Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN

Disusun oleh:
Wasriah
Auliyaa Zahra Supriyatna
Esti Febri Fatwami
Sri Endah Eka Ristiningsih
Fiqih Anis Fatimah N. M.

(1308010041)
(1308010135)
(1308010139)
(1308010145)
(1308010165)

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2015

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii


KATA PENGANTAR ................................................................................................... iii
BAB 1. PENDAHULUAN ...........................................................................................1-2
1.1 Penggunaan Madu sebagai Obat .....................................................................1
Latar Belakang .................................................................................................1
Rumusan Masalah.............................................................................................1
Tujuan...............................................................................................................1
1.2 Penggunaan Khamr dalam Makanan dan Obat..............................................1-2
Latar Belakang .................................................................................................1-2
Rumusan Masalah.............................................................................................2
Tujuan...............................................................................................................2
1.3 Penggunaan Kontrasepsi dalam Pandangan Islam .......................................2
Latar Belakang .................................................................................................2
Rumusan Masalah.............................................................................................2
Tujuan...............................................................................................................2
BAB 2. ISI .....................................................................................................................
2.1 Penggunaan Madu Sebagai Obat.....................................................................3-5
Pengertian Madu ..............................................................................................3-4
Hukum Penggunaan Madu sebagai Obat dalam Islam ....................................4-5
2.2 Penggunaan Khamr dalam Makanan dan Obat..............................................5-9
Pengertian Khamr ............................................................................................5-6
Hukum Penggunaan Khamr dalam Makanan dan Obat dalam Islam ..............6-9
2.3 Penggunaan Kontrasepsi dalam Pandangan Islam ....................................... 9-11
Pengertian Kontrasepsi ....................................................................................9
Hukum Penggunaan Kontrasepsi dalam Islam ................................................9-11
BAB 3. KESIMPULAN ...............................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................13

KATA PENGANTAR

ii

Assalamualaikum Wr. Wb.


Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang
Islam dan Ilmu Pengetahuan .
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin.Terlepas dari
semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan
kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala
saran dan kritik agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah Islam dan Ilmu Pengetahuan ini
dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tim Penyusun.

iii

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1
PENGGUNAAN MADU SEBAGAI OBAT
1.1.1. LATAR BELAKANG
Madu adalah hasil produksi sampingan dari nektar dan dari upper aerodigestive tract dari lebah madu yang terkonsentrasi melalui proses dehidrasi dalam
sarang lebah. Madu memiliki komposisi kimia yang sangat kompleks yang
bervariasi tergantung pada sumber botani. Madu telah digunakan sejak 8000 tahun
yang lalu sejak zaman batu. Madu telah dilaporkan memiliki efek penghambatan
pada sekitar 60 spesies bakteri, beberapa spesies jamur dan virus. Madu telah
dipelajari tentang manfaat medisnya selama puluhan tahun . Diantaranya yaitu di
Mesir, madu digunakan dalam pembalsaman mumi dan salep topikal. Di India pada
Ayurveda digunakan untuk merawat gusi dan gigi dan mengobati luka bakar. Dan di
dalam dunia kedokteran Islam sendiri madu dianggap sebagai minuman sehat.
Dalam ayat suci Al-Qur'an dengan jelas menggambarkan nilai terapi yang potensial
madu: "Dan Tuhanmu mengajarkan lebah untuk membangun sel-sel di bukit-bukit,
di pohon-pohon, dan di tempat tinggal (laki-laki); Kemudian untuk makan dari
semua menghasilkan (bumi), dan menemukan dengan keterampilan jalan luas dari
Tuhannya: masalah ada dari dalam tubuh mereka minuman yang beraneka macam
jenisnya, dimana penyembuhan untuk pria: sesungguhnya dalam hal ini adalah
tanda bagi mereka yang memikirkan ". Ibnu Sina, ilmuwan Iran yang besar dan
dokter, hampir 1000 tahun yang lalu, telah direkomendasikan madu sebagai salah
satu solusi terbaik dalam pengobatan tuberkulosis.
1.1.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan banyaknya manfaat yang terkandung dalam madu seperti yang
telah diketahui sejak 8000 tahun yang lalu, maka didapatkan pertanyaan mengenai
bagaimana penggunaan madu sebagai obat dalam hukum Islam.
1.1.3. TUJUAN
Tujuan dari pemilihan tema ini adalah untuk mempelajari tentang hukum
penggunaan madu dalam pengobatan yang berbasis Islami dan halal dan
mengetahui berbagai manfaat yang terkandung dalam madu.
1.2
PENGGUNAAN KHAMR DALAM MAKANAN DAN OBAT
1.2.1. LATAR BELAKANG
Khamr dalam Bahasa Arab mempunyai arti sebagai minuman keras
(intoxicating drink). Dalam Bahasa Indonesia, khamr adalah segala sesuatu yang
memabukkan dan menghilangkan akal sadar dan menyebabkan manusia keluar dari
jalan yang benar. Pembahasan tentang khamr atau yang dikenal oleh masyarakat
awam sebagai alkohol ini memang sangat kontroversial; mengingat di dunia
modern ini alkohol banyak sekali digunakan, baik di bidang kuliner dan medis.
Mohammad Aizat Jamaludin,dkk, dalam penelitiannya yang berjudul Isu
1

Penggunaan Alkohol Dalam Penghasilan Produk Gunaan Semasa: Analisis dari


Perspektif Hukum Islam menyatakan bahwa secara asasnya, tidak semua alkohol
itu adalah arak tetapi semua arak itu beralkohol (Secara fundamental, tidak
semua alkohol itu adalah arak/minuman keras tetapi semua arak/minuman keras itu
beralkohol.-red).
1.2.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan kontroversi penggunaan khamr dalam kehidupan sekarang ini di
berbagai bidang, maka didapatkan pertanyaan mengenai bagaimana hukum
penggunaan khamr dalam makanan dan obat menurut pandangan Islam.
1.2.3. TUJUAN
Tujuan dari pemilihan tema ini adalah untuk mempelajari tentang hukum
penggunaan khamr dalam pengobatan yang berbasis Islami dan halal dan dalam
konsumsi kuliner.
1.3
PENGGUNAAN KONTRASEPSI DALAM PANDANGAN ISLAM
1.3.1. LATAR BELAKANG
Kontrasepsi berasal dari Bahasa Inggris dimana berasal dari kata contra
dan conception.Dalam Kamus Oxford, kontrasepsi mempunyai arti sebagai suatu
metode buatan atau teknik lain yang sengaja dilakukan untuk mencegah kehamilan
sebagai akibat dari hubungan seksual.
Metode kontrasepsi terbagi dalam dua kelompok, yaitu non-hormonal dan
hormonal. Untuk metode kontrasepsi secara hormonal yaitu progestin dalam bentuk
pil,injeksi, dan implan. Sedangkan metode kontrasepsi secara non-hormonal yaitu
metode amenore laktasi (MAL), kondom, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR),
dan kontrasepsi mantap (vasektomi dan tubektomi).(BKKBN,2012)
Selain cara-cara yang telah disebutkan di atas, metode lain kontrasepsi yang
sederhana yaitu dengan menggunakan IUD (Intra Uterine Device),sanggama
terputus, diafragma,kondom wanita,spermisida,tisu vaginal,dan pantang berkala.
(Handayani,2013).
1.3.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan kontroversi penggunaan khamr dalam kehidupan sekarang ini di
berbagai bidang, maka didapatkan pertanyaan mengenai bagaimana hukum
penggunaan khamr dalam makanan dan obat menurut pandangan Islam.
1.3.3. TUJUAN
Tujuan dari pemilihan tema ini adalah untuk mempelajari tentang hukum
penggunaan kontrasepsi dalam pandangan Islam.

BAB 2
ISI
2.1
PENGGUNAAN MADU SEBAGAI OBAT
2.1.1
Pengertian Madu
2

Madu adalah hasil produksi sampingan dari nektar dan dari upper aerodigestive tract dari lebah madu yang terkonsentrasi melalui proses dehidrasi
dalam sarang lebah. Madu memiliki komposisi kimia yang sangat kompleks yang
bervariasi tergantung pada sumber botani. Madu telah digunakan sejak 8000 tahun
yang lalu sejak zaman batu. Madu telah dilaporkan memiliki efek penghambatan
pada sekitar 60 spesies bakteri, beberapa spesies jamur dan virus. Kapasitas
antioksidan dari madu adalah penting dalam banyak kondisi penyakit dan karena
berbagai senyawa termasuk fenolat, peptida, asam organik, enzim, dan produk
reaksi Maillard. Madu juga telah digunakan di beberapa gastrointestinal,
kardiovaskular, negara inflamasi dan neoplastik.
Madu merupakan produk alami yang telah banyak digunakan untuk efek
terapeutik. Telah dilaporkan madu mengandung sekitar 200 zat. Madu terutama
terdiri dari fruktosa dan glukosa; tetapi juga mengandung fructo-oligosakarida.
Gula menyumbang 95-99% bahan kering madu.Konstituen karbohidrat utama
madu yaitu fruktosa (32,56-38,2%) dan glukosa (28,54-31,3%), yang mewakili
85-95% dari total gula yang mudah diserap di saluran pencernaan.
Selain itu , didalam madu banyak terkandung asam amino, vitamin, mineral
dan enzim. Komposisi madu bervariasi tergantung pada tanaman yang lebah
hinggapi. Namun, hampir semua madu alami mengandung flavonoida (seperti
apigenin, pinocembrin, kaempferol, quercetin, galangin, chrysin dan hesperetin),
asam fenolik (seperti ellagic, caffeic, p-coumaric dan asam ferulat), asam
askorbat, tokoferol, katalase (CAT),superoxide dismutase (SOD), glutation
tereduksi (GSH), Millard produk reaksi dan peptida. Sebagian besar senyawa
yang bekerja sama untuk memberikan efek antioksidan sinergis.
Madu telah dipelajari tentang manfaat medisnya selama puluhan tahun .
Diantaranya yaitu di Mesir, madu digunakan dalam pembalsaman mumi dan salep
topikal. Di India pada Ayurveda digunakan untuk merawat gusi dan gigi dan
mengobati luka bakar. Dan di dalam dunia medis syariah sendiri madu dianggap
sebagai minuman sehat.
Dalam ayat suci Al-Qur'an dengan jelas menggambarkan nilai terapi yang
potensial madu: "Dan Tuhanmu mengajarkan lebah untuk membangun sel-sel di
bukit-bukit, di pohon-pohon, dan di tempat tinggal (laki-laki); Kemudian untuk
makan dari semua menghasilkan (bumi), dan menemukan dengan keterampilan
jalan luas dari Tuhannya: masalah ada dari dalam tubuh mereka minuman yang
beraneka macam jenisnya, dimana penyembuhan untuk pria: sesungguhnya
dalam hal ini adalah tanda bagi mereka yang memikirkan " . Selain itu, Nabi
Muhammad (SAW) merekomendasikan penggunaan madu untuk pengobatan
diare. Avicenna, atau yang dikenal dengan Ibnu Sina, ilmuwan Iran yang besar
dan dokter, hampir 1000 tahun yang lalu, telah direkomendasikan madu sebagai
salah satu solusi terbaik dalam pengobatan tuberkulosis.(Eteraf-Oskouei, 2013)
2.1.2

Hukum Penggunaan Madu sebagai Obat dalam Islam


Makanan adalah sumber tenaga bagi manusia. Allah memerintahkan
manusia makan bukan dengan makanan yang halal saja tetapi juga yang baik
sebagaimana yang terkandung dalam surat Al-Baqarah (2):168 yang berbunyi :
3




Wahai sekalian manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi, yang halal
lagi baik, dan janganlah kamu ikut jejak langkah Syaitan; kerana Syaitan itu
ialah musuh yang terang nyata bagi kamu.(Sheikh Abdullah Basmeih 2001,
64)
Madu merupakan produk yang unik dari serangga, yang mengandung
presentase karbohidrat yang tinggi, praktis tidak ada protein maupun lemak. Nilai
gizi dari madu sangat tergantung dari kandungan gula-gula sederhana, fruktosa
dan glukosa. Bahan pangan yang manis tersebut bersifat kental dengan wara emas
sampai gelap, diproduksi di dalam kantung madu dari berbagai jenis tawon dan
dari berbagai nectar bunga. Rasa dan harumnya sangat dipengaruhi oleh jenis
bunga dimana nectar dikumpulkan.Standar mutu madu di Indonesia terutama untu
kepentingan komersial mengacu pada SNI 01-3545-1994. Kadar air dari madu
maksimal 22%, dengan kandungan sukrosa maksimal 10%.
Allah memuliakan madu dengan menjadikannya sebagai nikmat balasan
kepada orang-orang yang bertaqwa di dalam surga, seperti yang terdapat di dalam
surat Muhammad(47): 15.
Di dalam Al-quran juga terdapat satu surat yang menunjuk kepada lebah,
yaitu surat An-Nahl yang bermaksud Dan Tuhanmu memberi ilham kepada
lebah. Ayat dalam surat inilah yang menjadi asas kepada tradisi Islam yang
menyarankan penggunaan madu dalam menjaga kesehatan. Dalam surat An-Nahl
terdapat ayat yang menyebutkan tentang penghasilan madu dan kebaikannya
seperti dalam surat An-Nahl(16): 68-69 yang berbunyi :
( 68)



(69)
Dan Tuhamu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukitbukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia." (16: 68)
Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan
Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar
minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat
yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang
memikirkan. (16: 69)
Inti utama ayat tersebut adalah sarana khusus untuk penggunaan madu lebah
bagi kesehatan karena dapat dinyatakan bahwa madu merupakan obat penawar
yang mempunyai keupayaan menyembuhkan berbagai penyakit bagi manusia.
Namun terdapat berbagai pendapat di kalangan para ulama mengenai maksud yang
mengandung penawar bagi manusia. Penawar yang bagaimananya, ada yang
4

menyatakan penawar dalam pengobatannya, ada juga yang menyatakan


penyakitnya. Namun hal ini tidak merubah bagaimana khasiat madu untuk di
konsumsi.
Madu telah digunakan sebagai sumber nutrien dan pengobatan alternatif
untuk menyembuhkan dan merawat penyakit sejak awal. Sumber rujukan tradisi
islam khususnya Al-Quran sangat menekankan pengambilan madu untuk tujuan
kesehatan. Walaupun tidak ada saran pengambilan madu untuk memori secara
khusus yang di sebut dalam Al-Quran, tetapi dinyatakan dalam hadist dan
pandangan cendekiawan islam. Hasil kajian saintifik membuktikan madu bukan
hanya dapat merawat berbagai penyakit, tetapi juga dapat memberikan kesan positif
terhadap fungsi kognitif terutama otak.
Sehingga dapat di katakan bahwa madu di halalkan untuk di konsumsi
karena manfaatnya yang lebih banyak dari pada mudharatnya. Namun tidak
selamanya madu yang kita konsumsi selalu halal terkadang banyak pula orangorang yang hanya ingin mengambil keuntungan sehingga mencampur madu dengan
bahan-bahan yang jutru dapat mengakibatkan timbulnya suatu penyakit.

2.2
PENGGUNAAN KHAMR DALAM MAKANAN DAN MINUMAN
2.2.1
Pengertian Khamr
Khamr dalam Bahasa Arab mempunyai arti sebagai minuman keras
(intoxicating drink). Dalam Bahasa Indonesia, khamr adalah segala sesuatu yang
memabukkan dan menghilangkan akal sadar dan menyebabkan manusia keluar
dari jalan yang benar. Pembahasan tentang khamr atau yang dikenal oleh
masyarakat awam sebagai alkohol ini memang sangat kontroversial; mengingat di
dunia modern ini alkohol banyak sekali digunakan, baik di bidang kuliner dan
medis.
Mohammad Aizat Jamaludin,dkk, dalam penelitiannya yang berjudul Isu
Penggunaan Alkohol Dalam Penghasilan Produk Gunaan Semasa: Analisis dari
Perspektif Hukum Islam menyatakan bahwa secara asasnya, tidak semua
alkohol itu adalah arak tetapi semua arak itu beralkohol (Secara fundamental,
tidak semua alkohol itu adalah arak/minuman keras tetapi semua arak/minuman
keras itu beralkohol.-red).
Pernyataan ini diperkuat dengan pendapat Ahmad Sarwat dalam buku Seri
Fiqih Kehidupan Jilid 9 tentang Kuliner, Bab 4 tentang hubungan alkohol dengan
khamr. Alkohol adalah zat yang paling sering dituding sebagai bahan baku
minuman yang memabukkan, alias khamar. Akan tetapi yang menjadi
permasalahan adalah apakah Alkohol itu identik dengan khamar, ataukah
keduanya tidak identik. Dalam membahas tentang hubungan antara khamar
dengan Alkohol, para ulama terpecah menjadi dua bagian. Pertama, kalangan yang
cenderung berpendapat bahwa Alkohol itu adalah khamar, karena dalam realitas
sehari-hari keduanya sangat identik dan sering tampil dalam satu wujud yang
5

sama. Kedua, kalangan yang cenderung berpendapat bahwa Alkohol itu tidak
harus selalu diidentikkan dengan khamar. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa
Alkohol itu sering terkandung di dalam khamar, tetapi hal itu tidak berarti segala
Alkohol itu boleh dikategorikan sebagai khamar.
Alkohol adalah nama yang digunakan dalam metode ilmiah untuk senyawa
yang memiliki kelompok hidroksi (-OH). Ia memliki daya pengaruh yang kuat
terhadap tubuh karena zatnya yang mengandung gula dan dapat menimbulkan rasa
bertenaga bila diminum. Selain itu, alkohol juga berfungsi memberi rangsangan
tertentu ke saluran saraf sehingga menyebabkan pingsan atau memabukkan.
Alkohol yang paling sering digunakan yaitu yang berasal dari golongan
etanol dan methanol.
n

Penggunaan
alkohol
Gambar 2. Struktur Kimia
Gambar 2. Struktur
sangat
Metanol
Kimia
Metanol
beragam,
diantaranya untuk laboratorium dan keindustrian digunakan sebagai senyawa
pelarut dan reagensia (Fessenden dan Fessenden,1982), selain itu juga dapat
digunakan sebagai zat desinfektan yang artinya zat tersebut dapat digunakan
untuk membunuh kuman dan bakteri (Wasis,2008). Dan dalam bidang kuliner,
untuk menguatkan aroma ditambahkan rhum pada cokelat , dan penambahan wine
pada kebanyakan western food.
2.2.2

Hukum Penggunaan Khamr dalam Makanan dan Minuman


Islam secara tegas telah menjabarkan secara gamblang tentang haramnya
khamr dan judi bagi seluruh kaum Muslimin berdasarkan pada Al-Quran dan
Hadits Nabi. Khamr ialah segala sesuatu yang memabukan yang menghilangkan
akal,dan menyebabkan manusia keluar dari kesadaranya yang benar . Minuman
yang menyebabkan mabuk bagi yang mengkonsumsi di sebut Khamr . Khamr
merupakan hasil perasan anggur yang di proses menjadi minuman kerasa yang
memabukan, dan segala sesuatu yang memabukan adalah khamr .
Umat islam pada zaman dahulu masih mengkonsumsi khamr hingga Nabi
Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah, mereka bertanya tentang Judi,

mengkonsumsi khamr dan berbuat kerusakan. Oleh sebab itu Allah menurunkan
ayat sebagaimana berikut :

Penjelasan ayat tersebut yaitu melakukan perbuatan yang mengandung dosa


besar,di mana di dalamnya terkandung kemudharotan dan kerusakan material dan
keagamaan. Kedua hal tersebut juga memiliki manfaat yang bersifat material yaitu
: keuntungan bagi penjual khamr dan maendapatkan harta dari berjudi, namun
dosa yang di timbulkan lebih besar di bandingkan manfaat yang di perolehnya.
Oleh sebab itu hal tersebut di haramkan walaupun hukumnya belum di haramkan
secara mutlak.
Rasulullah bersabda :

Jauhilah khamar karena khamar itu kunci segala kejahatan. (HR. Al-Hakim)
Menurut Buku Seri Fiqih Islam Karya Ahmad Sarwat dalam bukunya Jilid 9
Bab Kuliner,terdapat 4 tahapan hukum tentang khamr yang dibahas oleh Al-quran
dengan tingkatan yang berbeda, mulai dari yang berupa sindiran tentang kemudharat-annya hingga yang melarang secara tegas dan keras tentang meminum
khamr. Tahapan tersebut yaitu :
Tahap 1. Melalui Surat An-Nahl ayat 67


Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang
memabukkan dan rezki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda bagi orang yang memikirkan. (QS. AnNahl : 67)
Tahap 2. Melalui Surah Al-Baqarah ayat 219

Mereka
bertanya
kepadamu
tentang
khamar
dan
judi.
Katakanlah,"Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa
7

manfaat bagi manusia. Tapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. .
. . (QS. Al-Baqarah : 219)
Tahap 3. Melalui Surat An-Nisaa ayat 43






Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat dalam
keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan?
(QS. An-Nisa : 43)
Tahap 4. Melalui Surah Al-Maidah ayat 90-91

Ayat tersebut menerangkan secara jelas bahwa mengkonsumsi khamr


hukumnya adalah haram mutlak (Qath`i) berdasarkan ijma, para ulama` dan kaum
Muslimin sepakat bahwa minuman khamr dilarang serta merupakan golongan
dosa besar dan pelanggaran yang kejam .
Dalam hal penggunaan alcohol untuk keperluan sandang dan papan
(misalnya : pembersih peralatan rumah tangga,rumah sakit,kegiatan industry dan
Laboratorium) ,sebagian ulama mengatakan hukum hal ini adalah najis namun
sebagian lainya mengatakan bukan najis .
Atiah Saqr (ahli fikih Mesir) dalam bukunya Al-islam Wa Masyakil Al hajah
(Islam dan Masalah kebutuhan) mengemukakan bahwa mengingat alkohol pada
era sekarang telah banyak digunakan untuk berbagai keperluan seperti medis ,
obat-obatan, parfum dll . maka ia cenderung berpendapat kepada kesuciannya ,
karena menurut beliau hal ini sesuai dengan prinsip al-yusr (kemudahan) dan
adam al-harqi (menghindarkan kesulitan) dalam hukum islam.
8

Pada umumnya , ulama fikih memperbolehkan menggunakan alcohol untuk


obat dan kondisi darurat , yang berdasarkan dari ayat-ayat al-quran , hadits Nabi
SAW dan kaidah fiqih .
Namun berdasarkan kemampuan alcohol melarutkan berbagai bahan organic
(juga obat) , alcohol banyak di gunakan dalam pembuatan pbat minum. Secara
umum ada 4 fungsi alcohol dalam obat minum yaitu pelarut , preservative ,
penyegar dan zat aktif dalam obat. Sedangkan untuk sediaan obat luar berfungsi
untuk zat aktif ( lotion, desinfektan dll) , zat pembawa (pelarut) , dan untuk obat
dalam (obat minum) fungsinya untuk penyegar . Dengan demikian pada dasarnya
penggunaan alkoholdapat di hindarkan . Alkohol yang di gunakan dalam obat di
dapat dari alcohol 90-95% yang menurut pemahaman tersebut dapat di
kategorikan haram.
2.3
PENGGUNAAN KONTRASEPSI DALAM PANDANGAN ISLAM
2.3.1
Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari Bahasa Inggris dimana berasal dari kata contra
dan conception.Dalam Kamus Oxford, kontrasepsi mempunyai arti sebagai
suatu metode buatan atau teknik lain yang sengaja dilakukan untuk mencegah
kehamilan sebagai akibat dari hubungan seksual.
Metode kontrasepsi terbagi dalam dua kelompok, yaitu non-hormonal dan
hormonal. Untuk metode kontrasepsi secara hormonal yaitu progestin dalam
bentuk pil,injeksi, dan implan. Sedangkan metode kontrasepsi secara nonhormonal yaitu metode amenore laktasi (MAL), kondom, alat kontrasepsi dalam
rahim (AKDR), dan kontrasepsi mantap (vasektomi dan tubektomi).
(BKKBN,2012)
Selain cara-cara yang telah disebutkan di atas, metode lain kontrasepsi yang
sederhana yaitu dengan menggunakan IUD (Intra Uterine Device),sanggama
terputus, diafragma,kondom wanita,spermisida,tisu vaginal,dan pantang berkala.
(Handayani,2013).
2.3.2

Hukum Penggunaan Kontrasepsi dalam Pandangan Islam


Ada dua hal yang pertama kali harus dapat diketahui perbedaannya dengan
jelas yaitu menunda kehamilan dan membatasi kehamilan. Yang pertama,
menunda kehamilan berarti mencegah kehamilan sementara, untuk memberikan
jarak pada kelahiran sebelumnya. Sedangkan membatasi kehamilan atau
membatasi kelahiran, berarti mencegah kehamilan untuk selama-lamanya setelah
mendapatkan jumlah anak yang diinginkan.(Handayani,2013)
Jarak kehamilan dan kelahiran kembali yang terlalu dekat memang kurang baik
dampaknya bagi anak, ibu, dan janin.Hal ini disebabkan karena tiga hal, yaitu :
Pertama, anak akan kekurangan suplai ASI. Ketika seorang ibu hamil kembali
dan ada anak yang masih berada dalam penyusuannya, maka produksi ASI
yang dihasilkannya akan berkurang. Menurut dokter sekurang-kurangnya 6
bulan jika anda ingin hamil kembali setelah anda melahirkan. Dan jangan
lupakan, bahwa anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan ASI terbaik dan
pendidikan terbaik di usia dininya,
9

Kedua, kondisi ibu belum pulih benar. Setelah hamil selama lebih dari 9 bulan,
kemudian melahirkan, maka seorang ibu membutuhkan waaktu untuk
membuat tubuhnya kembali fit. Apalagi jika masih ada bayi yang
membutuhkan perhatian ekstra seorang ibu. Inilah perjuangan seorang ibu,
namun harus pastikan juga anda tetap menjaga kesehatan anda dan keluarga
anda.
Ketiga, janin yang dikandung memiliki resiko lebih besar dan lebih tinggi
untuk lahir prematur, bayi meninggal, dan bayi cacat lahir. Karena itu
tunggulah sampai setahun dua tahun untuk kembali hamil.(Handayani,2013)

Untuk menjaga jarak kehamilan, ada wanita yang secara alami tidak hamil
kembali selama berbulan-bulan pasca melahirkan. Keadaan alami ini bisa karena
faktor menyusui, KB kalender, atau azl. Azl adalah mengeluarkan sperma lakilaki di luar vagina wanita dengan tujuan untuk mencegah kehamilan.Dalam hadits
riwayat Al Bukhari (no5209) dalam Kitab An-Nikaah dan Muslim (no.1440)
dalam Kitab An-Nikaah menyatakan ,Dari Jabir ra berkata: Kami melakukan
azl pada masa Nabi SAW dimana Al-quran masih terus diturunkan dan hal
tersebut diketahui oleh Nabi SAW tetapi beliau tidak melarangnya..
(Handayani,2013)
Syaikh Abu Muhammad bin Shalih bin Hasbullah dalam bukunya, mengatakan
bahwa termasuk azl adalah alat atau segala macam sarana yang di gunakan oleh
wanita untuk mencegah kehamilan dalam waktu tertentu. Baik itu berupa pil atau
lainya. Hukumnya boleh, dengan catatan, pencegahan ini hanya berlaku sementara
(tidak selamanya), dan tidak karena takut miskin atau takut rizkinya menjadi
sempit.
Namun, apabila penggunaan kontrasepsi ini dengan alasan karena takut miskin
ataupun takut tidak dapat membiayai anak-anak, maka ini hukumnya haram secara
mutlak karena telah termasuk di dalamnya berprasangka buruk terhadap Allah
swt. Allah berfirman dalam Al quran surat Al Isra ayat 31 dan An-Nuur ayat 32
yang berbunyi :



( : )

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan.


Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu.
Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.(Q.S.AlIsra 31).


Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orangorang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan
hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan
memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.(Q.S. An-Nuur ayat 32).

10

Berdasarkan kedua ayat tersebut, jelas bahwa Allah SWT telah menjanjikan
akan memampukan ummat-Nya apabila mereka menikah dan tidak takut miskin
karena memiliki banyak keturunan dan senantiasa berprasangka baik kepada-Nya.
Beberapa alasan yang di perbolehkan untuk melakukan penundaan kehamilan
yaitu apabila seorang wanita tertimpa penyakit di dalam rahimnya atau anggota
badannya yang lain sehingga berbahaya jika hamil dan apabila sudah memiliki
anak banyak, sedangkan istri keberatan jika hamil lagi, dengan niatan untuk
memberikan pendidikan usia dini bagi anak, sampai siap untuk hamil kembali.
Adapun jika penggunaanya dengan maksud berkosentrasi dalam berkarir atau
supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang
di lakukan kebanyakan wanita jaman sekarang, maka hal itu tidak boleh
hukumnya.
Sebelum munculnya alat kontrasepsi di masa Rasullulah SAW, telah terjadi
suatu tindakan menghindari kehamilan dengan cara alami yang di lakukan para
sahabat dan biasa di sebut azl , tindakan seperti itu misalnya menggunakan sistem
kalender sehingga tidak terjadi pembuahan saat berhubungan suami-istri,
menggunakan kondom dan lain-lain. Menggunakan alat-alat kontrasepsi lain jika
menurut medis tidak membahayakan baik fisik maupun kejiwaan maka di
perbolehkan.
Adapun menggunakan alat-alat kontrasepsi atau sarana lain yang
mengakibatkan alat-alat reproduksi tidak berfungsi dan mengakibatkan tidak
dapat menghasilkan keturunan, baik pada pria maupun wanita. Dengan
persetujuan ataupun tidak. Dengan motivasi agama atau lainnya, maka hukumnya
haram, dan para ulama sepakat mengharamkannya. contoh yang diharamkan
adalah Fasektomi (pemutusan saluran sperma) dan Tubektomi (pemutusan
saluran telur).
Merubah ciptaan Allah yang dilarang di antaranya merubah sesuatu dari
anggota badanya atau mematikan fungsinya dari fitrah dan penciptaan yang asli.
Syariah islam tidak melarang seseorang untuk melakukan KB jika dilakukan
berdasarkan motivasi-motivasi pribadi dengan syarat-syarat yang sesuai syari,
seperti: daful haraj (menolak kesempitan), ad-dharar yuzaal (bahaya harus
dihilangkan).
Pada permasalahan kedua, yaitu membatasi kehamilan atau membatasi
kelahiran, dengan jalan mensterilkan rahim, pengangkatan rahim, dengan tanpa
sebuah alasan yang dibenarkan oleh syariat, maka hal tersebut telah jelas
keharamannya. Kecuali pada keadaan dimana seorang wanita terkena kanker
ganas atau yang semacamnya pada rahimnya, dan di takutkan akan
membahayakan keselamatannya, maka InsyaAllah hal ini di perbolehkan.

BAB 3
KESIMPULAN

Madu telah digunakan sebagai sumber nutrien dan pengobatan alternatif untuk
menyembuhkan dan merawat penyakit sejak awal. Sumber rujukan tradisi islam
11

khususnya Al-Quran sangat menekankan pengambilan madu untuk tujuan kesehatan.


Walaupun tidak ada saran pengambilan madu untuk memori secara khusus yang di
sebut dalam Al-Quran, tetapi dinyatakan dalam hadist dan pandangan cendekiawan
islam. Hasil kajian saintifik membuktikan madu bukan hanya dapat merawat berbagai
penyakit, tetapi juga dapat memberikan kesan positif terhadap fungsi kognitif terutama
otak.
Pada umumnya, ulama fikih memperbolehkan menggunakan alkohol untuk obat dan
kondisi darurat, yang berdasarkan dari ayat-ayat al-quran, hadits Nabi SAW dan
kaidah fiqih .
Membatasi kehamilan atau membatasi kelahiran, dengan jalan mensterilkan rahim,
pengangkatan rahim, dengan tanpa sebuah alasan yang dibenarkan oleh syariat, maka
hal tersebut telah jelas keharamannya. Kecuali pada keadaan dimana seorang wanita
terkena kanker ganas atau yang semacamnya pada rahimnya, dan di takutkan akan
membahayakan keselamatannya, maka InsyaAllah hal ini di perbolehkan.

DAFTAR PUSTAKA
1. PENGGUNAAN MADU SEBAGAI OBAT

Amiruddin,Mohd,dkk. 2012. SarananPenggunaan Madu oleh Alquran dan


Sokongan Saintifik Mengenai Khasiatnya untuk Memori. Malaysia : UNISZA.
12

Eteraf-Oskouei,Tahereh,Moslem Najafi.2013.Traditional and Modern Uses of


Natural Honey in Human Diseases: A Review. Iran : NCBI International Journal of
Med-Science.

Syahriani, Cahya Febriana.2015.Studi Tamsil Lebah dalam Al-Quran(Analisis NilaNilai Pendidikan Islam).Surabaya : UINSBY.

2. PENGGUNAAN KHAMR DALAM MAKANAN DAN OBAT

Mohammad Aizat Jamaludin. 2013. Isu Penggunaan Alkohol Dalam Penghasilan


Produk Gunaan Semasa: Analisis dari Perspektif Hukum Islam. Malaysia : UPM

Ralp J.Fessenden dan Joan S. Fessenden. 1982. Kimia Organik 1. Jakarta : Erlangga.

Sarwat, Ahmad.2003. Seri Fiqih Kehidupan :Kuliner Jilid 9.

Wasis dan Sugeng Yuli Irianto. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas
VIII. Jakarta : Grasindo.

Rojafaozan.2006.

3. PENGGUNAAN KONTRASEPSI DALAM PANDANGAN ISLAM

Anonim.2012. Metode Kontrasepsi Berdsasarkan Dipjalem. Jakarta: BKKBN dan


DEPKES RI

Handayany,Gemy Nastity.2013. Kontrasepsi Dalam Kajian Islam . Gowa:


Fikes UIN Alaudin Makassar

Soetjiningsih. 1997. ASI: Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.

Staf Pengajar Departemen Farmakologi.2004. Kumpulan Kuliah Farmakologi Edisi


2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Gray, Jerry Duane.2010.Rasulullah is my doctor. Jakarta : Sinergi Publishing.

13