Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata jasa itu sendiri
mempunya banyak arti, dari mulai pelayanan pribadi sampai jasa sebagai suatu produk.
(Rambat Lupiyoadi:2013). Sebenarnya bangyak pakar mengemukakan mengenai apaitu jasa,
seperti yang dikemukakan oleh kotler (2004) dalam Rambat Lupianto (2013) mendefinisikan
jasa adalah setiap tindakan dan kegiatan yang ditawarkan oleh suatu pihak ke pihak lain, pada
dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan perpindahan kepemilikan apapun.
Produksi jasa mungkin berkaitan dengan produk fisik atau tidak.
Banyak sekali contoh dari usaha jasa itu sendiri seperti: Jasa Reparasi, Salon, Rumah
Sakit, sekolah dan juga transportasi yang pada kesempatan ini kami pilih untuk kami angkat
dalam blue print usaha jasa yang kami jalankan.
Dengan didukung banyaknya jumlah perguruan tinggi di kota malang baik PTN maupun
Non PTM dan membludaknya mahasiswa yang menempuh studi di perguruan tinggiperguruan tinggi tersebut maka usaha jasa tranportasi di kota malang sangat dibutuhkan
karena notabennya mahasiswa tersebut berasal dari luar kota malang, dan tidak menutuk
kemungkinan mahasiswa yang asalnya dari kota malang juga membutuhkan jasa transportasi
ini karena jasa transportasi ini memberi kemudahan kepada konsumennya yang memakai jasa
tersebut.
Go Jek Indonesia adalah suatu jasa transportasi yang ada di jakarta yang beroperasi sejak
tahun 2011, Go-Jek merupakan pionir penyedia jasa layanan ojek profesional. Berusaha
menawarkan faktor kecepatan, keamanan, dan kenyamanan bagi para pelanggannya, Go-Jek
tumbuh sebagai startup yang menjanjikan di ibukota. Untuk mengurangi permasalahan
penyediaan uang tunai, Go-Jek menawarkan solusi e-wallet Go-Jek Credit. Bisa dibilang GoJek laksana Uber versi ojek yang cocok dimanfaatkan untuk mengantarkan barang, sarana
transportasi, dan bahkan membantu kegiatan berbelanja di belantara Jakarta.[1]
Berawal dari Go jek Indonesia itulah kami menghadikan Go Jek Ini di kota malang
karena usaha jasa ini respentatif untuk di kembangkan, dan akan membantu banyak sekali
Mahasiswa-Mahasiswa dan juga warga kota malang yang akan terbantu dengan hadirnya Go
Jek ini.
1.2 Nama Usaha Jasa
Usaha yang akan kami kembangkan kami beri nama Ojek Online Malang Malang,
dengan hadirnya Ojek Online Malang Malang ini kami memberikan atas keluhan yang
mungkin dirasakan oleh warga dan juga mahasiswa malang yang sibuk dalam bekerja

maupun kuliah karena apa Ojek Online Malang ini bukan hanya memberikan jasa transportasi
tetapi juga memberikan jasa pengantaran dan pembelian barang yang di inginkan oleh
pelanggan. dan tempat operasi Ojek Online Malang malang ini adalah seputar kota malang,
pelanggan cukup bisa mendaftar menjadi member kami dan setelah resmi menjadi member
pelanggan cukup memberikan pesan kepada kami maka kami akan segera menjalankan
permintaan pelanggan.

1.3 Klasifikasi Jasa


Menurut Grifin (1996) dalam Rambat Lupiyoadi (2013) jasa bida diklasifikasikan
berdasarkan kesamaanya dengan operasi manufaktur.
Berdasarkan kesamaanya jasa dibagi menjadi 3 yaitu :[2]
a. Jasa Murni (pure service) adalah jasa yang tergolong kontak tinggi dan dengan tanpa
persediaan dengan kata lain, sangat berbeda dengan manufaktur, contoh : tukang cukur, ahli
bedah dan lain-lain.
b. Semimanufaktur (quasimanufacturing service) adalah jasa yang tergolong kontak rendah,
memiliki kesamaan dan konsep tidak harus menjadi bagian dari proses produksi jasa,
contohnya: Jasa Asuransi, perbankan, kantor pos dan pengantaran.
c.

Jasa campuran merupakan kelompok jasa yang kontak menengah gabungan beberapa sifat
jasa murni dengan jasa semimanufaktur, Contohnya: Jasa Bengkel, ambulans, pemadam
kebakaran, dan lain-lain.
Jadi dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasannya Ojek Online Malang ini
termasuk didalam klasifikasi Jasa Campuran karena ketika konsumen atau pelanggan ojek ini
membeli jasa antarnya untuk bepergian ke kampus ataupunketempat-tempat yang di

inginginkan ini termasuk kedalam Jasa Murni karena penyedia jasa dan pengguna jasa
melakukan kontak tinggi. Sedangkan ketika pengguna jasa menginginkan Ojek Online
Malang ini untuk mengantarkan barang ataupun membelikan barang-barang yang pelanggan
inginkah akan berubah menjadi semi manufakturing karena jasa ini merupakan kontak yang
rendah.
1.4 Karakteristik Jasa
Produk jasa memiliki karakteristk yang berbeda dengan barang. Griffin (1996) dalam
Rambat Lupiyoadi (2013) menyebutkan bahwa karakteristik jasa, sebagai berikut:
a. Intangibility (Tidak berwujud), jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar atau dicium
sebelum jasa itu dibeli.

b. Unstorability (tidak dapat disimpan), jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari
produk yang telah dihasilkan.
c.

Customization (Kustomisasi), jasa sering kali didesain khusus untuk kebutuhan pelanggan.
Menurut kami Ojek Online Malang ini telah memenuhi ketiga klasifikasi diatas karena
GOjek Online Malang ini bisa di nikmati ketika pelanggan membeli jasa yang ditawarkan,
Ojek Online Malang ini juga tidak mengenal peyimpanan dari produk yang telah dhasilkan.
Dan yang terakhir Ojek Online Malang ini memang di desain untuk mempermudah
masyarakat dikota malang, untuk menyediakan jasa transportasi, pengantaran barang,
maupun membantu membelikan barang yang di inginkan oleh pelanggan jasa.
BAB II
PEMASARAN RELASIONAL
2.1 Pemasaran Relasional dan Bentuk Bentuk Pemasaran Relasional.
Pemasaran Relasional menekankan kepada pelanggan, jangka panjang, layanan
pelanggan, komitmen kepada pelanggan, kontak kepada pelanggan dan kualitas. Dalam bisnis
jasa sendiri fokus pelanggan menjadi pilihan tepat untuk menjalankan aktivitas pemasaran.
Layanan purnajual kepada pelanggan adalah perwujudan terciptanya layanan pelanggan. Hal

inilah yang melatar belakangi Usaha Ojek Online Malang ini utuk melakukan Pemasaran
Relasional guna mempertahankan pelanggan.
Bentuk pemasaran relasional yang kami lakukan adalah hubungan pelanggan, kemitraan
antar perusahaan, dan hubungan dengan masyarakat sekitar juga pemerintah.
a. Dalam melakukan pemasaran hubungan pelanggan kami menjaga hubungan baik kepada
pelanggan Ojek Online Malang dengan cara mempunyai database pelanggan. Dan
memberikan pelayanan yang baik ketika pelanggan membeli jasa kita. Membentuk kedekatan
antara pengojek dengan pelanggan dengan menciptakan keramahan.
b. Kami membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan ini karena usaha jasa Ojek
Online Malang ini sangat erat hubungannya dengan perusahaan lain berkenaan dengan
proses jasa pembelian barang-barang yang diperlukan oleh pelanggan. Misalnya dengan
Restouran, Ritel dan lain sebagainya, kerjasama ini juga akan meberikan dampak positif bagi
kelangsungan usaha Ojek Online Malang itu sendiri maupun perusahaan yang dijalin
kemitraan.
c.

Dan yang terakhir adalah membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar juga
pemerintah dengan cara mengetahui norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat
tempat Ojek Online Malang peroperasi, dan juga selalu mentaati peraturan-peraturan
pemerintah daerah maupun pusat yang berkenaan dengan jalannya operasi Ojek Online
Malang ini.

Mungkin untuk kedepannya kami akan melakukan lebih banyak lagi bentuk-bentuk
pemasaran relasional yang lainnya yang sesuai dan dibutuhkan nantinya ketika Ojek Online
Malang ini sudah beroperasi di kota malang.
BAB III
VISI DAN MISI
VISI
Membantu memperbaiki struktur transportasi di Indonesia, memberikan kemudahan bagi
masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari seperti pengiriman dokumen, belanja
harian dengan menggunakan layanan fasilitas kurir, serta turut mensejahterakan kehidupan
tukang ojek di Malang dan di Indonesia Kedepannya.

MISI
Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi yang baik dengan
menggunakan kemajuan teknologi.

Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada pelanggan.

Membuka Lapangan Kerja Selebar-lebarnya bagi masyarakat Indonesia.

Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

Menjaga Hubungan baik dengan berbagai pihak yang terkait dengan usaha ojek online
malang.

Dengan adanya Visi dan Misi yang telah kami buat diharapkan dapat ikut menstabilkan
perekonomian di Indonesia kedepannya juga dapat membantu mewujudkan negara indonesia
yang lebih bermartabat.

ANALISIS SWOT GO-JEK INDONESIA


1. Sthrenghts
Kekuatan dari dalam yang dimiliki oleh Go-jek adalah satu-satunya model alat transportasi
umum yang menawarkan berbagai macam kemudahan Selain menyediakan jasa antar jemput
penumpang, Go-Jek juga menyediakan jasa lain yang cukup membantu seperti kurir instan,
dan personal shopping tercepat, selain itu keunggulan dari go-jek ini adalah menggunakan
layanan sms, telephon dan aplikasi mobile jadi penumpang tidak perlu menghampiri tukang
ojek cukup telephon atau mengirim pesan Go-jek akan menghampiri anda.
2. Weakness
Kelemahan dari Go-jek ini adalah ketika pelanggan menggunakan layanan personal shopping
mungkin barang yang di inginkan kurang sesuai dengan yang di inginkan ketika kurang

lengkap menjelaskan barang apa yang ingin dibeli dan saat ini go-jek masih menyediakan
credit untuk pembelian barang tidak lebih dari satu juta rupiah.
3. Oportunities
Peluang yang yang dimiliki Go-jek ini adalah Go-jek dapat memperluas jangkauan nya
sampai ke kota-kota besar di indonesia bukan hanya di Jakarka karena dengan adanya Go-jek
Indonesia ini dapat juga membantu Tukang Ojek lainnya dalam hal beroperasi sehingga
struktur tranportasi umum di Indonesia menjadi lebih baik kedepannya.
4. Threaths
Ancaman yang akan dihadapi go-jek saat ini adalah munculnya pesaing baru yang bergerak
di bidang yang sama.
BAB IV
SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING
SEGMENTASI
Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan
menurut kebutuhan, karakteristik atau tingkah laku yang mungkin membutuhkan produk
yang berbeda (Lupiyoadi, R. & Hamdani, A : 2006:44).
Pada dasarnya ada 2 pendekatan segmentasi yaitu berdasarkan karakteristik konsumen
dan berdasarkan respons konsumen. Berikut ini adalah pendekatan segmentasi yang
dilakukan oleh Go-Jek Indonesia.
1. Segmentasi Berdasarkan Karakteristik Konsumen
a.

Demografi dan Sosioekonomi


Dalam segmentasi ini Go-jek membagi pasar menjadi beberapa kelompok yaitu segmentasi
Karyawan, Masyarakat umum dan Mahasiswa juga Pelajar.

b. Psikografis
Dalam segmentasi ini Go-jek membagi pasar dalam kelompok gaya hidup masyarakat kota
malang dimana tempat beroperasi Go-jek. Menengah kebawah dan menengah ke atas.
c.

Geografi
Dalam hal segmentasi ini Go-jek menentukan tempat beroperasi Go-jek ini Di kawasan Kota
Malang. Karena merujuk awal adanya Go-jek itu di Kota Jakarta dan untuk rilis di ota malang
kita juga akan menfokuskan terlebih dahulu di dalam kota malang dan mungkin nantinya
ketika bisa dibilang efektif akan kami perluas sampai Malang Raya.

2. Segmentasi Berdasarkan Respons Konsumen


a.

Segmentasi Manfaat

Awalnya konsumen berfikir mencari alat transportasi yang memberikan banyak kemudahan
dan manfaat maka dari itu Go-jek datang untuk menjawab itu semua bukan hanya
menyediakan jasa antar jemput tetapi juga personal shopping dan kurir isntan.
b. Segmentasi Pengguna
Dalam hal ini Go-jek membagi pasar berdasarkan pengguna, dimana akan mengidentifikasi
mana yang termasuk pengguna berat, menengah dan ringan.
c.

Respon Promosional
Go-jek memasarkan produknya menggunakan iklan di Radio dan awal akan membuat ivent
saat pembukaan Go-jek. Setelah itu akan mengidentifikasikan konsumen berdasarkan
bagaimana konsumen merespon bentuk-bentuk promosi yang dilakukan Go-jek.

d. Loyalitas
Dalam hal segmentasi ini Go-jek akan membagai konsumen dalam 2 kelompok yaitu
konsumen Loyal dan kurang Loyal.
Setelah mengidentifikasikan macam-macam segmentasi yang mungkin akan dipakai
maka sekarang adalah memilih dasar terbaik untuk segmentasi dari berbagai macam
kelebihan dankelemahan yang telah didapatkan maka kami memilih dasar segmentasi untuk
Go-jek ini adalah sebagai berikut:
1. Demografi
2. Geograsi
3. Manfaat
4. dan Loyalitas.
TARGETING
Setelah mengevaluasi berbagai macam segmen pasar yang ada, Go-jek memutuskan
melakukan pasar target dengan melakukan strategi pemasaran tanpa perbedaan yaitu
mengabaikan perbedaan segmen pasar daan menawarkan satu macam produk kepada seluruh
pasar, karena jasa yang ditawarkan oleh Go-jek ini dirasa bisa di nikmati atau dipakai untuk
semua kalangan.
POSITIONING
Positioning mencakup perancangan dan penawaran citra perusahaan agar target pasar
mengetahui dan menganggap penting posisi perusahaan dimata pesaing. (Lupiyoadi, R. &
Hamdani, A : 2006:58)
Menurut kotler sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus memenuhi kriteria:
penting, berbeda, Lebih unggul, dapat dikomunikasikan, tidak mudah ditiru, terjangkau dan
menguntungkan. (Lupiyoadi, R. & Hamdani, A : 2006:59)

Kami rasa Go-jek sudah memenuhi semua kriteria diatas karena Go-jek
dianggap penting karena menjawab persoalan yang dirasakan oleh masyarakat kota karena
Go-jek hadir dengan berbagai macam kemudahan, Berbeda dalam hal ini jelas berbeda
karena Go-jek ini menawarkan berbagai macam keunggulan yang tidak dimiliki
pesaing, Superior jasa yang ditawarkan oleh Go-jek ini banyak memiliki keunggulan karena
pesaing belum memiliki layanan jasa yang ditawarkan oleh Go-jek seperti Personal Shopping
dan juga Kurir, da juga jasa yang ditawarkan ini dapat dikomunikasikan dengan mudah
kepada konsumen karena Go-jek adalah Pelopor jasa transportasi umum yang menawarkan
keprofesionalan yang pasti terjangkau karena disesuaikan dengan konsumen. Secara
otomatis perusahaan akan mendapat laba dari semua keunggulan yang ditawarkan tersebut.
Oleh karena itu Go-Jek Indonesia hadir dengan keunggulan sebagai berikut:
1. Satu-satunya Jasa transportasi umum yang menawarkan jasa kurir dan personal shopping.
2. Satu-satunya Jasa transportasi umum yang menggunakan teknologi Mobile.
3. Aman, Cepat dan menyenangkan.
4. Proses transaksi yang mudah
5. Harga Terjangkau.

BAB VI
SALURAN DITRIBUSI
Pakar ekonomi berpendapat mengenai pengertian saluran distribusi sebagai berikut :[3]
a.

Nitisemito (1993 :102), Saluran Distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau


lembaga-lembaga

penyalur

yang

mempunyai

kegiatan

untuk

menyalurkan

atau

menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen.


b. Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen
untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai
industri.
c.

Assauri (1990 : 3) Saluran distribusi merupakan lembaga-lembaga yang memasarkan


produk, yang berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

d. Kotler (1991 : 279) Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan
yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan
produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen.
Saluran distribusi menggerakkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
Mereka memecahkan kesenjangan utama seperti waktu, tempat, pemilikan yang memisahkan

barang dan jasa dari mereka yang ingin menggunakannya. Anggota saluran distribusi
melakukan beberapa fungsi kunci. Sebagian membantu dalam melengkapi transaksi seperti
Informasi dan juga Promosi produk jasa yang di jual.

SALURAN DISTRIBUSI Go-JEK INDONESIA


Saluran Distribusi Jasa yang kami gunakan adalah saluran langsung karena jasa yang
kamilakukan adalah jasa murni (Pure Service) merupakan jasa yang tergolong High
Contact jadi jasa ini tidak memerlukan saluran distribusi yang sampai memerlukan saluran
satu tingkat ataupun saluran dua tingkat, karena jasa yang kami tawarkan ini sangat
memberikan kemudahan kepada konsumen mulai dari jasa antar jemput, kurir instan, dan
personal shopping. Pelanggan tinggal memesannya lewat handphone maka kami akan datang
menghampiri konsumen/pelanggan tersebut dan langsung dapat menikmati jasa yang kami
tawarkan.

BAB VII
PENETAPAN HARGA
Kegiatan penentuan harga memainkan peranan penting dalam proses bauran
pemasaran, karena penentuan harga terkait langsung nantinya dengan pendapatan yang
diterima oleh perusahaan. Keputusan penetapan harga juga sedemikian penting dalam
menentukan seberapa jauh sebuah layanan jasa dinilai oleh konsumen dan proses
membangun citra. Penentuan harga juga memberikan persepsi tertentu dalam hal kualitas.
(Lupiyoadi, Rambat & Hamdani. A, 2006:100) Dalam menentukan sebuah harga terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain:
1. Elastisitas permintaan
2. Strutur biaya
3. Persaingan
4. Positioning dari jasa yang ditawarkan
5. Sasaran yang ingin dicapai perusahaan
6. Siklus hidup jasa
7. Sumber daya yang digunakan
8. Kondisi ekonomi
Dari faktor diatas maka Penetapan harga yang diambil oleh Go-Jek indonesia juga
mempertimbangkan faktor diatas utamanya persaingan, siklus hidup jasa dan kondisi
ekonomi. Meskipun Go-Jek Indonesia di malang adalah layanan jasa tranportasi modern
pertama dan bekerja sama dengan tukang ojek di malang pesaingnya bukan hanya tukang

ojek yang tidak bergabung di go-jek saja, tetapi layanan transportasi yang lain juga
merupakan pesaing go-jek, selain itu jasa kurir instan yang ditawarkan juga punya pesaing
yaitu jasa kurir yang ada di kota malang. Siklus hidup jasa ini juga menjadi acuan dalam
penentuan harga, karena Go-jek di dalam produk life cycle mempunyai strategi tersendiri
dalam penentuan harga apalagi Go-jek ini merupakan jasa transportasi baru jadi masih dalam
tataran perkenalan dan penentuan harganya harus tinggi tetapi masih dalam tataran harga
yang bersaing atau rata-rata pesaing di malang, karena untuk mengembalikan modal awal
yang pasti banyak di keluarkan. Tetapi seiring berjalannya waktu dan ketika produk ini dalam
tahap kedewasaan strategi penetapan harga jugaakan berubah.
Kondisi ekonomi, ketika menetapkan harga kami juga melihat pendapatan warga
malang dan juga kemampuan daya beli konsumen yang kami bidik dan juga penetapan harga
ini disesuaikan dengan jarak tempuh yang dituju konsumen. Maka dapat di simpulkan
bahwasannya taktik penetapan harga yang di Gunakan oleh Go-jek indonesia adalah
Penetapan Harga Biaya-plus (Cost-plus Pricing). Yaitu penetapan harga dilakukan dengan
menaikkan harga sekian persen dari total biayanya. Selain itu juga mempertimbangkan
pesaing atau bisa dikatakan juga menggunakan harga paritas pesaing dimana penetapan harga
ditentukan berdasarkan harga yang ditentukan oleh pemimpin pasar atau harga rata-rata yang
ditetapkan oleh pasar.
Contoh Misalnya ada pelanggan dari kampus uin malang ingin pergi ke terminal arjosari dan
ketika di estimasikan biaya perjalnan kesana menghabiskan bensin 1 liter d
engan harga -+ Rp. 7.500 maka kita menaikkan harga 50% atau bisa sampai 60% dari biaya
yang kita keluarkan. Tetapi kenaikan harga itu tidak jauh diatas harga yang ditetapkan oleh

pesaing kita.
Jadi perhitungannya 7.500 X 50% = 3.750
Maka 7.500 + 3.750 = 11.250.
Dapat disimpulkan bahwa harga yang kami tawarkan adalah 11.250 dengan laba yang kita
dapatkan sebesar 3.750 setiap pempesangkatan dengan jarak tempuh yang menghabiskan
biaya sekitar 7.500.

Dapat juga menaikkan harga sampai 100% asalkan sesui dengan kemampuan ekonomi
pelanggan yang kita bidik atau target market kita. Sehingga tidak membebani konsumen kita.
BAB VIII
STRATEGI PROMOSI JASA

4.1 Periklanan
Periklanan kata Philip kotler dan Gary Armstrong adalah Segala biaya yang harus
dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi non pribadi dalam bentuk
gagasan, barang, atau jasa.[4]
Media pemasaran antara lain:

Media

Kelebihan

Televisi

Liputan pemasaran yang baik; Biaya


biaya

Keterbatasan

rendah

dan

tinggi;

perpaparan; kerumunan tinggi; paparan

menggabungkan
suara

absolute

pandangan, hanya sekilas; selektivitas

gerakan;

menarik pemirsa kurang.

terhadap indra.
Surat Kabar

Fleksibelitas; ketepatan waktu; Umur

pendek;

liputan pasar local yang baik; reproduksi


penerimaan

luas;

kualitas

buruk,sedikit

tingkat pembaca

kepercayaan tinggi.

selain

pembelinya.

Surat

Selektivitas

pemirsa

tinggi; Biaya perpaparan relatif

Langsung

fleksibelitas; tidak ada kompetisi tinggi, citra surat sampah.


iklan dalam media yang sama;
memungkinkan personalisasi

Majalah

Selektivitas
demografis

geografis
tinggi;

dan Jangkauan waktu membeli

kredibititas iklan lama; tinggi biaya;

dan prestise; reproduksi kualitas tidak ada jaminan posisi.


tinggi; umur panjang dan banyak
pembaca selain pembelinya.

Radio

Penerimaan

local

baik; Audio saja; paparan hanya

selektivitas

geografis

dan sekilas; perhatian rendah;

demografis tinggi; Biaya rendah.

Luar Ruang

Fleksibelitas;

pemirsa tefragmentasi.

pengulangan Seleletivitas pemirsa kecil;

paparan tinggi; biaya rendah; keterbatasan kreatif.


kompetisi

pesan

rendah;

selektivitas posisi baik.

Internet

Selektivitas tinggi; biaya rendah; Pemirsa tercakup secara


segera; kemampuan intekratif.

demografis; dampak relatif

rendah;

pemirsa

mengendalikan paparan.

4.2 Hubungan Masyarakat


Hubungan masyarakat adalah suatu elemen dalam bauran promosi yang mengevaluasi
sikap masyarakat, mengidentifikasikan hal-hal yang menimbulkan kepedulian masyarakat
dan melaksanakan program-progam yang nantinya bisa menambah pemahaman dan tingkat
penerimaan masyarakat.[5]
Adapun alat uatama hubungan masyarakat adalah[6]
a.

Publisitas Produk Baru, Publisitas adalah suatu instrumen dalam memperkenalkan produk
atau jasa baru.

b. Penempatan Produk, hal ini dilakukan para pemasar yang mengumpulkan publisitas dengan
memastikan produk mereka muncul pada acara-acara lainnya atau di film-film atau
dipertunjukan-pertunjukan televisi.
c.

Pendidikan Konsumen, beberapa perusahaan besar yakin bahwa konsumen berpendidikan


adalah lebih baik, dan lebih setia. Perusahaan perencana keuangan sering kali mensponsori
acara seminar pendidikan secara gratis mengenai manajemen uang, rencana pensiun, dan
infestasi dengan harapan bahwa konsumen akan memilih organisasi tersebut untuk kebutuhan
keuangan masa depannya.

d. Pensponsor Acara, para manejer humas dapat mensponsori acara-acara atau aktivitas
masyarakat yang cukup mendapatkan liputan pers, pada saat yang sama acara tersebut juga
memperkuat identitas merek. Acara olahraga, music, dan kesenian masih menjadi pilihan
yang terbaik dari pensponsoran acara, meskipun banyak yang sekarang beralih ke acara yang
lebih khusus seperti bertlian dengan sekolah, acara derma, dan organisasi pelayanan
masyarakat lainnya.
e.

Pensponsoran Pokok-Pokok Persoalan, perusahaan dapat membangun kesadaran public dan


kesetiaan dengan mendukung pokok-pokok persoalan favorit pelanggan. Pendidikan,
perawatan kesehatan, dan program sosial memperoleh bagian yang terbesar dalam pendanaan
perusahaan. Perusahaan juga sering kali menghibahkan sejumlah presentasi tertentu dari
penjualannya atau keuntungannya untuk hal-hal yang bermanfaat yang disukai target
pasar. Greenmarketing juga telah menjadi bagian yang penting bagi perusahaan untuk
membangun kesadaran dan loyalitas dengan mempropagandakan pokok-pokok persoalan
yang popular.

f.

Situs Internet (website), situs internet sebagai alat humas merupakan suatu fenomena yang
relative baru dalam bidang pemasaran. Dimana banyak pemasar awalnya menggunakan situs
mereka sebagai cara utnuk mengiklankan produk dan jasa mereka, para professional humas
saat ini merasa bahwa situs ini merupakan alat yang baik untuk menyampaikan pesan berita
atas suatu produk, meningkatkan produk, hubungan strategis, dan penghasilan keuangan.

4.3 Strategi Promosi Jasa Go-Jek


Dari paparan penjelasan diatas kami menetapkan bahwa media promosi kita
menggunakan periklanan dan hubungan masyarakat karena, media komunikasi/promosi jasa
ini sesuaidengan usaha yang kami Jalankan.
A. Penetapan Periklanan
Penetapan media periklanan yang kami ambil untuk mengenalkan Go-Jek Indonesia ini
adalah menggunakan media Internet dan juga melalui tradisional markering seperti publikasi
memalui brosur dan juga dari mulut ke mulut, dimana menurut kami media yang kami pilih
ini sesuai dengan produk kami karena produk kami adalah tergolong produk baru dan juga
dalam saluran distribusi diatas kami sudah menyebutkan bahwa kami menggunakan sistem
pesanan (saluran distribusi langsung). Kalau kita hubungkan dengan landasan teori diatas
media periklanan melalui internet memiliki keunggulan yang menguntungkan usaha baru,
dimana keunggulannya adalah Selektivitas tinggi; biaya rendah; segera; kemampuan
intekratif.
Selain itu kami juga melakukan E-camers dalam proses penjualan, pembayaran dan juga
sekalian dapat membangun hubungan dengan konsumen. Ini dibuktikan dengan Go-Jek ini
menggunakan aplikasi android dalam hal pemesanan jasanya.
B. Penetapan Hubungan Masyarakat
Berhubung Go-jek Indonesia ini adalah tergolong usaha baru di indonesia, kami
penetapan promosi penjualan dengan cara Publisitas Produk Baru melalui Situs Internet
(website), dimana Publisitas adalah suatu instrumen dalam memperkenalkan produk atau jasa
baru dan juga situs internet sebagai alat humas merupakan suatu fenomena yang relative baru
dalam bidang pemasaran. Dimana banyak pemasar awalnya menggunakan situs mereka
sebagai cara utnuk mengiklankan produk dan jasa mereka, para professional humas saat ini
merasa bahwa situs ini merupakan alat yang baik untuk menyampaikan pesan berita atas
suatu produk, meningkatkan produk, hubungan strategis, dan penghasilan keuangan.

BAB IX
STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Strategi SDM adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam menjalankan segala
aktifitas perusahaan, dan merupakan faktor yang memegang peranan penting bagi semua
organisasi. Manajeen SDM dari Go-jek Bisa di lihat di bawah ini :
1. STRUKTUR ORGANISASI Go-Jek Indonesia (AREA MALANG)

2. JOB DESKRIPSI

No.
1.

Bagian
Direktur Utama

Tugas Tanggungjawab dan Wewenang


-

Memutuskan dan menentukan peraturan


dan kebijakan tertinggi perusahaan.

Bertanggungjawab dalam memimpin dan


menjalankan perusahaan.

Bertanggung Jawab atas keuntungan dan


juga kerugian yang dialami perusahaan

Merencanakan serta mengembangkan


sember-sumber

pendapatan

dan

pembelanjaan kekayaan perusahaan.


-

Menentukan Strategi untuk mencapai


Visi-Misi perusahaan

Mengkoordinasi dan mengawasi semua


kegiatan

perusahaan

administrasi,

mulai

kepegawaian

bidang
hingga

pengadaan bararang.
2.

Wakil Direktur

Membantu

Semua

Tugas

Direktur

Utama yang merupakan wakil di masingmasing area.


3.

Manajer IT

Mengembangkan dan menyusun strategi


dan rencana IT Go-jek dalam hal
mempermudah pekerjaan dan dalam
pelayanan kepada pelanggan.

Mengkoordinir

dan

mengelola

pendayagunaan

software,

hardware,

Brainware dan jaringan di bidang TIK


untuk mencapai kinerja optimum Go-Jek
Indonesia.
-

Mengelola layanan perancangan sistem


kompterisasi

dan

progam

aplikasi

perangkat yang terintegrasi.


-

Menyediakan data-data yang diperlukan


oleh Bagian lain yang menyangkut IT

4.

Manajer Karyawan Front


-

Menlatih,

Office & Pemasaran

mengevaluasi karyawan front office.


-

menetapkan,

Memastikan

melatih

bahwasaanya

dan

karyawan

mengetahui sistem komputerisasi, etika


menerika keluahan secara langsung atau
via telephon dan strandar operasional Gojek.
-

Menangani keluahan pelanggan yang


tidak bisa di selesaikan bawahannya

Membuat laporan daftar pelanggan.

Menjaga kedisiplinan petugas kantor


dengan

memberikan

sanksi

dan

peringatan bagi yang melanggar.


-

Merencanakan dan menetapkan segala


sesuatu

yang

berhubungan

dengan

pemasaran.
5.

Manajer Keuangan

Mengkoordinasi perencanaan anggaran

Mengembangkan

format

pengajuan

danpertanggungjawaban keuangan.
-

Mengkoordinasi pelaksanaan audit

Melakukan sistem pencatatan keuangan.

Bertanggungjawab

terhadap

wakil

direktur.
-

Merencanakan

mengendalikan

dan

membuat keputusan atas semua aktivitas


akuntansi.
-

Menerima laporan arus kas keluar dan


masuk ke perusahaan.

6.

Manajer Ojek

Membuat kelompok-kelompok tukang


ojek

Mengkoornir semua karyawan tukang


ojek

Selalu melakukan pengontrolan di setiap


lini pangkalan Go-jek.

Bertanggung

jawab

kepada

wakil

Direktur atas Semua Karyawan Tukang


Ojek.
7.

Karyawan:
a.

Bidang Progaming

Melaksanakan semua pekerjaan yang


ditetapkan oleh manajer IT di bidang
Progaming

Bertanggungjawab

mengenai

progam

kepada manajer IT.

b. Bidang Web

Melaksanakan semua pekerjaan yang


ditetapkan oleh manajer IT di bidang
Web

Bertanggungjawab

mengenai

progam

kepada manajer IT

c.

Front

Office

Administrasi

(CS,
-

Melaksanakan Semua pekerjaan Front

& Office yang ditetapkan oleh Manajer

Pemasaran)

Front office dan administrasi


-

Bertanggung Jawab Kepada Manajer


Front office dan administrasi

Melaksanakan Semua Pekerjaan yang


ditetapkan oleh manajer Bagian Ojek.

d. Tukang Ojek

Mengantarkan penumpang dan pesanan


sesuai dengan waktu ditetapkan dan
menjaga

hubungan

baik

dengan

pelanggan.
-

Bertanggung jawab kepada atasannya.

3. Syarat Minimal Kompetensi


a.

Pendidikan

Minimal S1 (Jurusan Sesuai dengan Bidang) Untuk Manajer masing-masing bagian.

Minimal D3(Jurusan Sesuai dengan Bidang) Untuk karyawan Front Office, IT, Akuntansi,
Pemasaran.

IPK minimal 3.00

Berpengalaman dibidangnya.

Mampu bekerja Tim.

Berpenampilan menarik.

Cepet, tanggap, Jujur dan Tanggung Jawab.


Untuk Tukang Ojek

Tidak dibatasi minimal pendidkan yang paling penting Cepet, tanggap, Jujur dan Tanggung
Jawab dan berpengalaman.

Mempunyai SIM C

Mampu mengendarai sepeda motor dengan baik.

Taat lalu lintas.

4. Progam Pengembangan SDM


Kami memberikan Trining kerja untuk setian karyawan baru dan memberikan
pelatihan kepada karyawan sesuai dengan kompetensi yang digeluti dibidangnya.
BAB X
STRATEGI PROSES
Strategi proses adalah suatu upaya perusahaan, dalam menjalankan dan melaksanakan
aktifitasnya untuk memenuhi kebutusan dan keinginan konsumennya. Cara yang dilakukan
perusahaan Go-jek Indonesia ini dalam hal penyampaian jasa yang ditawarkan adalah sebagai
berikut:
Go-Jek Indonesia datang dengan 3 peyanan jasa yaitu :

instant courier

90 minute delivery anywhere in the city Menit pengiriman 90 di mana saja di kota

Transport

Transparent pricing, Free shower cap and masker

shopping

Shop for food, ticket, medicine anything under Rp 1.000.000. We'll pay for it first
Untuk mmenikmati jasa yang kami tawarkan konsumen kam beri kemudahan dengan
layanan online yang kami tawarkan, dan konsumen akan mendapatkan pelayanan sebagai
berikut:
Pertama,

Kedua

Ketiga

Keempat

Kelima

BAB XI
STRATEGI LINGKUNGAN FISIK

Kami memiliki kantor pusat yaitu tempat dimana server dan peralatan dan juga
karyawan operator bekerja juga tempat penyimpanan server dari Go-jek Online dan juga
tempat dimana konsumen menyampaikan keluhan atas pelayanan yang kami berikan dan juga
pusat koordinasi antara pimpinan dengan tukang ojek.
Selain itu Phisical Enviroment yang dimiliki oleg Go-jek Indonesia adalah
1. Logo

2. Pemesanan yang kami tawarkan adalah via online maka kami mempunyai soft ware android
sebagai penunjang usaha kami.

yang dapat di download app di web kami www.go-jek.com dan juga dapat di download
lewat
3. Kami juga memiliki peralatan lain seperti Sepeda motor, dilengkapi dengan masker dan
helm.

BAB XII
MANAJEMEN KUALITIAS JASA
Sebagai Perusahaan jasa yang sangat menjunjung tinggi sebuah kualitas jasa yang kami
berikan, Go-Jek Memiliki manajemen kualitas Jasa yang baik seperti
a. Kehandalan
Go-jek mampu memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat, dan dapat dipercaya,
tepat waktu seperti pelayanan :
- 90 minute delivery anywhere in the city
b. Daya Tanggap
Go-jek siap dan tanggap untuk menangani respon permintaan konsumen karena go-jek
melakukan sistem onlain dalam hal pelayanannya juga menyediakan pinjaman dana untuk
c.

konsumen yang menggunakan jasa belanja.


Shop for food, ticket, medicine anything under Rp 1.000.000. We'll pay for it first

Assurance (Jaminan)
Dalam pelayanannya Gojek berusaha untuk membuat konsumen merasa aman dalam hal
pemakaian jasa Go-jek, dan juga selalu sopan terhadap konsumen, Seperti:
Transparent pricing, Free shower cap and masker

Selalu mengutamakan kejujuran dan kepercayaan

d. Emphaty
Dalam hal ini Go-jek berusaha menjadikan konsumen seperti pathner dan juga menciptakan
hubungan relasional yang baik dengan pelanggan.
e.

Tangible
Go-jek Selalu memberikan fasilitas fisik yang memadai juga perlengkapan dan juga sarana
komunikasi
Peralatan Modern : Sistem Online dan TI nya yang bisa di instal di Undroid
Fasilitas yang diberikan juga menarik baik penawaran jasanya maupun fidiknya
sebagaimana diatas.