Anda di halaman 1dari 8

Gojek Sebagai Solusi Alternatif Dalam

Menghadapi Lonjakan Kepadatan Penduduk

Mata Kuliah
Lingkungan Bisnis

Dosen: Prof. Dr. Tadjuddien N.E

Disusun Oleh:
Sri Rachmawati Rachman
15/391689/PEK/21135

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

I. PENDAHULUAN
Fenomena meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia terutama di kota- kota besar
seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta, serta membludaknya mahasiswa yang
menempuh studi di perguruan tinggi di kota- kota tersebut sehingga membuat kondisi kotakota besar tersebut sering mengalami kemacetan. Sedangkan aktivitas orang-orang menuntut
untuk tetap sampai di tempat tujuan tepat waktu. Akhirnya kendaraan motor dijadikan
alternatif, agar mereka bisa sedikit lebih cepat sampai di tujuan.
Jasa tranportasi sangat dibutuhkan karena notabene banyak para pegawai maupun
mahasiswa yang berasal dari luar kota dan tidak menutup kemungkinan membutuhkan jasa
transportasi ini karena jasa transportasi memberi kemudahan kepada konsumennya yang
memakai jasa tersebut. Hal ini kemudian menjadi peluang usaha yang dilirik oleh Nadiem
Makarim seorang pendiri dan CEO PT Go-Jek Indonesia. Nadiem memposisikan PT Go-Jek
Indonesia sebagai Penyedia jasa transportasi ojek di Indonesia yang berkembang pesat
setelah meluncurkan aplikasi di ponsel pada awal 2015.
Go-Jek Indonesia adalah suatu jasa transportasi yang beroperasi sejak tahun 2011,
Go-Jek merupakan pionir penyedia jasa layanan ojek profesional. Berusaha menawarkan
faktor kecepatan, keamanan, dan kenyamanan bagi para pelanggannya, Go-Jek tumbuh
sebagai startup yang menjanjikan. Untuk mengurangi permasalahan penyediaan uang tunai,
Go-Jek menawarkan solusi e-wallet Go-Jek Credit. Bisa dibilang Go-Jek laksana Uber versi
ojek yang cocok dimanfaatkan untuk mengantarkan barang, sarana transportasi, dan bahkan
membantu kegiatan berbelanja.
Peruntungan Go-Jek mulai berubah sejak meluncurkan aplikasi mobile untuk
perangkat Android dan iOS di awal Januari 2015. Mereka pun menjadi satu-satunya layanan
ojek online yang mempunyai aplikasi. Nama Go-Jek semakin dikenal ketika muncul berita
kalau pengemudi mereka bisa mendapat penghasilan mencapai Rp13 Juta per bulan. Saat itu,
Go-Jek mengklaim telah mempunyai 800 orang pengemudi.
Selain membantu masyarakat agar dapat sampai tujuan dengan lebih cepat, dengan
adanya Go-Jek juga dinilai mampu menyerap tenaga kerja yang besar sehingga dapat
mengurangi angka pengangguran. Terbukanya lapangan kerja dari sektor informal, dinilai
mampu menurunkan angka kemiskinan di DKI Jakarta. Berdasarkan data yang dimiliki
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI, angka kemiskinan di DKI menurun sekitar 0,16 persen.
Perbandingannya adalah pada September 2014 lalu angkanya mencapai 412.790 orang,
namun pada Maret 2015 turun menjadi 398.920 orang.

II. PEMBAHASAN
Masyarakat yang biasanya enggan menggunakan jasa tukang ojek konvensional
karena beberapa alasan terutama masalah keamanan dan transparansi harga saat ini seperti
mendapatkan angin segar dengan adanya Go-Jek. Go-Jek merupakan jawaban atas
kekhawatiran yang selama ini melanda masyarakat dalam memilih mode transportasi ojek,
karena GO-JEK lebih terorganisir dengan baik, dan didukung oleh teknologi yang
memudahkan pengguna dalam memonitor dan mengakses layanan yang ditawarkan Go-Jek
dan yang paling penting tarif yang dikenakan dapat langsung terlihat oleh pengguna sehingga
transparansi tarif sangat terjamin, sehingga jasa Go-Jek sangat diminati oleh masyarkat
dibanding jasa tukang ojek konvensional.

Fenomena Go-Jek menimbulkan beberapa efek positif maupun negatif dimasyarakat.


Berikut ini beberapa efek yang menurut penulis ditimbulkan dari fenomena ojek motor GoJek :

1. Tingkat kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi ojek motor GoJek pada khususnya meningkat.
Masyarakat yang biasanya enggan menggunakan jasa tukang ojek konvensional
karena beberapa alasan terutama masalah keamanan dan transparansi harga saat ini seperti
mendapatkan angin segar dengan adanya Go-Jek. Go-Jek merupakan jawaban atas
kekhawatiran yang selama ini melanda masyarakat dalam memilih mode transportasi ojek,
karena Go-Jek lebih terorganisir dengan baik, dan didukung oleh teknologi yang
memudahkan pengguna dalam memonitor dan mengakses layanan yang ditawarkan Go-Jek.

dan yang paling penting tarif yang dikenakan dapat langsung terlihat oleh pengguna sehingga
transparansi tarif sangat terjamin.
2. Terjadi benturan dengan tukang ojek konvensional
Ini merupakan salah satu efek negatif dengan boomingnya Go-Jek. Namun menurut
sudut pandang penlulis, efek tersebut bukan karena kesalahan dari Go-Jek, namun lebih
karena kurang legowonya tukang ojek konvensional dalam menghadapi persaingan dengan
Go-Jek. Di beberapa pemberitaan bahkan supir Go-Jek sampai diintimidasi dan terjadi
kekerasan fisik oleh tukang ojek konvensional. Padahal sejatinya Go-Jek bukan bermaksud
untuk mematikan tukang ojek konvensional, karena tukang ojek konvensional pun diberi
kesempatan untuk gabung dengan Go-Jek.
3. Terbantunya masyarakat yang belum memiliki pekerjaan
Ditengah-tengah tingkat pengangguran yang tinggi, Go-Jek memberikan secercah
harapan berupa lapangan pekerjaan yang sepertinya saat ini sulit didapatkan oleh masyarakat
terutama bagi masyarakat yang kurang berpendidikan. Karena untuk menjadi Go-Jek tidak
perlu memiliki pendidikan yang tinggi.
4. Banyaknya karyawan yang mengundurkan diri untuk menjadi supir Go-Jek
Jika dahulu profesi sebagai tukang ojek dipandang oleh masyarakat sebagai profesi
yang kurang menarik, saat ini profesi menjadi tukang ojek Go-Jek sangat menggiurkan.
Dibeberapa pemberitaan bahkan ada yang menyebutkan penghasilan supir Go-Jek dalam
sehari bisa ratusan ribu bahkan jika rajin bisa sampai mendapat penghasilan satu juta perhari.
Tentunya selain faktor finansial ada pula beberapa alasan yang dijadikan seseorang untuk
lebih memilih menjadi supir Go-Jek dibandingkan pekerjaan sebelumnya seperti kebebasan
waktu, ritme kerja, dan manajemen stress yang lebih baik, karena target, penghasilan dan
effort kita sendiri yang atur.

Analisis SWOT Go-Jek Indonesia

1. Sthrenghts
Kekuatan dari dalam yang dimiliki oleh Go-jek adalah satu-satunya model alat
transportasi umum yang menawarkan berbagai macam kemudahan Selain menyediakan jasa
antar jemput penumpang, Go-Jek juga menyediakan jasa lain yang cukup membantu
seperti kurir instan, dan personal shopping tercepat, selain itu keunggulan dari Go-jek ini

adalah menggunakan layanan sms, telephon dan aplikasi mobile jadi penumpang tidak perlu
menghampiri tukang ojek cukup telephon atau mengirim pesan Go-jek akan menghampiri
anda.
2. Weakness
Kelemahan dari Go-jek ini adalah ketika pelanggan menggunakan layanan personal
shopping mungkin barang yang di inginkan kurang sesuai dengan yang di inginkan ketika
kurang lengkap menjelaskan barang apa yang ingin dibeli dan saat ini go-jek masih
menyediakan credit untuk pembelian barang tidak lebih dari satu juta rupiah.
3. Oportunities
Peluang yang yang dimiliki Go-jek ini adalah Go-jek dapat memperluas jangkauan
nya sampai ke kota-kota besar di indonesia bukan hanya di Jakarka karena dengan adanya
Go-jek Indonesia ini dapat juga membantu Tukang Ojek lainnya dalam hal beroperasi
sehingga struktur tranportasi umum di Indonesia menjadi lebih baik kedepannya.
4. Threaths
Ancaman yang akan dihadapi Go-jek saat ini adalah munculnya pesaing baru yang
bergerak di bidang yang sama. Tantangan yang perlu dihadapi oleh para investor khususnya
Gojek sebagai pionir adalah bagaimana mempertahankan kualitas layanan dan memenangkan
persaingan tanpa terjebak dengan perang harga yang justru akan membuat bisnis ini kedalam
red ocean.
Inovasi menjadi kunci penting dalam mengembangkan layanan dalam menciptakan
keunggulan kompetitif perusahaan, sehingga menerapkan transcient competitive advantage
strategy bisa jadi salah satu cara untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan.
Transcient competitive advantage strategy merupakan strategi yang diterapkan dengan
menganggap persaingan tidak harus berada pada satu industri yang sama namun dapat lintas
industri (arena) sehingga memberikan ruang yang cukup luas untuk inovasi. Competitive
advantage dalam konsep transcient competitive advantage strategy mengasumsikan tidak ada
keunggulan yang bertahan selamanya, sehingga mengelola gelombang demi gelombang
competitive advantage menjadi tantangan dalam penerapan strategi ini.

III. KESIMPULAN
Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan akan moda transportasi di
Indonesia khususnya pada kota-kota besar untuk menghindari kemacetan dan lebih cepat
sampai tujuan menjadi faktor utama berdirinya layanan ojek online atau Go-Jek. Dengan
kehadiran ojek online berbasis aplikasi di Indonesia ini menghadirkan berbagai macam
polemik dan pandangan dari setiap orang. Tapi menurut hasil penelitian yang dilakukan BPS,
terlihat bahwa hadirnya ojek berbasis aplikasi ini menjadi salah satu faktor penurunan angka
pengangguran dan kemiskinan.
Untuk dapat bertahan dari kompetitornya, Go-Jek diharapkan dapat mampu
mengambil strategi dengan menganalisis kelemahan, peluang maupun tantangan yang
dihadapinya

serta

dapat

mempertahankan

kualitas

layanan

dan

Inovasi

mengembangkan layanan dalam menciptakan keunggulan kompetitif perusahaan.

dalam

DAFTAR PUSTAKA
www.Go-Jek.com
https://id.wikipedia.org/wiki/Go-Jek
https://dailysocial.net/post/aplikasi-mobile-go-jek