Anda di halaman 1dari 24

1.

Berikan penjelasan yang lengkap dan terstruktur apa mikroorganisme,


bakteri, dan virus!
Jawab:
Mikroorganisme
Pengertian Mikroorganisme
Mikroorganisme adalah organisme hidup yang berukuran mikroskopis
sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme juga
merupakan mahluk hidup yang mudah beranak pinak dan berpotensi
untuk menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomis tinggi bagi
manusia, misalnya antibiotic, vaksin dan enzim.

Manfaat Mikroorganisme
Mikroorganisme dapat juga dijadikan suatu kegiatan untuk dapat
menyelamatkan mikroorganisme local yang merupakan upaya pelestarian
keanekaragaman hayati Indonesia. Kelestarian keanekaragaman
mikroorganisme ini tentunya akan menjamin keberlangsungan kehidupan
mikroorganisme yang tidak hanya dapat dimanfaatkan pada saat ini
namun dapat menjamin kelestariannya untuk dimanfaatkan pada masa
yang akan datang.

Ciri-Ciri Utama Mikroorganisme


Ciri-ciri utama dari suatu Mikroorganisme dikelompokkan sebagai berikut:
o Morfologi
Mikroba pada umumnya sangat kecil, ukurannya dinyatakan dalam
micrometer. Oleh karena ukurannya yang kecil diperlukan mikroskop
untuk melihat mikroba. Mikroskop yang digunakan tergantung pada
kecermatan yang diinginkan oleh peneliti.
o Kimiawi
Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. Bila sel mikroba di beri perlakuan
kimiawi, maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik.
o Biakan
Zat hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda, ada
mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tubuh bila diberikan zat

hara yang kompleks (serum, darah). Sebaliknya ada pula yang hanya
memerlukan bahan inorganic saja atau bahan organic (asam amino,
karbohidrat, purin, pirimidin, vitamin, koenzim).
o Metabolism
Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi
yang disebut metabolism. Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam
metabolism dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme.
o Antigenic
Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh, akan terbentuk antibody
yang mengikat antigen. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dan
sel mikroba.
o Genetic
Mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi
mikroorganisme tersebut sehingga dapat digunakan untuk mencirikan
mikroorganisme.
o Patogenitas
Mikroba dapat menimbulkan penyakit, kemampuannya untuk
menimbulkan penyakit merupakan cirri khas mikroorganisme tersebut
selain itu dapat pula bekteri yang memakan bakteri lainnya
(Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag) yang mengifesi dan
menghancurkan bakteri.
o Ekologi
Habitat merupakan
sifat yang
mencirikan
mikroorganisme.
Mikrorganisme yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar.
Mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan
saluran pencernaan.

Masalah Konservasi Mikroorganisme


Masalah Konservasi Mikroorganisme telah menjadi isu yang hangat
berbagai belahan dunia. Kiranya perlu upaya penyelamatan

mikroorganisme khususnya strain local agar dapat dimanfaatkan saat ini


dan di masa yang akan datang. Dengan sifatnya yang menarik, unik dan
potensial, mikroorganisme yang pernah digunakan pada suatu penelitian
adakalanya ingin dimanfaatkan lebih lanjut untuk penelitian
pengembangan berikutnya.

Upaya Penyelamatan Mikroorganisme


Upaya penyelamatan mikroorganisme memerlukan peran serta berbagai
pihak. Kekayaan mikroorganisme yang melimpah disamping harus dapat
dimanfaatkan dalam penelitian-penelitian guna menghasilkan suatu
produk yang nantinya dapat memberikan kemaslahatan terbesar bagi
manusia, namun kelestariannya harus dapat dijaga dan terpelihara.
Apapun caranya, keberadaan mikroorganisme ini senantiasa dapat
terjamin, baik itu dengan memanfaatkan koleksi kultur di laboratoriumlaboratorium di berbagai Perguruan Tinggi maupun di lembaga-lembaga
penelitian pemerintah lainnya. Penyelamatan mikroorganisme ini dapat
juga dilakukan dengan memantau kehadiran turis-turis asing yang
mengadakan penelitian illegal di berbagai tempat di Negara kita ini.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kehadiran flora normal pada tubuh


manusia
1.nutrisi
2.kebersihan seseorang (berapa seringnya dibersihkan)
3.kondisi hidup
4.penerapan prinsip-prinsip kesehatan
Mikroflora pada tubuh berdasarkan bentuk dan sifat kehadirannya dapat
digolongkan menjadi 2 yaitu :
1. Mikroorganisme tetap/normal (resident flora/indigenous) yaitu
mikroorganisme jenis tertentu yang biasanya ditemukan pada bagian
tubuh tertentu dan pada usia tertentu dan pada usia tertentu. Keberadaan
mikroorganismenya akan selalu tetap, baik jenis ataupun jumlahnya, jika
ada perubahan akan kembali seperti semula. Flora normal/tetap yang
terdapat pada tubuh merupakan organisme komensal. Flora normal yang
lainnya bersifat mutualisme. Flora normal ini akan mendapatkan makanan

dari sekresi dan produk-produk buangan tubuh manusia, dan tubuh


memperoleh vitamin atau zat hasil sintesis dari flora normal.
Mikroorganisme ini umumnya dapat lebih bertahan pada kondisi buruk dari
lingkungannya.Contohnya : Streptococcus viridans, S. faecalis,
Pityrosporum ovale, Candida albicans.
2. Mikroorganisme sementara (transient flora) yaitu mikroorganisme
nonpatogen atau potensial patogen yang berada di kulit dan selaput
lendir/mukosa selama kurun waktu beberapa jam, hari, atau minggu.
Keberadaan mikroorganisme ini ada secara tiba-tiba (tidak tetap) dapat
disebabkan oleh pengaruh lingkungan, tidak menimbulkan penyakit dan
tidak menetap. Flora sementara biasanya sedikit asalkan flora tetap masih
utuh, jika flora tetap berubah, maka flora normal akan melakukan
kolonisasi, berbiak dan menimbulkan penyakit.

Flora Normal pada tubuh Manusia


Flora normal biasanya ditemukan di bagian-bagian tubuh manusia yang
kontak langsung dengan lingkungan misalnya kulit, hidung, mulut, usus,
saluran urogenital, mata, dan telinga . Organ-organ dan jaringan biasanya
steril.
1. Kulit
Kebanyakan bakteri kulit di jumpai pada epitelium yang seakan-akan
bersisik (lapisan luar epidermis), membentuk koloni pada permukaan selsel mati. Kebanyakan bakteri ini adalah spesiesStaphylococcus dan
sianobakteri aerobik, atau difteroid. Jauh di dalam kelenjar lemak dijumpai
bakteri-bakteri
anaerobik
lipofilik,
seperti
Propionibacterium
acnespenyebab jerawat. Jumlahnya tidak dipengaruhi oleh pencucian.
Staphylococcusepidermidis yang bersifat nonpatogen pada kulit namun
dapat menimbulkan penyakit saat mencapai tempat -tempat tertentu
seperti katup jantung buatan dan sendi prostetik (sendi buatan). Bakteri ini
lebih sering ditemui pada kulit dibandingkan dengan kerabatnya yang
bersifat patogen yaitu Staphylococcus aureus. Bakteri-bakteri tersebut
merupakan bagian dari flora normal.
2. Hidung dan Nasofaring (nasopharynx)
Flora utama hidung terdiri dari korinebakteria, stafilokokus dan
streptokokus. Dalam hulu kerongkongan hidung, dapat juga dijumpai

bakteri Branhamella catarrhalis (suatu kokus gram


Haemophilus influenzae (suatu batang gram negatif).

negatif)

dan

Pemusnahan flora normal faring dengan penisilin dosis tinggi dapat


menyebabkan over growth: bakteria negatif Gram seperti Escherichia coli,
Klebsiella, Proteus, Pseudomonas atau jamur.
3. Mulut
Kelembapan yang paling tinggi, adanya makanan terlarut secara konstan
dan juga partikel-partikel kecil makanan membuat mulut merupakan
lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Mikrobiota mulut atau rongga
mulut sangat beragam; banyak bergantung pada kesehatan pribadi
masing-masing individu.
Pada waktu lahir, rongga mulut pada hakikatnya merupakan suatu
inkubator yang steril, hangat, dan lembab yang mengandung sebagai
substansi nutrisi. Air liur terdiri dari air, asam amino, protein, lipid, rongga
mulut menjadi mantap. Jasad-jasad renik ini tergolong ke dalam genus
Streptococcus, Neisseria, Veillonella, Actinomyces,da n Lactobacillus.
4. Orofaring (oropharinx)
Orofaring (bagian belakang mulut juga dihuni sejumlah besar bakteri
Staphylococcus aureus dan S. epidermidis dan juga difteroid. Tetapi
kelompok bakteri terpenting yang merupakan penghuni asli orofaring ialah
streptokokus hemolitik, yang juga dinamakanStreptokokus viridans.
Biakan yang ditumbuhkan dari orofaring juga akan memperlihatkan
adanyaBranchamella catarrhalis, spesies Haemophilus, serta gular-galur
pneumokokus avirulen (Streptococcus pneumonia).
5. Perut
Isi perut yang sehat pada praktisnya steril karena adanya asam hidroklorat
di dalam sekresi lambung. Setelah ditelannya makanan, jumlah bakteri
bertambah tetapi segera menurun kembali dengan disekresikannya getah
lambung dan pH zat alir perut pun menurun.
6. Usus Kecil
Usus kecil bagian atas (atau usus dua belas jari) mengandung beberapa
bakteri. Di antara yang ada, sebagian besar adalah kokus dan basilus

gram positif. Di dalam jejunum atau usus halus kos ong (bagian kedua
usus kecil, di antara usus dua belas jari dan ileum atau usus halus gelung)
kadang kala dijumpai spesies-spesies Enterokokus, Laktobasilus,
danDifteroid. Khamir Candida albicans dapat juga dijumpai pada bagian
usus kecil ini. Pada bagian usus kecil yang jatuh (ileum), mikrobiota mulai
menyerupai yang dijumpai pada usus besar. Bakteri anaerobik dan
enterobakteri mulai nampak dalam jumlah besar.
7. Usus Besar
Di dalam tubuh manusia, kolon atau usus besar, mengandung populasi
mikrobe
yang
terbanyak. Telah diperkirakan bahwa
jumlah
mikroorganisme di dalam spesimen tinja adalah kurang lebih 1012
organisme per gram. Basilus gram negatif anaerobik yang ada meliputi
spesies Bacteroides (B. fragilis, B. melaninogenicus, B. oralis) dan
Fusobacterium. Basilus gram positif diwakili oleh spesies-spesies
Clostridium(serta spesies-spesies Lactobacillus.
Flora saluran pencernaan berperan dalam sintesis vitamin K, konversi
pigmen empedu dan asam empedu, absorpsi zat makanan serta
antagonis mikroba patogen.
8. Saluran Kemih
Pada orang sehat, ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih),
dan kandung kemih bebas dari mikroorganisme, namun bakteri pada
umunya dijumpai pada uretra (saluran dari kandung kemih ke luar) bagian
bawah baik pada pria maupun wanita. Tetapi jumlahnya berkurang di
dekat kandung kemih, agaknya disebabkan efek antibakterial yang
dilancarkan oleh selaput lendir uretra dan seringnya epitelium terbilas oleh
air seni. Ciri populasi ini berubah menurut variasi daur haid. Penghuni
utama vagina dewasa adalah laktobasilus yang toleran terhadap asam.
Mikrooganisme yang mampu berkembang baik pada pH rendah ini
dijumpai di dalam vagina dan mencakup enterokokus, Candida albicans ,
dan sejumlah besar bakteri anaerobik. Sistem urinari dan genital secara
anatomis terletak berdekatan, suatu penyakit yang menginfeksi satu
sistem akan mempengaruhi siste m yang lain khususnya pada laki-laki.
Saluran urin bagian atas dan kantong urine steril dalam keadaan normal.
Saluran uretra mengandung mikroorganisme seperti Streptococcus,
Bacteriodes, Mycobacterium, Neisseria dan enterik.

9. Mata (Konjungtiva) dan Telinga


Mikroorganisme konjungtiva terutama adalah difteroid (Coynebacterium
xerosis), S.epidermidis dan Streptokukus non hemolitik. Neiseria dan basil
gram negatif yang menyerupai spesies Haemophilus (Moraxella) seringkali
juga ada. Flora konjungtiva dalam keadaan normal dikendalikan oleh
aliran air mata, yang mengandung lisozim.
Flora liang telinga luar biasanya merupakan gambaran flora kulit. Dapat
dijumpaiStreptococcus pneumonia, batang gram negatif termasuk
Pseudomonas aeruginosa,Staphylococcus aureusdan kadang-kadang
Mycobacterias aprofit. Telinga bagian tengah dan dalam biasanya steril.
10. Bakteri di Darah dan jaringan
Pada keadaan normal darah dan jaringan adalah steril. Kadangkadang
karena manipulasi sederhana seperti mengunyah, menyikat gigi, ekstraksi
gigi, flora komensal dari mulut dapat masuk ke jaringan atau darah. Dalam
keadaan normal mikroorganisme tersebut segera dimusnahkan oleh
sistem kekebalan tubuh. Hal seperti itu dapat terjadi pula dengan flora
faring, saluran cerna dan saluran kemih. Pada keadaan abnormal seperti
adanya katup jantung abnormal, atau protesa lain, bakteremia di atas
dapat mengarah pada pembentukan koloni dan infeksi.
Bakteri
Pengertian Bakteri
Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan
tersebar luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri
umumnya merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/
prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat
kecil).
Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki
jumlah spesies mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di
mana-mana mulai dari di tanah, di air, di organisme lain, dan lain-lain juga
berada di lingkungan yang ramah maupun yang ekstrim.
Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun
penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni
seperti ph, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia
dan zat sisa metabolisme.

Ciri-ciri Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain
yaitu :
o
o
o
o
o
o
o
o

Organisme multiselluler
Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
Umumnya tidak memiliki klorofil
Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron
umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
Hidup bebas atau parasite
Hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau
gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
Hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya
mengandung peptidoglikan

Struktur Bakteri
Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu:
1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri). Meliputi:
dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula
penyimpanan
2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu). Meliputi kapsul,
flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.
Struktur dasar sel bakteri

Macam-macam bakteri
Berbagai macam bentuk bakteri :
1. Bakteri Kokus
o Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal
o Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
o Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk
segi empat.
o Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk
kubus
o Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan
membentuk rantai.

o Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan


seperti buah anggur
2. Bakteri Basil
o Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal
o Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
o Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan
membentuk rantai
3. Bakteri Spirilia
o Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
o Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
o Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma

Alat Gerak Bakteri


Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur
berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum
memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang
menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi
kehidupannya. Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri
dan letak yang berbedabeda pula yaitu:
o
o
o
o

Monotrik : bila hanya berjumlah satu


Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri


Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan
peningkatan ukuran populasi. Faktorfaktor yang mempengaruhi
pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum adalah :
o
o
o
o
o
o

Suhu
Derajat keasaman atau pH
Konsentrasi garam
Sumber nutrisi
Zat-zat sisa metabolism
Zat kimia

Cara Perkembangbiakan bakteri:

Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara


aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel
pada ba kteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi
dua. Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi
genetik dengan bakteri lainnya. Pertukaran materi genetik disebut
rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA.
Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
o Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu
gen saja dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.
o Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel
bakteri lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu
bakteriofage (virus bakteri).
o Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara
langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti
jembatan diantara dua sel bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi
pada bakteri gram negatif.

Peranan Bakteri
Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang
menguntungkan maupun yang merugikan.
Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut:
o Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya
Escherichia colie).
o Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya
Acetobacter pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus
pada pembuatan yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata
de coco dan Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.
o Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu
Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar
tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.
o Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang
berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang
dibutuhkan tanaman.
o Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil
antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif,
Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri
gram positif,Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin
untuk pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC

dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai


bakteri.
o Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium
acetobutylicum
o Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan
sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas.
Contohnya methanobacterium
o Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh
dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia
bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan
hormon.
Bakteri yang merugikan sebagai berikut:
o Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
o Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium
tuberculosis (penyebab penyakit TBC), Vibrio cholerae (penyebab
kolera atau muntaber ), Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus )
dan Mycobacterium leprae (penyebab penyakit lepra)
o Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis
(penyebab penyakit antraks pada sapi)
o Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas
solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok,
terung dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab
tumor pada tumbuhan)
Virus
Pengertian Virus
Virus adalah parasit intraseluler obligat dan ukurannya 20-200 nm, bentuk
dan komposisi kimianya bervariasi, tetapi hanya mengandung RNA or
DNA. Partikelnya secara utuh disebut VIRION yang terdiri dari Capsid
yang dapat terbungkus oleh sebuah Glycoprotein/membrane lipid. Virus
resisten terhadap antibiotics Virus merupakan Partikel yang bersifat
parasit obligat pada sel/makhluk hidup Aseluler (bukan merupakan sel)
Berukuran sangat renik Di dalam sel inang virus menunjukkan ciri makhluk
hidup, sedangkan di luar sel menunjukkan ciri bukan makhluk
hidup.Bentuk virus berbeda beda ada yang bula, batang, polihidris dan
seperti huruf T

Ciri-Ciri Virus
Virus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
o Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)

o Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar
antara 20 m - 300m (1 mikron = 1000 milimikron). untuk
mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya
dapat mencapai 50.000 X.
o Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau
DNA)
o Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya
sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris,
kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan "kepala"
oval dan "ekor" silindris.
o Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh,
dan serabut ekor.
o Virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid
o Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel
hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia.
o Virus tidak dapat membelah diri.
o Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat
dikristalkan.

Struktur Tubuh Virus


Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat
kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
Ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Karena itu pula, virus tidak dapat
disaring dengan penyaring bakteri.
Partikel virus mengandung DNA atau RNA yang dapat berbentuk untai
tunggal atau ganda. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia
berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang
beruntai tunggal. Bahan genetik tersebut diselubungi lapisan protein yang
disebut kapsid. Kapsid bisa berbentuk bulat (sferik) atau heliks dan terdiri
atas protein yang disandikan oleh genom virus.
Virus yang berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein
nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus
campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA
membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks
protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak,
nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel
inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung
lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan
pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.
Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan
tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur
ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan
terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral.

Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik


ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh,
virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk
kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat
diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung
terlibat dalam penginfeksian sel.
Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat
transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung
jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.

Jenis-Jenis Struktur Virus


o Virus Berselubung
o Virus Kompkeks
o Virus Telanjang

Reproduksi Virus
Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Oleh
karena itu, virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan
untuk bereproduksi. Cara reproduksi virus disebut proliferasi atau
replikasi.
Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam, yaitu
daur litik dan daur lisogenik. Pada daur litik, virus akan menghancurkan
sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi, sedangkan pada daur
lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi
dengan DNA sel bakteri, sehingga jika bakteri membelah atau
berkembangbiak virus pun ikut membelah.
Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada
tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofage, yaitu
melalui fase adsorpsi, sintesis, dan lisis.
a. Infeksi secara litik/daur litik
Daur litik melalui fase-fase berikut ini:
o Fase adsorpsi dan infeksi
Dengan ujung ekornya, fag melekat atau menginfeksi bagian
tertentu dari dinding sel bakteri, daerah itu disebut daerah reseptor
(receptor site : receptor spot). Daerah ini khas bagi fag tertentu, dan
fag jenis lain tak dapat melekat di tempat tersebut. Virus penyerang
bakteri tidak memiliki enzim-enzim untuk metabolisme, tetapi
rnemiliki enzim lisozim yang berfungsi merusak atau melubangi
dinding sel bakteri. Sesudah dinding sei bakteri terhidrolisis (rusak)
oleh lisozim, maka seluruh isi fag masuk ke dalam hospes (sel
bakteri). Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA bakteri.
o Fase Replikasi (fase sintesis)

DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) menggunakan


DNA bakteri sebagai bahan, serta membentuk selubung protein.
Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA baru virus yang
lengkap dengan selubungnya.
o Fase Pembebasan virus fag - fag baru / fase lisis
Sesudah fag baru terbentuk, sel bakteri akan pecah (lisis),
sehingga keluarlah fag yang baru. Jumlah virus baru ini dapat
mencapai sekitar 200. Pembentukan partikel bakteriofag
memerlukan waktu sekitar 20 menit.
b. Infeksi secara lisogenik/daur lisogenik
Daur lisogenik melalui fase-fase berikut ini:
o Fase adsorpsi dan infeksi
Fag menempel pada tempat yang spesifik. Virus melakukan
penetrasi pada bakteri kemudian mengeluarkan DNAnya ke dalam
tubuh bakteri.
o Fase penggabungan
DNA virus bersatu dengan DNA bakteri membentuk profag. Dalam
bentuk profag, sebagian besar gen berada dalam fase tidak aktif,
tetapi sedikitnya acla satu gen yang selalu aktif. Gen aktif berfungsi
untuk mengkode protein reseptor yang berfungsi menjaga agar
sebagian gen profag tidak aktif.
o Fase pembelahan
Bila bakteri membelah diri, profag ikut membelah sehingga dua sel
anakan bakteri juga mengandung profag di dalam selnya. Hal ini
akan berlangsung terus-menerus selama sel bakteri yang
mengandung profag membelah. Jadi jelaslah bahwa pada virus
tidak terjadi pembelahan sel, tetapi terjadi penyusunan bahan virus
(fag) baru yang berasal dari bahan yang telah ada dalam sel bakteri
yang diserang.
Beberapa perbedaan daur litik dan lisogenik:
Siklus/daur litik v
o Waktu relatif singkat
o Menonaktifkan bakteri
o Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri
Siklus/daur lisogenik v
o Waktu relatif lama
o Mengkominasi materi genetic bakteri dengn virus
o Terikat pada kromosom bakteri

Peranan Virus dalam Kehidupan


Pada umumnya virus bersifat rnerugikan. Virus sangat dikenal sebagai
penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh
ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tiap virus secara

khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus dapat menginfeksi


tumbuhan, hewan, dan manusia sehingga menimbulkan penyakit.
a. Penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh virus
o Mosaik, penyakit yang menyebabkan bercak kuning pada daun
tumbuhan seperti tembakau, kacang kedelai, tomat kentang dan
beberapa jenis labu. Penyakit ini disebabkan oleh Tobacco Mozaic
Virus (TMV). Mentimun (Cucumber Mozaic), buncis (Bean cane
mozaic dan Bean mozaic), gandum (Wheat mozaic), tebu (Sugar
cane mozaic). Virus TMV pada tanaman ditularkan secara mekanis
atau melalui benih. Virus ini belum diketahui dapat ditularkan
melalui vektor (serangga penular). Virus dapat bertahan dan
bersifat infektif selama beberapa tahun. Virus bersifat sangat stabil
dan mudah ditularkan dari benih ke pembibitan pada saat
pengelolaan tanaman secara mekanis misalnya pada saat
pemindahan bibit ke pertanaman. Gejala Serangan daun tanaman
yang terserang menjadi berwarna belang hijau muda sampai hijau
tua. Ukuran daun relatif lebih kecil dibandingkan dengan ukuran
daun normal. Jika menyerang tanaman muda, pertumbuhan
tanaman terhambat dan akhirnya kerdil.
o Yellows, penyakit yang menyerang tumbuhan aster.
o Daun menggulung, terjadi pada tembakau, kapas, dan lobak yang
diserang virus TYMV.
o Penyakit tungro (virus Tungro) pada tanaman padi. Tungro adalah
penyakit virus pada padi yang biasanya terjadi pada fase
pertumbuhan vegetatif dan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil
dan berkurangnya jumlah anakan. Pelepah dan helaian daun
memendek dan daun yang terserang berwarna kuning sampai
kuning-oranye. Daun muda sering berlurik atau strip berwarna hijau
pucat sampai putih dengan panjang berbeda sejajar dengan tulang
daun. Gejala mulai dari ujung daun yang lebih tua. Daun
menguning berkurang bila daun yang lebih tua terinfeksi. Dua
spesies wereng hijau Nephotettix malayanus dan N.virescens
adalah serangga yang menyebarkan (vektor) virus tungro.
o Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk (virus citrus vein
phloem degeneration (CVPD). Virus ini dengan begitu cepat
menyebar ditularkan serangga vektor Diaphorina Citri Kuwayana
(Homoptera Psyllidae) atau masyarakat umum menyebutnya kutu
loncat atau kutu putih.
b. Penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus
o Penyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa
unggas, terutama ayam. Penyebabnya adalah new castle disease
virus (NCDV). Ayam yang terjangkit penyakit ini harus dimusnahkan
karena dapat bertindak sebagai sumber pencemaran dan
penular.diikuti oleh gangguan syaraf serta diare.

o Penyakit kuku dan mulut, yakni jenis penyakit yang menyerang


ternak sapi dan kerbau. penyakit kuku dan mulut merupakan suatu
penyakit yang disebabkan oleh virus yang mudah menyerang
hewan ternak berkuku belah diantaranya sapi, kerbau, domba,
kambing, dan babi. Penyebaran penyakit itu dapat disebabkan oleh
beberapa hal diantaranya virus yang terbawa oleh angin,
persinggungan badan dengan hewan ternak yang sudah terinveksi,
bercampurnya hewan ternak dalam angkutan truk, serta pakan
ternak yang mengandung virus. Penyakit kuku dan mulut
mengakibatkan sariawan yang mengganggu kuku dan mulut
sehingga ternak tidak nafsu makan selama hampir dua minggu,
hingga berangsur kurus dan akhirnya mati.
o Penyakit kanker pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV).
o Penyakit rabies, yakni jenis penyakit yang menyerang anjing,
kucing, dan monyet. Penyebabnya adalah Rhabdovirus. Penyakit
anjing gila (rabies) adalah suatu penyakit menular yang akut,
menyerang susunan syaraf pusat, disebabkan oleh virus rabies
jenis Rhabdho virus yang dapat menyerang semua hewan berdarah
panas dan manusia. Penyakit ini sangat ditakuti dan mengganggu
ketentraman hidup manusia, karena apabila sekali gejala klinis
penyakit rabies timbul maka biasanya diakhiri dengan kematian.
o Polyoma, penyebab tumor pada hewan.
o Adenovirus, penyebab tumor pada hewan tertentu.
c. Penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus
o Influenza
Penyebab influenza adalah virus orthomyxovirus yang berbentuk
seperti bola. Virus influenza ditularkan lewat udara dan masuk ke
tubuh manusia melalui alat pernapasan. Virus influenza pada
umumnya menyerang hanya pada sistem pernapasan. Terdapat
tiga tipe serologi virus influenza, yaitu tipe A, B, dan C. Tipe A dapat
menginfeksi manusia dan hewan, sedangkan B dan C hanya
menginfeksi manusia. Gejala influenza adalah demam, sakit
kepala, pegal linu otot, dan kehilangan nafsu makan, Orang yang
terserang influenza biasanya akan sembuh dalam 3 sampai 7 hari.
Penanggulangan virus ini telah diusahakan oleh beberapa ahli
dengan pembuatan vaksin. pendekatan terbaru adalah dengan
pemakaian mutan virus hidup vang dilemahkan untuk mendorong
agar respon kekebalan tubuh meningkat. Pencegahan terhadap
penyakit influenza adalah dengan menjaga daya tahan tubuh dan
menghindari kontak dengan penderita influenza.
o Campak
Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus yang tidak
rnengandung enzim neurominidase.Gejala campak adalah demam
tinggi, batuk, dan rasa nyeri di seluruh tubuh. Di awal masa
inkubasi, virus berlipat ganda di saluran pernapasan atas. Di akhir

o
o

masa inkubasi, virus menuju darah dan beredar keseluruh bagian


tubuh, terutama kulit.
Cacar air
Cacar air disebabkan oleh virus Herpesvirus varicellae. Virus ini
mempunvai DNA ganda dan menyerang sel diploid manusia.
Hepatitis
Hepatitis (pembengkakan hati) disebabkan oleh virus hepatitis. Ada
3 macam virus hepatitis yaitu hepatitis A, B, dau C (non-A,non-B).
Gejalanya adalah demam, mual, dan muntah, serta perubahan
warna kulit dan selaput lendir menjadi kuning. Virus hepatitis A
cenderung menimbulkan hepatitis akut, sedangkan virus hepatitis B
cenderung menimbulkan hepatitis kronis. Penderita hepatitis B
mempunyai risiko menderita kanker hati. Penyakit ini dapat rnenular
melalui minuman yang terkontaminasi, transfusi darah, dan
penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
Polio
Polio
disebabkan
oleh
poliovirus.
Serangan
poliovirus
menyebabkan lumpuh bila virus menginfeksi selaput otak
(meninges) dan merusak sel saraf yang berhubungan dengan saraf
tepi. Virus ini menyerang anak - anak berusia antara 1 - 5 tahun .
virus polio dapat hidup di air selama berbulan - bulan, sehingga
dapat menginfeksi melalui air yang diminum. Dalam keadaan beku
virus ini dapat ditularkan lewat lingkungan yang buruk, melalui
makanan dan minuman. penularan dapat terjadi melalui alat makan
bahkan melalui ludah.
Gondong
Penyakit gondong disebabkan oleh paramyxovirus dapat hidup
dijaringan otak , selaput otak, pankreas, testis, kelenjar parotid dan
radang di hati. Penyakit gondong ditandai dengan pembengkakan
di kelenjar parotid pada leher di bawah daun telinga. penularannya
terjadi melalui kontak langsung dengan penderita melalui ludah,
urin dan muntahan.
AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penurunan
sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV (Human
Immunodeficiency Virus). Virus HIV adalah virus kompleks yang
rnempunvai 2 molekul RNA di dalam intinya. Virus tersebut diduga
kuat berasal dari virus kera afrika yang telah mengalami mutasi.
Walaupun AIDS sangat mematikan, penularannya tidak semudah
penularan virus lain. Virus HIV tidak ditularkan melalui kontak biasa
seperti jabat tangan, pelukan, batuk, bersin, peralatan makan dan
mandi, asalkan tidak ada luka di kulit. Virus HIV dapat masuk ke
dalam tubuh melalui luka di kulit atau selaput lendir. Penularannya
dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan
penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Gejala awal ditandai
oleh pembesaran nodus limfa. Penyakit yang umumnya diderita

adalah pneumonia, diare, kanker, penurunan berat badan, dan


gagal jantung. Pada penderita, virus HIV banyak terkonsentrasi di
dalam darah dan cairan mani. Sekali virus menginfeksi penderita,
virus akan tetap ada sepanjang hidup penderita.
Ebola
Gejala awal vang ditimbulkan ebola mirip influenza, yaitu demam,
menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan hilang nafsu makan.
Gejala ini muncul setelah 3 hari terinfeksi. Setelah itu virus ebola
mulai mereplikasikan dirinya. Virus ebola menyerang sel darah.
Sebagai akibatnva sel darah yang mati akan menyumbat kapiler
darah, mengakibatkan kulit memar, rnelepuh, dan seringkali larut
seperti kertas basah. Pada hari ke-6, darah keluar dari mata,
hidung, dan telinga. Selain itu penderita memuntahkan cairan hitam
vang merupakan bagian jaringan dalam tubuh yang hancur. Pada
hari
ke-9,
biasanva
penderita
akan
mati.
Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh
penderita ebola (darah, feses, urin, ludah, keringat). Sampai saat ini
belum ada obat penyembuhnya.
Herpes simplex
Disebabkan oleh virus anggota sukuHerpetoviridae, yang
menyerang kulit dan selaput lendir. Virus herpes simplex dapat
menyerang bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Penyakit ini
biasanya menyerang mata, bibir, mulut, kulit, alat kelamin, dan
kadang - kadang otak. Infeksi pertama biasanya setempat dan
cenderung hilang timbul. Virus masuk ke dalam tubuh melalui luka
kecil. Pada bayi, virus sering ditularkan pada saat dilahirkan. Selain
itu virus juga ditularkan melalui hubungan seksual. Kecuali pada
mata dan otak, gejala utama penyakit adalah timbul gelembung gelembung kecil. Gelembung tersebut sangat mudah pecah. Infeksi
pada alat kelamin diduga merupakan salah satu faktor penyebab
tumor ganas di daerah genitalia tersebut.
Papilloma
Disebabkan oleh salah satu virus yang diduga dapat menimbulkan
tumor di kulit, alat kelamin, tenggorokan, dan saluran utama
pernapasan.
Infeksi terjadi melalui kontak langsung dan hubungan seksual
dengan penderita.
SARS (Severe Acute Respirotory Syndrome)
Diduga disebabkan oleh virus Corona mamalia (golongan musang,
rakun) yang mudah sekali bermutasi setiap terjadi replikasi. Gejalagejala penyakit: suhu tubuh di atas 39oC, menggigil, kelelahan otot,
batuk kering, sakit kepala, susah bernapas, dan diare.
Rabies
Disebabkan oleh virus rabies. Rabies sebenarnya merupakan
penyakit yang menyerang hewan, misalnya anjing, kucing, dan
kelelawar penghisap darah. Hewan yang terkena dapat

menunjukkan tingkah laku agresif ataupun kelumpuhan. Virus


ditularkan pada manusia melalui gigitan binatang yang terinfeksi.
Setelah masa inkubasi yang sangat bervariasi, dari 13 hari sampai
2 tahun (rata-rata 20 - 60 hari), timbul gejaia kesemutan di sekitar
luka gigitan, gelisah, dan otot tegang. Gangguan fungsi otak,
seperti hilangnya kesadaran, terjadi kira - kira satu minggu
kemudian, Rabies sering kali menyebabkan kematian. Sebagai
panduan tentang rabies, dapat dipakai teori dari Vaughan sebagai
berikut:
1) Jika hewan yang menggigit tidak menunjukkan gejala rabies
dalam waktu 5 - 7 hari setelah menggigit, dapat dianggap bahwa
gigitan tidak mengandung virus rabies.
2) Tidak semua hewan berpenyakit rabies mengeluarkan virus
rabies dalam ludahnya.
3) Gigitan kucing lebih berbahaya daripada gigitan anjing, karena
kemungkinan adanya virus pada ludah kucing yang terinfeksi rabies
lebih besar (90%) daripada anjing (45%). Pencegahan penyakit
pada hewan dilakukan dengan cara vaksinasi.
2. Apakah kurva pertumbuhannya bisa dianggap sama? Jelaskan!
Jawab:
Pertumbuhan mikroba memiliki 5 fase, yaitu fase lag (adaptasi/penyesuaian), fase
eksponensial (logaritmik), fase pengurangan pertumbuhan, fase stasioner dan
yang terakhir fase kematian.

Fase Lag
Pada fase ini perubahan bentuk dan pertumbuhan jumlah individu tak secara
nyata terlihat. Karena fase ini dapat juga dinamakan sebagai fase adaptasi
(penyesuaian). maka dari itu apabila dilihat pada kurva pertumbuhan mikroba,
grafik selama fase ini umumnya mendatar. Ini disebabkan tidak atau belum
adanya sumber nutrien untuk makanan mikroba.

Fase Eksponensial atau Logaritmik


Setelah setiap individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungan baru
selama fase lag, maka mulailah mengadakan perubahan bentuk dan
meningkatkan jumlah sel sehingga apabila dilihat dalam kurva akan tampak
meningkat dengan tajam. Namun peningkatan ini harus diimbangi dengan
beberapa faktor, diantaranya adanya kandungan sumber nutrien sebagai
bahan makanan pada mikroba tersebut. Apabila tidak ada kandungan sumber
nutrien maka mikroba tidak akan berkembang biak dan kurva juga tidak akan
menunjukkan peningkatan.

Fase Pengurangan Pertumbuhan


Berupa titik puncak dari fase eksponensial sebelum mengalami fase stasioner.
Dimana penambahan jumlah individu mulai berkurang dan ini disebabkan oleh
beberapa faktor diantaranya berkurangnya sumber nutrien yang ada di dalam
media sehingga mikrobia tidak akan bisa meningkatkan jumlahnya. Dan faktor
lainnya adalah jumlah kejenuhan pertumbuhan jasad.

Fase Stasioner
Yaitu mengalami pengurangan sumber nutrien. Artinya, sumber nutrien yang
ada untuk mikrobia mengalami kehabisan atau tidak ada yang menambahi
sehingga mikrobia tidak bisa melakukan pertumbuhan namun juga tidak
secara langsung mengalami kematian. Maka dari itu kurva grafik mendatar,
artinya tidak naik karena tidak adanya pertumbuhan dan tidak turun karena
tidak secara langsung mengalami kematian.

Fase Kematian
Grafik menunjukkan penurunan secara tajam karena merupakan akhir dari
suatu jumlah individu yang kembali ke titik awal. Ini disebabkan mikrobia
sudah tidak mampu bertahan hidup selama stasioner (yang tidak
mendapatkan sumber nutrien).
Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan peningkatan
ukuran populasi. Faktorfaktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau
kondisi untuk pertumbuhan optimum:
o
o
o
o

Suhu
Derajat keasaman atau pH
Konsentrasi garam
Sumber nutrisi

o Zat-zat sisa metabolism


o Zat kimia
Perkembangbiakan Bakteri
Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual
(vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri
adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Reproduksi
bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri
lainnya. Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi
DNA. Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
1) Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen saja
dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.
2) Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri
lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus
bakteri).
3) Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung
melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua
sel bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif.
Perkembangbiakan Virus
Untuk berkembang biak, virus harus menginfeksi sel inang. Inang virus berupa
makhluk hidup lain, yaitu bakteri, sel tumbuhan, sel hewan. Cara reproduksi virus
dikenal dengan proliferasi.

Tahap-tahap Perkembangbiakan Virus


Daur virus dapat dibedakan menjadi daur litik dan daur lisogenik.
a. Daur litik
1) Absorbsi (fase penempelan).
2) Infeksi (fase memasukkan asam nukleat).
3) Sintesis (fase pembentukan).
4) Perakitan.
5) Lisis (fase pemecahan sel inang).
b. Daur lisogenik
Kadang-kadang virus ini melakukan daur lisogenik dengan tahaptahapnya:
1) Fase absorbsi.
2) Fase injeksi.
3) Fase penggabungan.
4) Fase pembelahan.
5) Fase sintesis.

6) Fase perakitan.
7) Fase litik

Kurva pada pertumbuhan mikroba, virus, dan bakteri bisa dianggap sama karena
fase-fase yang dilalui memiliki kesamaan.
3. Berikan pejelasan bahwa mikroorganisme merupakan industry kimia mini!
Jawab:
Sejak jaman dahulu nenek moyang kita telah menggunakan mikroorganisme
seperti bakteri, Ragi (pembuatan Wine, Pengembang adonan roti & Keju), Fungi.
Sejak penemuan Antibiotika kini mikrobia digunakan sebagai pabrik pabrik mini
untuk pembuatan berpuluh puluh produk komersial, termasuk :
o Asam asam Amino
o Enzim enzim
o Pelarut pelarut
o Insektisida
o Zat Pengatur tumbuh tanaman
o Sejumlah besar Antibiotika
Bahkan dapat menyediakan bahan bakar dalam jumlah yang cukup besar.
Sebagai sumber antara lain pengolahan limbah domestik dan industri yang
menggunakan bakteri Jasad pengurai.
Selain itu mikrobiologiwan lainnya
berusaha memperoleh mikrobia mikrobia untuk produksi pupuk nitrogen, yang
sebenarnya telah sejak lama diperoleh. Karena perlu diketahui pada lapisan
permukaan tanah tidak terhitung jumlah mikrobia yang mengabsorpsi nitrogen dari
udara setiap tahunnya konversi menjadi ammonia, sejenis pupuk nitrogen.
Dari semua jenis kegunaan mikrobia ada satu elemen umum yang dimilikinya,
pada setiap individunya yaitu dengan cara yang sama atau berbeda, organism
hidup tersebut bertindak sebagai penghasil produk
Disamping itu ada kegunaan lainnya yang sama sekali berlainan dengan potensial
lebih tinggi mikroorganismenya sendiri menjadi makanan. hal ini dimungkinkan
karena mikroorganisme mempunyai kandungan protein yang tinggi, tidak berbeda
jauh dengan protein hewani maupun nabati.
Dengan berbagai cara, manusia terus berusaha memperoleh manfaat dari
mikroorganisme, sehingga tanpa disadarinya manusia sepanjang masa telah
menggantungkan diri pada mikroorganisme. Dalam melaksanakan fungsinya di
alam, terutama pada daur ulang nutrient nutrient dasar, mikroorganisme menjadi

bagian dari kehidupan manusia. Tampaknya pada tahun tahun yang mendatang
akan terus demikian keadaanya.
Mikrobiologi terapan, sering disebut Mikrobiologi Teknik / Mikrobiologi, Teknologi
Mikrobia atau Proses Fermentasi Biteknologi.
Mikrobiologi industry
Kadang kadang dianggap sebagai suatu disiplin ilmu yang mencakup:
Mikrobiologi Makanan, Mikrobiologi Air, dan Korosi oleh Mikrobia.
Memerlukan pengertian yang meliputi 4 bidang disiplin Ilmu, Yaitu: Mikrobiologi,
Biokimia, Kimia, Dan Engineerring (Rekayasa) idealnya bersatu menjadi satu
kesatuan.
Setiap kelompok yang meneliti proses mikrobiologi harus terdiri dari : Mikrobiolog
dan engencer, dengan mikrobiolog sebagai partner dominannya.
Karena itu kelompok yang menangani sesuatu proses fermentasi harus terdiri dari
Mikrobiolog, ahli biokimia, ahli tehnik kimia dan ahli mesin.
Di Negara yang industrinya telah maju, industry fermentasi memegang peranan
penting Ekonomi nasionalnya.
Latar belakang Teori Mikrobiologi Industri
Semua cabang dalam mikrobiologi industri mempunyai dasar teori yang umum
yang mempunyai pengaruh pada perkembangan. Dua disiplin Ilmu utama yang
menunjang Mikrobiologi industri adalah :
1. mikrobiologi teoritis, yang meliputi Genetika mikrobia, Fisiologi, dan Biokimia
2. Rekayasa Mikrobia yang mencakup dasar bagi aplikasi aspek engineering
dalam proses mikrobiologis.
Perkembangan yang pesat dari mikrobiologi teoritis pada saat ini mempunyai
pengaruh yang nyata pada mikrobiologi terapan sebagai keseluruhan
Proses proses mikrobiologis yang canggih meliputi biosintesa dari produk
produk primer seperti Asam asam amino, Vitamin, dan sebagainya mulai
meningkat. Demikian juga perkembangan teknologi untuk produksi Metabolit
sekundernya, yang masih sedikit-banyak didasarkan pada pendekatan empiris
sehubungan dengan mekanismenya yang menyangkut proses biosintesa.
Penerapannya:
o proses makanan fermentasi
Industri makanan fermentasi, makanan ternak Kecap, keju dan as. Laktat
o Produksi dan pemanfaatan sel-sel mikrobia : Ragi, roti, SCP
o Produksi pelarut: Etanol
o Produksi asam2 organik: Industri kimia dan makanan As. Sitrat, As.asetat,

o Produksi persenyawaaan2 yang fisiologis aktif: Vitamin B2, transformasi


steroid, dsb
o Produksi antibiotika: Penecilin, Streptomisin,dsb Industri farmasi
o Pelarutan biji oleh bakteria, dsb

Contoh metabolik primer


Etanol - komponen aktif pada minuman beralkohol
- sebagai bahan bakar
As. Sitrat Dalam berbagai industri makanan
Aseton dan butanol pelarut
As. Glutamat Pembantu cita rasa
Lisin Suplay makanan ternak
nukleutida Pembangkit cita rasa
polisakarida Dalam industri-industri makanan, peningkatan perolehan minyak

Daya guna mikroorganisme


Tiap proses teknologi fermentasi mendayagunakan sifat biokimiawi suatu
mikroorganisme tertentu, atas suatu flora campuran dari pada mikroorganisme
seperti umpamanya pada pegolahan air limbah (Sewage).
Sebab-sebab mengapa mikroorganisme merupakan suatu alat yang berharga
dalam proses industry:
o Karena kecil ukurannya maka rasio permukaan terhadap volume menjadi lebih
besar absorbsi nutrien yang banyak dan cepat sehingga reaksi
metaboliknyapun lebih cepat. Hal ini menjadikan mikroorganisme menjadi
suatu alat yang amat sesuai untuk proses industri.
o Walaupun ada dasar kesamaan dlam aktifitas biokimiawi dari pada
mikroorganisme, masih didapatkan banyak ragam variasi terhadap tema dasar
tersebut. Ini nampak pada jumlah bahan baku (substrat) yang dapat dicerna
oleh mikroorganisme dan banyaknya produk yang dapat dihasilkan. Pada
umunya bahan bakunya tidak tergantung pada sediaan mineral dan energi
yang terbatas di dunia ini. Tapi hasil samping atau limbah seperti molase
Sulphite waste liquordan lain-lain dapat pula dipakai sebagai substrat untuk
memproduksi sesuatu yang lebih bermanfaan seperti alkohol, antibiotik,
enzim, dsb.
o Proses seperti produknya biasanya tidak menyebabkan gangguan terhadap
lingkungannya.