Anda di halaman 1dari 11

Tugas Fisiologi I

KANKER PARU-PARU
Dosen pembimbing : Nur Susanti, SST.FT,.M.Fis

Disusun oleh :
NUR FAIZAH (0530011112)

DIII FISIOTRAPI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEKALONGAN
2014

Daftar isi

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Bernafas adalah suatu proses yang sangat penting dan sangat vital bagi makhluk
hidup, khususnya manusia. Apabila pernafasan kita terganggu oleh adanya suatu keadaan
patologi, maka fungsi dari jariangan-jaringan tubuh lain kita pun akan terganggu. Salah
satu gangguan bisa di karenakan virus dan saluran pernafasan kita terinfeksi oleh bakteri
atau virus tersebut, seperti gangguan sistem pernafasan adalah bronchitis. Bronchitis
merupakan suatu peradangan pada bronkus, penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada
akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun
(misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa
bersifat serius.
Penyebab dari penyakit bronchitis antara lain adalah infeksi saluran nafas oleh
virus atau bakteri, terutama organisme yang mirip bakteri seperti Mycoplasma pneumoniae
dan Chlamydia
B. Rumusan Makalah
1. Definisi Bronchitis
2

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Etiologi Bronchitis
Patofisiologi Bronchitis
Tanda dan Gejala Bronchitis
Diagnosa banding
Komplikasi Bronchitis
Penanganan pada Bronchitis

C. Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mengetahui Definisi Bronchitis


Mengetahui Etiologi Bronchitis
Mengetahui Patofisiologi Bronchitis
Mengetahui Tanda dan Gejala Bronchitis
Mengetahui Diagnosa banding
Mengetahui Komplikasi Banding
Mengetahui penanganan pada Bronchitis

D. Manfaat Penulisan
Dengan penulisan makalah ini, penulis berharap dapat mengerti dan memahami apa
itu penyakit Bronchitis, penyebab penyakit Bronchitis, mengetahui tanda dan gejala dari
Bronchitis itu sendiri, komplikasi apa saja yang timbul dan mengetahui bagaimana
penanganan pada penderita Bronchitis.

BAB II
3

PEMBAHASAN
1. DEFINISI BRONCHITIS
Bronchitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru paru).
Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada
penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru
paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius .
Bronkhitis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya inflamasi pada
pembuluh bronkus, trakea dan bronchial. Inflamasi menyebabkan bengkak pada
permukaannya, mempersempit ruang pembuluh dan menimbulkan sekresi dari cairan
inflamasi. Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akirnya akan sembuh sempurna
.tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau
penyakit paru paru) dan pada usia lanjut, bronchitis bisa bersifat serius.
2. ETIOLOGI BRONCHITIS
a. Bronchitis akut.
Virus pilek sering menyebabkan bronchitis akut. Tetapi anda juga dapat mengalami
bronchitis noninfeksi karena terkena asap rokok dan polutan lain seperti debu.
Bronchitis dapat juga terjadi ketika asam perut sering naik ke dalam esophagus, kondisi ini
dikenal dengan nama gastroesophageal reflux disease (GERD). Dan pekerja yang terkena
debu atau asap tertentu dapat mengalami bronchitis. Bronchitis akut umumnya hilang
ketika tidak lagi terkena iritan.
b. Bronchitis kronis
Terkadang peradangan dan penebalan dinding pipa bronchial menjadi permanen.
Kondisi yang diketahui sebagai bronchitis kronis. Anda umumnya mempertimbangkan
bahwa anda mengalami bronchitis kronis jika anda batuk setiap hari yang hilang setelah
tiga bulan dalam setahun dalam dua tahun berturut. Tidak seperti bronchitis akut,
bronchitis kronis terus berlanjut dan merupakan penyakit yang serius. Merokok adalah
penyebab yang paling besar, tetapi polusi udara dan debu atau gas beracun pada
lingkungan atau tempat kerja juga dapat berkontribusi pada penyakit ini.

Penyebab Penyakit Bronkitis juga biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat.
Sehingga imun tubuh tidak terlalu bagus dan ketika virus penyebab penyakit bronkitis
masuk, imun tubuh tidak bisa menghadangnya.
Penyebab Penyakit Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan
organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia). Serangan
bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran
pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:
a.
b.
c.
d.

Sinusitis kronis
Bronkiektasis
Alergi
Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.

Penyebab penyakit Bronkitis iriatif adalah :


a. Terkena berbagai jenis debu
b. Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen
sulfida, dan bromin
c. Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
d. Tembakau dan rokok lainnya.
Ada 3 faktor utama yang mempengaruhi timbulnya bronchitis yaitu rokok, infeksi dan
polusi. Selain itu terdapat pula hubungan dengan faktor keturunan dan status sosial.
1. Rokok
Rokok adalah penyebab timbulnya bronchitis. Terdapat hubungan yang erat antara
merokok dan penurunan VEP (volume ekspirasi paksa) 1 detik. Secara patologis rokok
berhubungan dengan hiperplasia kelenjar mukus bronkus dan metaplasia skuamus epitel
saluran pernafasan juga dapat menyebabkan bronkostriksi akut.
2. Infeksi
Eksaserbasi bronchitis disangka paling sering diawali dengan infeksi virus yang
kemudian menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Bakteri yang diisolasi paling banyak
adalah Hemophilus influenza dan streptococcus pneumonie
3. Polusi

Polusi tidak begitu besar pengaruhnya sebagai faktor penyebab, tetapi bila ditambah
merokok resiko akan lebih tinggi. Zatzat kimia dapat juga menyebabkan bronchitis adalah
zat-zat pereduksi seperti O2, zatzat pengoksida seperti N2O, hidrokarbon, aldehid, ozon.
4. Keturunan
Belum diketahui secara jelas apakah faktor keturunan berperan atau tidak, kecuali
pada penderita defisiensi alfa1antitripsin yang merupakan suatu problem, dimana
kelainan ini diturunkan secara autosom resesif. Kerja enzim ini menetralisir enzim
proteolitik yang sering dikeluarkan pada peradangan dan merusak jaringan, termasuk
jaringan paru.
5. Faktor sosial ekonomi
Kematian pada bronchitis ternyata lebih banyak pada golongan sosial ekonomi
rendah, mungkin disebabkan faktor lingkungan dan ekonomi yang lebih jelek.

3. PATOFISIOLOGI BRONCHITIS
Penemuan patologis dari bronchitis adalah hipertropi dari kelenjar mukosa bronchus
dan peningkatan sejumlah sel goblet disertai dengan infiltrasi sel radang dan ini
mengakibatkan gejala khas yaitu batuk produktif. Batuk kronik yang disertai peningkatan
sekresi bronkus tampaknya mempengaruhi bronchiolus yang kecil kecil sedemikian rupa
sampai bronchioles tersebut rusak dan dindingnya melebar.
Mengenai infeksi dan hubungannya dengan patogenesis bronchitis, data dijelaskan
sebagai berikut:
a. Infeksi pertama (Primer)
Kecuali pada bentuk bronchitis kongenital. Masih menjadi pertanyaan apakah
infeksi yang mendahului terjadinya bronchitis tersebut disebabkan oleh bakteri atau virus.
Infeksi yang mendahului bronchitis adalah infeksi bacterial yaitu mikroorgansme penyebab
pneumonia. Dikatakan bahwa hanya infeksi bakteri saja yang dapat menyebabkan
kerusakan pada dinding bronkus sehingga terjadi bronchitis, sedangkan infeksi virus tidak
dapat (misalnya adenovirus tipe 21, virus influenza, campak, dan sebagainnya).

b. Infeksi Sekunder
Tiap pasien bronchitis tidak selalu disertai infeksi sekunder pada lesi, apabila
sputum pasien yang semula berwarna putih jernih kemudian berubah warnanya menjadi
kuning atau kehijauan atau berbau busuk berarti telah terjadi infeksi sekunder oleh kuman
anaerob misalnya: fusifomis fusiformis, treponema vincenti, anaerobic streptococci.
Kuman yang erring ditemukan dan menginfeksi bronkus misalnya: streptococcus
pneumonie, haemophilus influenza, klebsiella ozaena.

4. TANDA DAN GEJALA BRONCHITIS


Gejalanya berupa:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)


Sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan
Sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu)
Bengek
Lelah
Pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
Wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan
pipi tampak kemerahan
sakit kepala
gangguan penglihatan.
Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung

meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.
Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak
berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning.
Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau. Pada bronkitis
berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama
3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu. Sesak napas terjadi jika saluran
udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi napas mengi, terutama setelah batuk. Bisa terjadi
pneumonia.
5. DIAGNOSA BANDING
Beberapa penyakit yang perlu diingat atau dipertimbangkan kalau kita berhadapan
dengan pasien bronchitis:

a. Bronchitis kronis (ingatlah definisi klinis bronchitis kronis)


b. Tuberculosis paru (penyakit ini dapat disertai kelainan anatomis paru berupa
bronchitis)
c. Abses paru (terutama bila telah ada hubungan dengan bronkus besar)
d. Penyakit paru penyebab hemaptomisis misalnya karsinoma paru, adenoma paru
e. Fistula bronkopleural dengan empisema

6. KOMPLIKASI
Ada beberapa komplikasi bronchitis yang dapat dijumpai pada pasien, antara lain :
a. Bronchitis kronik
b. Pneumonia dengan atau tanpa atelektaksis, bronchitis sering mengalami infeksi
berulang biasanya sekunder terhadap infeksi pada saluran nafas bagian atas. Hal ini
sering terjadi pada mereka drainase sputumnya kurang baik.
c. Pleuritis. Komplikasi ini dapat timbul bersama dengan timbulnya pneumonia.
Umumnya pleuritis sicca pada daerah yang terkena.
d. Efusi pleura atau empisema
e. Abses metastasis diotak, akibat septikemi oleh kuman penyebab infeksi supuratif
pada bronkus. Sering menjadi penyebab kematian
f. Haemaptoe terjadi kerena pecahnya pembuluh darah cabang vena (arteri
pulmonalis), cabang arteri (arteri bronchialis) atau anastomisis pembuluh darah.
Komplikasi haemaptoe hebat dan tidak terkendali merupakan tindakan beah gawat
darurat.
g. Sinusitis merupakan bagian dari komplikasi bronchitis pada saluran nafas
h. Kor pulmonal kronik pada kasus ini bila terjadi anastomisis cabang-cabang arteri
dan vena pulmonalis pada dinding bronkus akan terjadi arterio-venous shunt,
terjadi gangguan oksigenasi darah, timbul sianosis sentral, selanjutnya terjadi
hipoksemia. Pada keadaan lanjut akan terjadi hipertensi pulmonal, kor-pulmoner
kronik. Selanjutnya akan terjadi gagal jantung kanan.
i. Kegagalan pernafasan merupakan komlikasi paling akhir pada bronchitis yang
berat da luas
j. Amiloidosis keadaan ini merupakan perubahan degeneratif, sebagai komplikasi
klasik dan jarang terjadi. Pada pasien yang mengalami komplikasi ini dapat
ditemukan pembesaran hati dan limpa serta proteinurea.

7. PENANGANAN BRONCHITIS
8

Pengelolaan umum
Pengelolaan umum ditujukan untuk semua pasien bronchitis, meliputi:
1.

Menciptakan lingkungan yang baik dan tepat untuk pasien :


a. Membuat ruangan hangat, udara ruangan kering.
b. Mencegah atau menghentikan rokok
c. Mencegah atau menghindari debu,asap dan sebagainya.
2. Memperbaiki drainase secret bronkus, cara yang baik untuk dikerjakan adalah
sebagai berikut :
a. Melakukan drainase postural
Pasien dilelatakan dengan posisi tubuh sedemikian rupa sehingga dapat dicapai
drainase sputum secara maksimum. Tiap kali melakukan drainase postural
dilakukan selama 10 20 menit, tiap hari dilakukan 2 sampai 4 kali. Prinsip
drainase postural ini adalah usaha mengeluarkan sputum (secret bronkus)
dengan bantuan gaya gravitasi. Posisi tubuh saat dilakukan drainase postural
harus disesuaikan dengan letak kelainan bronchitisnya, dan dapat dibantu
dengan tindakan memberikan ketukan pada pada punggung pasien dengan
punggung jari.
b.

Mencairkan sputum yang kental

Dapat dilakukan dengan jalan, misalnya inhalasi uap air panas, mengguanakan
obat-obat mukolitik dan sebagainya.
c.

Mengatur posisi tepat tidur pasien

Sehingga diperoleh posisi pasien yang sesuai untuk memudahkan drainase


sputum.
3. Mengontrol infeksi saluran nafas.
Adanya infeksi saluran nafas akut (ISPA) harus diperkecil dengan jalan mencegah
penyebaran kuman, apabila telah ada infeksi perlu adanya antibiotic yang sesuai agar
infeksi tidak berkelanjutan.

BAB III

PENUTUP
1. SIMPULLAN
Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus yang dapat disebabkan oleh iritan,
bakteri, maupun virus, yang menyebabkan terjadinya inflamasi pada pembuluh
bronkus,trakea dan bronchial. inflamsi menyebabkan bengkak pada permukaannya,
mempersempit ruang pembuluh dan menimbulkan sekresi dari cairan inflamsi. Secara
klinis para ahli mengartikan bronchitis sebagai suatu penyakit atau gangguan respiratorik
dengan batuk merupakan gejala utama dan dominan . ini berati bahwa bronchitis bukan
merupakan penyakit berdiri sendiri melainkan dari berbagai penyakit lain juga. Penyakit
bronkhitis memang derajat bahayanya masih lebih rendah dibandingkan penyakitpenyakit berbahaya lain seperti jantung, kanker, dan lainnya. Namun, jika tidak segera
ditangani, bukan mustahil akan membahayakan. Bronkhitis memang termasuk penyakit
ringan tetapi, jika diderita oleh penderita penyakit lain yang bersifat tahunanseperti jantung
maupun paru-paru sifatnya akan membahayakan. Makanya, kalau Anda terindikasi
bronkhitis harus segera diobati.

10

2. SARAN
Biasakan pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai macam penyakit,
bukan hanya bronchitis, dengan hidup sehat kita jadi tidak mudah sakit dan bisa terus
beraktivitas. Hindari asap rokok, olahraga yang teratur dan pola makan yang sehat bisa
menjauhkan kita dari penyakit. Dan jika kita flu gunakan masker agar meminimalisir
terinfeksi oleh virus atau bakteri dan tidak menularkan ke orang yang berada di sektar kita.

Daftar pustaka

http://senyumketiga.blogspot.com/2014/08/makalah-sistem-respirasi-bronchitis.html
http://www.smallcrab.com/kesehatan/502-mengenal-penyakit-bronchitis
http://semangatku.com/902/kesehatan/mengenal-penyakit-bronkhitis-infeksiosa-daniritatif/
http://id.wikipedia.org/wiki/Bronkitis

11