput) mempunyai trochlea
untuk artikulasi dengan phalanx proksimal dan
berbagai permukaan kasar untuk perlekatan ligamen
pada kedua ujung

Digiti
Jumlah

digiti (jari) 1 sampai 5


tergantung spesies
Digiti diberi nomor 1-5 dari arah
medial ke lateral
Setiap digiti yang lengkap terdiri
dari 3 phalanges :
Phalanx proximal
Phalanx medial
Phalanx distal

Terdapat

sejumlah ossa
sesamoidea pada sisi palmar
dari sendi metacarpophalangeal
& sendi interphalangeal distal

Ossa Membri Pelvina


(Extremitas Caudalis)

Pembagian regio
Cingulum membri pelvina

Femoralis

Cruris

Pedis

TREMITAS CAUDALIS (anggota badan belakang)


COXAE

CALCANEAL
TUBER

FEMUR

TIBIA
FIBULA
TARSUS
METATARSUS
PHALANGES

Pelvis
Pelvis

tersusun dari lingkaran tulangtulang di mana kaki belakang ber-artikulasi


dengan columna vertebralis
Tiap hemipelvis (separuh pelvis) terdiri
dari 3 tulang yang menyatu untuk
membentuk os coxae / pelvis
Kedua ossa coxarum ini melekat erat satu
sama lain di simfisis pelvis (di ventral)
dan bergabung dengan kerangka axialis
dengan dua sendi sacroiliaca
Tiga tulang yang metusun tiap os coxae
adalah os ilium, os ischium & os pubis
ketiganya berpartisipasi membentuk
acetabulum bagi sendi panggul

ILEUM
IS
il

UM
I
CH

i
s
p

ACETABULUM
PUBIS

FORAMEN
OBTURATOR

Femur
Femur

(tulang paha) terentang mulai dari


sendi coxofemoralis hingga sendi lutut
Ujung proximal femur :
caput ossis femoris ber-artikulasi dengan
acetabulum di os coxae membentuk sendi
panggul
Terdapat juga berbagai penonjolan,
trochanter perlekatan otot-otot paha dan
panggul

Corpus

femur hampir berbentuk lingkaran


pada potongan melintang dan panjang
Ujung distal :
Dua condylus artikulasi dengan tibia
Trochlea artikulasi dengan patella

Tibia & Fibula


Tibia

& fibula adalah tulang kaki


(crus) bagian dari kaki belakang di
antara lutut dan tarsus
Tibia mempunyai ujung proksimal
yang melebar untuk sendi lutut
Corpus-nya segitiga pada potongan
melintang
Pada ujung distal tibia terdapat dua
legokan cekung menjadi sendi
engsel dari tarsus dengan talus (os
tibiotarsal)

Tarsus
Tarsus

terdiri dari tulang-tulang kecil


Deretan proksimal tulang-tulang
tarsal tersusun dari dia tulang besar
talus & calcaneus
Talus mempunyai dua bubungan seperti
kumparan pada bagian dorsalnya untuk
artikulasi dengan tibia
Calcaneus menonjol ke arah proksimal
dan caudal membentuk ujung tarsal
sebagai tuas bagi otot-otot ekstensor
tarsal

Pada

kuda

deretan tengah tulang-tulang


tarsal menyusut menjadi satu tulang
tarsal sentral
Tulang-tulang pada deretan distal
diberi nomor 1-4 dari medial ke
lateral, tulang tarsal 1 & 2 menyatu
Pada

sapi

Tulang tarsal 2 & 3 menyatu sebagai


sentral dan 4

Metatarsus & Digiti


Metatarsus

& digiti pada kaki


belakang sama dengan
metacarpus & digiti pada kaki
depan