Anda di halaman 1dari 4

1.

LANDASAN TEORI
Kinetika kimia mempelajari laju berlangsungnya reaksi kimia, dan energy yang
berhubungan dengan prose situ, serta mekanisme berlangsungnya proses
tersebut. Yang dimaksudkan dengan mekanisme reaksi adalah serangkaian
reaksi tahap demi tahap yang terjadi berturut turut selama proses perubahan
reaktan menjadi produk. Pada suatu reaksi kimia tidak begitu sukar untuk
mengetahui zat asal ( reaktan) dan zat hasil akhir (produk) namun kadangkala
suatu reaksi mempunyai hasil antara yang dengan cepat saling bereaksi lagi.
Katalis adalah zat yang mampu mempengaruhi laju reaksi, yang pada akhir
reaksi didapatkan kembali tanpa mengalami perubahan kimia. Ada dua macam
katalis, yaitu katalis positif (katalisator) yang berfungsi mempercepat reaksi,
dan katalis negative yang dikenal sebagai inhibitor, yang berfungsi
memperlambat laju reaksi. Katalis positif berperanan menurunkan energy
pengaktifan, dan membuat orientasi molekul sesuai untuk etrjadinya tumbukan (
Partana. 2003: 47) .
Kinetika kimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari laju dan
mekanisme reaksi kimia. Adapun istilah tentang laju reaksi, yaitu besarnya
perubahan konsentrasi reaktan atau produk dalam satu satuan waktu. Perubahan
laju konsentrasi tiap unsur dibagi dengan koefisiennya dalam persamaan yang
seimbang/stoikiometri. Laju perubahan reaktan muncul dengan tanda positif,
dengan reaksi umum adalah sebagai berikut:

aA + bB cC +

dD (Anonim, 2012).
Orde reaksi berkaitan dengan pangkat dalam hokum laju reaksi, reaksi yang
berlangsung dengan konstan tidak bergantung pada konsentrasi pereaksi disebut
orde reaksi nol. Reaksi orde pertama lebih sering menampakkan konsentrasi
tunggal dalam hukum laju, dan konsentrasi tersebut berpangkat satu. Rumusan
yang paling umum dari hukum laju reaksi orde dua adalah konsentrasi tunggal
berpangkat dua konsentrasi berpangkat satu. Salah satu metode penentuan orde

reaksi memerlukan pengukuran laju reaksi awal dari sederet percobaan. Metode
kedua membutuhkan pemetaan yang tepat dari fungsi konsentrasi pereaksi
terhadapwaktu. Untuk mendapatkan grafik garis lurus (Dogra. 2001: 623 ).
Katalis adalah suatu senyawa kimia yang dapat mengarahkan sekaligus
meningkatkan kinetika suatu reaksi (jika reaksi tersebut secara termodinamika
memungkinkan terjadi). Namun senyawa tersebut (katalis) tidak mengalami
perubahan kimiawi dari reaksi dan tidak mengubah kedudukan kesetimbangan
kimia dari reaksi. Dalam kazanah energy reaksi, katalis menurunkan rintangan
energi atau menurunkan besaran energi aktifasi sebuah reaksi melalui aneka
mekanisme fisikawi maupun kimiawi. Dalam katalis ada 3 komponen inti
menurut derajat kepentingannya adalah selktifitas, stabilitas, dan aktifitas.
Dalam pengelompokannya, katalis dikelompokkan menjadi 2, yaitu katalis
homogeny, artinya katalis yang memiliki atau bias membentuk suatu fasa
dengan reaktan dan pelarutnya (misalnya fasa cair pada system katalis asam
untuk reaksi esterifikasi). Sedangkan katalis heterogen tidak memiliki fasa yang
sama dengan reaktan maupun pelarut (misalnya fasa padat-cair pada sistem
katalis zeolite untuk perengkahan hidrokarbon) (Venugopal, 2009: 20-22).
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Kinetika Kimia, Definisi Laju Reaksi dan Hukum
Laju. www.chem-is-try.org. Di akses Pada: Senin, 30 April 2012. Jam: 18.57
WITA.
Dogra. 2001. Kimia Fisika. Jakarta: UI Press.
Partanan, CF, dkk. 2003. Common Texbook (Edisi Revisi) Kimia Dasar 2.
Yogyakarta: Proyek Kerja Sama JICA, DIKTI, dan FMIPA UNY pada Program
IMSTEP.

Venugopal, Van. 2009. Chemistry University. London: Nelson Thornes

a. Pengaruh Konsentrasi Reaktan Terhadap Laju Reaksi


Percobaan pertama ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi
suatu pereaktan terhadap laju reaksi, yang dalam hal ini pereaktan adalah HCl
dan Na2S2O3. Percobaan ini dilakukan dengan menyiapkan 6 buah tabung reaksi
yang diisi sesuai dengan komposisi yang telah ditetapkan, maka kemudian
dicampurkan antara tabung 212, antara tabung 434, dan antara tabung 65
6. Setelah dilakukan pencampuran kemudian mencatat perubahan warna dan
waktu yang diperlukan reaksi yaitu sampai tepat mulai terjadi kekeruhan. Untuk
mengetahui pengaruh konsentrasi HCl terhadap laju reaksi, dimana tabung 1
berisi dengan 5 mL Na2S2O30,1 N dan tabung 2 berisi dengan 5 mL HCl 0,1 N
kemudian dilakukan pencampuran antara tabung 212 memerlukan waktu 32,3
detik sampai terjadi kekeruhan. Untuk laju reaksi antara tabung 434 sampai
terjadi kekeruhan, memerlukan waktu 37 detik. Sedangkan laju reaksi antara
tabung 656 sampai terjadi kekeruhan memerlukan waktu yang sangat cepat
dibandingkan dengan tabung 212 dan tabung 434 yaitu selama 1,02 detik.
Hal ini disebabkan oleh HCl yang merupakan pereaksi yang ada pada tabung 4
ukuran pereaksinya lebih kecil dibandingkan pada tabung lainnya. Dari hasil
percobaan terlihat adanya pengaruh besar konsentrasi terhadap kecepatan
reaksi. Semakin besar konsentrasi suatu pereaksi, maka kecepatan reaksinya
juga semakin besar (reaksi berlangsung lebih cepat).
Dengan perlakuan yang sama, 5 mL HCl yang konsentrasinya 0,1 N
direaksikan dengan 5 mL Na2S2O3, yang memiliki konsentrasi bervariasi, yaitu
0,1 N; 0,05 N; dan 0,01 N. Reaksi antara HCl dan Na 2S2O3 0,01 N berjalan
sangat cepat yaitu 35 detik. Perubahan warna yang terjadi juga sangat kecil

sehingga sangat sulit untuk diamati. Reaksi dengan Na 2S2O3 0,05 N berlangsung
paling

lambat

yaitu 42,80

detik dan reaksi

dengan

Na2S2O3 0,1

memerlukan 37 detik. Hal ini disebabkan oleh konsentrasi pereaksi yang besar
yang mempercepat laju reaksi. Sesuai dengan pernyataan umum bahwa
sebagian besar laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaktan,
sehingga dengan konsentrasi pereaksi yang lebih besar reaksi juga akan
berlangsung lebih cepat.