Anda di halaman 1dari 13

Nama :

NIM
: 1513***
Kelas :

Kuis Teknologi Bioproses


1. Berikan penjelasan yang lengkap dan terstruktur apa
Mikroorganisme, Bakteri dan Virus?
I.

MIKROORGANISME
Sebagaimana kita ketahui sebelumnya mikroorganisme adalah
organisme hidup yang berukuran mikroskopis sehingga tidak dapat
dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme juga merupakan mahluk
hidup yang mudah beranak pinak dan berpotensi untuk menghasilkan
berbagai produk bernilai ekonomis tinggi bagi manusia, misalnya
antibiotic, vaksin dan enzim. Potensi ini dapat termanfaatkan manakala
manusia dapat membujuk mikroorganisme ini guna menghasilkan apa
yang diharapkan.
Manfaat Mikroorganisme
Mikroorganisme dapat juga dijadikan suatu kegiatan untuk dapat
menyelamatkan mikroorganisme local yang sudah barang tentu
merupakan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Kelestarian keanekaragaman mikroorganisme ini tentunya akan
menjamin keberlangsungan kehidupan mikroorganisme yang tidak
hanya dapat dimanfaatkan pada saat ini namun dapat menjamin
kelestariannya untuk dimanfaatkan pada masa yang akan datang.
Ciri-Ciri Utama Mikroorganisme
Ciri-ciri utama dari suatu Mikroorganisme dikelompokkan sebagai
berikut:
Morfologi
Mikroba pada umumnya sangat kecil, ukurannya dinyatakan dalam
micrometer. Oleh karena ukurannya yang kecil diperlukan mikroskop
untuk melihat mikroba. Mikroskop yang digunakan tergantung pada
kecermatan yang diinginkan oleh peneliti.
Kimiawi

Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. Bila sel mikroba di beri perlauan
kimiawi, maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik.
Biakan
Zat hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda, ada
mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tubuh bila diberikan zat
hara yang kompleks (serum, darah). Sebaliknya ada pula yang hanya
memerlukan bahan inorganic saja atau bahan organic (asam amino,
karbohidrat, purin, pirimidin, vitamin, koenzim).
Metabolisme
Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi
yang disebut metabolism. Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam
metabolism dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme.
Antigenik
Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh, akan terbentuk antibody
yang mengikat antigen. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dan
sel mikroba.
Genetik
Mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi
mikroorganisme tersebut sehingga dapat digunakan untuk mencirikan
mikroorganisme.
Patogenitas
Mikroba dapat menimbulkan penyakit, kemampuannya untuk
menimbulkan penyakit merupakan cirri khas mikroorganisme tersebut
selain itu dapat pula bekteri yang memakan bakteri lainnya
(Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag) yang mengifesi dan
menghancurkan bakteri.
Ekologi
Habitat merupakan sifat yang mencirikan mikroorganisme.
Mikrorganisme yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar.
Mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan
saluran pencernaan.
Upaya Penyelamatan Mikroorganisme
Upaya penyelamatan mikroorganisme memerlukan peran serta
berbagai pihak. Kekayaan mikroorganisme yang melimpah disamping

harus dapat dimanfaatkan dalam penelitian-penelitian guna


menghasilkan suatu produk yang nantinya dapat memberikan
kemaslahatan terbesar bagi manusia, namun kelestariannya harus
dapat dijaga dan terpelihara. Apapun caranya, keberadaan
mikroorganisme ini senantiasa dapat terjamin, baik itu dengan
memanfaatkan koleksi kultur di laboratorium-laboratorium di berbagai
Perguruan Tinggi maupun di lembaga-lembaga penelitian pemerintah
lainnya. Penyelamatan mikroorganisme ini dapat juga dilakukan dengan
memantau kehadiran turis-turis asing yang mengadakan penelitian
illegal di berbagai tempat di Negara kita ini.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kehadiran flora normal pada tubuh
manusia :
a. nutrisi
b. kebersihan seseorang (berapa seringnya dibersihkan)
c. kondisi hidup
d. penerapan prinsip-prinsip kesehatan
Mikroflora pada tubuh berdasarkan bentuk dan sifat kehadirannya
dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
1. Mikroorganisme tetap/normal (resident flora/indigenous) yaitu
mikroorganisme jenis tertentu yang biasanya ditemukan pada bagian
tubuh tertentu dan pada usia tertentu dan pada usia tertentu.
Keberadaan mikroorganismenya akan selalu tetap, baik jenis ataupun
jumlahnya, jika ada perubahan akan kembali seperti semula. Flora
normal/tetap yang terdapat pada tubuh merupakan organisme
komensal. Flora normal yang lainnya bersifat mutualisme. Flora normal
ini akan mendapatkan makanan dari sekresi dan produk-produk
buangan tubuh manusia, dan tubuh memperoleh vitamin atau zat hasil
sintesis dari flora normal. Mikroorganisme ini umumnya dapat lebih
bertahan pada kondisi buruk dari lingkungannya.Contohnya :
Streptococcus viridans, S. faecalis,Pityrosporum ovale,Candida albicans.
2. Mikroorganisme sementara (transient flora) yaitu mikroorganisme
nonpatogen atau potensial patogen yang berada di kulit dan selaput
lendir/mukosa selama kurun waktu beberapa jam, hari, atau minggu.
Keberadaan mikroorganisme ini ada secara tiba-tiba (tidak tetap) dapat
disebabkan oleh pengaruh lingkungan, tidak menimbulkan penyakit dan
tidak menetap. Flora sementara biasanya sedikit asalkan flora tetap
masih utuh, jika flora tetap berubah, maka flora normal akan melakukan
kolonisasi, berbiak dan menimbulkan penyakit.

II.

BAKTERI
Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan
lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain.memiliki ratusan
ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat
yang ekstrim.
Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan.
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup
yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta
umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).
Ciri-ciri Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup
lain yaitu :
1.) Organisme multiselluler
2.) Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
3.) Umumnya tidak memiliki klorofil
4.) Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron
umumnya
memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
5.) Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
6.) Hidup bebas atau parasit
7. ) Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah
atau
gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
8.) Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya
mengandung
peptidoglikan
Struktur Bakteri
Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu:
1.) Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri)
Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan
granula
penyimpanan
2.) Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)
Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan
endospora.
Struktur dasar sel bakteri
1.) Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan
polisakarida
(ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif
bila
peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya
tipis).
2.) Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma
tersusun atas
4

lapisan fosfolipid dan protein.


3.) Sitoplasma adalah cairan sel.
4.) Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun
atas protein
dan RNA.
5.) Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan
makanan yang
dibutuhkan.
Struktur tambahan bakteri
1.) Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada
jenis bakteri
tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis
disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas
polisakarida dan air.
2.) Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau
spiral yang
menonjol dari dinding sel.
3.) Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus
yang
menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih
pendek,
kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya
terdapat
pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi
lebih
pendek daripada pilus.
4.) Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran
plasma dan
mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses
fotosintesis.
Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
5.) Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan
berfotosintesis.
6.) Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis
bakteri gram
positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak
menguntungkan bagi
kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi
genetik,
dan ribosom.
Bentuk Bakteri
Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang
(basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil
yang disebut kokobasil. Berbagai macam bentuk bakteri :
1. Bakteri Kokus :

a) Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal


b) Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
c) Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk
segi empat.
d) Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk
kubus
e) Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan
membentuk
rantai.
f) Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan
seperti buah
anggur
2. Bakteri Basil :
a) Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal
b) Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
c) Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan
membentuk rantai
3. Bakteri Spirilia :
a.) Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
b.) Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
c.) Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma
Alat Gerak Bakteri
Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah
struktur berbentuk
batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum
memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang
menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi
kehidupannya.
Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak
yang berbedabeda pula yaitu:
1. Monotrik : bila hanya berjumlah satu
2. Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
3. Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
4. Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri
Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan
peningkatan ukuran
populasi. Faktorfaktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau
kondisi untuk
pertumbuhan optimum adalah :
1. Suhu
2. Derajat keasaman atau pH
3. Konsentrasi garam
4. Sumber nutrisi
5. Zat-zat sisa metabolisme
6. Zat kimia

Hal tersebut diatas bervariasi menurut spesies bakterinya.


Cara Perkembangbiakan bakteri
Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak
secara aseksual
(vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada
bakteri adalah
pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Reproduksi
bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan
bakteri lainnya.
Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau
rekombinasi DNA.
Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
1. Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan
satu gen saja
dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.
2. Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke
sel bakteri
lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage
(virus
bakteri).
3. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid
secara langsung
melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan
diantara dua
sel bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri gram
negatif.
Peranan Bakteri
Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang
menguntungkan maupun
yang merugikan. Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
1. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya
Escherichia
colie).
2. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya
Acetobacter
pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada
pembuatan
yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco dan
Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.
3. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen
yaitu
Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar
tanaman
kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.

4. Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang


berperan
dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan
tanaman.
5. Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa
(penghasil
antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif,
Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri
gram
positif,Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk
pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC
dan
Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai
bakteri.
6. Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium
acetobutylicum
7. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan
sehinggga
menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya
methanobacterium
8. Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai
contoh dalam
bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia
bermanfaat
yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.
Bakteri yang merugikan sebagai berikut :
1. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
2. Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium
tuberculosis (
penyebab penyakit TBC ), Vibrio cholerae ( penyebab kolera atau
muntaber ),
Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus ) dan Mycobacterium
leprae
(penyebab penyakit lepra )
3. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis
(penyebab
penyakit antraks pada sapi )
4. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya
Pseudomonas
solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok,
terung dan
tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada
tumbuhan)

III.

VIRUS

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel


organisme biologis. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel
yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis
organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag
digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri
dan organisme lain yang tidak berinti sel).
Menurut para ahli biologi, virus merupakan organisme peralihan
antara makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus
mempunyai ciri-ciri makhluk hidup, misalnya mempunyai DNA (asam
deoksiribonukleat) dan dapat berkembang biak pada sel hidup. Memiliki
ciri-ciri benda mati seperti tidak memiliki protoplasma dan dapat
dikristalkan.
Ciri-ciri Virus
a) Berukuran ultra mikroskopis
b) Parasit sejati/parasit obligat
c) Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan
d) Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA
e) Dapat dikristalkan
f) Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup
Struktur dan anatomi Virus
Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan
bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:
a) Kepala, kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi
kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.
b) Kapsid, selubung yang berupa protein. Fungsi kapsid untuk
memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari
kondisi lingkungan yang merugikan virus.
c) Isi tubuh, tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja.
Bagian isi disebut sebagai virion.
d) Ekor, alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas
tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang
menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.
Reproduksi Virus (Proliferasi)
Daur litik (litic cycle)
a) Fase Adsorbsi (fase penempelan)
b) Fase Injeksi (memasukkan asam inti)
c) Fase Sintesis (pembentukan)
d) Fase Asemblin (perakitan)
e) Fase Litik (pemecahan sel inang)
Daur lisogenik (lisogenic cycle)
a) Fase Penggabungan
b) Fase Pembelahan
c) Fase Sintesis
d) Fase Perakitan
e) Fase Litik
9

Klasifikasi Virus
Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan
virus RNA.
Peranan Virus
Virus yang menguntungkan, berfungsi untuk:
a) Membuat antitoksin
b) Melemahkan bakteri
c) Memproduksi vaksin
d) Menyerang pathogen

2. Apakah kurva pertumbuhannya bisa dianggap sama, jelaskan!


Pertumbuhan mikroba memiliki 5 fase, yaitu fase lag
(adaptasi/penyesuaian), fase eksponensial (logaritmik), fase pengurangan
pertumbuhan, fase stasioner dan yang terakhir fase kematian.
Kurva Pertumbuhan Mikroorganisme

1. Fase Lag
Pada fase ini perubahan bentuk dan pertumbuhan jumlah individu tak
secara nyata terlihat. Karena fase ini dapat juga dinamakan sebagai fase
adaptasi (penyesuaian). maka dari itu apabila dilihat pada kurva
pertumbuhan mikroba, grafik selama fase ini umumnya mendatar. Ini
disebabkan tidak atau belum adanya sumber nutrien untuk makanan
mikroba.

10

2. Fase Eksponensial atau Logaritmik


Setelah setiap individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungan
baru selama fase lag, maka mulailah mengadakan perubahan bentuk dan
meningkatkan jumlah sel sehingga apabila dilihat dalam kurva akan
tampak meningkat dengan tajam. Namun peningkatan ini harus diimbangi
dengan beberapa faktor, diantaranya adanya kandungan sumber nutrien
sebagai bahan makanan pada mikroba tersebut. Apabila tidak ada
kandungan sumber nutrien maka mikroba tidak akan berkembang biak
dan kurva juga tidak akan menunjukkan peningkatan.
3. Fase Pengurangan Pertumbuhan
Berupa titik puncak dari fase eksponensial sebelum mengalami fase
stasioner. Dimana penambahan jumlah individu mulai berkurang dan ini
disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya berkurangnya sumber
nutrien yang ada di dalam media sehingga mikrobia tidak akan bisa
meningkatkan jumlahnya. Dan faktor lainnya adalah jumlah kejenuhan
pertumbuhan jasad.
4. Fase Stasioner
Yaitu mengalami pengurangan sumber nutrien. Artinya, sumber nutrien
yang ada untuk mikrobia mengalami kehabisan atau tidak ada yang
menambahi sehingga mikrobia tidak bisa melakukan pertumbuhan namun
juga tidak secara langsung mengalami kematian. Maka dari itu kurva
grafik mendatar, artinya tidak naik karena tidak adanya pertumbuhan dan
tidak turun karena tidak secara langsung mengalami kematian.
5. Fase Kematian
Grafik menunjukkan penurunan secara tajam karena merupakan akhir
dari suatu jumlah individu yang kembali ke titik awal. Ini disebabkan
mikrobia sudah tidak mampu bertahan hidup selama stasioner (yang tidak
mendapatkan sumber nutrien).

3. Berikan penjelasan bahwa mikroorganisme merupakan industri


kimia mini!
Suatu proses produksi mikroorganisme dalam jumlah besar dalam kondisi
terkendali dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang mempunyai nilai
ekonomi tinggi dan bermanfaat. Dilihat dari sudut industri, mikroorganisme
merupakan pabrik zat kimia yang mampu melakukan perubahan yang
dikehendaki. Mikroorganisme merombak bahan mentah (substrat) menjadi
suatu produk baru.

11

Substrat + Mikroorganisme =
Produk Baru
Substrat
: karbohidrat, pati, molasses, limbah hasil pertanian, tebu,
ubi dsb.
Mikroorganisme
: bakteri, jamur, yis dll.
Produk baru
: enzim, alcohol, antibiotic, vitamin, hormone steroid, asam
amino, asam organic, protein sel tunggal.
Kelebihan Mikroorganisme sebagai Sumber Industri
a) Mikroba tumbuh dengan cepat (dimana dalam waktu 20 30 menit
mikroba sudah dapat berkembang biak).
b) Tidak memerlukan lahan yang luas.
c) Tidak dipengaruhi iklim dan mudah dikendalikan.
d) Secara genetic mikroba mudah dimodifikasi sesuai dengan kehendak.
e) Mikroorganisme dapat tumbuh pada berbagai limbah yang memiliki
nilai ekonomi rendah untuk diubah menjadi bahan dengan nilai
ekonomi tinggi.
f) Dalam suatu reaksi, memang mesti harus menggunakan mikroba
(tidak dapat digantikan oleh zat kimia).
Persyaratan Mikrooranisme
a) Mempunyai produktifitas yang tinggi.
b) Berupa biakan murni yang telah diketahui sifat-sifatnya. Untuk
menjaga agar biakan tetap murni dalam proses, maka kondisi
lingkungan harus dijaga steril.
c) Unggul, pada kondisi fermentasi yang diberikan, mikroba harus mampu
menghasilkan perubahan-perubahan yang dikehendaki secara cepat
dengan produksi yang tinggi.
d) Stabil, tidak mudah mengalami perubahan atau mutasi akibat
perubahan lingkungan.
e) Tidak pathogen, bagi manusia maupun binatang. Jika digunakan,
mikroba pathogen harus dijaga agar tidak menimbulkan akibat
samping pada lingkungan.
Contoh Mikrobiologi Industri (Bioteknologi)
1. Industri Pangan
a) Fermentasi Tempe
b) Kombucha
c) Nata de Coco
d) Yoghurt
e) Kecap dll
2. Industri Kimia
a) Industry Asam Asetat
b) Industri Asam Laktat
c) Industri Alkohol
3. Industri Enzim

12

4. Industri Protein Sel Tunggal (SCP= single cell protein)


5. Industri Produk-produk Kesehatan
a) Vaksin
b) Antibiotic
c) Insulin
d) Produk darah
6. Industri Pertanian
a.) EM4
b.) Biofertilizer
c.) Transgenic

13