Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN

PRAKTEK SISTEM PEMINDAH TENAGA

(MEKANISME PEMINDAHAN GIGI DAN PENGUNCIAN )

Disusun Oleh :
Rohman Ibrahim

07504244043 / C2

Benny Nugraha J

07504244027 / C2

Sada Adi Putra

07504244025 / C2

Muhammad Agil

07504244041 / C2

Danang Adi Setiwan

07504244035 / C2

PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009

A. TUJUAN
1.Menjelaskan

cara

kerja

mekanisme

pemindahan

gigi

dan

mekanisme

pengunciannya.
2.Melakukan pemeriksaan, pengukuran dan mengidentifikasi gangguan dalam sistem
serta cara mengatasinya
B. ALAT DAN BAHAN
1. Unit tranmisi 3 dan 4 kecepatan pada stand engine atau kendaraan.
2. Alat-alat tangan/ kunci yang diperlukan
3. Alat-alat ukur yang diperlukan
C. KESELAMATAN KERJA
1. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya
2. Bekerja dengan hati-hati dan teliti
D. DASAR TEORI
Untuk menghubungkan roda gigi dari poros yang digerakkan dengan roda gigi
pada poros sekunder, roda gigi itu dapat digeser sepanjang rusuk-rusuk yang terdapat
pada poros. Geser-geser itu dapat dilakukan dengan garpu.Garpu itu sesuai kedalam
aluran, yang terdapat pada roda gigi. Jadi bila garpu digerakan sepanjang batang selector,
garpu akn menggeser roda gigi sepanjang poros yang digerakan. Batang selector itu
berada didalam bak gigi tranmisi.
Garpu selektor dilayani dengan sebuah tuas gigi yang terdapat dalam kabin
pengemudi. Bila tuas itu dibawa kedalam posisi tertentu dan digerakkan mundur atau
maju, garpu yang diinginkan dapat ditangkap dan digerakkan sedemikian rupa supaya
roda gigi yang bersangkutan bergeser berlawanan arah dengan pasangannya.
Untuk memungkinkan pemasukan gigi, kedua roda gigi harus berputar dengan
kecepatan relative yang tepat.Dalam kebanyakan kendaraan hal ini dapat diperoleh
dengan sebuah alat penyerempak (sinkromes) yang sangat baik. Untuk mengurangi suara
gemertak pasangan roda gigi itu biasanya dibuat dengan gigi bentuk garis ulir sekerup,
untuk mengurangi keausan roda gigi yang berputar dicelupkan kedalam rendaman
minyak.

Mekanisme pengoperasian transmisi, berfungsi untuk menyediakan hubungan


antara pengemudi dengan bekerjanya transmisi. Sehingga mekanisme pengoperasian
merupakan sarana untuk mengendalikan bekerjanya transmisi oleh pengemudi. Dengan
demikian pengemudi dapat memilih gigi kecepatan yang dianggap sesuai dengan kondisi
kecepatan dan beban kendaraan.
Konstruksi mekanisme pengoperasian ada tiga macam, yaitu sistem handel langsung,
sistem handel pada kemudi, dan sistem menggunakan kabel baya elastis.
Sistem pemindah gigi handel langsung konstruksinya dapat dilihat pada gambar 13
berikut ini.

Gambar 11.

Sistem Pemindah gigi dengan tuas

Perhatikan gambar 11, Kalau tuas pemindah didorong penuh ke kiri oleh pengemudi,
maka lengan selektor akan berada pada tuas garpu gigi 1 dan 2. pada posisi ini bila
pengemudi mendorong kedepan , berarti lengen selektor menarik tuas garpu gigi 1 dan 2
dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 1. Sebaliknya bila menarik tuas
pemindah kebelakang berarti mendorong

tuas garpu gigi 1 dan 2 dan membawa

synchronmesh masuk ke posisi gigi 2.


Kalau tuas pemindah dilepas oleh pengemudi, maka tuas pemindah akan berada
ditengah dan lengan selektor akan berada pada tuas garpu gigi 3 dan 4. pada posisi ini
bila pengemudi mendorong kedepan , berarti lengen selektor menarik tuas garpu gigi 3 &
4 dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 3. Sebaliknya bila menarik tuas

pemindah kebelakang berarti mendorong

tuas garpu gigi 3 & 4 dan membawa

synchronmesh masuk ke posisi gigi 4.


Kalau tuas pemindah ditarik penuh ke kanan oleh pengemudi, maka lengan selektor akan
berada pada tuas garpu mundur. pada posisi ini bila pengemudi menarik tuas pemindah
kebelakang berarti mendorong tuas garpu mundur dan mem-bawa roda gigi masuk ke
posisi gigi mundur.
Sistem pemindah gigi handel pada kemudi konstruksinya dapat dilihat pada gambar 12
berikut ini.

Gambar 1.

Sistem pemindah gigi pada kemudi

Pada prisipnya pemindahan gigi di dalam transmisi sama dengan yang telah
dijelaskan di atas. Sistem ini dipergunakan agar samping pengemudi ruangannya dapat
dipergunakan untuk tempat duduk. Contoh pada kendaraan adalah dipergunakan pada
mobil Mitsubishi L300.
Sementara untuk sistem menggunakan kabel baya elastis, seperti terlihat pada
gambar 13 berikut ini dipergunakan pada kendaraan sedan dengan front wheel drive dan
mesin me-lintang. Sistem ini lebih fleksibel dan mampu untuk menjangkau posisi
transmisi yang sulit yang tidak memungkinkan digunakan kedua sistem sebelumnya.

Gambar 2.

Sistem operasional Transmisi


menggunakan kabel baja elastis

E. LANGKAH KERJA
1. mempersiapkan alaat dan bahan yang akan digunakan !
2. melakukan pengamatan secara glbal tentang kondisi dan fungsi cara kerjanya
3. melakukan pembongkaran unit pemindah gigi pada tranmisi dengan langkah yang
efektif, efisien dan sistematik .
4. Diskusikan mengenai kondisi komponen, kemungkinan penyebab kerusakan,
kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika kerusakan terjadi dan
dibiarkan.
5. mempelajari kerja unit pemindahan dan pengunciannya pada posisi gigi-gigi
percepatan dan buatlah sketsa kerjanya.
6. melakukan pemasanagn kembali terhadap komponen- komponen yang dibongkar
secara efektif dan efisien
7. mendiskusikan inovasi usaha apa yang bisa dikembangkan setelah anda ketahui
unit pemindahan dan penguncian.

F. Data Komponen

Links

: Baik

Control Shaft

:Baik

Shift Lever

:Baik

Shift fork shaft

:Baik

Hub sleeve

:Baik

Synchronizer plates

:Baik

Gear syncromesh

:Baik

Spring

:Baik

Notch

:Baik

PEMBAHASAN
Nama : Sada Adi Putra
Nim

: 07504244025/ C-2

Dalam mekanisme pemindahan gigi maupun penguncian terdapat beberapa jenis. Untuk
mekanisme pemindahan gigi sendiri dibagi menjadi 4 yaitu mekanisme pemindah dengan
tuas, mekanisme pemindahan gigi dengan kabel, mekanisme pemindahan gigi pada
kemudi, dan sistem pemindah langsung. Semua jenis sistem pemindahan gigi tersebut
dibuat adanya karena pengaruh beberapa faktor, jarak antara tempat kemudi dengan
tranmisi,misalnya

pada

kendaraan

tipe

mesin

belakang

penggerak

belakang

membutuhkan mekanisme pemindahan gigi dengan kabel.


Gejala-gejala berikut ini menandakan bahwa terjadi kesalahan pada unit transmisi
manual,
1. Gigi Loncat dari hubungan.
2. Gigi sulit Masuk.
3. Suara berisik yang tidak normal.
Dari gejala-gejala di atas dapat dianalisis faktor penyebab, dan proses perawatan atau
perbaikannya. Hasil analisis seperti terlihat pada tabel berikut ini.

Gejalagejala
1. Gigi
Loncat
dari
hubungan

Penyebab
* Shift fork aus
* Shift fork atau
synchronizer
sleede aus
* Locating
spring lemah
* Main shaft
aus
* Bearing
primary shaft

Perawatan

Perbaikan

Beri
pelumas
Periksa
pelumas
dan ganti

Bongkar &
ganti
Bongkar &
ganti

Periksa
minyak
pelumas &
ganti
Periksa
minyak

Bongkar &
ganti
Bongkar &
ganti
Bongkar &
ganti

Gejalagejala

2. Gigi Sulit
Masuk

3. Suara
berisik
yang
tidak
Normal

Penyebab
atau main
shaft aus
* Circlip-circlip
terlepas
* Kopling tidak
bebas
* Konis synchromesh aus
* Shynchromesh splines
aus
* Mekanik
Pemindah aus
* Jumlah
pelumas
kurang
* End play
Countershaft
gear
* End play
Reverse idler
gear
* End play
Pinion shaft
* Keausan Roda
gigi transmisi

Perawatan

Perbaikan

pelumas &
ganti
Bongkar &
pasang
Stel
kebebasan
pedal
Kopling
Bongkar &
ganti
Bongkar &
ganti
Bongkar &
ganti
Periksa
minyak
pelumas &
ganti
Bongkar &
ganti shim
Bongkar &
ganti shim
Bongkar &
ganti shim
Bongkar &
ganti shim

KESIMPULAN
Pada mekanisme pemindah gigi dan mekanisme penguncian yang ada pada stand adalah
mekanisme pemindahan dengan tuas dan dengan penguncian shift fork shaft, itusalah satu
mekanisme pemindahan gigi. Untuk mekanisme pemindahan gigi ini dibagi menjadi
beberapa jenis karena pengaruh jarak vertikal maupun horizontal antara tempat kemudi
dengan transmisi. Sehingga didapat kemudahan pengemudi untuk melakukan proses
pemindahan gigi pada tranmisi.

PEMBAHASAN

Nama : Muhammad Agil


NIM : 07504244041 / C-2
Pada mekanisme pemindah gigi dan mekanisme penguncian yang ada pada stand adalah
mekanisme pemindahan dengan tuas dan dengan penguncian shift fork shaft. Dalam
mekanisme pemindahan gigi maupun penguncian terdapat beberapa jenis. Untuk
mekanisme pemindahan gigi sendiri dibagi menjadi 4 yaitu mekanisme pemindah dengan
tuas, mekanise pemindahan gigi dengan kabel, mekanisme pemindahan gigi pada
kemudi, dan sistem pemindah langsung. Semua jenis sistem pemindahan gigi tersebut
dibuat adanya karena pengaruh beberapa faktor, jarak antara tempat kemudi dengan
tranmisi,misalnya pada kendaraan tipe RR yaitu mesin belakang penggerak belakang
membutuhkan mekanisme pemindahan gigi dengan kabel.

KESIMPULAN
Pada mekanisme pemindahan gigi ini dibagi menjadi beberapa jenis karena
pengaruh jarak vertikal maupun horizontal antara tempat kemudi dengan transmisi.
Sehingga didapat kemudahan pengemudi untuk melakukan proses pemindahan gigi pada
tranmisi. Hal itu menjadi salah satu tujuan dibuatnya beberapa jenis mekanisme
pemindahan gigi, selain itu pengemudi menjadi lebih nyaman dan aman.

PEMBAHASAN
Benny Nugraha Jati
07504244027/ C2
Perbedaan dari ketiga mekanisme pemindah gigi yang dipraktekkan yaitu antara
L300, Charade, dan Fiat adalah

L300 :
-

Jenis Mekanisme pemindah gigi Tidak Langsung.

5 gigi percepatan maju dan 1 gigi mundur.

1 links menggerakkan 2 shift lever dan menggerakkan shift fork shaft


menuju 2 sleave hub.

Gigi mundur menggunakan constan mesh

Charade :
-

Jenis Mekanisme pemindah gigi tran axle

4 gigi percepatan maju dan 1 gigi mundur.

1 links menggerakkan 1 shift lever dan menggerakkan shift fork shaft


menuju 2 sleave hub.

Gigi mundur menggunakan sleding mesh.

Fiat :
-

Jenis Mekanisme pemindah gigi langsung ( direct control)

3 gigi percepatan maju dan 1 gigi mundur.

1 links menggerakkan shift fork shaft lalu menggerakkan 2 sleave hub.

Pemeliharaan dan perawatan transmisi manual, tidak terlalu rumit namun memerlukan
ketelitian. Pertama, memeriksa kebebasan gerak tuas pemindah. Kebebasan yang
berlebihan disebabkan oleh keausan baut-baut penyambung, kerusakan bushing
sambungan, atau penyetelan-nya. Secara visual/pengamatan langsung permasalahan tersebut dapat dilakukan.

Kedua, memeriksa pelumasan transmisi. Pelumasan pada transmisi sangat penting,


mengingat transmisi terdiri dari banyak komponen yang saling bersentuhan satu dengan
yang lainnya. Pelumasan diperlukan untuk menghindari terjadinya keausan sebagai akibat
kontak langsung antar logam komponen transmisi. Transmisi pada umunya menggunakan
minyak pelumas dengan viscositas SAE 80 atau SAE 90, namun demikian dalam
menggunakan minyak pelumas untuk transmisi perlu melihat manual masing-masing
produk kendaraan. Karena dimungkinkan terdapat perbedaannya. Setiap 1500 km perlu
dikontrol mengenai jumlahnya.
Ketiga, pemeriksaan terhadap gejala-gejala kerusakan. Pemeriksaan ini terkait dengan
kinerja transmisi, yaitu apakah transmisi dapat melakukan fungsinya dengan baik. Untuk
melakukan pemeriksaan ini, berarti kendaraan harus dijalankan atau sering disebut
dengan tes jalan.
Gejala-gejala berikut ini menandakan bahwa terjadi kesalahan pada unit transmisi
manual,
(1)Gigi Loncat dari hubungan.
(2)Gigi sulit Masuk.
(3)Suara berisik yang tidak normal.
Dari gejala-gejala di atas dapat dianalisis faktor penyebab, dan proses perawatan atau
perbaikannya. Hasil analisis seperti terlihat pada tabel berikut ini.
1. Gigi Loncat dari hubungan : Penyebab
1) Shift fork aus
2) Shift fork atau synchronizer sleede aus
3) Locating spring lemah
4) Main shaft aus
5) Bearing primary shaft atau main shaft aus
6) Circlip-circlip terlepas
Perawatan
1) Beri pelumas
2) Periksa pelumas dan ganti
3) 4) Periksa minyak pelumas & ganti
5) Periksa minyak pelumas & ganti

6) Perbaikan
1) Bongkar & ganti
2) Bongkar & ganti
3) Bongkar & ganti
4) Bongkar & ganti
5) Bongkar & ganti
6) Bongkar & ganti
2. Gigi Sulit Masuk : Penyebab
1) Kopling tidak bebas
2) Konis synchro-mesh aus
3) Shynchro-mesh splines aus
4) Mekanik Pemindah aus
Perawatan
1) Stel kebebasan pedal Kopling
2)
3)
4)
Perbaikan
1)
2) Bongkar & ganti
3) Bongkar & ganti
4) Bongkar & ganti
3. Suara berisik yang tidak Normal : Penyebab
1) Jumlah pelumas kurang
2) End play Countershaft gear
3) End play Reverse idler gear
4) End play Pinion shaft
5) Keausan Roda gigi transmisi
Perawatan
1) Periksa minyak pelumas & ganti
2)

3)
4)
5)
Perbaikan
1)
2) Bongkar & ganti shim
3) Bongkar & ganti shim
4) Bongkar & ganti shim
5) Bongkar & ganti shim
KESIMPULAN
Mekanisme pemindah gigi terbagi menjadi 4 macam, yaitu mekanisme pemindah
gigi dengan tuas ( charade ), mekanisme pemindah gigi dengan kabel, mekanisme
pemindah gigi pada kemudi ( L300 ), mekanisme pemindah gigi langsung ( fiat ).
Tetapi pada praktek yang dilaksanakan hanya ada 3 macam, yaitu mekanisme pemindah
gigi dengan tuas ( charade ), mekanisme pemindah gigi pada kemudi ( L300 ),
mekanisme pemindah gigi langsung ( fiat ).
Dari ketiga macam mekanisme pemindah gigi tersebut memiliki keuntungan dan fungsi
yang berbeda-beda. Pada charade memakai mekanisme pemindah gigi dengan tuas
karena posisi transmisi yang berada di depan pengemudi, pada L300 memakai
mekanisme pemindah gigi pada kemudi karena ingin tempat duduk yang lebih leluasa,
sehingga links berada pada poros batang setir, sedang pada Fiat menggunakan system
pemindah gigi langsung karena posisi transmisi berada tepat di bawah pengemudi.
Mekanisme penguncian berfungsi untuk kenyamanan pengemudi dalam
pemindahan gigi transmisi. Jika tidak adanya mekanisme penguncian maka pengemudi
setelah memindah gigi harus selalu menjaga agar posisi links tidak bergeser, sehingga
posisi menyetir menjadi tidak nyaman dan dapat membahayakan pengemudian ketika
melewati belokan/ berbelok. Dalam mekanisme penguncian terdapat beberapa komponen
diantaranya Hub sleeve, shift fork shaft, syncronyzer plates.

PEMBAHASAN
Danang Adi S.
07504244035/ C2
Mekanisme pengoperasian transmisi, berfungsi untuk menyediakan hubungan antara
pengemudi dengan bekerjanya transmisi. Sehingga mekanisme pengoperasian merupakan
sarana untuk mengendalikan bekerjanya transmisi oleh pengemudi. Dengan demikian
pengemudi dapat memilih gigi kecepatan yang dianggap sesuai dengan kondisi kecepatan
dan beban kendaraan.
Konstruksi mekanisme pengoperasian ada tiga macam, yaitu sistem handel langsung,
sistem handel pada kemudi, dan sistem menggunakan kabel baya elastis.
Kalau tuas pemindah didorong penuh ke kiri oleh pengemudi, maka lengan selektor akan
berada pada tuas garpu gigi 1 dan 2. pada posisi ini bila pengemudi mendorong kedepan ,
berarti lengen selektor menarik tuas garpu gigi 1 dan 2 dan membawa synchronmesh
masuk ke posisi gigi 1. Sebaliknya bila menarik tuas pemindah kebelakang berarti
mendorong tuas garpu gigi 1 dan 2 dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 2.
Kalau tuas pemindah dilepas oleh pengemudi, maka tuas pemindah akan berada ditengah
dan lengan selektor akan berada pada tuas garpu gigi 3 dan 4. pada posisi ini bila
pengemudi mendorong kedepan , berarti lengen selektor menarik tuas garpu gigi 3 & 4
dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 3. Sebaliknya bila menarik tuas
pemindah kebelakang berarti mendorong

tuas garpu gigi 3 & 4 dan membawa

synchronmesh masuk ke posisi gigi 4.


Kalau tuas pemindah ditarik penuh ke kanan oleh pengemudi, maka lengan selektor akan
berada pada tuas garpu mundur. pada posisi ini bila pengemudi menarik tuas pemindah
kebelakang berarti mendorong tuas garpu mundur dan mem-bawa roda gigi masuk ke
posisi gigi mundur.
Pada prisipnya pemindahan gigi di dalam transmisi sama dengan yang telah dijelaskan di
atas. Sistem ini dipergunakan agar samping pengemudi ruangannya dapat dipergunakan

untuk tempat duduk. Contoh pada kendaraan adalah dipergunakan pada mobil Mitsubishi
L300.
Sementara untuk sistem menggunakan kabel baya elastic dipergunakan pada kendaraan
sedan dengan front wheel drive dan mesin me-lintang. Sistem ini lebih fleksibel dan
mampu untuk menjangkau posisi transmisi yang sulit yang tidak memungkinkan
digunakan kedua sistem sebelumnya.
KESIMPULAN
1)

Transmisi

manual

dapat

dikelompokkan

berdasarkan

jumlah

kecepatannya, yaitu transmisi 3 kecepatan, 4 kecepatan, 5 kecepatan dan seterusnya.


Di samping itu juga dapat dibedakan berdasarkan sistem pemindahan kecepatan yang
dipergunkan, yaitu transmisi slidingmesh, clutch mesh, synchromesh, atau
kombinasinya.
2)

Mekanisme pengoperasian transmisi manual ada tiga cara, yaitu sistem


handel langsung, sistem handel pada kemudi, dan sistem menggunakan kabel baja
elastis. Contoh penggunaannya sistem handel langsung pada kendaraan dengan
pemasangan mesin memanjang seperti Toyota Kijang. Sistem handel pada kemudi
digunakan agar keberadaan tuas pemindah transmisi tidak mengurangi ruangan
penumpang, seperti yang dipergunakan pada Mitsubishi L300. Dan sistem
pemindahan kabel baja elastis, banyak dipergunakan pada kendaraan front wheel drive
dengan mesin melintang, seperti mobil sedan keluaran baru.

3)

Pemeriksaan dan pemeliharaan transmisi manual ada tiga cara yaitu


pemeriksaan dan peyetelan fungsi mekanisme pengoperasiannya, pemeriksaan sistem
pelumasan dan penggantian minyak pelumas. Dan yang ketiga pemeriksaan fungsi
transmisi secara menyeluruh dengan tes jalan.

4)

Kekentalan/viscosity minyak pelumas untuk transmisi manual berukuran


antara SAE 80 SAE 90. Namun untuk tepatnya perlu melihat sepesifikasi yang
ditetapkan oleh pabrik, dan bisa dilihat pada buku service manual setiap mesin.

5)

Gejala-gejala kerusakan yang paling sering terjadi pada transmisi manual


dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu Gigi Loncat dari hubungan, Gigi Sulit Masuk,
dan Suara berisik yang tidak Normal.