Anda di halaman 1dari 10

KARYA TULIS ILMIAH

PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN REMAJA

NAMA : DIMAS BINTANG S.W / VII.5


LAZUARDI AHMAD M / VII.5
TIO FICHRI JANUAR S.A.P.W / VII.5

SMP NEGERI 3 MALANG


Jl. Dr. Cipto No . 20 Kota Malang
Telp : (0341) 362612
Fax. : (0341) 340224
Website : www.smpn3-mlg.sch.id
Email : smpn3malang.sch.id
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya Karya
Tulis Ilmiah ini dapat kami selesaikan dengan baik dan atas kehendak-Nya
semua proses pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini dapat berjalan dengan
baik dan tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini kami tidak lupa menyampaikan terima kasih
kepada pihak yang telah membantu proses pembuatan Karya Tulis Ilmiah
ini dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada teman-teman
yang telah ikut memberikan motivasi dan doa sehinga kami terus
berusaha pantang menyerah dan terus bersemangat dalam menghadapi
rintangan yang menghalangi penulisan karya ilmiah ini.
Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Pergaulan Bebas Di Kalangan
Remaja yang berisi tentang pengertian Pergaulan bebas, Faktor-Faktor
penyebab pergaulan bebas, dan hubunganya dengan nilai Pancasila,
agama, dan hukum.
Tak ada gading yang tak retak tak ada sesuatu yang sempurna,
begitu juga dengan Karya Tulis Ilmiah ini, kami menyadari bahwa Karya
Tulis Ilmiah ini belum sempurna. Untuk itu dengan senang hati penulis
menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
perbaikan penelitian ini untuk ke depan.
Malang, 28 Februari 2016
Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Latar belakang keinginan kami membuat karya ilmiah tentang pergaulan bebas
di kalangan remaja adalah karena dasawarsa ini, kejadian pergaulan bebas yang
terjadi di kalangan remaja banyak berasal dari eksploitasi seksual pada media
yang ada di sekeliling kita. Eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi
dan film-film ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks
secara sembarangan di usia muda. Dengan melihat tampilan atau tayangan seks
di media, para remaja itu beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang bebas
dilakukan oleh siapa saja, dimana saja. Oleh karena itu, kami memilih tema
pergaulan bebas remaja untuk dikaji lebih lanjut sebagai informasi bagi kaum
remaja yang sangat berkaitan erat dengan tema di atas.

1.2. Rumusan masalah


1.2.1.

Apa penyebab dan dampak pergaulan bebas?

1.2.2.

Apa hubungannya dengan nilai pancasila,agama dan hukum?

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.Pergaulan Bebas
Pergaulan Bebas adalah salah bentuk perilaku menyimpang yang melewati
batas dari kewajiban, tuntutan, aturan, syarat, dan perasaan malu. atau
pergaulan bebas dapat diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar
norma agama maupun norma kesusilaan. Pengertian pergaulan bebas diambil
karna arti dari Pergaulan dan bebas. Pengertian pergaulan adalah merupakan
proses interaksi antara individu atau individu dengan kelompok. Sedangkan
bebas adalah terlepas dari kewajiban, aturan, tuntutan, norma agama dan norma
kesusilaan. Pergaulan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seorang
individu baik pergaulan positif atau negatif.

BAB III
PEMBAHASAN
Sekarang ini di kalangan remaja pergaulan bebas semakin meningkat
terutama di kota-kota besar. Hal ini terjadi karena kurangnya bimbingan dan
perhatian dari orang tua. Sebelumnya para peneliti ini telah menemukan
hubungan antara tayangan seks di televisi dengan perilaku seks para remaja.
Dengan mengambil sampel sebanyak 1,017 remaja berusia 12 sampai 14 tahun
dari Negara bagian North Carolina, AS yang disuguhi 264 tema seks dari film,
televisi, pertunjukan, musik, dan majalah selama 2 tahun berturut-turut, mereka
mendapatkan hasil yang sangat mengejutkan.
Secara umum, kelompok remaja yang paling banyak mendapat dorongan
seksual dari media cenderung melakukan seks pada usia 14 hingga 16 tahun 2,2
kali lebih tinggi ketimbang remaja lain yang lebih sedikit melihat eksploitasi seks
dari media. Maka tidak mengherankan kalau tingkat kehamilan di luar nikah di
Amerika Serikat sepuluh kali lipat lebih tinggi dibanding negara-negara industri
maju lainnya, hingga penyakit menular seksual (PMS) kini menjadi ancaman
kesehatan

publik

disana.

Pada saat yang sama, orang tua juga melakukan kesalahan dengan tidak
memberikan pendidikan seks yang memadai di rumah, dan membiarkan anakanak mereka mendapat pemahaman seks yang salah dari media. Akhirnya
jangan heran kalau persepsi yang muncul tentang seks di kalangan remaja
adalah sebagai sesuatu yang menyenangkan dan bebas dari resiko (kehamilan
atau tertular penyakit kelamin).
Parahnya lagi, menurut hasil penelitian tersebut, para remaja yang terlanjur
mendapat informasi seks yang salah dari media cenderung menganggap bahwa
teman-teman sebaya mereka juga sudah terbiasa melakukan seks bebas. Mereka
akhirnya mengadopsi begitu saja norma-norma sosial "tak nyata" yang sengaja
dibuat oleh media.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal American Academy of
Pediatrics,

serta

sebagian

dalam

Journal

of

Adolescent

Health.

Namun

sayangnya,

hasil

penelitian

tersebut

belum

melihat

bagaimana

dampak

informasi seks di internet pada perilaku seks remaja.


Dengan mendapatkan temuan-temuan lain yang lebih konsisten, mungkin kita
tak perlu menunggu lama untuk membuktikan bahwa media memiliki peranan
penting dalam pembentukan norma seksual di kalangan remaja.

PENYEBAB DAN DAMPAK PERGAULAN BEBAS


Penyebab Pergaulan Bebas - Hal yang terjadi dalam pergaulan bebas banyak
bertolak belakang dengan atran-aturan dan norma-norma dalam etika pergaulan,
hal ini didasari atau disebabkan dari banyak faktor-faktor penyebab pergaulan
bebas antara lain sebagai berikut.
1. Rendahnya Tarah Pendidikan Keluarga
Rendahnya tarah pendidikan keluarga yang berpengaruh besar sebagai
penyebab terjadinya pergaulan bebas. Contohnya, keluarga mengisinkan sang
anak untuk berpacaran dan ditambah tanpa adanya pengawasan yang
menyebabkan anak terjerumus dalam pergaulan bebas.
2. Keadan Keluarga Yang Tidak Stabil (Broken Home)
Keadaan keluaga sangat berpengaruh pada tingkah laku atau perkembangan
psikil remaja yang mana keadaan orang tua yang tidak harmonis yang membuat
perkembangan psikis anak terganggu dan anak cenderung kesenangan diluar
untuk merasa senang, dan melupakan hal yang terjadi di keluarganya karena
orang tua tidak memberi kasih sayang, sehingga sang anak mencari kesenangan
diluar berbuntut pada pergaulan bebas.
3. Orang Tua yang Kurang Memperhatikan
Tidak diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga
anak kurang mendapat perhatian sehingga sang anak bebas dalam beraktivitas.
4. Lingkungan Setempat Kurang Baik
Lingkungan sekitar merupakan faktor pembentuk keperibadian seseorang, jika
dilingkungan tersebut merupakan lingkungan yang kurang kondusif maka sang
anak akan terjerumus ke dalam pergaulan bebas dimana kitak ketahui bahwa
perkembangan seseorang lebih ditentukan pada lingkungan dari pada keluarga.
5. Kurang Berhati-Hati Dalam Berteman
Teman dapat menuntun kita ke arah yang positif dan negatif dimana sebagian
besar pergaulan bebas terjadi karena berteman dengan orang yang tidak baik.
6. Keadaan Ekonomi Keluarga
Keluarga ekonomi yang rendah, membuat anak tidak dapat bersekolah dan
biasanya banyak pula yang putus sekolah yang membuat pergaulan anak
tersebut dengan remaja yang senasip yang membuat perilaku sang anak
menjadi tambah parah.
7. Kurangnya Kesadaran Remaja
Kurangnya kesadaran remaja terjadi merupakan implikasi dari kurangnya
pengetahuan remaja tersebut akan dampak pergaulan bebas.
8. Adanya Teknologi Informasi (Internet)
Dari adanya internet memudahkan untuk mengakses jenis macam budaya yang
tidak sesuai dengan norma ketimuran.

Terjadinya pergaulan bebas memberikan pengaruh besar baik bagi diri sendiri,
orang tua, masyarakat dan juga negara, pengaruh-pengaruh tersebut dari
dampak yang ditimbulkan dari pergaulan bebas antara lain sebagai berikut.

Bahaya dari pergaulan bebas adalah seks bebas. Seks bebas adalah
dua orang yang berhubungan suami istri tanpa ikatan pernikahan sampai
dengan kehamilan diluar nikah yang tentu saja memalukan diri sendiri,
orang tua, masyarakat, dan Indonesia dengan adat ketimuran.

Ketergantungan Obat. Dari ajakan teman karena pikiran yang masih


labil menggiringnya mengkonsumsi obat terlarang sampai membuat
ketagihan dengan ketergantungan obat-obat terlarang hingga berlebihan
dan berdampak overdosis yang diakhiri dengan kematian.

Menurunnya tingkat kesehatan. Pergaulan bebas dapat menimbulkan


berbagai penyakit seperti HIV AIDS dan banyaknya yang menggugurkan
kandungan yang tentu saja membahayakan kesehatannya serta
mengkonsumsi obat-obat terlarang yang semua hal tersebut dapat
menurunkan kesehatan.

Meningkatkan Kriminalitas. Bahaya pergaulan bebas yang satu ini


dapat terjadi karena jika pencadu narkoba tidak lagi memiliki uang untuk
membeli maka jalan keluar yang cepat adalah dengan melakukan
tindakan kriminalitas.

Meregangkan
Hubungan
Keluarga.
Pergaulan
bebas
dapat
meregangkan hubungan antara keluarga karena beberapa penyebab yang
biasanya karena emosi meledak-ledak dan bahkan sampai rasa hormat
kepada orang tua akan dapat hilang.

Menyebarkan Penyakit. Pergaulan bebas yang akrap dengan seks


bebas, dan narkoba membuat berbagai penyakit dapat menyerang orangorang sekitar yang tidak bersalah.

Menurunnya Prestasi. Seorang dengan pergaulan bebas lebih


cenderung bersenang-senang dan dapat menghilangkan konsentrasi
belajar akibat dari minuman keras dan narkoba.

Berdosa. Pergaulan bebas sudah tentu akan mendapat dosa yang belum
rasakan selagi masih hidup, namun saat kematian menjemput yang
dihantarkan kepada balasan atas doa-dosa yang pernah diperbuat yaitu ke
neraka.

HUBUNGANNYA DENGAN NILAI PANCASILA,AGAMA & HUKUM


Nilai Agama
Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya
masih

belum

stabil

atau

tabungannya

belum

merencanakan untuk menggugurkan kandungannya.

memadai,

kemudian

ia

Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang.


Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.
Tuhan memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi.
Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh, membunuh berarti melakukan tindakan
kriminal dan melawan terhadap perintah Allah.
Nilai Hukum
Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan
terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang
disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain
dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4
tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.
Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam
aborsi tersebut adalah pihak luar ( bukan ibu yang hamil ) dan perbuatan itu
dilakukan untuk tujuan ekonomi, sebagai mata pencarian, maka hukumannya
dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas.
Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian, maka dapat
dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut. Kemudian pada pasal
346

dikatakan

bahwa

wanita

yang

dengan

sengaja

menggugurkan

kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam
hukuman penjara paling lama empat tahun.
Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan
kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling
lama 12 tahun penjara, dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam
menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita
yang mengandung itu, maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling
lama 15 tahun.
Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja
menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam
hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan ayat (2) melanjutkan, jika dalam
perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal, maka pelaku diancam
hukuman paling lama 17 tahun penjara. Dengan demikian, perbuatan aborsi di
Indonesia termasuk tindakan kejahatan yang diancam dengan hukuman yang
jelas dan tegas.

BAB IV
PENUTUP

Telah jelas bagi kita tidak ada dasar bagi Rancangan pembentukan
Undang-undang legalisasi aborsi karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai
Pancasila, Agama dan Hukum yang berlaku. Legalisasi aborsi akan mendorong
pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat. Orang tidak perlu menikah untuk
melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan
bisa diatasi dengan aborsi. Sedangkan dilarang saja masih banyak terjadi aborsi,

bagaimana jika hal ini dilegalkan? Legalisasi akan berakibat orang tidak lagi
takut untuk melakukan hubungan intim pranikah, prostitusi karena jika hamil
hanya tinggal datang ke dokter atau bidan beranak untuk menggugurkan,
dengan kondisi ini dokter ataupun bidan dengan leluasa memberikan patokan
harga yang tinggi dalam sekali melakukan pengguguran.
B. SARAN
Semoga dengan makalah ini anda dapat memahami makna materi yang saya
bahas. Setelah memahaminya janganlah berbuat menyimpang atau suka bergaul
bebas karena itu dapat merusak nama baik dirimu,keluarga, dan di lingkungan
masyarakatmu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

https://ninahamzah.wordpress.com/akibat-terjadinya-pergaulan-bebas/
http://www.artikelsiana.com/2015/09/pengertian-pergaulan-bebas-penyebab.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pornografi
https://mohammadgie.wordpress.com/2011/12/30/aturan-yang-mencegah-seksbebas/