Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

OTITIS MEDIA SUPURATIF AKUT


DI POLI THT RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Di Susun Oleh :
1. Meirina Purwitasari
2. Miftahul Jannah
3. Mudi Aningrum
4. Nofilia

PRODI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
TAHUN 2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik

: Otitis Media Supuratif Akut

Sasaran

: Masyarakat ( Pengunjung Poli THT RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

Hari/Tanggal : Kamis / 23 April 2015


Waktu

: 30 Menit

Pelaksana

: Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Universitas Nusantara PGRI


Kediri

I.

Topik : Otitis Media Supuratif Akut

II.

Latar Belakang
Otitis media supuratif akut (OMSA) adalah suatu radang
mukoperiosteum dari rongga telinga tengah yang disebabkan oleh bakteri
atau virus. Pada umumnya merupakan komplikasi dari infeksi atau radang
saluran nafas atas, misalnya common cold, influenza, sinusitis, morbili,
dan sebagainya. Infeksi kebanyakan melaui tuba Eustachii, selanjutnya
masuk ke telinga tengah.
Adapun infeksi saluran nafas bagian atas akan menyebabkan invasi
kuman ke telinga tengah bahkan sampai ke mastoid. Kuman penyebab
utama adalah bakteri piogenik seperti Streptococcus hemolitikus,
Staphylococcus aereus, Streptococcus pneumonia dan Haemophilus
influeza.
OMSA lebih sering terjadi pada anak oleh karena infekasi saluran
nafas atas sangat sering terjadi pada anak anak dan bentuk anatomi tuba
Eustachii pada anak lebih pendek, lebar dan agak horisontal letaknya
dibanding orang dewasa. Dengan keadaan itu infeksi mudah menjalar
melalui tuba Eustachii. Otitis media akut atau OMSA dapat memberikan
komplikasi seperti abses subperiosteal sampai komplikasi yang berat
(meningitis dan abses otak).

III.

Tujuan
a. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan selama 15 menit tentang Otitis Media Supuratif Akut,
peserta penyuluhan mengerti mengenai Otitis Media Supuratif Akut
b. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
a. Menjelaskan Pengertian Otitis Media Supuratif Akut
b. Menjelaskan patofisiologi Otitis Media Supuratif Akut
c. Menyebutkan penyebab Otitis Media Supuratif Akut
d. Menyebutkan tanda dan gejala Otitis Media Supuratif Akut
e. Menyebutkan komplikasi Otitis Media Supuratif Akut
f. Menjelaskan Penatalaksanaan Otitis Media Supuratif Akut
g. Menjelaskan Pencegahan Otitis Media Supuratif Akut

IV.

Sasaran
Sasaran

: Masyarakat (Pengunjung Poli THT RSUD Dr. Saiful Anwar


Malang)

Tempat

: Poli THT RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

Hari/Tanggal : Kamis / 23 April 2015


Waktu

: 30 Menit

Pelaksana

: Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Universitas Nusantara


PGRI Kediri

V.

Materi
1. Menjelaskan Pengertian Otitis Media Supuratif Akut
2. Menjelaskan patofisiologi Otitis Media Supuratif Akut
3. Menyebutkan penyebab Otitis Media Supuratif Akut
4. Menyebutkan tanda dan gejala Otitis Media Supuratif Akut
5. Menyebutkan komplikasi Otitis Media Supuratif Akut
6. Menjelaskan Penatalaksanaan Otitis Media Supuratif Akut
7. Menjelaskan Pencegahan Otitis Media Supuratif Akut

VI.

Metode
Ceramah dan tanya jawab

VII.

Media
LCD, Proyektor, Power point, Leaflet

VIII. Evaluasi Proses Penyuluhan dan Hasil Penyuluhan


1.

Moderator: Mudia Ningrum

2.

Penyaji

3.

Notulen

4.

Observer : Nofilia

: Meirina Purwitasari
: Miftahul Jannah

Audien mampu :
a. Menjelaskan Pengertian Otitis Media Supuratif Akut
b. Menjelaskan patofisiologi Otitis Media Supuratif Akut
c. Menyebutkan penyebab Otitis Media Supuratif Akut
d. Menyebutkan tanda dan gejala Otitis Media Supuratif Akut
e. Menyebutkan komplikasi Otitis Media Supuratif Akut
f. Menjelaskan Penatalaksanaan Otitis Media Supuratif Akut
g. Menjelaskan Pencegahan Otitis Media Supuratif Akut
Pre test :
a. Peserta dapat Menjelaskan Pengertian Otitis Media Supuratif Akut
b. Peserta dapat Menjelaskan patofisiologi Otitis Media Supuratif Akut
c. Peserta dapat Menyebutkan penyebab Otitis Media Supuratif Akut
d. Peserta dapat Menyebutkan tanda dan gejala Otitis Media Supuratif
Akut
e. Peserta dapat Menyebutkan komplikasi Otitis Media Supuratif Akut
f. Peserta dapat Menjelaskan Penatalaksanaan Otitis Media Supuratif
Akut
g. Peserta dapat Menjelaskan Pencegahan Otitis Media Supuratif Akut

Post test :
a. Peserta dapat Menjelaskan Pengertian Otitis Media Supuratif Akut
b. Peserta dapat Menjelaskan patofisiologi Otitis Media Supuratif Akut
c. Peserta dapat Menyebutkan penyebab Otitis Media Supuratif Akut
d. Peserta dapat Menyebutkan tanda dan gejala Otitis Media Supuratif
Akut
e. Peserta dapat Menyebutkan komplikasi Otitis Media Supuratif Akut
f. Peserta dapat Menjelaskan Penatalaksanaan Otitis Media Supuratif
Akut
g. Peserta dapat Menjelaskan Pencegahan Otitis Media Supuratif Akut
IX.

Proses Penyuluhan
Penyuluhan berjalan lancar sesuai perencanaan. Kegiatan dimulai
sebelum proses pelayanan pada pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh para
audien yang antusias mendengarkan materi penyuluhan.
Setelah penyampaian materi, audien diberi kesempatan untuk
berdiskusi dan diberi kesempatan untuk bertanya dan dijelaskan oleh
narasumber terkait pertanyaan yang diajukan
Audien mampu menyebutkan tentang pengertian otitis media supuratif
akut, penyebab otitis media supuratif akut, tanda dan gejala otitis
media supuratif akut
Saat pre test audien belum memahami tentang materi.

X.

DAFTAR PUSTAKA
Djaafar ZA. Kelainan telinga tengah. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N,
Ed. Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala leher.
Edisi kelima. Jakarta: FKUI, 2001. hal. 49-62
Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R. Kapita Selekta Kedokteran Bagian THT
FK UI. Penerbit : Media Aeusculapeus FK UI, Jakarta, 2001 ; hal. 79.

MATERI PENYULUHAN
OTITIS MEDIA SUPURATIF AKUT
A.

LATAR BELAKANG
Otitis media supuratif akut (OMSA) adalah suatu radang
mukoperiosteum dari rongga telinga tengah yang disebabkan oleh bakteri
dan virus. Pada umumnya merupakan komplikasi dari infeksi atau radang
saluran nafas atas, misalnya common cold, influenza, sinusitis, morbili,
dan sebagainya. Infeksi kebanyakan melaui tuba Eustachii, selanjutnya
masuk ke telinga tengah.
Adapun infeksi saluran nafas bagian atas akan menyebabkan invasi
kuman ke telinga tengah. Kuman penyebab utama adalah bakteri piogenik
seperti Streptococcus hemolitikus, Staphylococcus aereus, Streptococcus
pneumonia dan Haemophilus influeza.
OMSA lebih sering terjadi pada anak oleh karena infekasi saluran
nafas atas sangat sering terjadi pada anak anak dan bentuk anatomi tuba
Eustachii pada anak lebih pendek, lebar dan agak horisontal letaknya
dibanding orang dewasa. Dengan keadaan itu infeksi mudah menjalar
melalui tuba Eustachii. Otitis media akut atau OMSA dapat memberikan
komplikasi seperti abses subperiosteal sampai komplikasi yang berat
(meningitis dan abses otak).

B.

DEFINISI
Otitis media supuratif akut adalah infeksi atau peradangan akut pada
sebagian atau seluruh rongga telinga tengah. Otitis media supuratif akut
(OMSA) adalah otitis media yang disebabkan karena infeksi virus dan
bakteri piogenik. ( Mansjoer A, 2001 )

C.

ETIOLOGI
Otitis media supuratif akut secara umum disebabkan oleh virus dan
Bakteri piogenik sebagai penyebab yang tersering yaitu Streptokokus

hemolitikus, Stafilokokus aureus, dan Pneumokokus. Kadang-kadang


bakteri

penyebabnya

yaitu

Hemofilus

influenza,

Escheria

colli,

Streptokokus anhemolitikus, Proteus vulgaris, Pseudomonas aerugenosa.


Hemofilus influenza merupakan bakteri yang paling sering kita temukan
pada pasien anak berumur dibawah 5 tahun.
D.

PATOFISIOLOGI
Terjadi akibat terganggunya faktor pertahanan tubuh yang bertugas
menjaga kesterilan telinga tengah. Faktor pertahanan tubuh seperti silia
dari mukosa tuba Eustachius, enzim, dan antibodi. Faktor ini akan
mencegah masuknya mikroba ke dalam telinga tengah. Penyebab
utamanya adalah tersumbatnya tuba Eustachius sehingga pencegahan
invasi kuman terganggu. Faktor pencetus terjadinya otitis media supuratif
akut (OMSA), yaitu : infeksi saluran nafas atas (common cold) yang
terjadi terutama pada pasien anak-anak Bayi lebih mudah menderita otitis
media supuratif akut (OMSA) karena letak tuba Eustachius yang lebih
pendek, lebih lebar dan lebih horisontal.

E.

MANIFESTASI KLINIS
Gejala klinik otitis media supuratif akut (OMSA) tergantung dari
stadium penyakit dan umur penderita. Biasanya gejala awal berupa sakit
telinga yang berat dan menetap. Gejala stadium supurasi berupa demam
tinggi dan suhu tubuh menurun pada stadium perforasi. Gejala klinik otitis
media supuratif akut (OMSA) berdasarkan umur penderita, yaitu :

Bayi dan anak kecil Gejalanya : demam tinggi bisa sampai 39C
(khas), sulit tidur, tiba-tiba menjerit saat tidur, kejang-kejang, dan
kadang-kadang memegang telinga yang sakit.

Anak yang sudah bisa bicara Gejalanya : biasanya rasa nyeri dalam
telinga, suhu tubuh tinggi, dan riwayat batuk pilek.

Anak lebih besar dan orang dewasa Gejalanya : rasa nyeri dan
gangguan pendengaran (rasa penuh dan pendengaran berkurang),
mual, muntah, dan demam sampai 40.5C.

Stadium otitis media supuratif akut (OMA) berdasarkan perubahan


mukosa telinga tengah :
1. Stadium Oklusi Tuba Eustachius
Stadium oklusi tuba Eustachius terdapat sumbatan tuba Eustachius
yang ditandai oleh retraksi membrana timpani akibat tekanan negatif
dalam telinga tengah karena terjadinya absorpsi udara. Selain retraksi,
membrana timpani kadang-kadang tetap normal atau hanya berwarna
keruh pucat atau terjadi efusi (tidak dapat dideteksi). Stadium oklusi
dari otitis media supuratif akut (OMA) sukar dibedakan dengan tanda
dari otitis media serosa akibat virus atau alergi.
2.

Stadium Hiperemis (Presupurasi)


Stadium hiperemis (pre supurasi) akibat pelebaran pembuluh darah di
membran timpani yang ditandai oleh membran timpani mengalami
hiperemis, edema mukosa dan adanya sekret eksudat serosa yang sulit
terlihat.

3. Stadium Supurasi
Stadium supurasi ditandai oleh terbentuknya sekret eksudat purulen
(nanah). Selain itu edema pada mukosa telinga tengah makin hebat dan
sel epitel superfisial hancur. Ketiganya menyebabkan terjadinya
bulging (penonjolan) membrana timpani ke arah liang telinga luar.
Pasien akan tampak sangat sakit, nadi & suhu meningkat dan rasa
nyeri di telinga bertambah hebat. Anak selalu gelisah dan tidak bisa
tidur nyenyak.Stadium supurasi yang berlanjut dan tidak tertangani
dengan baik akan menimbulkan ruptur membran timpani akibat
timbulnya nekrosis mukosa dan submukosa membran timpani. Daerah
nekrosis terasa lebih lembek dan berwarna kekuningan. Nekrosis ini
disebabkan oleh terjadinya iskemia akibat tekanan kapiler membran

timpani karena penumpukan nanah yang terus berlangsung di kavum


timpani dan akibat tromboflebitis vena-vena kecil.
4. Stadium Perforasi
Stadium perforasi ditandai oleh ruptur membran timpani sehingga
sekret berupa nanah yang jumlahnya banyak akan mengalir dari telinga
tengah ke liang telinga luar. Kadang-kadang pengeluaran sekret
bersifat pulsasi (berdenyut). Stadium ini sering disebabkan oleh
terlambatnya pemberian antibiotik dan tingginya virulensi kuman.
Setelah nanah keluar, anak berubah menjadi lebih tenang, suhu
menurun dan bisa tidur nyenyak. Jika membran timpani tetap perforasi
dan pengeluaran sekret (nanah) tetap berlangsung selama lebih 3
minggu maka keadaan ini disebut otitis media supuratif kronik.
5. Stadium Resolusi
Stadium resolusi ditandai oleh membran timpani berangsur normal
hingga erforasi membran timpani menutup kembali dan sekret purulen
tidak ada lagi. Stadium ini berlangsung jika membran timpani masih
utuh, daya tahan tubuh baik, dan virulensi kuman rendah.Stadium ini
didahului

oleh

sekret

yang

berkurang

sampai

mengering.

Apabila stadium resolusi gagal terjadi maka akan berlanjut menjadi


otitis media supuratif kronik (OMSK). Kegagalan stadium ini berupa
membran timpani tetap perforasi dan sekret tetap keluar secara terusmenerus atau hilang timbul. Otitis media supuratif akut (OMSA) dapat
menimbulkan gejala sisa (sequele) berupa otitis media serosa. Otitis
media serosa terjadi jika sekret menetap di kavum timpani tanpa
mengalami perforasi membran timpani.
F.

KOMPLIKASI
Komplikasi yang bisa timbul jika otitis media tidak segera diobati
adalah terjadinya otitis media supuratif kronik, mastoiditis atau petrositis
(infeksi pada tulang di sekitar telinga tengah), perforasi gendang telinga
dengan cairan yang terus menerus keluar. Komplikasi lebih lanjut seperti

infeksi atau peradangan ke selaput otak (meningitis) walau jarang masih


mungkin terjadi, sumbatan pembuluh darah akibat tromboemboli juga bisa
terjadi. Disarankan segera bawa anak anda bila rewel dan memegangmegang telinga, tidak nyaman merebah demam dan keluar cairan pada
telinga.
G.

PENATALAKSANAAN
Terapi otitis media supuratif akut (OMSA) :
1) Stadium Oklusi tuba Eustachius.
Terapinya : obat tetes hidung & antibiotik
2) Stadium Pre Supurasi (Hiperemis)
Terapinya : antibiotik, obat tetes hidung, analgetik & miringotomi.
Dianjurkan pemberian antibiotik golongan penisilin dan eritromisin.
3) Stadium Supurasi
Terapinya : antibiotik & miringotomi
Selain antibiotik pasien harus dirujuk untuk dilakukan miringotomi bila
membran timpani masih utuh sehingga gejala cepat hilang.
4) Stadium Perforasi
Terapinya : antibiotik & obat cuci telinga
Terlihat sekret banyak keluar, kadang secara berdenyut. Diberikan obat
cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari serta antibiotik yang adekuat
sampai 3 minggu.
5) Stadium Resolusi
Terapinya : Antibiotik
Lanjutkan pemberiannya sampai 3 minggu bila tidak terjadi resolusi.

H.

PENCEGAHAN
Untuk mencegah terjadinya hal ini perlu diadakan suatu upaya yang
meliputi:
a. Berikan imunisasi lengkap pada anak
b. Menjaga diri jangan sampai pilek, bila pilek segera berobat

c. Telinga tidak boleh kemasukan air (bila mandi/kehujanan telinga


ditutup dengan kapas)
d. Posisi menyusui bayi yang tepat
I.

KESIMPILAN
Otitis

media

supuratif

akut

(OMSA)

peradangan

akut

mukoperiosteum telinga tengah yang disebabkan oleh kuman. Pada


umumnya OMSA merupakan komplikasi dari infeksi saluran nafas
atas.infeksi melalui tuba eustachii, selanjutnya masuk ke telingan tengah.
Sebagian besar OMSA terjadi pada anak, karena infeksi saluran nafas atas
banyak pada anak, dan bentuk tuba eustachii pada anak lebih pendek, lebar
dan mendatar.

Beri Nilai