Anda di halaman 1dari 48

HERNIA

By Komalah Ravendran
11-2013-176

Definisi
Hernia merupakan protusi atau penonjolan isi suatu
rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari
dinding yang bersangkutan

Etiologi
Tekanan yang meningkat
pada abdomen

Mengangkat beban berat

Batuk PPOK

Tahanan saat miksi BPH atau karsinoma

Tahanan saat defekasi konstipasi atau obstruksi usus besar

Distensi abdomen yang mungkin mengindikasikan adanya


gangguan intraabdomen

Perubahan isi abdomen, misalnya : adanya asites, tumor


jinak atau ganas, kehamilan, lemak tubuh.

Kelemahan dinding
abdomen

Umur yang semakin bertambah

Malnutrisi- makronutrien (protein, kalori)

Kerusakan atau paralisis dari saraf motorik

Abnormal metabolisme kolagen.

Komponen Hernia
Kantong hernia
Isi hernia (usus,omentum,
organ intra ataupun
ekstraperitoneal).
Pintu atau leher hernia
(cincin hernia)

Klasifikasi
Berdasarkan
arah
penonjolanny
a hernia

Berdasarkan
terjadinya

menurut
letaknya

Menurut
sifatnya
hernia

Berdasarkan Arah Penonjolan


Hernia Externa

Hernia Inguinalis Lateralis.

Hernia Inguinalis Medialis.

Hernia Femoralis.

Hernia umbilikalis

Sciatic, Spigelian

Hernia Interna

Hernia Obturatoria

Hernia diafragmatika

Hernia Foramen Winslowi

Hernia Ligament Treit

Berdasarkan Terjadinya
Hernia Congenital

Hernia Acquired

Hernia primer : terjadi pada titik lemah yang terjadi alamiah

Timbulnya sejak bayi lahir atau pada anak-anak, umumnya


didapatkan pada hernia inguinalis lateralis, yang disebabkan
karena tidak menutupnya prosesus vaginalis setelah proses
penurunan testis ke skrotum baik sebagian atau seluruhnya.

Struktur yang menembus dinding abdomen : seperti


pembuluh darah femoralis yang melalui kanalis femoralis.

Otot dan aponeurosis yang gagal untuk saling menutup


secara normal

Jaringan fibrosa yang secara normal berkembang untuk


menutup defek, seperti pada umbilikus

Hernia Sekunder : terjadi pada tempat pembedahan atau trauma


pada dinding

Menurut Sifatnya
Hernia Reponible

Hernia Irreponible

bila isi kantong tidak dapat direposisi kembali ke dalam


rongga perut

terjadi bila disokong gaya gravitasi atau tekanan


intraabdominal yang meningkat

biasanya disebabkan olehperlekatan isi kantong pada


peritoneum kantong hernia (hernia akreta)

Usus keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika
berbaring atau didorong masuk perut

Dapat juga terjadi karena leher yang sempit dengan tepi yang
kaku

tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus

Tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun sumbatan usus

resiko yang lebih besar untuk terjadi obstruksi dan strangulasi

isi hernia dapat keluar masuk, tetapi kantungnya menetap

Menurut Sifatnya
Hernia Obstruksi

berisi usus, dimana lumennya tertutup.

Biasanya obstruksi terjadi pada leher kantong hernia.

Jika obstruksi terjadi pada kedua tepi usus, cairan


berakumulasi di dalamnya dan terjadi distensi (closed loop
obstruction)

suplai darah masih baik, tetapi lama kelamaan dapat terjadi


strangulas

Istilah inkarserata juga dapat digunakan

Hernia Strangulata

hernia ireponibel yang disertai gangguan vaskularisasi.


Bila strangulasi hanya menjepit sebagian dinding usus,
hernianya disebut hernia Richter

Diagnosis (Anamnesis)
Gejala Lokal

benjolan yang bervariasi ukurannya, dapat hilang saat


berbaring, dan timbul saat adanya tahanan

nyeri tumpul lokal namun terkadang tajam

Secara khas, kantung hernia dengan isinya membesar dan


mengirimkan impuls yang dapat teraba jika pasien mengedan
atau batuk

Gejala dari Komplikasi

obstruksi usus : colic, muntah, distensi, konstipasi

strangulasi : tambahan dari gejala obstruksi, rasa nyeri yang


menetap pada hernia, demam, takikardi.

Pemeriksaan Fisik
Umum (saat berbaring dan
berdiri)

Pemeriksaan Khusus
ZIEMANS TEST

Inspeksi

Palpasi

Auskultasi

Rectal Toucher

timbul dorongan pada jari


kedua berarti hernia inguinalis
lateralis, bila pada jari ketiga
berarti hernia inguinalis
medialis dan bila pada jari
keempat berarti hernia
femoralis.

Pemeriksaan Khusus
FINGER TEST
Test ini hanya dilakukan pada
penderita laki-laki
bilamana ada dorongan atau
tekanan timbul pada ujung jari
hernia inguinalis lateralis
bila pada samping jari
hernia inguinalis medialis.

THUMB TEST
Penderita dalam posisi tidur
telentang atau pada posisi
berdiri
Bila benjolan keluar waktu
mengejan berarti hernia
inguinalis medialis dan bila
tidak keluar berarti hernia
inguinalis lateralis.

Pemeriksaan Penunjang
Pencitraan

Lain-lain

Laparaskopi

Hernia yang tidak diperkirakan terkadang ditemukan saat


laparaskopi untuk nyeri perut yang tidak dapat didiagnosa.

Herniografi

USG

Operasi Eksplorasi

CT-Scan/ MRI

Pada beberapa bayi, dengan riwayat meyakinkan dari ibunya,


namun tidak ditemukan secara klinis (jarang)

Differential Diagnosis
Hernia Inguinalis

Hidrokel testis

Limfadenopati

Abses inguinal

Varikokel

Hematom karena trauma

Lipoma

Tumor testis

Hernia Femoralis

Limfadenitis

Inguinal
Kraniolateral: oleh anulus
inguinalis internus yang merupakan
bagian terbuka dari fasia
transversalis dan aponeurosis
m.transversus abdominis.
medial bawah : di atas tuberkulum
pubikum, kanal ini dibatasi oleh
anulus inguinalis eksternus, bagian
terbuka dari aponeurosis m.oblikus
eksternus.
atapnya: aponeurosis m.obliqus
eksternus
dasarnya: ligamentum inguinale
Kanal berisi tali sperma pada lelaki,
dan ligamentum rotundum pada
perempuan

Hernia Inguinalis
Hernia Ingunalis Lateralis/
Indirek

disebut lateralis karena menonjol dari perut di lateral


pembuluh epigastrika inferior.

Disebut indirek karena keluar melalui dua pintu dan saluran,


yaitu anulus dan kanalis inguinalis

PF tampak tonjolan berbentuk lonjong

Lebih sering dan bersifat congenital

Jika kantong mencapai skrotum, disebuthernia skrotalis

Hernia labialis ialah hernia inguinalis lateralis yang mencapai


labium mayus

Hernia Inguinalis Medialis/


Direk

langsung menonjol melalui segitiga Hasselbach, daerah yang


dibatasi oleh ligamentum inguinale di bagian inferior,
pembuluh epigastrika inferior di bagian lateral dan tepi otot
rektus di bagian medial.

berbentuk tonjolan bulat


Usia pasien
Penyebab
Bilateral
Penonjolan saat batuk
Muncul saat berdiri

Indirek
Usia berapapun,
terutama muda
Dapat kongenital
20 %
Oblik

Direk
Lebih tua
Didapat
50 %
Lurus

Tidak segera mencapai Mencapai ukuran


ukuran terbesarnya
terbesar dengan segera

Reduksi saat berbaring Dapat tidak tereduksi


segera
Penurunan ke skrotum Sering

Tereduksi segera

Oklusi cincin internus

Terkontrol

Tidak terkontrol

Leher kantong
Strangulasi
Hubungan dengan
pembuluh darah
epigastric inferior

Sempit
Tidak jarang
Lateral

Lebar
Tidak biasa
Medial

Jarang

Tatalaksana
Operatif
Konservatif

Reposisi

Penyangga luar

Herniatomy
Hernioplastik

seperti memperkecil anulus inguinalis internus dengan jahitan terputus, menutup dan
memperkuat fasia transversa, dan menjahitkan pertemuan m.transversus internus
abdominis dan m.obliqus obliqus internus abdominis yang dikenal dengan nama conjoint
tendon ke ligamentum inguinale Poupart menurut metode Bassini, atau menjahitkan
fasia transversa, m.transversus abdominis, m. obliqus internus abdominis ke ligamentum
Cooper pada metode McVay

Hernioplastik (tidak ada regangan)

Teknik Bassini (Simple


Herniotomy)

Laproscopic &
preperitoneal repairs
TAPP (transabdominal prepeitoneal procedure): peritoneal space entered by
conventional lap at umbilicus and peritoneum overlaying inguinal floor is
dissected away as flap.
TEP (Total extraperitoneal repair): preperitoneal space is developed with a
balloon inserted between posterior rectus sheath and peritoneum balloon
inflated to dissect the peritoneal flaps awau from posterior abdomianl wall and
the direct and indirect spaces, other ports inserted into this preperitoneal
space without entering peritoneal cavity.
After lap. Dissection and reduction of hernia sac , a large piece of mesh is
placed over inguinal floor

Hernia Femoralis

Hernia Umbilikalis
lebih sering terjadi pada wanita,
kegemukan dengan kehamilan
berulang-ulang
umum pada bayi dan menutup
secara spontan tanpa terapi khusus
jika defek aponeurosis berukuran
1,5 cm atau kurang
Perbaikan diindikasikan pada bayi
dengan defek hernia yang
diameternya lebih besar dari 2,0 cm
dan dalam semua anak dengan
hernia umbilikalis yang masih ada
pada usia 3-4 tahun.
Hernioplasti Mayo

Hernia Paraumbilikalis
hernia melalui suatu celah
di garis tengah di tepi
kranial umbilikus
Supra atau infraumbilical
melalui linea alba
jarang terjadi di tepi
kaudalnya.
Penutupan secara spontan
jarang terjadi sehingga
dibutuhkan operasi
koreksi.

Incisional Hernia
disebabkan oleh insisi pada
tubuh yang sebelumnya tidak
sembuh secara tepat atau
terpisah karena tegangan
abnormal.
Cacat ini memungkinkan
penonjolan suatu hernia dan
operasi umumnya
direkomendasikan
dengan memobilisasi jaringan
denga cermat dan untuk
mencapai penutupan langsung
primer jika mungkin

Epigastric Hernia
Hernia yang keluar
melalui defek di linea alba
di antara umbilikus dan
prosesus xipoideus.
Isi hernia berupa
penonjolan jaringan lemak
preperitoneal dengan atau
tanpa kantong
peritoneum.

Hernia Lumbalis
Pada pemeriksaan fisik tampak
dan teraba benjolan di pinggang
di tepi bawah tulang rusuk XII
atau di tepi kranial panggul
dorsal.
Diagnosis di tegakkan dengan
memeriksa pintu hernia.
Diagnosis banding adalah
hematoma, abses dingin atau
tumor jaringan lunak.
Pengelolaan terdiri dari atas
herniotomi dan hernioplasti. Pada
hernioplasti dilakukan juga
penutupan defek.

Hernia Littre
Hernia yang sangat jarang dijumpai ini merupakan
hernia yang mengandung divertikulum meckel. Hernia
Littre dianggap sebagai hernia sebagian dinding usus.

Hernia Speighel
Hernia Spieghel adalah hernia interstial dengan atau tanpa
isinya melalui fasia Spieghel.
Biasanya terjadi dikanan dan jarang bilateral.
Diagnosis ditegakkan dengan ditemukan benjolan di
sebelah Mc burney bagian kanan maupun sebelah kiri pada
tepi lateral m. Rektus Abdominis.
Isi hernia dapat terdiri dari usus, omentum atau ovarium.
herniotomi dan hernioplastik dengan menutup defek pada
m.tranversus abdominis dan m.abdominis internus.

Thank You