Anda di halaman 1dari 5

A.

Latar Belakang
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya
manusia dan masa depan bangsa adalah kesehatan yang merupakan hak setiap
manusia (Depkes RI, 2005). Kesehatan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya adalah faktor lingkungan yang mana didalamnya termasuk
lingkungan perumahan dan pemukiman.
Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk
maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau
bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau
buangan.
Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian
maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun
tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas
kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga
menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit. Adapun dampak negatif
sampahadalah sebagai berikut.
Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan
sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa
organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat
menimbulkan penyakit.
Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan sampah adalah sebagai
berikut:
1.

Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang
berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air
minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga
meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang
memadai.

2.

Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).

3.

Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu


contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita

(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang


ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
4.

Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang


meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh
raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh
pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu

keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin
keadaan sehat dari manusia, ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan menurut WHO, yaitu :
1. Penyediaan Air Minum
2. Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
3. Pembuangan Sampah Padat
4. Pengendalian Vektor
5. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
6. Higiene makanan, termasuk higiene susu
7. Pengendalian pencemaran udara
8. Pengendalian radiasi
9. Kesehatan kerja
10.
Pengendalian kebisingan
11.Perumahan dan pemukiman
12.
Aspek kesling dan transportasi udara
13.
Perencanaan daerah dan perkotaan
14.
Pencegahan kecelakaan
15.
Rekreasi umum dan pariwisata
16.
Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah,
bencanaalam dan perpindahan penduduk
17.
Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan
Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka masyarakat membuat
kesepakatan bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan Penyuluhan mengenai
bahaya sampah dalam kesehatan lingkungan yang dilaksanakan di wilayah RW 01
Kelurahan Sungai Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara.
B. Nama Kegiatan
Penyuluhan tentang bahaya sampah
C. Tujuan Kegiatan
Tujuan Umum

Tujuan umum dari kegiatan ini adalah dengan mengikuti kegiatan


mahasiswa dan masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan tentang bahaya
sampah di wilayah RW 01 Kelurahan Sungai Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara.
Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus kegiatan ini adalah:
1.
2.
3.
4.

mampu memahami tentang pengertian sampah


Memahami tentang jenis-jenis sampah
Memahami tentang bahaya sampah bagi kesehatan
Memahami manfaat perilaku membuang sampah yang benar

D. Konsep Acara
1. Persiapan
Persiapan acara dilakukan dengan membuat pre planning penyuluhan
bahaya sampah di wilayah RW 01. Pre planning kemudian dikonsultasikan
kepada CI akademik dan CI Lahan.
Mahasiswa melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas dalam
penyelenggaraan penyuluhan tentang bahaya sampah dalam bentuk satuan
acara penyuluhan.
Berkoordinasi dengan tokoh masyarakat seperti tokoh agama, ketua RT
dan RW tentang tempat kegiatan dan waktu kegiatan. Mempersiapkan media
dan alat leaflet dan LCD untuk penyuluhan PHBS tatanan Rumah Tangga,
Rumah Sehat dan Kesehatan Lingkungan.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan

kegiatan

penyuluhan

penyuluhan

bahaya

sampah

dilakukan di salah satu rumah warga RT 02. Penyuluh menjelaskan masingmasing materi yang akan diberikan kepada peserta pada saat dan waktu yang
berbeda. Sebelum penyuluh menjelaskan keempat materi tersebut, terlebih
dahulu menanyakan kepada peserta apakah ada yang mengetahui tentang
materi tersebut sebelumnya. Ini juga merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan

minat

peserta

dalam

partisipasinya

ketika

mengikuti

penyuluhan kemudian penyuluh menjelaskan materi dan terakhir dilakukan


feedback mengenai materi yang disampaikan.
E. Rencana Tindak Lanjut

Penyuluhan tentang bahaya sampah, Penyuluh akan melihat hasil dari


kegiatan penyuluhan setelah penyuluhan dilakukan, apakah warga memahami
tentang bahaya sampah.
F. STRATEGI KEGIATAN
1. Peserta
Peserta merupakan warga RT 02 RW 01
2. Waktu dan Tempat
a. Penyuluhan bahaya sampah
Hari/tanggal

: Kamis, 15 Oktober 2015

Waktu

: 16.00 WITA Selesai

Tempat

: Rumah warga di RT. 02 RW. 01 Kelurahan Sungai Ulin

3. Susunan Acara
Penyuluhan tentang bahaya sampah
Pembukaan, pelaksanaan, penutup (terlampir pada SAP )
4. Cara Pendekatan
Pendekatan dilakukan dengan memperkenalkan diri ke masyarakat serta
ikut serta dalam setiap kegiatan warga. Membagikan selebaran kegiatan berisi
penjelasan kepada keluarga mengenai kegiatan, dan menganjurkan warga untuk
berhadir.
5. Anggaran Dana
a. Penyuluhan bahaya sampah
Selebaran/publikasi
Pembuatan Leaflet
Jumlah

: Rp. 30.000,: Rp. 50.000,: Rp. 80.000,-